Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Sisa Umur Ummat Nabi Muhammad (Datangnya Hari Kiamat) Bag. 1

Sisa Umur Ummat Nabi Muhammad (Datangnya Hari Kiamat) Bag. 1

Perihal umur umat Nabi SAW, terdapat diantaranya 3 pendapat dari ulama-ulama yang terkenal dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah yaitu dari: 


1. Al Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani dari Mazhab Syafi’i

  
2. Jalaluddin As Suyuthi (Imam Suyuthi)


3. Imam Ibnu Rajab al Hanbali 


Kita  menganggap pendapat mereka bertiga sangat rasional, sehingga sebagaimana tujuan para Imam itu  menyeru kepada manusia agar senantiasa bersiap diri dan mengerjakan amal ibadah yang banyak, maka  demikian  pula halnya dengan kita yang berharap agar manusia yang tertidur kembali  terjaga, agar manusia  yang lalai dalam agamanya menjadi kembali kepada  sunnah Rasulnya, dan agar kita mati dan menghadap  ALLAH subhanahu wa  ta’ala dalam keadaan ridha dan diridhai.


Pendapat Dari Al Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani


Hadits riwayat Al Bukhari yang artinya  Perumpamaan  kaum Muslimin dan Yahudi serta Nasrani, seperti perumpamaan seorang  yang mengupah satu kaum (Yahudi) untuk melakukan sebuah pekerjaan sampai malam hari, namun mereka melakukannya hanya sampai tengah hari. 
Lalu  mereka pun berkata, “Kami tidak membutuhkan upah yang engkau janjikan  pada kami, dan apa yang telah kami kerjakan, semuanya bagi-mu”.   
Ia  pun berkata, “Jangan kalian lakukan hal itu, sempurnakanlah sisa waktu pekerjaan kalian dan ambillah upah kalian dengan sempurna”.   
Mereka  (Yahudi) pun menolak dan meninggalkan orang itu. Maka orang itu mengupah beberapa orang (Nasrani) selain mereka (Yahudi), ia berkata: “Kerjakanlah sisa hari kalian dan bagi kalian upah yang telah aku  janjikan untuk mereka (Yahudi)”.  Sehingga  ketika tiba waktu sholat Ashar.
Mereka (Nasrani) berkata, “Ambillah apa  yang telah kami kerjakan untukmu dan juga upah yang engkau sediakan  untuk kami.”   
Orang itu berkata, “Sesungguhnya sisa waktu siang tinggal sedikit.” 
Mereka  (Nasrani) tetap menolak, sehingga orang itu mengupah satu kaum yang lain (Muslimin) untuk melanjutkan pekerjaan sehingga selesai sisa hari mereka (Nasrani).  Maka  kaum itu (Muslimin) pun bekerja pada sisa hari mereka (Nasrani), yaitu sehingga terbenamnya matahari dan mereka pun mendapat upah yang sempurna  yang dijanjikan kepada dua kelompok sebelumnya.  Seperti  itulah perumpamaan mereka (Yahudi dan Nasrani) dan perumpamaan apa yang kalian (Muslimin) terima pada cahaya (hidayah) ini. (HR Al Bukhari. Lihat Fathul-Kabir juz V hlm. 202 no: 5728) 


Adapun  penjelasan hadits ini menurut Al Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani adalah sebagai berikut:

“Para  Ahli Naql telah sepakat bahwa masa (umur) bangsa Yahudi–sejak diutusnya  Musa AS –sampai diutusnya Muhammad SAW adalah lebih dari 2000 tahun. Dan  umur Nasrani dari jumlah itu sebanyak 600 tahun. Satu pendapat mengatakan lebih sedikit dari itu” (Fathul-Barri juz IV hlm. 449). Ini artinya, umur Yahudi ialah 2000 tahun lebih – 600 = 1400 tahun lebih.  Menurut  para ahli sejarah, “lebih” yang dimaksud adalah seratus tahun lebih  sedikit, sehingga umur umat Yahudi adalah kurang lebih 1500 tahun. 


Masa  600 tahun untuk umur Nasrani itu berdasarkan HR Al Bukhari dari Salman, “Masa fatrah (kekosongan) antara Nabi 'Isa AS dan Nabi Muhammad SAW  adalah 600 tahun.”


Adapun ‘tambahan’ umur untuk umat Muhammad terdapat dalam hadits berikut:  “Sesungguhnya Allah tidak akan melemahkanku, yaitu pada umatku, jika Ia mengulur (umur) mereka setengah hari, yaitu 500 tahun.”(HR Abu Nu’aim dalam Al Hilyah -Lihat Fathul Kabir juz II hlm. 126 No: 1807) 


Jadi,  umur umat Muhammad SAW = umur umat Yahudi – umur umat Nasrani = 1500 (lebih sedikit) – 600 = 900 tahun lebih sedikit ditambah 500 tahun =  1400 tahun lebih sedikit.  Lebih  sedikit ini, menurut para ahli sejarah, sekitar 100 tahun. Maka dapat disimpulkan, umur umat Islam adalah sekitar 1500 tahun. 


Maka menurut pendapat Ibnu Hajar:


Umur umat Yahudi adalah umur umat Nasrani ditambah dengan umur umat Islam.  Para  ahli sejarah mengatakan bahwa Umur umat Yahudi yang dihitung dari  diutusnya Nabi Musa AS hingga diutusnya Nabi Isa alaihis salam adalah 1500 tahun. 


Kemudian dengan adanya hadist sebagai berikut  Dari  Salman Al Farisi ia bercerita bahwa “Masa-masa antara Isa dan Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam adalah selama 600 tahun”. [HR. Bukhari]  sehingga umur umat Nasrani yang dihitung dari sejak diutusnya Nabi Isa 'alaihis  salam hingga diutusnya Nabi Muhammad sollallahu ‘alaihi wasallam adalah  600 tahun.  Sehingga akan didapat  Umur Yahudi = Umur Nasrani + Umur Islam  1500 tahun = 600 tahun + 900 tahun
 
Kemudian Ibnu Hajar dalam Kitabnya mengatakan adanya tambahan 500 tahun sesuai hadis marfu yaitu:  Dari  Sa’ad bin Abu Waqqash, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi  wasallam telah bersabda: “Sesungguhnya saya berharap agar umatku tidak akan lemah di depan Tuhan mereka dengan mengundurkan (mengulurkan) umur  mereka selama setengah hari”. Kemudian Sa’ad ditanyai orang:  Berapakah  lamanya setengah hari itu? Ia (Sa’ad) menjawab: “Lima ratus tahun”. [Hadis shahih riwayat Ahmad, Abu Dawud, Al Hakim, Abu Nu’aim] 


Jadi jumlah umur Islam menurut Ibnu Hajar adalah 900 + 500 tahun = 1400 tahun lebih.  Sekarang  kita berada di tahun 1437 Hijriah (2016 Masehi), berarti sudah melepasi  lebih dari 1400 tahun  itu. Sedangkan tambahan yang dimaksud itu mungkin adalah umur Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi  wasallam, karena Islam adalah agama yang dibawa oleh beliau.  Juga  ditambah dengan 13 tahun karena  awal penulisan tahun Hijriah dimulai  pada saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah.   Dan 13 tahun adalah ketika beliau di Makkah.  Sehingga umur Islam adalah:  1400 + 63 (umur Nabi) + 13 (tahun sebelum hijrah) = 1476 tahun  Jika dikurangi dengan masa kita hidup ini yaitu 2016 Masehi atau 1437 Hijirah, berarti 1476 – 1437 = 39 tahun. 


“39 tahun adalah sisa umur umat Islam dari hari ini.”  Hanya  Allah yang mengetahuinya. Maka sebagai manusia yang berakal dan  beriman, sudah sepantasnya kita bersiap siaga dengan memantapkan kesatuan ummah dan memperbaiki segala amal ibadah.




Al-habib Muhammad Rafiq Al-kaff.
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger