Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Meraih Cinta dan Kasih Sayang Allah SWT

Meraih Cinta dan Kasih Sayang Allah SWT


Jika Allah sudah mencintai seorang hamba, maka hamba itu akan menjadi orang yang istimewa di dunia. Sebagaimana yang diterangkan di dalam hadits, “Tidak ada seorang hamba setelah melaksanakan yang wajib, ditingkatkan dengan yang sunnah-sunnah, sampai Aku cinta kepada dia. Kalau Aku sudah cinta, Aku akan menjadi penglihatannya, Aku akan menjadi pendengarannya, Aku akan menjadi lisannya, Aku akan jadi tangan dan kakinya.”

Maksud hadits di atas bukan berarti orang itu memiliki mata, tangan Allah dan seterusnya. Namun, ia akan menjadi orang yang hifdz terjaga oleh Allah SWT. Sehingga segala organ tubuhnya digunakan untuk bertakwa dan berjalan di atas rel yang disyariatkan oleh Allah azza wa jalla melalui Rasul-Nya Muhammad SAW. Untuk mencapai tingkatan dicintai Allah itu sebelumnya harus dicintai orang-orang saleh, kemudian dicintai oleh para wali Allah, lalu dicintai oleh Rasulullah baru bisa dicintai Allah. Mustahil seseorang akan dicintai Allah tanpa sebelumnya ia dicintai oleh Rasulullah. Agar dicintai oleh Allah, harus melalui tingkatan-tingkatan yang disebut Marootibul Yaqiin (tingkatan keyakinan) sampai mencapai Yaqin al-Mahadh (keyakinan yang murni). Sampai akhirnya meningkat ke derajat yang tertinggi setelah derajat kenabian yaitu Rutbah ash-Shiddiqiyyah.

Tatkala Allah itu cinta kepada hamba-Nya, dosa-dosanya hamba itu akan diampuni oleh Allah azza wa jalla tersebab rahmat-Nya. Sebaliknya, jika Allah membenci hamba-Nya, sekalipun dia banyak sedekah, membantu, berbuat kebaikan, tidak akan diterima oleh Allah. Oleh karena itu mari kita berlomba-lomba untuk menjadi orang yang dicintai Allah azza wa jalla. Mudah-mudahan kita dijadikan sebagai orang-orang yang dicintai Allah azza wa jalla.

Beberapa orang meminta doa kepada Habib Ali. “Ya Habib, jika mendoakan aku doakanlah supaya aku menjadi orang yang dicintai Allah azza wa jalla. Karena aku melihat bandingan cintanya ayah kepada anaknya lebih besar daripada cintanya anak kepada orang tuanya. Demikian juga kalau Allah sudah cinta kepada hamba-Nya, cintanya Allah lebih besar daripada cintanya hamba kepada Allah.“ Oleh karena itu dalam berdo’a para salafunas salih tidak sekedar memohon supaya cinta kepada Allah, namun mereka meminta supaya dicintai Allah azza wa jalla.

Al Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad mengatakan, “Ya Allah bidzarroh min mahabbatillah, ufnii biha ‘amma siwallah.“ Seseorang kemudian berkata kepada beliau, “mahabatillah di sini cintanya hamba kepada Allah atau cintanya Allah kepada hamba?” Ketika ditanya demikian Habib Abdullah bin Alwi al-Haddad menjawab, “derajat yang paling tinggi adalah cintanya Allah kepada hamba. Idhofah saja, min mahabbatillah lil ‘abdi, bukan min mahabbatil ‘abdi lillah.”

Tentunya, seseorang agar bisa dicintai Allah ia harus dicintai Rasululah SAW. Tanda bahwa ia dicintai Rasulullah, adalah ia dicintai oleh wali-wali Allah. Supaya bisa dicintai wali-wali Allah apa yang harus kita lakukan? Tentu saja kita harus mengikuti jejak Rasulullah, ajaran para wali Allah, Insya Allah kita akan dicintai oleh mereka.

Mudah-mudahan Allah memberikan kepada kita husnudzon, semangat dalam ibadah, membersihkan hati-hati kita dari ta’alluq (memiliki ikatan) kepada selain Allah azza wa jalla. Mudah-mudahan kita dijadikan sebagai orang-orang yang cinta kepada auliya’ dan dicintai oleh para auliya’ Allah. Mudah-mudahan pula dosa-dosa kita dijadikan sebagai dosa orang-orang yang dicintai oleh Allah sehingga kita akan mendapat rahmatnya. Kita memohon pula supaya jangan sampai kebaikan kita dijadikan sebagai kebaikan orang-orang yang dibenci Allah yang itu semua berarti sia-sia. Wallahu’alam.



Disarikan dari ceramah Habib Taufik Assegaf dalam Kalam Salam
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger