Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Agama Kau Jadikan Untuk Menumpuk Uang Bag. 1

Agama Kau Jadikan Untuk Menumpuk Uang Bag. 1

Rasulullah Saw. Bersabda: “Jenguklah orang yang sakit, dan iringilah jenazah mereka, karena sesungguhnya hal demikian bisa mengingatkanmu akan akhirat.” (Hr. Ahmad).

Rasulullah Saw, bermaksud agar kalian mengingat akhirat, sementara kalian menghindari mengingat akhirat, malah lebih cinta
pada dunia. Padahal dalam waktu dekat segala apa yang anda miliki akan diambil oleh Allah tanpa ada yang bisa menghalangi. Padahal anda sedang bersenang-senang dengan dunia, hingga yang muncul adalah rasa sakit hati sebagai ganti dari riang gembiramu.


Hai orang yang alpa, yang sedang berpuas-puas dengan dunia, anda diciptakan bukan untuk dunia. Anda diciptakan untuk akhirat. Hai orang alpa, apa yang seharusnya anda lakukan dari Allah itu? Sedangkan hasratmu hanya demi menuruti syahwat dan kenikmatan-kenikmatan. Agama kau jadikan untuk menumpuk dinar. Engkau sibuk dengan permainan-permainan, padahal sudah di ingatkan akan kehidupan akhirat dan kematian. Namun anda mengatakan , “Aku masih susah hidupku dan masih berutang sekian dan sekian.” Padahal peringatan maut telah datang melalui ubanmu, sementara anda mencukur atau menyemir dengan warna hitam, ketika ajalmu tiba, mana amalmu?

Ketika Malaikat maut tiba dengan perangkatnya, dengan cara apa anda menolaknya? Jika rezeki-mu sudah habis dan usiamu sudah selesai, dengan cara bagaimana anda merekayasa?


Tinggalkan dirimu dari kerumitan ini. Dunia dibangun untuk kepentingan amal perbuatan baik, jika anda beramal akan ada pahala. Jika tidak apa yang akan diberikan padamu? Dunia adalah negeri amal dan negeri kesabaran atas bencana. Dunia negeri kepayahan dan akhirat negeri santai. Orang beriman itu menyibukkan dirinya, jelas akan ada istirahatnya. Sedangkan anda tergesa-gesa untuk santai, tetapi menunda-nuda taubat, berlarut-larut hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun, hingga selesai ajalmu. Dalam sekejap jadi penyesalan.

Bagaimana anda menerima nasehat, bagaimana anda sadar dan benar, sedang anda tak pernah membenarkan? Hati-hati,  atap rumah kehidupanmu telah terbelah. Hai orang yang tertipu, bengkak-bengkak tubuhmu kehidupanmu telah tiba. Negeri ini, dimana anda telah roboh, mestinya anda beralih ke akhirat. Carilah negeri akhirat dan langkahkan kakimu ke sana. Langkah apakah itu? Langkah amal yang saleh. Langkahkah apa yang anda punya menuju akhirat hingga bertemu denganNya.

Hai orang yang terpedaya dunia, hai orang yang terus berburu tanpa mendapatkan sesuatu. Hai orang yang meninggalkan pasukan, malah sibuk dengan pembantu-pembantu dunia. Hati-hati, akhirat itu tidak mau berpadu dengan dunia, karena akhirat tidak ingin menjadi pembantu dunia.

Keluarkanlah dunia dari hatimu, engkau akan melihat akhirat, bagaimana akhirat datang dan menguasai hatimu. Jika sudah sempurna maka dengarkan panggilan taqarrub dari Allah Azza-wa-Jalla, maka pada saat itulah lepaskan akhirat dan carilah Allah Swt. Disanalah kemudian qalbu menjadi benar dan rahasia qalbu menjadi bening.


Jika hatimu benar, maka Allah menyaksikannya, begitu juga para malaikat dan mereka yang diberi ilmu oleh Allah, yang menyaksikan kebenaran hati anda. Jika sudah demikian anda menjadi kokoh seperti bukit tak  akan runtuh oleh badai, tidak pernah sirna karena gempuran dan di dalam hatimu tidak lagi terpengaruh oleh pandangan makhluk, tidak terpengaruh oleh pergaulan. Tidak ada haru biru di hatimu juga tidak ada kotoran yang merusak kebeningan rahasia jiwamu.


Hai kaumku, awas! Siapa yang beramal demi dipandang dan diterima makhluk maka dia adalah hamba yang minggat dan sekaligus musuh Allah Azza wa-Jalla.  Ia telah mengkafiriNya dan telah terhijab dari nikmat, terkena dendam dan laknatNya.

Makhluk telah merampas hati, kebajikan, agama dan membuat diri kalian jadi musyrik, melupakan Tuhanmu Azza wa-Jalla. Mereka menginginkan kamu bukan membahagiakanmu. Sedangkan Allah menginginkan kamu untuk kebahagiaan dan keselamatanmu, bukan untuk mereka.

Carilah yang menghendakimu dan sibuklah bersamaNya. Karena sibuk bersamaNya itu lebih utama dibanding sibuk dengan yang menghendakimu untuk dirinya. Kalau toh anda harus mencari, maka carilah dari Allah, bukan dari makhlukNya.

Sebab yang paling dibenci Allah manakala hambaNya mencari dunia dari makhlukNya. Minta tolonglah kepada Allah, karena Allah itu Maha Kaya, sedangkan semua makhluk itu miskin dan fakir. Bahkan para makhluk itu tidak memiliki kekuasaan dan kemampuan terhadap dirinya sendiri, apalagi terhadap makhluk lain, baik suka maupun dukanya.


Carilah kasih sayangNya, karena Dialah yang menghendakimu. Semula anda menjadi murid (yang berkehendak padaNya) dan  Allah yang engkau kehendaki. Akhirnya  anda menjadi Murod (yang dikehendakiNya) dan Allah yang menghendakimu.


 Seorang anak ketika kecil selalu mencari ibunya dan ia dicari oleh ibundanya ketika besar. Jika Allah Tahu akan kebenaran hasratmu padaNya, pastilah Dia menghendakimu. Jika Allah mengetahui kebenaran cintamu padaNya pastilah Dia mencintaimu, meraih hatimu dan kedekatanmu. Bagaimana anda bahagia sedangkan tangan nafsumu, kesenangan dan watak alamimu, syetanmu justru anda biarkan di depan kedua matamu? Awaslah dengan penguasaan seperti itu, sementara anda telah melihat banyak kenyataan. Lawanlah dirimu dengan perjuangan dan kontra pada nafsumu. Buanglah kekuasaan mereka, hawa nafsu, kesenangan alamimu dan syetanmu, pasti anda menemukan Allah.

Buanglah semua itu, karena hijab telah tersingkap antara dirimu dengan Allah Azza wa-Jalla, hingga anda melihat segalanya dan selain Allah, bersama Allah Azza wa-Jalla.


Anda melihat aib-aibmu, hingga engkau menghindarinya, dan anda melihat aib selain dirimu dan engkau lari dari aib mereka. Bila semua sudah sempurna padamu, itulah taqarrubmu dan Allah memberikan sesuatu yang tak pernah terlintas pandangan, tak pernah terdengar dan tak pernah terbesit di hati manusia. Allah membentengi pendengaran hatimu dan rahasia hatimu, serta kedua matahatimu, meluruskan dan memberikan pakaian. Allah menghiaskan pakaian padamu melalui pakaian kemuliaanNya yang dilimpahkan padamu dengan kewalian dariNya. Memberikan penegasan nyata padamu, memberikan penguasaan padamu, memberikan kekuasaan ruhani padamu untuk seluruh makhlukNya, hingga engkau menjadi penjaga hatimu. Bahkan para malaikat pun menjadi pembantumu. Allah pun memperlihatkan ruh-ruh para Nabi dan Rasul padamu, maka tak ada yang tersembunyi padamu, sesuatu yang tersembunyi pada makhlukNya.

Anak-anak sekalian…Carilah posisi itu, berharaplah dan jadikanlah sebagai hasratmu. Tinggalkan sibuk ria duniawi, karena dunia tak pernah memuakanmu, apa pun selain Allah tak membuatmu kenyang. Maka sibuklah denganNya, Dia akan memberikan kenyang padamu. Jika sukses, berarti anda telah sukses dunia akhirat.




Syaikh Abdul Qadir Al Jaelani (Majalah Cahaya Sufi)
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger