Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Taubat Dengan Bunuh Diri?

Taubat Dengan Bunuh Diri?


وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُوا إِلَى بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertobatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima tobatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (QS. 2:54).


{ فاقتلوا أَنفُسَكُمْ } الفاء للتعقيب ، والمتبادر من القتل القتل المعروف من إزهاق الروح وعليه جمع من المفسرين والفعل معطوف على سابقه ، فإن كانت توبتهم هو القتل إما في حقهم خاصة ، أو توبة المرتد مطلقاً في شريعة موسى عليه السلام

(Keterangan bunuhlah dirimu) DiterimanyA pertaubatan atas dosa yang terbuat dengan cara bunuh diri memang hanya tertentu pada kaum Bani Israel (kaum nabi Musa Alaihi Salam), atau taubat dari perbuatan murtad dengan cara demikian hanya berlaku di syariat Nabi Musa 'Alaihi Salam (Tafsiir al-Aluusy I/318).


فوفقكم لفعل ذلك وأرسل عليكم سحابة سوداء لئلا يبصر بعضكم بعضا فيرحمه حتى قتل منكم نحو سبعين ألفا


Kemudian mereka menyetujuinya dan kemudian Allah mengirimkan mendung hitam pekat sehingga kaum nabi Musa Alaihi Salam antara satu dan lainnya saling tidak dapat melihat dan terbunuhlah 70.000 jiwa dari mereka (Tafsiir al-Jalaalain I/11).


فاقتلوا أنفسكم ( يعني ليقتل البريء منكم المجرم.

فإن قلت التوبة عبارة عن الندم على فعل القبيح والعزم على أن لا يعود إليه وهذا مغاير للقتل.

فكيف يجوز تفسير التوبة بالقتل.

قلت : ليس المراد تفسير التوبة بالقتل بل بيان أن توبتهم لا تتم إلا بالقتل , وإنما كان كذلك لأن الله أوحى إلى موسى عليه الصلاة والسلام أن توبة المرتد لا تتم إلا بالقتل.

فإن قلت : التائب من الردة لا يقتل فكيف استحقوا القتل وقد تابوا من الردة.

قلت ذلك مما تختلف فيه الشرائع فلعل شرع موسى كان يقتضي أن يقتل التائب من الردة إما عاماً في حق الكل أو خاصاً في حق الذين عبدوا العجل


(Keterangan bunuhlah dirimu) artinya Allah akan membunuh pendosa diantara diri kalian.


Ada pertanyaan yang menyatakan bahwa Taubat adalah penyesalan atas perbuatan kotor dan berjanji untuk tidak mengulanginya dikemudian hari, bukankan pengertiannya jauh panggang dengan arti pembunuhan ?


Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah bukan maksudnya taubat ditafsiri dengan pembunuhan namun pertaubatan kaum Nabi Musa Alaihi Salam saat itu tidak dapat sempurna tanpa kematian sebab Allah Ta'aalaa telah memberi wahyu pada Nabi Musa Alaihi Salam “Taubatnya orang murtad tidak sempurna tanpa kematian”


Lantas, Orang yang telah bertaubat tidak boleh dibunuh, bagaimana dengan kaum Nabi Musa Alaihi Salam yang telah bertaubat dari perbuatan murtad kenapa berhak dibunuh ?


Maka, hal tersebut berkaitan dengan perbedaan-perbedaan syariat yang diemban oleh setiap nabi dan utusan Allah, karena dimungkinkan disyariat nabi Musa Alaihi Salam memang diperlakukan bagi siapa saja yang murtad secara keseluruhan atau bagi pelaku murtad dengan menyembah anak lembu berhak dibunuh (Tafsiir al-Khoozin I/61). Wallaahu A'lamu Bis Showaab.





http://www.facebook.com/groups/piss.ktb/doc/287449351277880/ oleh Ust. Masaji Antoro Pengasuh PISS KTB
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger