Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » , » Cinta Kepada Orang Tua Ketika Usia Lanjut

Cinta Kepada Orang Tua Ketika Usia Lanjut

Berbuat baik kepada kedua orang tua hukumnya wajib,baik waktu kita masih kecil, remaja atau sudah menikah dan sudah mempunyai anak bahkan saat kita sudah mempunyai cucu. Ketika keduaorang tua kita masih muda atau sudah lanjut usianya bahkan pikun kita tetap wajib berbakti kepada keduanya. Bahkan lebih ditekankan lagi apabila kedua orang tua sudah tua dan lemah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam surat Al-Isra' ayat 23 dan 24.

Di dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa Rabb (Allah) telah memerintahkan kepada manusia agartidak beribadah melainkan hanya kepada Allah saja. Kemudian hendaklah manusia berbuat sebaik-baiknya kepada kedua orang tuanya. Jika salahseorang atau kedua-duanya ada di sisinya dalam usia lanjut maka jangankatakan kepada keduanya perkataan 'uh' serta tidak boleh membentak keduanya, memukulkan tangan, menghentakkan kaki karena hal itu termasuk durhaka kepada kedua orang tua. Dan katakanlah kepada keduanya dengan perkataan yang mulia.

Pada ayat ini Allah mengatakan 'kibara', kibar ataukibarussin artinya berusia lanjut, sedangkan 'indaka' berartipemeliharaan yaitu suatu kalimat yang menggambarkan makna tempatberlindung dan berteduh pada saat masa tua, lemah dan tidak berdaya. Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan tentang lebihditekankannya berbuat baik pada kedua orang tua pada usia lanjut karena:

Pertama Keadaaan usia lanjut adalah keadaandimana keduanya membutuhkan perlakuan yang lebih baik karena keadaannyapada saat itu sangat lemah.

Kedua Semakin tua usia orang tua berarti semakin lama orang tua bersama anak. 

Hal ini dapat menyebabkan 'Si Anak' merasaberat sehingga dikhawatirkan akan berkurang berbuat baiknya, karenasegala sesuatunya diurusi oleh anak dan keluarlah perkataan 'ah' ataumembentak atau dengan ucapan, "Orang tua ini menyusahkan", atau yanglain. Apalagi apabila orang tuanya sudah pikun, akan membuat anak mudahmarah atau benci kepadanya. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta'alaberwasiat agar manusia selalu ingat untuk berbakti kepada kedua orangtua.

Banyak sekali hadits-hadits yang menyebutkan tentang ruginya seseorang yang tidak berbakti kepada kedua orang tua pada waktuorang tua masih berada di sisi kita. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallambersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh beberapa sahabat yaitu :

"Artinya : Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam beliau bersabda, "Celaka, sekali lagi celaka, dansekali lagi celaka orang yang mendapatkan kedua orang tuanya berusialanjut, salah satunya atau keduanya, tetapi (dengan itu) dia tidakmasuk syurga" [Hadits Riwayat Muslim 2551, Ahmad 2:254, 346].

Kemudian hadits berikut ini :
"Artinya : Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam naikke atas mimbar kemudian berkata, "Amin, amin, amin". Para sahabatbertanya. "Kenapa engkau berkata 'Amin, amin, amin, Ya Rasulullah?"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Telah datang malaikatJibril dan ia berkata : 'Hai Muhammad celaka seseorang yang jikadisebut nama engkau namun dia tidak bershalawat kepadamu dan katakanlahamin!' maka kukatakan, 'Amin', kemudian Jibril berkata lagi, 'Celakaseseorang yang masuk bulan Ramadhan tetapi keluar dari bulan Ramadhantidak diampuni dosanya oleh Allah dan katakanlah amin!', maka akuberkata : 'Amin'. Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata lagi.

'Celaka seseorang yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah seorang dari keduanya masih hidup tetapi justru tidak memasukkan dia kesurga dan katakanlah amin!' maka kukatakan, 'Amin". [Hadits Riwayat Bazzar dalama Majma'uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 dishahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka'ab bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 [Shahih Al-Adabul Mufrad No. 500 dari Jabir bin Abdillah]

Pada umumnya seorang anak merasa berat dan malasmemberi nafkah dan mengurusi kedua orang tuanya yang masih berusialanjut. Namun Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskanbahwa keberadaan kedua orang tua yang berusia lanjut itu adalahkesempatan paling baik untuk mendapatkan pahala dari Allah, dimudahkanrizki dan jembatan emas menuju surga. Karena itu sungguh rugi jikaseorang anak menyia-nyiakan kesempatan yang paling berharga ini dengan mengabaikan hak-hak orang tuanya dan dengan sebab itu dia tidak masuk surga.

Jika kita mencoba membandingkan antara berbaktikepada kedua orang tua dengan jalan mengurusi kedua orang tua yangsudah lanjut usia atau bahkan sudah pikun yang berada di sisi kitadengan ketika kedua orang tua kita mengurusi dan mebesarkan sertamendidik kita sewaktu masih kecil, maka berbakti kepada keduanya masihterbilang labih ringan. Mungkin kita mengurusnya hanya beberapa tahunsaja. Sedangkan mereka mengurus kita membutuhkan waktu lebih dari 10tahun. Dari mulai hamil, hingga dilahirkan kemudian disekolahkan. Keduaorang tua kita memberikan segala yang kita minta mungkin lebih dari 10 tahun bahkan sampai 25 tahun. 

Ketika orang tua mengurusi kita, dia mendo'akan agarsi anak hidup dengan baik dan menjadi anak yang shalih, tetapi ketikaorang tua ada di sisi kita, di do'akan supaya cepat meninggal. Bahkan ada di antara mereka yang menyerahkan keduanya ke panti jompo. Iniadalah perbuatan dari anak-anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya.

Bagaimanapun keadaannya, kedudukan mereka tetaplah sebagai orang tua kita, walaupun mereka bodoh, kasar atau bahkan jahatkepada kita. Dialah yang melahirkan dan mengurusi kita, bukan oranglain. Maka kita wajib berbakti kepada keduanya bagaimanapun keadaannya.Seandainya dia berbuat syirik atau bid'ah, kita wajib mendakwahkankepadanya dengan baik supaya dia kembali, kita do'akan supayamendapatkan hidayah dari Allah Subhanahu wa Ta'ala, bukan diperlakukandengan tidak baik, berbuat kasar atau pun yang lainnya.



Diambil dari Renungan n Kisah Inspiratif
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger