Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » , » Pencerahan Setelah Ramadhan

Pencerahan Setelah Ramadhan

Ramadhan telah berlalu, seluruh amal ibadah serta kebajikan telah lengkap dilakukan oleh setiap mukmin yang melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan. Sejak makan sahur dilanjutkan dengan shalat subuh berjamaah. Kemudian ada pula yang melanjutkan dengan kuliah subuh dan tadarus (membaca Al-Qur’an sekaligus memperbaiki bacaannya). Siang hari seperti biasa melakukan kegiatan rutinitas kehidupan masing-masing. Subhanallah. 

Begitu azan maghrib bergema dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan para shaimin (orang yang melaksanakan shaum) berbuka puasa (ta’jil) seperti disampaikan oleh Rasulullah:”Bagi orang yang berpuasa dua kebahagiaan. Ketika ia berbuka dan jika bertemu Tuhannya ia berbahagia dengan puasanya (”H. R Bukhari). Setelah itu shalat maghrib berjamaah, dan begitu masuk waktu shalat isya’ kembali berjamaah diikuti dengan shalat tarawih. 

Ada pula sebagian umat Islam yang melaksanakan qiyaamulail, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Isra’ [17]: 79: ”Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” Begitu bersemangatnya setiap mukmin melakukan ibadah Ramadhan, tanpa merasakan keberatan, semua dilakukan dengan berharap akan mendapatkan ridho Allah dan menduduki tempat yang tinggi yaitu menjadi hamba yang bertaqwa.


Ramadhan telah melatih kita untuk membiasakan diri bangun dinihari, adalah upaya mendidik untuk melaksanakan qiyaamullail (shalat tahajud, membaca al-Qur’an, berdo’a dan zikir). Malam hari merupakan saat yang tepat untuk bermunajat kepada Allah, menyampaikan segala permasalahan hidup dan harapanharapan kita. Seperti yang difirmankan Allah:”Wahai orang yang berselimut! Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (yaitu) separuh atau kurang sedikit dari itu, atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan- lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu. Sungguh bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa) dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan. Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang.” Q.S Al-Muzzammil:1-7


Ramadhan melatih kita untuk berlaku lebih sabar, yang akan dibalas oleh Allah dengan keberkahan yang sempurna. Karena Allah akan selalu bersama orang-orang shalatyang sabar. “Sungguh, Allah beserta orang yang sabar.”Q.S Al-Baqarah[2]:153  


Selama Ramadhan kaum muslimin berlomba untuk melakukan kebaikan, mulai dari mengeluarkan infaq, sedekah dan menunaikan zakat maal dan zakat fitrah, memberikan makan untuk berbuka (ta’jil), meringankan tugas orang-orang yang menjadi tanggungannya dan membantu kesulitan orang lain. Mereka ingin mendapatkan sebanyak-banyaknya kesempatan berbuat amal kebaikan. Allah pasti akan menyediakan ganjaran bagi siapa yang beramal dengan mengharap ridla Nya. “Barang siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang lebih baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” Q.S n-Nahl[16]:97. Di bulan suci Ramadhan bacaan ayat-ayat Al-Qur’an menjadi lebih akrab di telinga kita, hampir setiap mukmin gemar mengumandang ayat Al-Qur’an sekaligus memahami maknanya agar dapat diresapi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Al-Qur’an sebagai tuntunan banyak memberikan pelajaran bagi yang membacanya untuk meningkatkan diri menjadi muttaqin.”Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” Q.S Al-Baqarah[ 2]:2


Allahu Akbar, sungguh sangat banyak manfaat dan keberkahan di bulan Ramadhan sebagai karunia dari Allah SWT. Dr. Yusuf Qardhawi mengatakan, ”terbukti bahwa puasa merupakan tarbiyah bagi iradah (kemauan), jihad bagi jiwa, pembiasaan kesabaran, dan pemberontakan kepada hal-hal yang telah lekat dan mentradisi.” Ramadhan adalah sebuah wahana pembersihan jiwa, membina jiwa-jiwa yang rahmah, tegar dan penuh ketundukan dalam ibadah kepada Allah Yang Maha Perkasa.


Di penghujung Ramadhan sebagai penyempurna ibadah shaum bagi setiap diri diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah dan diikuti dengan shalat Ied pada pagi harinya pada tanggal 1 Syawal. Perjalanan indah menuju Allah di bulan Ramadhan terpatri di hati setiap shaimin yang ingin mempersembahkan segalanya untuk Allah SWT:”Sesungguhnya shalat ku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Penguasa semesta alam.”Q.S Al - An ’am : 162 .


Kesedihan, kegembiraan dan rasa haru menyatu ketika terdengar gema Takbir, Tahlil, dan Tahmid di pagi hari 1 Syawal. Sebulan melakukan rutinitas amal-amal shalih bukan tidak mungkin akan menjadi suatu kebiasaan, Insya Allah kegiatan tersebut akan terus tetap dilakukan pada sebelas bulan ke depan sehingga setiap muslim berpeluang untuk menjadi muttaqin. Memiliki pribadi yang benar-benar tulus, memancarkan keshalihan baik individu maupun secara sosial, tidak lagi ingin membicarakan aib orang, atau menyakiti orang lain dengan kata-kata kasar, selalu ingin menolong sesama sebelum diminta.


Ramadhan mengentaskan kesenjangan antara aghniya (orang kaya) dan masakin (orang miskin), antara pejabat dan orang biasa. Ramadhan menghasilkan calon-calon penghuni surga yang penuh dengan kenikmatan, mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah SWT, aamiin. Ya Rabbi, jadikanlah negeri kami negeri yang aman, penduduknya penuh limpahan rahmat Mu dan senantiasa bersyukur kepada Mu.




Witra Moerad
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger