Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Bidadari Surga

Bidadari Surga

Firman Allah SWT

{ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺃَﺯْﻭَﺍﺝٌ ﻣُﻄَﻬَّﺮَﺓٌ }

Dan untuk mereka di dalamnya (surga) ada istri-istri yang suci. (Al-Baqarah: 25)

Ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa mutahharah artinya suci dari najis dan kotoran.

Mujahid mengatakan, yang dimaksud ialah suci dari haid, buang air besar, buang air kecil, dahak, ingus, ludah, air mani, dan beranak.

Qatadah mengatakan bahwa mutahharah artinya suci dari kotoran dan dosa (najis). Menurut suatu riwayat darinya disebutkan tidak ada haid dan tidak ada tugas. Telah diriwayatkan dari Ata, Al-Hasan, Ad-Dahhak, Abu Saleh, Atiyyah, dan As-Saddi hal yang semisal dengan riwayat tadi.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadanya Yunus ibnu Abdul A’la, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, dari Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam yang mengatakan bahwa al-mutahharah artinya wanita yang tidak pernah haid. Dia mengatakan, demikian pula halnya Siti Hawa pada waktu pertama kali diciptakan. Tetapi ketika ia durhaka, maka Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku menciptakanmu dalam keadaan suci, sekarang Aku akan membuatmu mengalami pendarahan sebagaimana kamu telah melukai pohon ini." Akan tetapi, riwayat ini dinilai garib.

ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﺤَﺎﻓِﻆُ ﺃَﺑُﻮ ﺑَﻜْﺮِ ﺑْﻦُ ﻣَﺮْﺩَﻭَﻳْﻪِ : ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ ﺑْﻦُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ، ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﺟَﻌْﻔَﺮُ ﺑْﻦُ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺣَﺮْﺏٍ، ﻭَﺃَﺣْﻤَﺪُ ﺑْﻦُ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﺍﻟﺠُﻮﺭﻱ ﻗَﺎﻟَﺎ ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﻋُﺒَﻴْﺪٍ ﺍﻟْﻜِﻨْﺪِﻱُّ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﺮَّﺯَّﺍﻕِ ﺑْﻦُ ﻋُﻤَﺮَ ﺍﻟﺒَﺰﻳﻌﻲّ، ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﻤُﺒَﺎﺭَﻙِ ﻋَﻦْ ﺷُﻌْﺒَﺔَ، ﻋَﻦْ ﻗَﺘَﺎﺩَﺓَ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻧَﻀْﺮَﺓَ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺳَﻌِﻴﺪٍ، ﻋَﻦِ ﺍﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻓِﻲ ﻗَﻮْﻟِﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ } : ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺃَﺯْﻭَﺍﺝٌ ﻣُﻄَﻬَّﺮَﺓٌ { ﻗَﺎﻝَ : " ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺤَﻴْﺾِ ﻭَﺍﻟْﻐَﺎﺋِﻂِ ﻭَﺍﻟﻨُّﺨَﺎﻋَﺔِ ﻭَﺍﻟْﺒُﺰَﺍﻕِ "

Al-Hafiz Abu Bakar Ibnu Murdawaih mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Muhammad, telah menceritakan kepadaku Ja'far ibnu Muhammad ibnu Harb dan Ahmad ibnu Muhammad Al-Khawari; keduanya mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ubaid Al-Kindi, telah menceritakan kepada kami Abdur Razzaq ibnu Umar Al-Buzai'i, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnul Mubarak, dari Syu'bah, dari Qatadah, dari Abu Nadrah, dari Abu Sa'id, dari Nabi Saw. sehubungan dengan makna firman-Nya: Dan untuk mereka di dalamnya ada istri-istri yang suci. (Al-Baqarah: 25) Yang dimaksud ialah suci dari haid, buang air besar, dahak, dan ludah. Hadis ini dinilai garib. Akan tetapi, Imam Hakim meriwayatkan-nya di dalam kitab Mustadrak-nya, dari Muhammad ibnu Ya'qub, dari Al-Hasan ibnu Ali ibnu Affan, dari Muhammad ibnu Ubaid dengan lafaz yang sama.

Imam Hakim mengatakan bahwa predikat hadis ini sahih bila dengan syarat Syaikhain. Apa yang didakwakan oleh Imam Hakim ini masih perlu dipertimbangkan, karena sesungguhnya hadis Abdur Razzaq ibnu Umar Al-Buzai'i dinilai oleh Abu Hatim ibnu Hibban Al-Basti tidak dapat dijadikan sebagai hujah. Menurut kami, yang jelas pendapat ini merupakan pendapat Qatadah, seperti yang telah kami kemukakan di atas.

Firman Allah SWT

{ ﻭَﻫُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺧَﺎﻟِﺪُﻭﻥَ }

Dan mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah: 25)

Hal ini merupakan kebahagiaan yang sempurna, karena sesungguhnya di samping mereka mendapat nikmat tersebut, mereka terbebas dan aman dari kematian dan terputusnya nikmat. Dengan kata lain, nikmat yang mereka peroleh tiada akhir dan tiada habisnya, bahkan mereka berada dalam kenikmatan yang abadi selama-lamanya. Hanya kepada Allah-lah kami memohon agar diri kami dihimpun bersama golongan ahli surga ini; sesungguhnya Allah Maha dermawan, Maha mulia, Maha baik lagi Maha Penyayang. Wallahu a’lam

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan:

ﻭَﺑَﺸِّﺮِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﺃَﻥَّ ﻟَﻬُﻢْ ﺟَﻨَّﺎﺕٍ ﺗَﺠْﺮِﻱ ﻣِﻦ ﺗَﺤْﺘِﻬَﺎ ﺍﻟْﺄَﻧْﻬَﺎﺭُ ۖ ﻛُﻠَّﻤَﺎ ﺭُﺯِﻗُﻮﺍ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻣِﻦ ﺛَﻤَﺮَﺓٍ ﺭِّﺯْﻗًﺎ ۙ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻫَٰﺬَﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺭُﺯِﻗْﻨَﺎ ﻣِﻦ ﻗَﺒْﻞُ ﻭَﺃُﺗُﻮﺍ ﺑِﻪِ ﻣُﺘَﺸَﺎﺑِﻬًﺎ ۖ ﻭَﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺃَﺯْﻭَﺍﺝٌ ﻣُّﻄَﻬَّﺮَﺓٌ ﻭَﻫُﻢْ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺧَﺎﻟِﺪُﻭﻥَ ‏( 25 )
ﻟﻤﺎ ﺫﻛﺮ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻣﺎ ﺃﻋﺪﻩ ﻷﻋﺪﺍﺋﻪ ﻣﻦ ﺍﻷﺷﻘﻴﺎﺀ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮﻳﻦ ﺑﻪ ﻭﺑﺮﺳﻠﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺬﺍﺏ ﻭﺍﻟﻨﻜﺎﻝ ، ﻋﻄﻒ ﺑﺬﻛﺮ ﺣﺎﻝ ﺃﻭﻟﻴﺎﺋﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﺴﻌﺪﺍﺀ ﺍﻟﻤﺆﻣﻨﻴﻦ ﺑﻪ ﻭﺑﺮﺳﻠﻪ ، ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺻﺪﻗﻮﺍ ﺇﻳﻤﺎﻧﻬﻢ ﺑﺄﻋﻤﺎﻟﻬﻢ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ ، ﻭﻫﺬﺍ ﻣﻌﻨﻰ ﺗﺴﻤﻴﺔ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻣﺜﺎﻧﻲ ﻋﻠﻰ ﺃﺻﺢ ﺃﻗﻮﺍﻝ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ، ﻛﻤﺎ ﺳﻨﺒﺴﻄﻪ ﻓﻲ ﻣﻮﺿﻌﻪ ، ﻭﻫﻮ ﺃﻥ ﻳﺬﻛﺮ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻭﻳﺘﺒﻌﻪ ﺑﺬﻛﺮ ﺍﻟﻜﻔﺮ ، ﺃﻭ ﻋﻜﺴﻪ ، ﺃﻭ ﺣﺎﻝ ﺍﻟﺴﻌﺪﺍﺀ ﺛﻢ ﺍﻷﺷﻘﻴﺎﺀ ، ﺃﻭ ﻋﻜﺴﻪ . ﻭﺣﺎﺻﻠﻪ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﺸﻲﺀ ﻭﻣﻘﺎﺑﻠﻪ . ﻭﺃﻣﺎ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﺸﻲﺀ ﻭﻧﻈﻴﺮﻩ ﻓﺬﺍﻙ ﺍﻟﺘﺸﺎﺑﻪ ، ﻛﻤﺎ ﺳﻨﻮﺿﺤﻪ ﺇﻥ ﺷﺎﺀ ﺍﻟﻠﻪ ؛ ﻓﻠﻬﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ‏( ﻭﺑﺸﺮ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﺁﻣﻨﻮﺍ ﻭﻋﻤﻠﻮﺍ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺎﺕ ﺃﻥ ﻟﻬﻢ ﺟﻨﺎﺕ ﺗﺠﺮﻱ ﻣﻦ ﺗﺤﺘﻬﺎ ﺍﻷﻧﻬﺎﺭ ‏) ﻓﻮﺻﻔﻬﺎ ﺑﺄﻧﻬﺎ ﺗﺠﺮﻱ ﻣﻦ ﺗﺤﺘﻬﺎ ﺍﻷﻧﻬﺎﺭ ، ﻛﻤﺎ ﻭﺻﻒ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﺑﺄﻥ ﻭﻗﻮﺩﻫﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﺍﻟﺤﺠﺎﺭﺓ ، ﻭﻣﻌﻨﻰ ‏( ﺗﺠﺮﻱ ﻣﻦ ﺗﺤﺘﻬﺎ ﺍﻷﻧﻬﺎﺭ ‏) ﺃﻱ : ﻣﻦ ﺗﺤﺖ ﺃﺷﺠﺎﺭﻫﺎ ﻭﻏﺮﻓﻬﺎ ، ﻭﻗﺪ ﺟﺎﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ : ﺃﻥ ﺃﻧﻬﺎﺭﻫﺎ ﺗﺠﺮﻱ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺃﺧﺪﻭﺩ ، ﻭﺟﺎﺀ ﻓﻲ ﺍﻟﻜﻮﺛﺮ ﺃﻥ ﺣﺎﻓﺘﻴﻪ ﻗﺒﺎﺏ ﺍﻟﻠﺆﻟﺆ ﺍﻟﻤﺠﻮﻑ ، ﻭﻻ ﻣﻨﺎﻓﺎﺓ ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ، ﻭﻃﻴﻨﻬﺎ ﺍﻟﻤﺴﻚ ﺍﻷﺫﻓﺮ ، ﻭﺣﺼﺒﺎﺅﻫﺎ ﺍﻟﻠﺆﻟﺆ ﻭﺍﻟﺠﻮﻫﺮ ، ﻧﺴﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻓﻀﻠﻪ ‏[ ﻭﻛﺮﻣﻪ ‏] ﺇﻧﻪ ﻫﻮ ﺍﻟﺒﺮ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ .
ﻭﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺣﺎﺗﻢ : ﻗﺮﺉ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺑﻴﻊ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ : ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺃﺳﺪ ﺑﻦ ﻣﻮﺳﻰ ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺍﺑﻦ ﺛﻮﺑﺎﻥ ، ﻋﻦ ﻋﻄﺎﺀ ﺑﻦ ﻗﺮﺓ ، ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺿﻤﺮﺓ ، ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ، ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : ﺃﻧﻬﺎﺭ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﺗﻔﺠﺮ ﻣﻦ ﺗﺤﺖ ﺗﻼﻝ - ﺃﻭ ﻣﻦ ﺗﺤﺖ ﺟﺒﺎﻝ - ﺍﻟﻤﺴﻚ .
ﻭﻗﺎﻝ ﺃﻳﻀﺎ : ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺃﺑﻮ ﺳﻌﻴﺪ ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻭﻛﻴﻊ ، ﻋﻦ ﺍﻷﻋﻤﺶ ، ﻋﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻣﺮﺓ ، ﻋﻦ ﻣﺴﺮﻭﻕ ، ﻗﺎﻝ : ﻗﺎﻝ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ : ﺃﻧﻬﺎﺭ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﺗﻔﺠﺮ ﻣﻦ ﺟﺒﻞ ﻣﺴﻚ .
ﻭﻗﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ‏( ﻛﻠﻤﺎ ﺭﺯﻗﻮﺍ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﻦ ﺛﻤﺮﺓ ﺭﺯﻗﺎ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﺎ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ‏) ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺴﺪﻱ ﻓﻲ ﺗﻔﺴﻴﺮﻩ ، ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻣﺎﻟﻚ ، ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺻﺎﻟﺢ ، ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﻭﻋﻦ ﻣﺮﺓ ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ ، ﻭﻋﻦ ﻧﺎﺱ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ : ‏( ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﺎ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ‏) ﻗﺎﻝ : ﺇﻧﻬﻢ ﺃﺗﻮﺍ ﺑﺎﻟﺜﻤﺮﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻨﺔ ، ﻓﻠﻤﺎ ﻧﻈﺮﻭﺍ ﺇﻟﻴﻬﺎ ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﺎ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﻓﻲ ‏[ ﺩﺍﺭ ‏] ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ .
ﻭﻫﻜﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﻗﺘﺎﺩﺓ ، ﻭﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺃﺳﻠﻢ ، ﻭﻧﺼﺮﻩ ﺍﺑﻦ ﺟﺮﻳﺮ .
ﻭﻗﺎﻝ ﻋﻜﺮﻣﺔ : ‏( ﻗﺎﻟﻮﺍ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﺎ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ‏) ﻗﺎﻝ : ﻣﻌﻨﺎﻩ : ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﻛﺎﻥ ﺑﺎﻷﻣﺲ ، ﻭﻛﺬﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﺮﺑﻴﻊ ﺑﻦ ﺃﻧﺲ . ﻭﻗﺎﻝ ﻣﺠﺎﻫﺪ : ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ : ﻣﺎ ﺃﺷﺒﻬﻪ ﺑﻪ .
ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺟﺮﻳﺮ : ﻭﻗﺎﻝ ﺁﺧﺮﻭﻥ : ﺑﻞ ﺗﺄﻭﻳﻞ ﺫﻟﻚ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﺎ ﻣﻦ ﺛﻤﺎﺭ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﻫﺬﺍ ؛ ﻟﺸﺪﺓ ﻣﺸﺎﺑﻬﺔ ﺑﻌﻀﻪ ﺑﻌﻀﺎ ، ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ‏( ﻭﺃﺗﻮﺍ ﺑﻪ ﻣﺘﺸﺎﺑﻬﺎ ‏) ﻗﺎﻝ ﺳﻨﻴﺪ ﺑﻦ ﺩﺍﻭﺩ : ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺷﻴﺦ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻤﺼﻴﺼﺔ ، ﻋﻦ ﺍﻷﻭﺯﺍﻋﻲ ، ﻋﻦ ﻳﺤﻴﻰ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻛﺜﻴﺮ ، ﻗﺎﻝ : ﻳﺆﺗﻰ ﺃﺣﺪﻫﻢ ﺑﺎﻟﺼﺤﻔﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺸﻲﺀ ، ﻓﻴﺄﻛﻞ ﻣﻨﻬﺎ ﺛﻢ ﻳﺆﺗﻰ ﺑﺄﺧﺮﻯ ﻓﻴﻘﻮﻝ : ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻭﺗﻴﻨﺎ ﺑﻪ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ . ﻓﺘﻘﻮﻝ ﺍﻟﻤﻼﺋﻜﺔ : ﻛﻞ ، ﻓﺎﻟﻠﻮﻥ ﻭﺍﺣﺪ ، ﻭﺍﻟﻄﻌﻢ ﻣﺨﺘﻠﻒ .
ﻭﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺣﺎﺗﻢ : ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺃﺑﻲ ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﺳﻌﻴﺪ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻤﺎﻥ ، ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻋﺎﻣﺮ ﺑﻦ ﻳﺴﺎﻑ ، ﻋﻦ ﻳﺤﻴﻰ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﻛﺜﻴﺮ ﻗﺎﻝ : ﻋﺸﺐ ﺍﻟﺠﻨﺔ ﺍﻟﺰﻋﻔﺮﺍﻥ ، ﻭﻛﺜﺒﺎﻧﻬﺎ ﺍﻟﻤﺴﻚ ، ﻭﻳﻄﻮﻑ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﻮﻟﺪﺍﻥ ﺑﺎﻟﻔﻮﺍﻛﻪ ﻓﻴﺄﻛﻠﻮﻧﻬﺎ ﺛﻢ ﻳﺆﺗﻮﻥ ﺑﻤﺜﻠﻬﺎ ، ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻟﻬﻢ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﻨﺔ : ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﺗﻴﺘﻤﻮﻧﺎ ﺁﻧﻔﺎ ﺑﻪ ، ﻓﻴﻘﻮﻝ ﻟﻬﻢ ﺍﻟﻮﻟﺪﺍﻥ : ﻛﻠﻮﺍ ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻠﻮﻥ ﻭﺍﺣﺪ ، ﻭﺍﻟﻄﻌﻢ ﻣﺨﺘﻠﻒ . ﻭﻫﻮ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ : ‏( ﻭﺃﺗﻮﺍ ﺑﻪ ﻣﺘﺸﺎﺑﻬﺎ )
ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺟﻌﻔﺮ ﺍﻟﺮﺍﺯﻱ ، ﻋﻦ ﺍﻟﺮﺑﻴﻊ ﺑﻦ ﺃﻧﺲ ، ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺍﻟﻌﺎﻟﻴﺔ : ‏( ﻭﺃﺗﻮﺍ ﺑﻪ ﻣﺘﺸﺎﺑﻬﺎ ‏) ﻗﺎﻝ : ﻳﺸﺒﻪ ﺑﻌﻀﻪ ﺑﻌﻀﺎ ، ﻭﻳﺨﺘﻠﻒ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﻌﻢ .


www.fb.com/notes/1377787088910762 oleh Tim PISS KTB
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger