Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » , » 7 Ibadah Sunnah, 7 Penjaga Iman (2)

7 Ibadah Sunnah, 7 Penjaga Iman (2)

3. Shalat Shubuh Berjamaah di Masjid



Rasulullah SAW menyampaikan sebuah hadits di hadapan para sahabatnya, ketika menanyakan salah seorang jamaahnya tidak terlihat dalam shaf shubuh berkali-kali , ”Sungguh, shalat yang paling berat bagi orang munafik, adalah shalat isya dan shalat shubuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, mereka pasti mendatangani keduanya, sekalipun dengan merangkak ” (HR. Bukhari-Muslim).

Banyak ulama hadits menilai tentang penjelasan hadits ini, di antaranya bahwa untuk menilai seseorang apakah sungguh-sungguh beriman atau malah munafik, maka dapat dilihat shalat shubuhnya.

Shalat Shubuh merupakan satu di antara shalat wajib 5-waktu yang mempunyai kekhusus-an dan memiliki keutamaan yang luar biasa.


a. Merupakan shalat paling utama yang diwajibkan pada kaum Muslimin. (merupakan shalat yang sejak awal disyariatkan tetap 2-rakaat).



b. Adzan shubuh berbeda dengan adzan shalat wajib lainnya, dengan menambahkan ’Ash-shaltu khairum minan naum’ – ”shalat itu lebih baik dari tidur, sebanyak 2 kali”.


c. Rasulullah SAW memberikan doa khusus setelah shalat shubuh, yang berbeda dengan shalat lain. Doa ini sebagai tambahan ’wirid’ penutup shalat.

Diriwayatkan oleh Abu Dzar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda
, ”Siapa mengatakan setelah shalat shubuh, sebelum meninggalkan tempat duduknya dan berbicara sedikitpun – La ilaha illallahu wahdahu la syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yuhyi wa yumitu wahuwa ala kulli sya in qadir – sebanyak 10X, maka akan ditulis baginya 10 kebaikan, dihapus 10 kesalahan dan diangkat derajatnya 10 kali lebih tinggi. Satu hari penuh ia terlindungi dari suatu yg tidak disukai, terlindungi dari syetan, tidak ada dosa yang pantas dianggap sebagai dosa, kecuali syirik ” (HR.Tirmidzi).

Rasulullah SAW pernah menasehati Muslim bin harits
,  ” Jika kamu shalat shubuh, maka bacalah sebelum kamu berbicara – Allahumma ajirni minannar (Ya Allah lindungilah aku dari api neraka) – sebanyak 7X, maka jika kamu mati hari itu, Allah akan menjauhkanmu dari api neraka ” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).

d. Rasulullah SAW selal
u menyuruh memendekkan bacaan shalat, kecuali shalat shubuh.



Abu Barzah Al-Islami meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pada shalat shubuh membaca 60 sampai 100 ayat ….. sampai sebentar lagi matahari terbit (HR. Muslim).



e. Rasulullah SAW mempunyai bacaan khusus shalat shubuh di hari jumat  



Abu Huraira meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW membaca pada rakaat pertama Surah As-Sajadah dan rakaat kedua Surah Al-Insan. Keistimewaan ini tidak terjadi pada shalat wajib lainnya !


f. Shalat shubuh tidak bisa diqashar dan dijamak


Seperti yang juga kita pahami dari beberapa hadits, pada saat shalat shubuh inilah pergantiang malam dan siang dimulai. Pada saat itu pula malaikat malam dan siang berkumpul dan berganti tugas.

”shalat berjamaah lebih utama dari shalat sendirian sebanyak 25 kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada shalat shubuh” (HR. Bukhari).
Dan Allah SWT berfirman : ”Dan dirikanlah shalat shubuh. Sungguh, shalat shubuh itu disaksikan oleh para malaikat” (QS. Al-Isra : 78).

Ada lagi hal utama dalam shalat shubuh, adalah dua rakaat Shalat Fajar (shalat sunah sebelum atau qabliyah shubuh) yang lebih baik dari dunia
dan seisinya (HR. Muslim).

Rasulullah SAW mengistimewakan shalat ini dengan menggambarkan bahwa
,  ”Seandainya dunia dan seisinya ini adalah sebuah kebaikan, maka jauh lebih baik 2 rakaat shalat fajar yang kita kerjakan”. Selain itu pula, shalat shubuh berjamaah di masjid bisa menjadi penerang pada hari kiamat kelak, seperti yg disabdakan Rasulullah SAW : ”Berilah kabar gembira bagi orang-orang yang berjalan di kegelapan menuju masjid (untuk mengerjakan shalat shubuh) dengan cahaya yang terang-benderang (pertolongan) pada hari kiamat ! ” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibn Majah).

 

Sumber: serial Artikel singkat ” 7 Sunnah Harian NABI SAW ”
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger