Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Bersedekah Dari Usaha Yang Baik (2)

Bersedekah Dari Usaha Yang Baik (2)

Jangan lupa bahwa shadaqah itu bukan hanya harta saja, karena Allah subahanahu wata'ala berfirman:


وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ( البقرة : 219

Ketika mereka bertanya kepada mu (Muhammad) tentang apa yang harus mereka infakkan, maka katakanlah agar berinfak dengan memaafkan orang lain.  

Memaafkan kesalahan orang lain juga merupakan infak shadaqah untuk keberkahan harta kita. Semakin seseorang tidak mau memaafkan orang yang bersalah kepadanya, maka semakin tidak barakah hartanya. 

Oleh sebab itu jika seseorang berjuang bershadaqah dengan amal yang kecil sebesar biji korma saja, maka Allah yang mengasuhnya sehingga sebesar gunung. Pantas saja orang-orang yang berjiwa suci itu, amal-amalnya terlihat tidak terlalu banyak, tapi karena jiwanya suci dan penuh keluhuran, maka Allah lipatgandakan pahalanya hingga seperti sebesar gunung, sebagaimana riwayat Shahih Al Bukhari ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya oleh salah seorang sahabat, " Wahai Rasulallah, kapan datangnya hari kiamat ? ", maka Rasul shallallahu 'alaihi wasallam menjawab : " Apa yang kau siapkan untuk menjumpai hari kiamat itu "?, maka orang itu menjawab, "Aku tidak banyak melakukan amalan-amalan sunnah berupa shalat atau puasa dan yang lainnya, tetapi sungguh Aku mencintai Allah dan RasulNya"

Tidak ada di hatinya selain Allah dan Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, hatinya penuh cinta kepada Allah dan RasulNya, ini amal kecil maksudnya bukan ia tidak shalat, ia tetap menjalankan yang fardhu, shalat sunnah atau puasa sunnah tidak seberapa banyak tapi sungguh dia mencintai Allah dan RasuluNya. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab :


اَلْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

" Seseorang bersama dengan yang yang dia cintai " 


Hal ini menunjukkan bahwa amal sanubari hati kita itu sangat menentukan dan bisa melipatgandakan amal yang kecil menjadi sangat besar, seperti hadits yang kita telah kita baca, bahwa hanya bershadaqah dengan senilai sebiji korma itu Allah yang akan memeliharanya hingga amal itu menjadi besar seperti gunung, karena kesucian niatnya, karena keindahan jiwanya maka perindahlah jiwa kita agar semakin indah dan semakin luhur, maka amal-amal kita akan langsung sampai pada sambutan hangat Rabbul 'Alamin .


Perbaiki sanubari kita untuk selalu berusaha mencintai Allah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, kalau belum mampu kesana maka cintailah orang yang mencintai Allah dan RasulNya. Mencintai Allah dan RasulNya saja belum mampu malah membenci pula orang yang mencintai Allah dan RasulNya, maka hal ini adalah kejauhan yang berlebihan.  Tentunya amal-amalnya tidak sampai kepada Allah sebelum semerbak niat yang indah sampai ke hadirat Rabbul 'alamin. 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : 


إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ وَ إِنَّمَا يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ نِيَّاتِكُمْ

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan amal-amal kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan niat kalian.” (shahih Muslim dan lainnya).
 
Jadi bentuk atau rupa dan apa yang diperbuat seseorang bukan menjadi tolak ukur utama , namun yang menjadi ukuran adalah jiwa dan sanubari serta niat kita.



Habib Munzir Al Musawaa
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger