Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

Inilah 32 Grup Rebana Yang Tampil Memukau di UMK Bersholawat 1439 H



Senin 15 Januari 2018, Forum Mahasiswa Muslim Universitas Muria Kudus (FORMI UMK) sukses meggelar hajatan besar yang rutin diadakan setiap tahun. Lomba Rebana Tingkat Jawa Tengah yang diberi tema “Berkah Sholawat NKRI Kuat” tersebut, sukses digelar untuk memeriahkan rangkaian acara Festival Maulid ke 6 Tahun 1439 H ini.

Sebanyak 32 tim hadrah dari berbagai daerah di Jawa Tengah tampil dalam perhelatan kali ini. 32 tim yang telah lolos seleksi dari pembatasan kuota peserta ini mampu memukau para pengunjung yang mengunjungi Festival Maulid ke 6di Kampus UMK tersebut.


Panitia terpaksa membatasi jumlah peserta karena membludaknya pendaftar dalam lomba rebana ini. Berdasarkan pantauan Tim Remaja Musholla RAPI yang hadir dalam acara tersebut, dengan 32 peserta saja yang mengikuti lomba, lomba pun masih belum selesai hingga sore jelang maghrib. “Ini masih menyisakan peserta, padahal mau maghrib”, kabar dari Tim Remaja Musholla RAPi yang hadir.


Pagelaran Lomba Rebana Festival Maulid ke 6 UMK ini berhasil menyedot perhatian banyak kalangan. Dari anak-anak sekolah, Mahasiswa, Dosen, hingga masyarakat umum menghadiri acara ini. Apalagi bagi yang suka selfi dan foto-foto, mereka memanfaatkan acara ini untuk mengambil foto dari spot-spot yang bagus maupun mengambil video dari aksi-aksi peserta yang tidak hanya menunjukkan kemampuannya dalam olah vokal dan kemampuan menabuh rebana, tetapi juga diiringi koreografi yang memukau penoton. Panitia juga menyediakan booth foto untuk para pengunjung yang ingin foto bersama teman-temannya. Di dunia maya sendiri, seperti pantauan kami di Twitter, Hastag #LombaRebanaFormiUMK2018 menjadi Trending Topic urutan ke 17 di Indonesia hingga pukul 14.11 WIB.

Berikut ini adalah daftar 32 tim hadrah peserta Lomba Rebana FORMI UMK 2018:

Nomor Urut 1: Daarul Musthofa dari Bugo Welahan, Kabupaten Jepara.
Nomor Urut 2: Lintang Sukowati al Haddadiyyah dari Njenggrik Kedawang, Kabupaten Sragen
Nomor Urut 3: Al Hikmah dari Undaan, Kabupaten Kudus
Nomor Urut 4: El Musawwa dari SDIT Al Islam, Kabupaten Kudus
Nomor Urut 5: Al Mujahidin dari Kudu Genuk, Kota Semarang
Nomor Urut 6: Assasudufuf dari kabupaten Jepara
Nomor Urut 7: Nurus Sa’adah dari Kabupaten Wonosobo
Nomor Urut 8: Djamiyyah Nurul Iman dari Jepang Mejobo, Kabupaten Kudus
Nomor Urut 9: Nasheedah al Jannah dari Kabupaten Wonosobo
Nomor Urut 10: Ainus Syafa’ah dari Pamotan, Kabupaten Rembang
Nomor Urut 11: El Lathief dari MA Allathifiyyah Kroggen, Brati, Kabupaten Grobogan
Nomor Urut 12: Rismanuha dari Ngejlok Pelem, Gabus, Kabupaten Grobogan
Nomor Urut 13: Al Muslichun Junior dari Gondosari Gebog, Kabupaten Kudus
Nomor Urut 14: Al Athos dari Cebolek Margoyoso, Kabupaten Pati
Nomor Urut 15: Zafir al Aghlan dari SMAN 1 Bawang, Kabupaten Banjarnegara
Nomor Urut 16: Al Huda dari Kabupaten Magelang
Nomor Urut 17: Annasheed Dhuror dari Kabupaten Wonosobo
Nomor Urut 18: An Nur dari Kemadu Sulang, Kabupaten Rembang
Nomor Urut 19: An Nahdloh dari Peganjaran Bae, Kabupaten Kudus
Nomor Urut 20: IKAMARU Kudus dari Guyangan Trangkil, Kabupaten Pati
Nomor Urut 21: Nurul Ilmi dari SMAN 3 Pekalongan


Nomor Urut 22: Al Chulafa’ dari Ngembalrejo Bae, Kabupaten Kudus
Nomor Urut 23: M-Qios (Monggo Qito Sholawat) dari Sukosono Kedung, Kabupaten Jepara
Nomor Urut 24: Qoribul Musthofa dari Kudu Genuk Kota Semarang
Nomor Urut 25: Nurudh Dholam dari Cingkrong Purwodadi, Kabupaten Grobogan
Nomor Urut 26: Al HIdayah dari Sulo Kabupaten Rembang
Nomor Urut 27: Himssas dari Sedan kabupaten Rembang
Nomor Urut 28: Syauqul Musthofa dari Pelang Mayong, Kabupaten Jepara
Nomor Urut 29: Srikandi Assyifa dari Sidodadi Timur, Kabupaten Semarang
Nomor Urut 30: Syauqul Fatih dari Kabupaten Kudus
Nomor Urut 31: Shollu Alan Naby dari Sekaran Gunung Pati, Kota Semarang
Nomor Urut 32: El Fairuz dari Gebog, Kabupaten Kudus

Acara Lomba berakhir sekitar pukul 20.30. Namun, hingga saat berita ini dijadwal-muatkan untuk berita Musholla RAPI Online, kami belum mengetahui dan menerima pengumuman pemenang lomba tersebut.



Reporter: Rian dan kawan-kawan
Sumber foto: Foto Rian dan panitia di Twitter
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Sholat Jenazah Bagi Jamaah Wanita

Dalam solat berjama'ah aturan pokoknya adalah ma'mum tidak sejajar / lebih maju dari imam, adapun aturan-aturan lain baik itu menempatkan anak-anak / perempuan di belakang dan seterusnya, itu berhubungan dengan keutamaan (Fathul Mu'in). Dan sah pelaksanaan sholat jenazah bagi makmum perempuan yang barisnya di depan barisan makmum laki-laki, tapi makruh hukumnya (I'anah).

Shalat janazah juga disyriatkan dikerjakan oleh kaum wanita hanya saja dalam pelaksanaannya tidak disunahkan mereka menshalatinya dengan berjamaah meskipun berjamaah bersama wanita-wanita lainnya.

وان اجتمع نساء لا رجل معهن صلين عليه فرادى فان النساء لا يسن لهن الجماعة في الصلاة علي الميت وإن صلين جماعة فلا بأس }....
وهل يسقط هذا الفرض بصلاة النساء مع وجود الرجال فيه وجهان (أصحهما) لا يسقط وبه قطع الفورانى والبغوى وآخرون (والثاني) يسقط وبه قطع المتولي والخنثى كالمرأة في هذا (وأما) إذا لم يحضره الا النساء فانه يجب عليهن الصلاة عليه بلا خلاف ويسقط الفرض بفعلهن حينئذ بلا خلاف ويصلين فرادى فان صلين جماعة فلا بأس هذه عبارة الشافعي والاصحاب وسواء كان الميت رجلا أو امرأة وحكى الرافعي عن حكاية أبي المكارم صاحب العدة وجها ضعيفا انه يستحب لهن الجماعة في جنازة المرأة وهو شاذ

Dan bila berkumpul kaum wanita tidak terdapati kaum pria maka shalatlah atas janazah tersebut dengan sendiri-sendiri karena kaum wanita tidak disunahkan berjamah dalam menjalankan shalat janazah namun bila mereka shalat dengan berjamaah juga tidak masalah.

Apakah fardhu kifayahnya shalat janazah menjadi gugur dengan shalatnya kaum wanita padahal kaum pria masih ada ?

Terdapat dua pendapat ulama, pendapat yang paling shahih menyatakan tidak gugur fardhu kifayahnya, pendapat inilah yang diputuskan oleh al-Fauraani, al-Baghawy dan ulama-ulama lainnya.

Pendapat yang kedua menyatakan gugurnya kewajiban secara kolektif shalat janazah oleh shalat kaum wanita, pendapat ini diputuskan ileh al-Mutawally, dalam permasalahan ini orang khuntsa (punya dua alat kelamin disamakan kaum wanita).

Sedang bila tidak ada yang hadir kecuali hanya kaum wanita maka wajib bagi mereka menshalati janazah dengan kesepakatan ulama, dan kefardhuan kifayah juga tergugurkan oleh shalat mereka, juga dengan kesepakatan ulama. Namun, shalatlah dengan sendiri-sendiri sedang bila mereka shalat dengan berjamaah juga tidak masalah. Demikianlah redaksi dari Imam Syafi’i dan para pengikutnya baik untu mensholati mayit laki-laki atau wanita.

Ar-Rafii menceritakan dari Abi al-Makaarim pemilik kitab al-‘Uddah sebuah pendapat dho’if bahwa mereka disunahkan shalat berjamaah dalam shalat janazahnya mayit wanita. Menurutnya, ini adalah pendapat Syadz / aneh/ ganjil [ Al-Majmuu’ ala Syarh al-Muhadzdzab V/211-213 ]. Wallahu A'lam Bis Showaab



www.fb.com/groups/piss.ktb/369884346367713/ oleh Ust. Nursalim, Ust. Ghufron, dan Ust. Masaji Antoro
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Kajian Akhwat Lengkapi Festival Maulid 6 UMK


Januari 2018, Forum Mahasiswa Muslim Universitas Muria Kudus (FORMI UMK) menggelar Festival Maulid tahun yang ke 6. Sebelum puncak acara pada hari selasa 16 Januari 2018, berbagai acara dihadirkan untuk memeriahkan Festival Maulid tersebut.

Hari Ahad 14 Januari 2018 tampak keramaian menyelimuti Kampus yang terletak di Area Jalan Lingkar Utara Kudus di Kawasan Gondang Manis itu. Para mahasiswi muslimah berbondong-bondong mengikuti acara bertajuk KIAT atau Kajian Akhwat yang mengambil judul “Eksistensi Muslimah Zaman Now dalam Dakwah Islam”.

Acara tersebut menghadirkan pemateri Bunda Arie Widiana R,S.Pd, AUD. Seorang praktisi pendidikan dan pegiat parenting serta Ibu Zeni Rofiqoh (Guru MAN 2 Kudus) yang seorang freshgraduate dari Bristol University, Inggris.


Acara yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB berlangsung dengan lancar. Dalam paparannya seperti yang kami kutip dari Fanspage Facebook FORMI UMK, Bunda Arie berpesan agar dalam menjalankan dakwah islam, seorang muslimah sifatnya mengingatkan dan bukan menggurui. Beliau mengingatkan agar dakwah tidak dilandasi dengan kesombongan karena merasa memiliki ilmu. “Ingat, kesombongan adalah sifat syetan”, pesan Beliau.

Sementara itu, Ibu Zeni Rofiqoh memaparkan bahwa dalam berdakwah, seorang muslimah harus open minded, tidak tertutup. Namun, seorang muslimah juga tetap harus selektif.

Acara yang berlangsung di Lantai 4 Gedung Rektorat UMK tersebut berlangsung hingga siang hari dan diperuntukkan untuk umum dengan kontribusi senilai Rp 20.000,00 bagi setiap peserta.



Sumber Berita dan Foto: FORMI UMK
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Hot Threads

Untaian Doa




Doa Untuk Palestina

لا حول و لا قوة إلا بالله
اللهم انصر اخواننا في فلسطين على اليهود الغاصبين
اللهم انصر اخواننا في فلسطين على اليهود الغاصبين
اللهم انصر اخواننا في فلسطين على اليهود الغاصبين

Pengunjung ke-

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger