Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Keutamaan Berdzikir Dalam Majelis Dzikir

Keutamaan Berdzikir Dalam Majelis Dzikir

Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, i’tikaf mengingat Allah SWT terutama di masjid-masjid. Hal ini dilakukan agar di akhir Ramadhan dan setelah selesai Ramadhan, kita lebih mantap dalam menjalani hidup setelah digembleng selama satu bulan penuh dengan hanya mengharap kerihaanNya. Apalagi dalam berbagai riwayat dinyatakan bahwa Lailatul Qadr itu besar kemungkinan diturunkan oleh Allah SWT di malam-malam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Adapun perintah untuk berdzikir, berada dalam suatu majelis yang menyebut-nyebut nama Allah SWT, diantaranya telah diperintahkan di dalam Alqur’an yang artinya, “Dan bersabarlah kamu bersama orang-orang yang menyeru Rabbnya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya…….” (QS.Al-Kahfi 18:28).

Adapun majelis-majelis yang digunakan untuk berdzikir, mengingat Allah SWT, dalam beberapa hadist diterangkan sungguh mulia majelis yang seperti itu. Berikut ini penulis kutipkan beberapa hadist dari Kitab Riyadhusshalihin tentang keutamaan-keutamaan majelis dzikir.

Imam Bukhari-Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa ia berkata, “Rasullah SAW bersabda : ‘Sesungguhnya Allah SWT memiliki para malaikat yang berkeliling dijalan-jalan (di bumi) untuk mencari orang-orang yang berdzikir. Jika mereka telah menemukan suatu kaum yang sedang berdzikir kepada Allah SWT, mereka saling memanggil kepada yang lain : ‘Kemarilah! Inilah yang kalian cari-cari.’ Merekapun lalu menaungkan sayapnya hingga mencapai langit dunia. 

Selanjutnya, Allah SWT menanyakan kepada para malaikat perihal para Hamba-Nya meskipun sebenarnya Dia lebih mengetahuinya : ‘Apa yang diucapkan para hamba-Ku?’ 

Malaikat menjawab : ‘Mereka sedang bertasbih, bertakbir, bertahmid, kepada-Mu dan mengagungkan-Mu .’ 

Allah SWT bertanya, : ‘Apakah mereka melihat-Ku?’ 

Malaikat :’Tidak, demi Allah SWT mereka tidak melihat-Mu,’ 

Allah SWT :’Bagaimana sekiranya mereka melihat-Ku?’ 

Malaikat : ‘Mereka tentu lebih bagus lagi dalam beribadah, bersungguh-sungguh lagi dalam mengagungkan, dan lebih banyak lagi bertasbih.’ 

Allah SWT :’Apa yang mereka minta ?’ 

Malaikat : ‘Mereka memohon surga kepada-Mu.’

Allah SWT :’Apakah mereka melihatnya?’ 

Malaikat :’Tidak, demi Allah SWT mereka belum melihatnya.’ 

Allah SWT : ‘Bagaimana jika mereka bisa melihatnya?’

Malaikat :’Jika mereka sudah bisa melihatanya, tentu akan lebih besar lagi keinginan mereka untuk mendapatkannya dan lebih sungguh-sungguh lagi dalam usaha meraihnya serta lebih besar lagi kecintaan mereka terhadapnya.’ 

Allah SWT :’Dari apa mereka memohon perlindungan kepada-Ku?’ 

Malaikat :’Tentu mereka lebih bersungguh-sungguh lagi dalam usaha menghindar darinya dan lebih takut lagi terhadapnya.’ 

Allah SWT :’Kalau begitu, aku persaksikan kepada kalian bahwa Aku telah mengampuni mereka.’ 

Salah satu malaikat berkata : ‘Namun diantara mereka ada seseorang yang sebenarnya bukan termasuk golongan mereka. Dia datang kesana lantaran ada keperluan pribadi (apakah dia juga mendapat ampunan-Mu?).’

Allah SWT :’Mereka semua adalah teman satu majelis yang tiada akan mendapat celaka karena yang lainnya.’”

Dalam riwayat yang lain, Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Sa’id RA, bahwa ia berkata, “Suatu hari Mu’awiyah datang kesebuah majelis didalam masjid, lalu bertanya kepada peserta majelis tersebut :’ Apa yang membuat kalian membentuk majelis ini?’

Mereka menjawab :’Kami duduk-duduk disini untuk berdzikir kepada Allah SWT.’

Mu’awiyah berkata :’Demi Allah SWT, hanya itukah yang membuat kalian duduk-duduk disini?’

Mereka menjawab :’Demi Allah SWT, hanya itulah yang membuat kami duduk-duduk disini.’

Mu’awiyah :’Aku tidak bermaksud melontarkan suatu tuduhan (dusta) kepada kalian, sebab tak ada seorangpun yang kedekatannya kepada Rasullah SAW sepertiku ini yang lebih sedikit daripadaku dalam meriwayatkan Hadits dari Beliau (karena kehati-hatianku). 

Sungguh suatu hari Rasullah SAW mendatangi majelis para sahabatnya, lalu bertanya :’Apa yang membuat kalian membentuk majelis ini?’

Mereka menjawab :’Kami duduk-duduk di sini untuk berdzikir kepada Allah SWT dan bertahmid kepada-Nya atas petunjuk-Nya kepada Islam dan anugerah-Nya yang telah diberikan kepada kami.’

Beliau berkata : ‘Demi Allah SWT, hanya itukah yang membuat kalian duduk-duduk di sini?’

Mereka menjawab :’Hanya itulah yang membuat kami duduk-duduk di sini.’

Beliau berkata :’Aku tidak bermaksud melontarkan suatu tuduhan (dusta) kepada kalian, melainkan Jibril telah mendatangiku dan mengabarkan bahwa Allah SWT membanggakan kalian dihadapan para malaikat.’”

Oleh karena luar biasanya kemuliaan yang diberikan oleh Allah SWT dalam majelis dzikir, hendaknya kita mulai memperbanyak berdzikir mengingat Allah SWT dalam majelis-majelis dzikir walaupun Ramadhan telah berlalu. Semoga dzikir-dzikir kita kepada Allah SWT bisa menyelamatkan diri kita dan bangsa kita dari berbagai bencana dengan ridhaNya. Aamiin...



Dikutip Admin dari Kitab Riyadush Sholihin karangan Imam Nawawi
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger