Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Fitnah Kemunafikan

Fitnah Kemunafikan

Agama Islam adalah agama yang mengajari keindahan. Saat Nabi Muhammad SAW merintis persatuan dan kebersamaan di dalam komunitas kaum muslimin. Beliau menawarkan kepada orang-orang di luar Islam untuk hidup dengan tenang bersama kaum muslimin. Maka dibuatlah perjanjian dan kesepakatan untuk hidup berdampingan dengan agama yang berbeda beda.



Bagi Nabi Muhammad SAW hal ini tidak menghawatirkan kaum muslimin sebab keberadaan mereka sangat bisa dikenali dengan simbol-simbol keagamaan mereka dan pengakuan mereka dari semula yang berbeda dengan kaum muslimin. Dan di saat terjadi pengkhianatan dari orang-orang di luar Islam tersebut akan dengan mudah Rasulullah SAW membuat suatu peringatan atau teguran kepada mereka.



Akan tetapi akan menjadi rumit permasalahannya jika hal itu telah ada campur tangan orang-orang yang seolah mengikuti Rasulullah SAW akan tetapi mereka lebih dekat dengan orang di luar Islam. Mereka itu adalah orang-orang munafik yang secara dzohir sholat bersama Rasulullah SAW di siang hari akan tetapi jika malam tiba mereka berkumpul dengan orang-orang kafir.



Ada pertanda yang amat jelas pada orang orang munafik tersebut, yaitu di saat umat Islam terlukai dan dibohongi mereka seolaholah tidak tahu atau bahkan malah memancing di air keruh, Sehingga keberadaannya benar-benar bagai duri di dalam daging bagi muslimin.



Untuk memperkuat fitnah yang dihembuskan mereka akan membungkus kejahatan dengan berbagai sampul indah beraroma Islam namun di dalamnya adalah segala kebusukan. Diantara yang di jadikan pembungkus fitnah saat itu adalah masjid. Orang-orang munafik membangun masjid dengan tujuan memecah belah umat Islam. Dan pembangunan masjid ini dibantu oleh orang-orang diluar Islam (Yahudi saat itu) yang sangat dendam dengan kaum muslimin. Mereka dengan sangat mudah membantu orang-orang munafik untuk membangun masjid. Dan benar, dari masjid ini tersebar fitnah diantara kaum muslimin. Hal itu sangat difahami oleh orang-orang pilihan seperti Rasulullah SAW dan para shahabat setia beliau. Maka dengan tegas Rasulullah SAW memerintahkan agar menghancurkan masjid yang dibangun oleh orang munafik bersama orang yahudi ini. Itulah masjid Dhiror, masjid yang penuh fitnah yang membahayakan.



Yang terjadi di zaman Rasulullah SAW ini akan terus terulang-ulang hingga ahli iman masuk surga dan orang munafik dan orang kafir masuk neraka. Dan di zaman ini pun tidak lepas dari orang-orang beriman yang senantiasa memperjuangkan agama Allah menghadapi orangorang kafir . Begitu juga ada ahli fitnah yang berkedok Islam namun sepak terjangnya selalu merugikan kaum musliman.



Ada sekelompok orang yang mereka itu keluar dari agama Islam karena mengakui adanya nabi setelah Nabi Muhammad SAW. Dan nabi palsu tersebut mengatakan dengan tegas bahwa yang tidak beriman kepadanya adalah tergolong orang kafir dan belum bisa disebut sebagai orang Islam.



Di saat seperti ini orang-orang pilihan Allah akan segera faham akan kekafiran ini. Maka terlihat di wajah mereka kasih sayang kepada kaum muslimin. Tidak rela jika ada kaum muslimin yang terjerumus dalam akidah kafir ini. Maka mereka terus berusaha untuk menghentikan kekafiran agar tidak menjangkit kaum muslimin.



Akan tetapi di saat itu juga muncul orang-orang munafik yang di saat kaum muslimin dianiaya dii beberapa wilayah Indonesia mereka tidak tergerak untuk menolong mereka. Akan tetapi di saat ada gerakan dari ahli Iman untuk menghentikan kebohongan orang kafir yang berkedok Islam itu, orang-orang munafik ini bangkit membela kebathilan dan menentang bahkan dengan terangterangan mengadakan permusuhan kepada kaum muslimin demi membela kekafiran. Tidak beda ciri-ciri orang munafik ini dengan apa yang ada di zaman Rasulullah SAW, yaitu membuat proyek fitnah yang berkedok Islam, hanya bentuknya saja yang berbeda. Jika di zaman Rasulullah SAW mereka membuat masjid fitnah, kalau di zaman ini mereka membuat kelompok dan jaringan Islam yang penuh dengan fitnah. Dan yang membiayai pun tidak beda dengan apa yang ada di zaman Rasulullah SAW yaitu musuh-musuh Islam. Muatan jaringan dan perkumpulan ini adalah memfitnah dan merendahkan Islam yang dikemas dengan kajian-kajian keislaman. Dan bisa disaksikan, setiap yang bergabung dengan perkumpulan ini akan lebih senang membela orang di luar Islam daripada membela orang Islam. Semoga Allah menjaga Iman kita semua. Wallahu a'lam bishshowab.





Buya Yahya
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger