Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » , » Ujian Nasional, Siapa Takut?

Ujian Nasional, Siapa Takut?

Ujian Nasional (UN ) merupakan hal yang menjadi perhatian khusus sejak beberapa tahun terakhir bagi siswa kelas 6 SD/MI, 9 SMP/MTs, dan kelas 12 SMA/MA. Sejak diterapkannya standar nilai kelulusan, UN menjadi hal yang istimewa untuk para siswa maupun guru. Nah, untuk para adik-adik pelajar yang akan mengikuti  Ujian Nasional tahun pelajaran 2013/2014, di bawah ini ada beberapa tips dan strategi  menghadapi Ujian Nasional.

1. Mulailah Berpikir Positif tentang UN

Mulailah berpikir positif tentang UN. UN bukanlah hantu, bukan pula algojo yang menakutkan yang siap memancung kepala kita sehingga ketika akan menghadapi UN, kita merasa cemas, takut, dan tertekan. Perasaan-perasaan seperti itu, tanpa kita sadari sedikit demi sedikit akan memengaruhi daya konsentrasi kita. Rugi kan?

Yuk kita ubah mindset kita, bahwa UN bukanlah hal yang menakutkan. Bahwa UN adalah sebuah keniscayaan yang harus kita hadapi dengan penuh semangat. Semangat atau tidak semangat, UN akan tetap ada. Jadi, pilihlah untuk bersemangat. Semangat inilah yang akan memudahkan kita untuk menjadi pemenang. Semangat akan memberi energi positif yang besar untuk melakukan hal-hal yang mendorong kita sukses dalam UN. Belajar lebih giat, mengikuti les di sekolah maupun di luar sekolah, berlatih soal-soal adalah bentuk sebuah perjuangan. Lakukanlah dengan senang hati .

2.    Menyiapkan Mental Pemenang.

Menjadi seorang pemenang berawal dari mental. Seorang pemenang selalu  memunyai keyakinan besar untuk sukses sehingga dia adalah sosok yang berani melakukan apapun yang baik untuk mencapai tujuannya. Berani karena benar, berpikir logis, ksatria, sportif, dan tidak mudah menyerah .

Begitu juga dalam menghadapi UN. Awalilah menyiapkan mental diri menjadi seorang pemenang. Yakinlah bahwa adik-adik bisa menaklukkan soal-soal UN dan mampu lulus dengan nilai maksimal.

3. Lakukan Kegiatan yang Mengarah pada Tujuan, Hindari yang Tidak Mendukung Sukses Tujuan.

UN tinggal beberapa saat lagi. Sudah saatnya kita menerapkan skala prioritas kepentingan dan kebutuhan. Kepentingan kita adalah mengikuti UN. Kebutuhan kita adalah lulus UN dengan nilai maksimal. Jadi, kurangi kegiatan yang tidah mengarah pada tujuan. Kumpul teman dengan tujuan yang tidak jelas, bermain game dan ngenet sampai lupa waktu, semua itu harus diubah. Ingat, orang sibuk ada dua. Sibuk mengisi waktu dan sibuk mencapai tujuan. Pilihlah yang kedua. Kumpul dengan teman untuk mendiskusikan soal-soal, bermain game dan secukupnya saja.”Hasil itu sesuai dengan usaha”.

 4.    Jalani Aktivitas Penting Seperti Biasa

Menerapkan skala prioritas bukan berarti meninggalkan kegiatan yang lain. Menerapkan skala prioritas berarti membagi porsi, mana yang paling penting, mana yang penting, mana yang agak penting, mana yang kurang penting, bahkan mana yang tidak penting sama sekali. Kegiatan atau hal-hal yang masuk kategori penting dan agak penting silakan tetap dikerjakan seperti biasa, sedangkan yang kurang penting dan tidak penting kita tinggalkan. Jadi, membantu orang tua ataupun berkegiatan lain yang memang penting tetap harus berjalan seperti biasa.

 5.    Strategi Mengerjakan Soal

Seorang jendral selalu memunyai strategi untuk memenangkan pertempuran. Kita pun harus seperti itu. Bekerja cerdas dan bekerja keras harus dilaksanakan secara bersama. 

Pada waktu pertama adik-adik menerima naskah soal. Formatlah otak adik-adik bahwa soal di depan adik-adik pasti bisa dikerjakan. Jangan sekali-kali mengeluh ataupun mendesah tentang soal tersebut. Misal, “Aduh, mumet aku… aduh, soal ini pasti sulit”. Keluhan negatif secara tidak sadar akan memberi perintah ke otak juga negatif, otak kita bisa mengalami kebuntuan berpikir karena diberi perintah negatif oleh kata-kata yang kita ucapkan. Sedangkan semangat positif akan memberi perintah kepada otak positif pula. Hal inilah yang menjaga stamina otak untuk berpikir cemerlang.

Pahami perintah soal dengan benar. Memahami perintah soal sangatlah penting. Kita tidak akan benar mengerjakan soal bila tidak paham perintah.

Kerjakan soal yang mudah lebih dulu. Mengapa?

Aturan pembuatan soal di manapun pasti memenuhi kriteria menggabungkan soal mudah, sedang, dan sulit.  Padahal poin nilai dalam soal pilihan ganda adalah sama meskipun dengan bobot soal yang berbeda. Penulis mengambil contoh dalam soal Bahasa Indonesia dengan asumsi soal 50, nilai maksimal 100 (soal sulit poin 2,soal sedang poin 2, soal sulit poin juga 2. Nah, di sinilah kita harus cerdas menyikapinya. Kerjakan soal mudah dan sedang terlebih dulu. Mengerjakan soal-soal mudah akan tetap menjaga energi otak kita tetap segar dan stabil sehingga tidak mudak merasa lelah. Selain menjaga otak tetap fresh, mengerjakan soal yang mudah juga lebih efisien waktu.

Salinlah segera jawaban yang telah diyakini benar pada LJK (lembar Jawab Komputer ) meski dimulai dengan sepuluh nomor ataupun lima belas dan seterusnya. Jangan menunggu jawaban terselesaikan semua baru disalin. Dari beberapa kali pengalaman penulis ketika menjadi pengawas UN, banyak siswa yang menunggu menyalin jawaban ke LJK setelah menyelesaikan semua soal sehingga banyak  siswa yang terkesan tergesa-gesa ketika menyadari waktu hampir selesai. Risiko terbesar dari ketergesaan adalah kesalahan. Jadi, adik-adik harus cerdas menyikapi waktu.

6.    Jangan Lupakan Allah SWT dan Orang Tua

Mintalah restu dari orang tua dan Tuhan dalam setiap apapun yang kita lakukan. Doa Orang tua seperti doa nabi kepada umatnya. Tuhan adalah Sang Penguasa dan Maha Segala-galanya. Usaha lahir dan usaha batin harus kita laksanakan secara beriringan karena bagaimanapun ada kekuatan di luar diri kita yang lebih besar yang bisa berkuasa menentukan apapun di dunia, yaitu Allah SWT. Jangan kotori usaha mulia kita dengan hal-hal yang mencederai kejujuran. Hanya orang-orang malas yang berpikir bisa mencontek dan menggantungkan kesuksesannya pada orang lain.



Karyati Inayah, S.S.,S.Pd. (Guru di Yayasan Hasyim Asy'ari Kudus)
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger