Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » , » 7 Alasan Menghapal Quran di Kota Kudus (2)

7 Alasan Menghapal Quran di Kota Kudus (2)

5. Sanad
  
Sanad merupakan runtutan mengalirnya pertanggung jawaban. Sanad hafalan adalah runtutan petanggung jawaban atas bacaan dan nash qur’an yang anda hafal. Semakin kuat sanadnya maka akan semakin terpercaya juga hafalan qur’an anda. Di Kudus sanad sangat jelas dan masyhur. 

Mbah Kyai Arwani adalah orang yang akan menjadi jalan bagi seluruh hafalan quran santri Kudus untuk sampai kepada Rasulullah SAW. Jadi tak jarang banyak hafidz yang sudah hatam dan lancar masih meluangkan waktunya untuk mengambil sanad di Kudus ini. 

Tapi itu tidak mudah, mereka harus belajar dulu Makhroj Madzhab Kudus seperti yang saya katakan tadi. Bagi mereka yang memang menghafal di sini, khatam setoran, sanad akan otomatis didapat. Begitu kata senior senior saya di Kudus.

6. Biaya

Di samping kualitas kualitas yang telah saya sebutkan di atas, biaya hidup dikota ini juga tidaklah mahal. Bahkan bisa dikatakan sangat bersahabat untuk ukuran kantong santri santri perantauan seperti saya ini. 

Untuk masalah makan, dengan minimal uang sebesar 70rb kalian sudah bisa makan dua kali sehari selama satu bulan. Ada juga warung yang menyediakan kost 100rb untuk sekali makan dalam sehari, tapi dengan porsi yang lebih banyak (nasi nyentong dibi’) dan menu yang lebih beragam. 

Untuk biaya pesantren (pesantren saya khususnya) biaya pertama kali masuk adalah sebesar 240 ribu bonus seragam pesantren. Biaya syahriahnya tiap bulan adalah sebesar 15rbu. Harga yang sangat bersahabat bagi orang kota pensiun ekonomi menengah ke bawah (sebutan untuk kota Bondowoso). Jadi, masalah biaya hidup jangan khawatir. Tapi ada juga pesantren yang berbiaya mahal.

7. Kemasyhuran

Entah kapan saya pernah mengatakan bahwa Kudus memang masyhur dan terpercaya dalam masalah menghasilkan huffadz yang berkualitas di kalangan para kyai dan ulama sepuh. Disamping memang dipenuhi oleh pesantren pesantren tahfidz, sosok Mbah Arwani dan sesepuh lainnya seperti Mbah Sya’roni Ahmadi juga menjadi jaminan kudus sebagai kota huffadz. 

Dengan kemasyhuran semacam ini, para alumninya tentu juga akan mendapatkan semacam keuntungan. Contoh, ketika dua orang hafidz melamar seorang wanita, lalu mereka ditanya menghafal qur’annya dimana. Yang satu menjawab di kota anu dan satunya lagi menjawab di kudus, tentu 100% saya yakin bahwa yang akan diterima lamarannya adalah yang alumni kudus. Meskipun sebenarnya yang alumni kudus kalah lancar dibandingkan yang satunya, hehehe. Itulah salah satu misal jaminan dan keuntungan menghafal di kudus.



Penulis adalah seorang yang pernah nyantri di Kudus, di tulis di Kota Bondowoso dan di muat ulang di ISK Kudus
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger