Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » , » Adzan Yang Disunnahkan Bag. 1

Adzan Yang Disunnahkan Bag. 1


Para ulama Syafi’iyah menjelaskan tentang hal-hal disunnahkannya adzan selain untuk shalat maktubah. Dalam hal ini al-Imam Ibnu Hajar al-Haitami berkata dalam Tuhfah al-Muhtaj:


ﻧَﻌَﻢْ ﻗَﺪْ ﻳُﺴَﻦُّ ﺍْﻷَﺫَﺍﻥُ ﻟِﻐَﻴْﺮِ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﻛَﻤَﺎ ﻓِﻲ ﺁﺫَﺍﻥِ ﺍﻟْﻤَﻮْﻟُﻮﺩِ، ﻭَﺍﻟْﻤَﻬْﻤُﻮﻡِ، ﻭَﺍﻟْﻤَﺼْﺮُﻭﻉِ، ﻭَﺍﻟْﻐَﻀْﺒَﺎﻥِ ﻭَﻣَﻦْ ﺳَﺎﺀَ ﺧُﻠُﻘُﻪُ ﻣِﻦْ ﺇﻧْﺴَﺎﻥٍ، ﺃَﻭْ ﺑَﻬِﻴﻤَﺔٍ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﻣُﺰْﺩَﺣَﻢِ ﺍﻟْﺠَﻴْﺶِ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟْﺤَﺮِﻳﻖِ ﻗِﻴﻞَ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﺇﻧْﺰَﺍﻝِ ﺍﻟْﻤَﻴِّﺖِ ﻟِﻘَﺒْﺮِﻩِ ﻗِﻴَﺎﺳًﺎ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻭَّﻝِ ﺧُﺮُﻭﺟِﻪِ ﻟِﻠﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻟَﻜِﻦْ ﺭَﺩَﺩْﺗﻪ ﻓِﻲ ﺷَﺮْﺡِ ﺍﻟْﻌُﺒَﺎﺏِ ﻭَﻋِﻨْﺪَ ﺗَﻐَﻮُّﻝِ ﺍﻟْﻐِﻴﻼَﻥِ ﺃَﻱْ ﺗَﻤَﺮُّﺩِ ﺍﻟْﺠِﻦِّ ﻟِﺨَﺒَﺮٍ ﺻَﺤِﻴﺢٍ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻫُﻮَ، ﻭَ ﺍْﻹِﻗَﺎﻣَﺔُ ﺧَﻠْﻒَ ﺍﻟْﻤُﺴَﺎﻓِﺮِ


“Iya, terkadang adzan itu disunnahkan untuk selain shalat, seperti adzan di telinga bayi yang dilahirkan, orang yang susah, penderita penyakit ayan, orang yang emosi, orang yang buruk pekertinya, baik manusia maupun hewan, ketika pertempuran pasukan, ketika kebakaran. Dikatakan pula, disunnahkan adzan ketika menurunkan mayat ke dalam kubur, karena dianalogikan pada awal keluarnya ke dunia, akan tetapi aku telah menolaknya dalam Syarh al-‘Ubab. Dan disunnahkan adzan ketika jin-jin yang jahat mengganggu, karena ada hadits shahih dalam hal ini. Dan disunnahkan pula adzan dan iqamah di belakang orang yang akan bepergian (musafir).” (Ibnu Hajar, Tuhfah al-Muhtaj, juz 1 hlm 461. Pernyataan senada juga disampaikan dalam beberapa kitab fiqih Syafi’iyyah lainnya, sebagaimana dapat ditelaah).


Pernyataan di atas memberikan kesimpulan tentang kesunnahan adzan dalam beberapa hal:


1) di telinga bayi yang baru lahir,


2) di telinga orang yang sedang ayan,


3) di telinga orang yang sedang emosi,


4) di telinga orang yang buruk pekertinya,


5) ketika peperangan berkecamuk,


6) ketika terjadi kebakaran,


7) ketika mayat dimasukkan ke dalam kubur meskipun dalilnya sangat lemah,


8) ketika jin yang jahat mengganggu dan


9) ketika seseorang akan berangkat dalam bepergian.





Ust. Muhammad Idrus Ramli
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger