Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » , » Tips Agar Doa Terkabul

Tips Agar Doa Terkabul


Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna, namun di samping itu Allah Subhânahu wata‘âlâ juga menjadikan manusia sebagai makhluk yang lemah. Oleh karena itulah, maka manusia pasti membutuhkan pertolongan dan perlindungan. Semua pertolongan dan perlindungan tersebut sejatinya bermuara kepada satu Dzat yang Maha Kuasa.

Di antara cara yang bisa ditempuh manusia untuk mendapatkan pertolongan dari Allah Subhânahu wata‘âlâ ialah berdoa. Berdoa harus kita lakukan setiap saat, baik dalam keadaan senang maupun susah, karena setiap saat kita membutuhkan pertolonga-Nya.

Orang yang mau berdoa akan selalu mendapatkan kebaikan dan keutamaan dari Allah Subhânahu wata‘âlâ. Tak ada kata rugi bagi mereka, selama doa yang ia panjatkan mengandung doa yang baik, bukan doa jelek, dan bukan doa yang mencelakakan orang lain. Dikatakan mendapatkan kebaikan karena selain orang yang berdoa telah mengerjakan perintah Allah Subhânahu wata‘âlâ yang termaktub dalam kitab suciNya, juga karena doa merupakan intisari ibadah. “Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al-Mu’min [40]: 60). Ayat tersebut selain mengandung perintah dianjurkannya berdoa, juga menerangkan bahwa Allah Subhânahu wata‘âlâ akan selalu mengabulkan semua permintaan hambanya.

Makhluk Allah Subhânahu wata‘âlâ yang paling jelek adalah Iblis. Ingatkah kita bagaimana permintaan Iblis yang sudah melakukan kesalahan terbesar itu masih dikabulkan? Iblis memohon kepada Allah Subhânahu wata‘âlâ agar dia dan cucunya diberi kesempatan sampai hari kiamat untuk menggoda manusia. Dalam al-Quran dijelaskan: Iblis menjawab, “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan.” Allah Subhânahu wata‘âlâ berfirman, “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” (QS. Al-A’raf [7]: 14-15).

Jaminan istijâbah yang Allah Subhânahu wata‘âlâ janjikan kepada orang yang berdoa bermacam-macam bentuknya. Ada yang langsung di dunia, ada pula yang akan Allah Subhânahu wata‘âlâ berikan di akhirat. Jadi intinya tak ada doa yang tidak terkabulkan. Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda “Seorang hamba yang berdoa tidak akan lepas dari salah satu tiga perkara: adalakanya dosanya yang akan segera diampuni, adakalanya kebaikan yang akan segera ia dapatkan, adakalanya kebaikan yang masih disimpan.”

Adab-Adab dalam berdoa agar terkabul dapat dibagi menjadi berikut ini:

1. seorang hendaknya memilih waktu yang tepat untuk berdoa agar mudah terkabulkan. 

Imam al-Ghazali dalam Ihyâ’ ‘Ulûmiddîn menguraikan tentang waktu berdoa menjadi beberapa bagian. 

Pertama hari Arafah. Dalam sebuah Hadis Rasullullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda: “Doa yang paling utama adalah doa ketika hari Arafah, sedangkan paling utamanya sesuatu yang aku ucapkan dan para nabi sebelumku kalimat “Lâ ilâha illaallâh wahdahû lâ syarîkalah”.

Kedua bulan Ramadhan. Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dalam keadaan beriman dan mengharap pahala, maka Allah Subhânahu wata‘âlâ akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu. Dan barangsiapa yang mendapati Lailatul-Qadar dalam keadaan beriman dan mengharap pahala, maka Allah Subhânahu wata‘âlâ akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu”.

Ketiga hari Jumat. Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ berkata, “Hari Jumat sama dengan hari Arafah, di hari itulah pintu langit terbuka, di hari itu terdapat satu masa yang tidak seorangpun dari hamba Allah Subhânahu wata‘âlâ yang meminta sesuatu kecuali Allah Subhânahu wata‘âlâ akan memenuhinya. Dikatakan: Kapan waktunya? Aisyah berkata: Ketika seorang muazin melantukan azan.” 

Keempat sepertiga malam. diceritakan bahwa nabi Ya’kub ‘Alaihissalâm selalu berdoa di waktu sepertiga malam (waktu sahur) sementara putra-putranya meng-amini dibelakangnya. setelah itu Allah Subhânahu wata‘âlâ mengilhamkankepadanya bahwa Allah Subhânahu wata‘âlâ telah mengampuni semua dosa-dosa mereka dan mengangkat mereka menjadi nabi.

2. Memilih keadaan yang mulia. 

Abu Hurairah Radhiyallâhu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya pintu langit terbuka ketika pasukan fî sabîlillâh berangkat berperang, dan ketika turunya hujan, dan ketika pelaksanaan salat maktubah maka perbanykalah berdoa ketika itu.”

Al-Mujahid berkata, “Sesungguhnya salat didirikan di waktu yang terbaik, maka berdoalah kalian semua sesudah melakukan salat.

Abu Hurairah berkata, “Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda: “Paling dekatnya seorang hamba dari Tuhanya adalah ketika ia bersujud. Maka perbanyaklah berdoa ketika itu.” 

3. Berkeyakinan bahwa doanya di kabulkan, dan benar-benar menaruh harapan yang besar kepada Allah Subhânahu wata‘âlâ. 

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda, “Berdoalah kepada Allah Subhânahu wata‘âlâ sementara kalian mempunyai keyakinan akan terkabulnya doa tersebut, dan ketahuilah bahwa Allah Subhânahu wata‘âlâ tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lupa.”

4. Mengawali doa dengan berdzikir kepada Allah Subhânahu wata‘âlâ dan pujian-pujian untuk mengagungkanNya. 

Salamah bin Akwa’ berkata, “Saya tidak pernah mendengar Rasulullah mengawali doa kecuali dengan bacaan “Subhâna Rabbi al-‘Aliyyil-A’lâ al-Wahhâb”. 

5. Mengawali doanya dengan membaca shalawat dan menutupnya dengan bacaan shalawat pula. 

Abu Sulaiman Ad-Darani berkata, “Barangsiapa ingin memohon sebuah hajat, maka hendaklah memulainya dengan membaca shalawat kepada Nabi lalu mengakhirinya dengan shalwat, karena Allah Subhânahu wata‘âlâ akan mengabulkan shalawatnya dan dia terlalu dermawan untuk tidak mengabulkan apa yang berada di antara keduanya.”

6. Memohon kepada Allah Subhânahu wata‘âlâ dengan hati yang tunduk, dan tidak menunjukkan sifat angkuh kita. 

Dalam al-Quran dijelaskan: “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-A’raf [7]: 55).

Lantas, mengapa banyakDoa tak terkabul?

Suatu hari ketika Ibrahim bin Adham, seorang tokoh sufi yang terkenal akan kezuhudanya, sedang berjalan di pasar Basrah, orang-orang mengerumuninya dan bertanya, “Wahai Abu Ishaq, sudah lama kami memanjatkan doa kepada Allah Subhânahu wata‘âlâ , tetapi mengapa doa kami tidak kunjung dikabulkan?, padahal dalam kitab-Nya Dia telah berfirman, “Berdoalah kalian kepadaku niscaya aku akan mengabulkan doa kalian.” Beliau menjawab, “Hal itu dikarenakan hati kalian telah mati disebabkan sepuluh perkara berikut: Pertama, kalian telah mengenal Allah Subhânahu wata‘âlâ tapi kalian tidak menunaikan hak-Nya. Kedua, kalian mengaku mencintai RasulNya tetapi kalian meninggalkan sunnahnya. Ketiga, kalian membaca al-Quran tetapi tidak mengamalkan isinya. Keempat, kalian banyak diberi karunia akan tetapi kalian tidak mensyukurinya. Kelima, kalian mengatakan bahwa setan adalah musuh, tetapi justru kalian mengikuti langkahnya. Keenam, kalian telah mengaku bahwa surga benar adanya, namun kalian tidak melakukan hal-hal yang mengantarkan kesana. Ketujuh, kalian mengaku bahwa neraka benar adanya, namun kalian tidak lari dari siksanya. Kedelapan, kalian mengaku bahwa kematian adalah benar adanya namun kalian tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Kesembilan, kalian sibuk mengurusi kekurangan orang lain sementara kalian lupa akan kekurangan diri kalian. Kesepuluh, kalian mengubur jenazah akan tetapi kalian tidak mau mengambil pelajaran dari peristiwa kematian.”



Penulis berasal dari Ponpes Sidogiri
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

11 September 2011 01.28

ternyata doa yang musatajab itu ada saat2 tertentu yh, kirain ketika habis sholata aja.. semoga doa kita semua dikabulkan oleh allah swt, amin...

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger