Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Yang Membatalkan Sholat

Yang Membatalkan Sholat

Shalat bisa batal disebabkan beberapa hal:

1.    Hadas, baik besar maupun kecil.

2.    Mengucapkan kata-kata sampai dua huruf walaupun tidak bisa dipaham (tidak memiliki makna), atau satu huruf namun bisa dipaham.

3.    Terbukanya aurat. Apabila auratnya terbuka disebabkan angin, maka harus ditutup dengan seketika. Jika dibiarkan terbuka maka shalatnya batal.

4.   Terkena najis.

5.    Menelan makanan atau air walaupun sedikit.

6.   Tertawa terbahak-bahak, atau menangis sesegukan sampai mengeluarkan suara dua huruf walaupun menangisnya karena takut kepada Allah.

7.    Mengubah niat dari fardhu ke sunnat. Kecuali ketika menemukan shalat jamaah dan berkeyakinan dirinya tidak akan ketinggalan. Maka, dia diperboleh merubah shalatnya menjadi shalat sunnat lalu mengikuti shalat jamaah.

8.   Niat menghentikan shalat atau bermaksud menghentikan shalat.

9.    Mendahului dua rukun dari imam secara berturutan.

10.  Ragu-ragu untuk memutuskan shalat.

11.   Ragu-ragu dalam niat, atau salah satu rukun (niat dan lamanya kira-kira satuthuma’nînah).

12.  Terlambat dua rukun dari imam secara berurutan dengan sengaja atau tiga rukun karena ada udzur.

13.   Bergerak tiga kali berturut-turut selain gerakan shalat. Gerakan yang dilakukan dengan tujuan main-main sekalipun sedikit (tidak berturut-turut) juga dapat membatalkan pada shalat.

14.  Menambah atau mengulang-ulangi rukun fi’li (rukun shalat yang berupa gerakan), kecuali jika mengikuti gerakan imam dalam shalat jamaah.

Imam Ibnu Hajar menganggap batal bila ada orang yang tasyahhud akhir dengan duduk iftirasy lalu ketika mengubah posisi duduknya (untuk memperoleh kesunnatan) menjadi duduk tawarruk, ia menjongkokkan badan sehingga dahi melurusi depan lutut. Hal ini dianggap menambah rukun, karena jongkokan itu menyamai rukû’-nya orang yang melaksanakan shalat dengan cara duduk. Namun menurut Imam Ramli, tidak batal jika tidak disertai niatan menambah rukun.

15.   Murtad, atau keluar dari Islam.

16.  Meninggalkan satu rukun dengan sengaja. Apabila meninggalkan satu rukun karena lupa, maka tidak membatalkan shalat. Dan jika ingat bahwa dirinya meninggalkan salah satu rukun shalat, maka dia harus kembali lagi untuk mengerjakan rukun yang ditinggalkannya. Hal itu jika dia ingat sebelum mengerjakan rukun yang sama.

Jika ingatnya terjadi pada waktu mengerjakan rukun yang sama dengan rukun yang ditinggalkan —semisal lupa meninggalkan ruku’ dan ingat pada waktu mengerjakan ruku’ di rakaat selanjutnya— maka dia tidak perlu kembali, namun harus menambah satu rakaat, karena rakaatnya tidak dianggap (tidak dihitung).

17.  Bermakmum pada orang yang tidak sah jadi imam.

18.  Berpaling dari arah Kiblat dengan dada.

19.  Memperlama rukun-rukun pendek. Termasuk rukun pendek adalah i’tidal dan duduk di antara dua sujud menurut pendapat Ashah.




Sumber: Buku Shalat itu Indah dan Mudah (Buku Tuntunan Shalat), Diterbitkan oleh Pustaka SIDOGIRI Pondok Pesantren Sidogiri
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger