Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Hikmah Saat Difitnah

Hikmah Saat Difitnah

Dahulu kala, ada seorang syaikh dari Bagdad yang masyhur, terkenal, banyak jamaahnya, mulia akhlaknya, dan sering diundang ceramah dimana-mana. Maka, suatu ketika ada seseorang yang iri dengan pencapaian dan kemashuran Syaikh tersebut dan dibuatlah sebuah rekayasa fitnah. Dia bekerja sama dengan seorang perempuan yang cantik, yang nantinya perempuan tersebut harus mengaku bahwa dia pernah digauli oleh Syaikh tersebut ketika mendatangi pesantren Syaikh tersebut. 

Disebarlah fitnah, bahwa dibalik kebaikan, jubah besar, dan kemasyhuran nama baik Syaikh tersebut, diam-diam dia telah berzina dengan seorang gadis. Dan gadis yang disebutkan juga bersaksi sendiri. Maka, tak bisalah lagi Syaikh tersebut mengelak. Wong gadisnya sendiri bersaksi.



Gemparlah seisi jagad raya saat itu. Jamaahnya satu per satu lepas, tak mau lagi mengikuti pengajian Syaikh tersebut. Masyarakat akhirnya juga memandang sinis terhadap Syaikh tersebut, kecewa setelah menerima berita tersebut. Fitnah dan akibat yang terjadi sungguh menyakitkan Syaikh tersebut. Tapi beliau tidak marah-marah kepada penyebar fitnah. Dia hanya berpasrah diri kepada Allah. Dia luapkan kesedihannya dengan hanya menangis di depan Allah. Dosa apa yang diperbuatnya sehingga pemuda tersebut tega menyebar fitnah yang begitu keji kepadanya. Sebagai manusia, dia juga sangat terluka, dan selalu berharap Allah menunjukkan kebenaran kepada masyarakat, agar fitnah tidak terus-terusan menimpa dirinya.



Akhirnya, kesabaran dan seiring waktu yang berjalan membuat sang pemuda tersebut gelisah, kepikiran setiap hari. Kok teganya membuat orang lain menderita, manyakiti seseorang, sementara dia tidak membalas menyakiti dirinya. Akhirnya, dia beranikan diri datang kepada Syaikh tersebut dan meminta maaf telah berbuat berlebihan kepada Syaikh tersebut. Lalu, pemuda tersebut minta tebusan, apa yang harus diperbuatnya agar Syaikh tersebut mau memaafkan dirinya.



Syaikh tersebut cuman minta 3 hal. Bukan permintaan maaf di media massa atau masuk ke meja hijau. Yang pertama, dia hanya minta dicarikan bantal dari bulu angsa. Permintaan kedua hanya dikatakan setelah permintaan pertama selesai, dan permintaan ketiga dikatakan setelah permintaan kedua selesai dilaksanakan. Begitu aturannya. Bantal dari bulu angsa? Ah, mudah saja pikir pemuda tersebut.



Akhirnya, permintaan pertama berhasil ditemukan pemuda tersebut dengan mudah. Dan diserahkannya kepada Syaikh tersebut.



Kemudian Syaikh tersebut menyampaikan permintaan kedua yaitu pemuda tersebut disuruh ke lapangan yang luas, dan menyebar bulu angsa dalam bantal tersebut di lapangan. Kok aneh, pikir pemuda itu. Masak baru dicarikan bantal suruh merusaknya. Namun, tanpa bertanya lebih lanjut, sesuai aturannya, pemuda tersebut menguraikan bula angsa dalam bantal tersebut dan akhirnya bulu-bulu tersebut berterbangan ke angkasa diterpa angin kesana-kemari.



Pemuda itupun kembali kepada Syaikh, dan menyampaikan bahwa tugas keduanya telah diselesaikan dengan baik. Lalu, dia minta disampaikan tugas yang ketiga. Dan, terperanjatlah pemuda tersebut, karena permintaan ketiga dari Syaikh tersebut adalah mengumpulkan bulu-bulu yang sudah berterbangan tadi menjadi kembali seperti semula.



Pemuda tersebut tentu saja keberatan dengan tugas tersebut. Karena bagaimanapun bulu-bulu tersebut telah berterbangan kesana-kemari dan tidak diketahui secara pasti posisinya sekarang.



Begitulah fitnah kalau sudah menyebar, membuatnya menjadi baik kembali bukanlah pekerjaan yang mudah. Ada luka-luka menganga yang sulit untuk disembuhkan.



Jangan suka menebar fitnah, tapi jika difitnah, bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Allah menyukai Orang-orang yang bersabar.


Muammar Maulana
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger