Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Puncak Kepasrahan Nabiyullah Ibrahim AS

Puncak Kepasrahan Nabiyullah Ibrahim AS

Api menyala dan dikobarkan. Katepel raksasa itu telah disiapkan. Pemuda yang dikenal menentang penyekutuan terhadap Allah itu siap diluncurkan ke dalam api dengan katepel itu dalam keadaan pasrah.

Semua itu terjadi karena beberapa waktu yang lalu ia menghancurkan patung-patung sesembahan umat Namrudz. Tak lama tubuh mulianya itu diluncurkan ke atas menuju ke arah api yang berkobar buas. Di saat badannya melayang di udara, tiba-tiba muncullah Jibril berkata kepadanya,

"Ya Ibrahim atahtaaju ilayya?" 
 "Wahai Ibrahim, apakah engkau membutuhkan pertolonganku?"

Ia menjawab dengan tegas, 

"Amma minka la, amma minallaah fa balaa."
"Jika darimu aku tak membutuhkannya, tetapi jika dari Allah aku membutuhkan." 

Ia menyadari dengan benar bahwa selain-Nya adalah makhluk yang sama kondisinya dengan dirinya. Lalu Jibril berkata, 

"Fa uthlub mon rabbika Allaah."
"Jika itu maumu, maka mintalah pertolongan dari Allah." 

Ibrahim menjawab, 

"'Ilmuhuu bi haaliy kafaaniy 'an suaaliy."
"Pengetahuan Allah atas kondisiku saat ini, tak memerlukan penjelasan dariku sehingga aku harus meminta kepada-Nya." 

Begitulah puncak ketawakkalan sang Ibrahim. Ketika tubuhnya semakin mendekat ke arah api, Allah hendak mengujinya. Api itu tak mengalami perubahan, apalagi padam. Namun Dia Tuhan Ibrahim mewahyukan kepada api, 

"Yaa naaru kuuniy bardan wa salaaman 'alaa Ibraahiim."
"Wahai api, menjadi dinginlah kau demi keselamatan Ibrahim."

Demi wahyu yang diturunkan oleh Allah, api itupun berubah sifatnya menjadi dingin hanya untuk Ibrahim saja, tidak bagi yang lain. Ketika Ibrahim tercebur di dalam kubangan api itu, ia merasakan kesejukan dan kenikmatan, tanpa ada secercah api pun yang membakarnya.

Di akhir umurnya, seorang sahabatnya bertanya, "Wahai Nabi, apakah waktu yang paling indah selama hidupmu?" 

Ibrahim menjawab, "Di saat aku berada dalam api Namrudz."

Semua itu, karena di dalam api itu lunturlah semua sebab-sebab duniawi, dan muncullah hakikat "La Haula Wa La Quwwata Illa Billaah".

Wahai Allah jadikanlah kami makhluk yang hanya bergantung kepada-Mu, dan jangan Kau biarkan kami bergantung kepada selain-Mu, atau bergantung pada diri kami sendiri. Karena selain-Mu hanyalah makhluk yang memiliki banyak celah kelemahan di sana-sini. Wahai Allah singkaplah tirai di hati, dan puaskanlah aku dengan-Mu.



Habib Husain Nabil
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger