Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Kisah-kisah Teladan (8)

Kisah-kisah Teladan (8)

Kisah Si Tukang Gorengan

Alkisah ada seorang penjual gorengan yang selalu menyisakan buntut singkong goreng yang tak terjual. Dia selalu memberikan sisa gorengan tersebut pada seorang bocah yang sering main di tempatnya mangkal.

Tanpa terasa, sudah lebih dari 20 tahun dia menjalani usahnya itu. Namun tidak ada perubahan yang berarti; usahanya tetap begitu2 saja.

Suatu hari, datang seorang pria membawa mobil mewah, lalu berhenti di depan gerobak gorengannya. Pria itu bertanya, "Ada gorengan buntut singkong, Pak?"

Si tukang gorengan lantas menjawab, "Nggak ada, Mas."

"Saya kangen sama buntut singkongnya, Pak. Dulu waktu kecil, ketika ayah saya baru meninggal, tidak ada yang membiayai hidup saya. Teman-teman saya mengejek saya karena tidak bisa beli jajanan. Tapi waktu itu, Bapak selalu memberi buntut singkong goreng kepada saya, setiap kali saya main di dekat gerobak bapak," ujar pria muda itu.

Tukang gorengan terperangah. "Yang saya berikan dulu kan cuma buntut singkong.. Kenapa kamu masih ingat saya?"

"Bapak tidak sekadar memberi buntut singkong, tapi juga sudah memberikan kebahagiaan dan harapan buat saya. Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik Bapak. Tapi, saya ingin memberangkatkan Bapak ke Tanah Suci. Semoga Bapak bahagia," lanjut pria itu.

Si tukang singkong goreng hampir tidak percaya. Hanya sebuah kebaikan/sedekah kecil tapi mendatangkan berkah yang begitu besar!

Selalu bersyukur dan berbuat baik lah. Sekecil apa pun, asal ikhlas dan tulus, pasti akan membuahkan kebahagiaan dan keberkahan.


Cerita Pengemis Dan Istri Cantik

Pada suatu hari, ketika sepasang suami isteri duduk makan diruang tamu, datang seorang pengemis berpakaian lusuh meminta belas kasihan mereka.

"Tolonglah encik, saya lapar, sejak semalam tidak menjamah sesuap nasi." Dengan muka bengis, si suami sambil menjeling isteri yang cantik terus menghalau dan menengking si pengemis itu.

Dalam hatinya berkata "Aku membina perniagaan hingga berjaya bukan untuk orang lain, tetapi untuk diri dan keluargaku." Si isteri tidak dapat berbuat apa-apa dengan sikap suaminya walaupun dalam hatinya ada niat untuk bersedekah.

Beberapa tahun kemudian, perniagaan si suami jatuh muflis dan dia menjadi miskin. Dia terus menceraikan isterinya kerana tidak mahu isterinya turut menderita sepertinya. Setahun kemudian, isteri yang masih cantik itu berkahwin pula dengan lelaki lain.

Pada suatu hari, sedang si isteri dan suami barunya mengadap makanan, tiba-tiba seorang pengemis mengetuk pintu sambil meminta belas kasihan. Mendengar rayuan pengemis itu si suami menyuruh isterinya menghidangkan sepinggan nasi berlaukkan seperti yang mereka makan.

Setelah memberi sepinggan nasi kepada pengemis itu, si isteri menangkup muka sambil menangis. Si isteri mengadu si pengemis itu sebenarnya adalah bekas suamiya yang dulu pernah menengking seorang pengemis.

Suami yang baru itu menjawab dengan tenang. "Demi Allah, sebenarnya akulah pengemis yang dihalau dan ditengking dulu!".

Cerita ini memberi pengajaran bahawa hidup kita seperti putaran roda dan tidak selalunya diatas. Ada masa ketikanya kita akan turun kebawah dan naik semula atau sebaliknya.

Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya : "Sedekah itu dapat menutup tujuh puluh ribu kejahatan".

Sahabat Anas bin Malik pula meriwayatkan bahawa Nabi Muhammad SAW ada bersabda , "Barang siapa mempunyai harta, maka bersedekahlah dengan kekayaannya, barang siapa yang mempunyai ilmu, maka bersedekahlah dengan ilmunya dan barang siapa yang mempunyai tenaga, bersedekahlah dengan tenaganya".




Ahsani Nor
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger