Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Aku Rindu Rasulullah SAW (4)

Aku Rindu Rasulullah SAW (4)

Diriwayatkan dari Abdullah ibn Umar RA, dari Sahabat Umar RA, bahwa suatu ketika sayyidaina Umar RA meminta izin kepada Baginda Rasulullah SAW untuk berangkat umrah. Baginda Rasulullah SAW lalu berkata, “Hai saudaraku, sertakan aku dalam doa-doamu dan jangan lupakan aku”. (Sunan Al-Tirmidzi, kitab “Al-Da`awat”, hadits no: 3485. Abu Isa mengatakan, “hadits ini adalah Hasan Sahih”).

Diriwayatkan dari Ibn Umar RA, bahwa Umar pernah berpamitan kepada Baginda Rasulullah SAW untuk berangkat umrah. Beliau SAW memberi izin dan berpesan, “Hai saudaraku, sertakan aku dalam doa-doamu dan jangan lupakan aku”. (Musnad Al-Imam Ahmad, Musnad Al-Muktsirin min Al-Shahabah, hadits no: 4978).

Sayyidina Umar begitu riang, begitu gembira karena Baginda Rasulullah SAW memintanya untuk mendoakan beliau. Permintaan itu merupakan bentuk nyata sikap “rendah hati”. Sungguh sebuah akhlak yang terpuji. Betapa tidak, permintaan doa itu diajukan oleh makhluk Allah SWT yang paling mulia. 

Peristiwa itu begitu membekas dalam diri Sayyidina Umar RA, sampai-sampai Sayyidina Umar RA terus mengulang-ulang keagungan dan kemuliaan Baginda Rasulullah SAW. Abdul Razzaq dalam sebuah hadits mengatakan, “Umar menuturkan, aku tidak suka jika hal itu ditukar dengan segala sesuatu yang dikenai sinar Matahari”. (Musnad Al-Imam Ahmad, Musnad Al-Muktsirinmin Al-Shahabah, hadits no: 4978).

Dalam riwayat Imam Abu Dawud: “Umar mengatakan, “tidak akan membahagiakanku jika hal itu ditukar dengan dunia”. (Sunan Abu Dawud, kitab “Al-Shalah”, hadits no: 1280). Dalam riwayat Imam Ahmad: “Umar berkata, “Aku tidak suka jika hal itu ditukar dengan segala sesuatu yang dikenai sinar matahari karena sabda beliau kepadaku”. (Musnand Al-Imam Ahmad, Musnad AlAsyrah Al-Mubasyirin bi Al-Jannah, hadits no: 190).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, bahwa Baginda Rasulullah SAW keluar menuju tempat penguburan umum, beliau SAW lalu bersabda: “Assalamu`alaikum, hai penghuni rumah orang-orang mu`min, kami Insya Allah akan menyusul kalian. Aku ingin bahwa aku melihat saudara-saudaraku. Para sahabat lalu bertanya: “Ya Rasulullah, bukankah kami ini saudara-saudaramu?”, beliau SAW menjawab: “Bukan, kalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudaraku adalah orang-orang yang masih belum datang. Akulah orang pertama yang datang ke taman Surga”.

Para sahabat bertanya lagi, “Ya Rasulullah, bagaimana cara engkau mengenali dari umatmu yang datang setelah engkau meninggal?”, beliau menjawab, “Bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang memiliki kuda, wajah dan kakinya berwarna putih dan berada ditengah-tengah kuda yang memiliki satu warna yaitu hitam, apakah dia bisa mengenali kudanya?” 

Mereka menjawab, “ya, pasti dia bisa mengenalinya,” Rasulullah SAW lalu bersabda: “mereka, umatku, akan datang pada hari kiamat dalam keadaan “Ghurran Muhajjilan”(putih pada bagian wajah, tangn dan kakinya) sebab wudlu dan akulah orang yang pertama kali datang ke taman Surga”. (Sunan Al-Nasa`i, kitab, “Al-Thaharah”, hadits no:150).

Baginda Rasulullah SAW sebenarnya sangat ingin melihat kita, kaum muslimin yang ada saat ini, karena kita adalah saudara beliau SAW, beliau menganggap saudaranya karena kita beriman kepada beliau SAW sekalipun kita tak pernah melihat atau bertemu langsung dengan beliau SAW. Itulah cinta dan rasa khawatir beliau SAW pada umatnya, jangan-jangan mereka tertimpa fitnah atau masuk Neraka.

Atas dasar cinta itulah, maka Baginda Rasulullah SAW telah menyimpan sebuah doa buat kita, agar kelak kita mendapat syafa`at disisi Allah SWT. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Setiap Nabi memiliki doa mustajab, sehingga setiap nabi bergegas untuk berdoa dan aku sendiri menyembunyikan (menyimpan) doaku sebagai bentuk syafa`at bagi umatku kelak di hari kiamat. Doa itu akan mengena, Insya Allah, pada setiap orang yang meninggal dunia dari umatku yang tidak menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang lain”. (Shahih Muslim, kitab “Al-Iman”, hadits no: 296).

Jika kita sudah mengetahui betapa Baginda Rasulullah SAW amat mencintai kita, masih pantaskah bila kita berpaling dari beliau SAW?



Ahlulkisa
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger