Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Kisah Kecintaan Sahabat Kepada Rasulullah SAW (1)

Kisah Kecintaan Sahabat Kepada Rasulullah SAW (1)

Seorang Shahabiyah (Sahabat Wanita) Mulia, Yang Bapaknya, Saudaranya  Dan Suaminya Terbunuh Di Perang Uhud Tatkala Dikabari Berita Duka  Tersebut Justru Ia Malah Bertanya Bagaimana Keadaan Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam. Lalu Dikatakan Kepadanya, “Beliau (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam) Baik-Baik Saja Seperti Yang  Engkau Harapkan.” Dia Menjawab, “Biarkan Aku Melihatnya.” Tatkala Ia  Melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Dia Mengatakan,  “Sungguh Semua Musibah Terasa Ringan Wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Kecuali Bila Hal Itu Menimpamu.” (Sirah Nabawiyyah  Libni Hisyam, 2:99).


Diriwayatkan Dari Ibnu Sirin, Ia Berkata:  Aku Pernah Berkata Kepada Ubaidah Bin Al-Jarrah, “Aku Memiliki Sebagian  Dari Rambut Nabi SAW. Kami Menerimanya Dari Anas Bin Malik Atau Dari Keluarga Anas.” Maka Ubaidah Berkata, “Sungguh, Satu Lembar Rambut Nabi SAW. Yang Ada Padaku Lebih Aku Cintai Daripada Dunia Dan Seisinya.” (HR.  Bukhari).


Kisah Kecintaan Sahabat Kepada Rasulullah SAW banyak  Diungkapkan Dalam Sejarah. Salah Satunya Ditunjukan Oleh Umar Bin Khatthab. ”Ya Rasulullah, Aku Mencintaimu Lebih Dari Segalanya, Kecuali  Jiwaku,” Kata Umar. Mendengar Itu, Rasulullah SAW menjawab, ”Tak  Seorang Pun Di Antara Kalian Beriman, Sampai Aku Lebih Mereka Cintai  Daripada Jiwamu.” ”Demi Dzat Yang Menurunkan Kitab Suci Al-Quran  Kepadamu, Aku Mencintaimu Melebihi Kecintaanku Kepada Jiwaku Sendiri,”  Sahut Umar Spontan. Maka Rasulullah SAW. Pun Menukas, ”Wahai Umar, Kini  Kamu Telah Mendapatkan Iman Itu” (HR. Bukhari).


Seorang Sahabat Mulia Yang Keluarganya Adalah Quraisy, Ia Ditangkap Oleh Quraisy Untuk  Dibunuh, Maka Berkata Abu Sufyan Berkata Kepadanya, “Wahai Zaid, Semoga  Allah Menguatkanmu, Apakah Engkau Senang Bila Muhammad Menggantikan Posisimu Sekarang Untuk Dipenggal Kepalanya Sedang Engkau Duduk Manis Bersama Keluargamu..?!! Maka Spontan Zaid Menjawab, “Demi Allah, Sungguh  Tidakkah Aku Senang Bila Muhammad Sekarang Tertusuk Duri Di Tempatnya, Sedang Aku Bersenang-Senang Bersama Keluargaku.” Abu Sufyan Pun  Mengatakan, “Saya Tidak Melihat Seorang Pun Yang Kecintaannya Melebihi  Kecintaan Sahabat-Sahabat Muhammad Kepada Muhammad.” (Sirah Nabawiyyah  Libni Hisyam, 3:160).


Diriwayatkan Dari ‘Aisyah Ra, Ia Berkata:  Suatu Hari Telah Datang Hindun Binti Utbah, Ia Berkata, “Wahai  Rasulullah! Seluruh Penghuni Rumah Yang Ada Di Muka Bumi, Lebih Aku  Sukai Mereka Terhina Dari Pada Penghuni Rumahmu. Dan Tidak Ada Penghuni  Suatu Rumah Di Muka Bumi Di Pagi Hari Yang Lebih Aku Cintai Agar Mereka  Menjadi Mulia Dari Pada Penghuni Rumahmu." (Mutafaq ‘Alaih)


Betapa  Cinta Sahabat Kepada Rasulullah SAW tergambar Ketika Rasulullah SAW bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq Beristirahat Di Gua Tsur Dalam Perjalanan  Hijrah Dari Makkah Ke Madinah Secara Sembunyi-Sembunyi. Kala Itu  Rasulullah SAW tertidur berbantalkan Paha Abu Bakar. Tiba-Tiba Abu Bakar Merasa Kesakitan Karena Kakinya Digigit Kalajengking. Tapi, Dia Berusaha Sekuat Tenaga Menahan Sakit, Hingga Mencucurkan Air Mata, Jangan Sampai Pahanya Bergerak, Khawatir Rasulullah SAW terbangun.


Abu Thalhah Radhiallahu’anhu Pada Waktu Perang Uhud, Beliau Membabi  Buta Melemparkan Panah-Panah Ke Arah Musuh Hingga Rasulullah Shallallahu  ‘Alaihi Wa Sallam Melihat Ada Sedikit Rasa Iba Kepada Musuh. Maka Abu Thalhah Radhiallahu’anhu berkata, “Demi Bapak Dan Ibuku Yang Jadi Tebusanmu,  Wahai Rasulullah, Jangan Engkau Merasa Iba Dengan Mereka, Karena  Panah-Panah Mereka Telah Melukai Dan Menusukmu, Sesungguhnya Leherku  Jadi Tameng Lehermu.” (HR. Bukhari, No.3600 Dan Muslim, No.1811). 


Diriwayatkan Dari Abu Hurairah RA Bahwa Tsumamah Bin Tsaal Berkata: Ya  Muhammad, Demi Allah, Dulu Tidak Ada Di Muka Bumi Ini Satu Wajah Pun  Yang Paling Aku Benci Daripada Wajahmu. Tapi, Akhirnya Wajahmu Menjadi  Wajah Yang Paling Aku Cintai. Demi Allah, Dulu Tidak Ada Suatu Agama Pun  Yang Paling Aku Benci Daripada Agamamu, Tapi Sekarang Agamamu Menjadi  Agama Yang Paling Aku Cintai. Demi Allah, Dulu Tidak Ada Suatu Negeri  Pun Yang Paling Aku Benci Daripada Negerimu, Tapi Sekarang Negerimu  Menjadi Negeri Yang Paling Aku Cintai. (Mutafaq ‘Alaih).


Diriwayatkan Dari ‘Aisyah R.A Bahwa Saad Pernah Berkata: Ya Allah,  Sungguh Engkau Mengetahui Bahwa Tidak Ada Seorang Pun Yang Lebih Aku Sukai Untuk Diperangi Karenamu Daripada Suatu Kaum Yang Mendustakan Rasul-Mu Dan Mengusirnya. (Mutafaq 'Alaih).


Anas Bin Malik  Berkata: Sesunguhnya Rasulullah SAW. Pada Saat Perang Uhud Telah  Terpojok Sendirian Bersama Tujuh Orang Anshar Dan Dua Orang Quraisy  (Muhajirin). Ketika Musuh (Kaum Musyrik) Telah Merangsek Mendekati  Beliau, Beliau Bersabda, “Siapa Yang Bisa Menolak Mereka Dari Kita, Maka  Ia Akan Masuk Surga Atau Menjadi Temanku Di Surga.” Maka Majulah Seorang Laki-Laki Dari Kaum Anshar Lalu Memerangi Musuh Hingga Terbunuh. Kemudian Musuh Kembali Merangsek Mendekat. Beliau Bersabda, “Siapa Yang  Bisa Menolak Mereka Dari Kita, Maka Ia Akan Masuk Surga Atau Menjadi  Temanku Di Surga.” Maka Majulah Seorang Laki-Laki Dari Kaum Anshar, Lalu  Memerangi Musuh Hingga Ia Terbunuh. Hal Seperti Itu Terjadi Berulang-Ulang Hingga Terbunuhlah Tujuh Orang Anshar. Rasulullah  Bersabda Kepada Dua Sahabatnya (Dari Muhajirin), “Kita Tidak Sebanding  Dengan Para Sahabat Kita Itu.”(HR. Muslim)




Habib Muhammad Rafiq
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger