Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » , » Menisbatkan Tindakan Kepada Para Hamba (1)

Menisbatkan Tindakan Kepada Para Hamba (1)

ومن هذا يظهر أن تعلق القدرة ليس مخصوصاً بحصول المقدور بها . وأفعال العباد نسبتها إليهم على طريق الكسب لا الاختراع لأن الله تعالى هو المخترع لها ، والمقدر لها ، والمريد لها ، ولا يرد أنه كيف يريد ما نهى عنه ، لأن الأمر يغاير الإرادة بدليل أمره جميع الناس بالإيمان ، ولم يرده من أكثرهم لقوله تعالى : } وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ { ، فنسبة الأفعال إلى العباد من نسبة المسبب  إلى السبب أو الواسطة ، وهذا لا منافاة فيه ، لأن مسبب الأسباب هو الذي خلق الواسطة وخلق فيها معنى الوساطة ولولا ذلك الذي أودع الله تعالى فيها لم تصلح أن تكون واسطة وسواء كانت مما لم يودع العقل كالجماد والأفلاك والمطر والنار ، أو كانت عاقلة من ملك أو إنسي أو جني .
 

Pada dasarnya, sifat qudroh (kekuasaan) tidak hanya tertentu pada terjadinya al-maqdur (objek sifat qudrah) karena qudroh itu berkaitan dengan alam dan lainnya. Sedangkan kaitan perbuatan hamba dengan seorang hamba adalah usaha atau cara untuk mengerjakan bukan penciptaan. 

Contoh kecil dari ibarat ini adalah ketika seseorang disuruh tidur dengan seketika, tentu ia tidak akan bisa karena ia memang benar-benar tidak bisa menciptakan perbuatan tidur. Meski demikian, perbuatan tidur tetap dikaitkan dengan orang tersebut, sebab ia yang mengerjakannya dan mengusahakannya.

Allah SWT adalah Dzat yang menciptakan, mentaqdirkan, dan menghendaki perbuatan makhluk. Tidak perlu dipersoalkan bagaimana Allah menghendaki apa yang Dia larang, karena perintah berbeda dengan kehendak. 

Buktinya adalah Allah menyuruh semua manusia untuk beriman, namun Allah tidak menghendaki semua manusia beriman. Hal ini berdasarkan firman Allah :

 وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ
Dan sebahagian besar manusia tidak akan beriman - walaupun kamu sangat menginginkannya(QS. Yusuf : 103)

Penisbatan tindakan kepada makhluk termasuk kategori penisbatan musabbab (Obyek yang terkena pengaruh sebab) kepada sabab (penyebab) atau wasithah (perantara). 

Hal ini bukanlah sebuah kontradiksi karena yang menjadi penyebab dari segala sebab adalah pencipta washithah yang menciptakan makna keperantaraan kepada washithah. 

Seandainya Allah tidak memberi makna keperantaraan terhadap segala sebab maka segala sebab itu tidak layak menjadi washithah, baik sebab yang tidak diberi akal oleh Allah seperti benda mati, cakrawala, hujan dan api atau sebab yang berakal seperti malaikat, manusia atau jin.



Kitab Mafahim Yanjibu Antushohhah Karya Abuya Al Maliki, Pengajian oleh KH. Akhmad Kharis Masduki
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger