Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

Doa- Doa di Bulan Ramadhan


Doa-doa yang dianjurkan oleh Rasulullah di bulan Ramadhan adalah


أشهد أن لا اله الا الله استغفرالله نسألك الجنة ونعوذ بك من النار


“Asyhadu allaa ilaaha illallah, astaghfirullah, nas alukal jannata wa na’udzu bika minannaar” (3 kali)


اللهم إنك عفوّ تحب العفو فاعفو عنا


“Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa, fa’fu ‘annaa” (3 kali)


Perbanyaklah doa ini, terlebih-lebih sebelum berbuka puasa dan sebelum subuh.


Ramadhan adalah bulan Al-Quran. Ulama menganjurkan untuk banyak mengkhatamkan Al-Quran di bulan ini sekurang-kurangnya satu kali. Diriwayatkan bahwa Imam Syafi’i mengkhatamkan Al-Quran di bulan Ramadhan sebanyak 60 kali.


Malam pertama di bulan Ramadhan dianjurkan untuk sholat empat rekaat dan membaca surat Al-Fath di dalam empat rekaat tersebut, satu muqra’ setiap rekaatnya (Sekalipun sudah lewat, akan tetapi kita masih bisa berniat untuk tahun yang akan datang).


Sayyidatuna ‘Aisyah bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, apabila aku mengetahui letaknya malam Lailatul Qadr, maka doa apakah yang hendak aku baca?.” Dijawab oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Bacalah, wahai ‘Aisyah,


أللّهمّ إنَّك عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفوَ فاعْفُ عَنّي


‘Allahumma innaka ‘afuwwun, tuhibbul ‘afwa, fa’fu ‘annaa’ “

(”Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkanlah aku”).


Disunnahkan sekali untuk menggiatkan ibadah di bulan Ramadhan lebih dari bulan-bulan lainnya. Dan terlebih lebih pada sepuluh hari terakhir.


Jangan tinggalkan sholat Tarawih sebanyak 20 rekaat setiap malamnya. Di dalam Hadist disebutkan,


“Barang siapa bangun di bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharap ganjaran dari Allah Ta’ala, maka niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lampau.”


Bangun di bulan Ramadhan artinya adalah sholat Tarawih. Wallahu a’lam bis showaab…



Habib Jindan Bin Naufal Bin Jindan
comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Ada Apa Di Balik Malam Nisfu Syaban?

Dari Aisyah dia bercerita, "Pada suatu malam aku pernah kehilangan Rasulullah , lalu aku keluar rumah dan ternyata beliau berada di Baqi’ sedang mengadahkan kepada ke langit, lalu beliau berkata kepadaku, “Apakah kamu khawatir jika Allah akan menganiayamu sedang Rasul-Nya ada dihadapanmu ?” aku menjawab, “Wahai Rasulullah, aku kira engkau mengunjungi istrimu yang lain.” Maka Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam pertengahan bulan Sya’ban, lalu memberi ampunan kepada orang yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah bulu biri-biri.”

Dari Ikrimah, budak Ibn ‘Abbas, mengenai firman Allah , pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, Ibn ‘Abbas berkata, “Yaitu malam pertengahan Sya’ban. Pada saat itu Allah mengurus segala urusan untuk waktu satu tahun, menandai nama-nama yang akan mati dan menulis nama-nama yang akan berangkat ibadah haji ke Baitullah. Dia tidak menambahkan kepada seorang pun dari mereka dan tidak pula menguranginya.”

Abu Nashr memberitahuku, dari Malik bin Anas, dari Hisyam bin Urwah, dari Aisyah , dia bercerita, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Allah mengalirkan kebaikan pada empat malam, yaitu malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertengahan (nisfu) Sya’ban, pada malam itu Allah menandai ajal dan rezeki serta menetapkan orang yang akan berangkat haji dan malam Arafah sampai waktu azan.”

Sa’id menceritakan, Ibrahim bin Abi Najih berkata, “Ada lima dan yang kelima adalah malam Jum’at.”

Abu Hurairah dari Nabi beliau bersabda, “Jibril pernah mendatangiku pada malam pertengahan (nisfu) Sya’ban dan dia berkata kepadaku, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu ke langit.” Kemudian aku bertanya, “malam apakah ini ?” Jibril menjawab, “Pada malam ini Allah membuka tiga ratus pintu rahmat, Dia memberi ampunan kepada siapa saja yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, kecuali tukang sihir, dukun, pecandu khamar atu orang yang selalu mengulang-ulang berbuat riba dan zina. Mereka tidak diberi ampunan oleh-Nya hingga mereka bertobat.”

Setelah seperempat malam, Jibril turun dan berkata, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu.”

Maka beliau mengangkat kepalanya dan ternyata pintu-pintu syurga sudah terbuka dan diatas pintu pertama ada malaikat berseru, “Beruntunglah orang-orang yang berdzikir pada malam ini.” 

Pada pintu kedua ada malaikat yang berseru, “Beruntunglah orang-orang yang bersujud pada malam ini.” 

Pada pintu ketiga ada malaikat yang berseru, “Beruntunglah orang-orang yang berdoa pada malam ini.” 

Sedangkan pada pintu keempat ada malaikat yang berseru, “Beruntunglah orang-orang yang manangis karena takut kepada Allah pada malam ini.” 

Dan pada pintu keenam ada malaikat berseru, “Beruntunglah kaum Muslim pada malam ini.” 

Pada pintu ketujuh ada malaikat berseru, “Adakah orang yang meminta, pasti akan diberi.” Dan pada pintu kedelapan ada malaikat berseru, “Siapapun yang bertobat, niscaya dia akan diberi ampunan.”

Lalu aku bertanya, “Wahai Jibril , sampai kapan pintu-pintu ini akan terbuka ?” 

Jibri menjawab, “Sampai terbit fajar dari sejak permulaan malam.” Kemudian Jibri berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya pada malam ini Allah akan membebaskan manusia dari neraka sebayak bulu biri-biri.”

Ada yang berpendapat bahwa malam itu disebut malam bara’ah (pembebasan), karena pada malam itu ada dua pembebasan. Pertama, pembebasan orang-orang yang sengsara dari Allah , Tuhan Yang Maha Penyayang; kedua, pembebasan para wali dari orang-orang yang hina dina.

Telah diriwayatkan dari Rasulullah , beliau bersabda, “Pada malam nishfu Sya’ban, Allah melongok sekali longokan. Lalu Dia mengampuni orang-orang yang beriman, mengabaikan orang-orang kafir dan membiarkan orang-orang yang dengki dengan kedengkian mereka, sampai mereka meninggalkan kedengkiannya.”


Ada yang mengatakan bahwa para malaikat mempunyai dua malam raya di langit, sebagaimana kaum Muslim mempunyai hari raya di bumi. Malam raya para malaikat adalam malam bara’ah dan malam Lailatul Qadar. Sedangkan hari raya orang-orang yang beriman adalah hari Idul Fitri dan Idul Adha. Hari raya para malaikat berlangsung pada malam hari karena mereka tidak tidur, sedangkan hari raya orang-orang Mukmin berlangsung pada siang hari karena mereka tidur di malam hari.


Ada yang mengatakan, hikmah ditampakannya malam bara’ah dan malam Lailatul Qadar disembunyikan adalah karena malam Lailatul Qadar merupakan malam penuh rahmat, pengampunan dan pembebasan dari api neraka. Malam itu disembunyikan Allah agar mereka tidak membicarakannya. 

Dan Allah memperlihatkan malam bara’ah, karena malam itu merupakan malam pemberian keputusan. Malam itu merupakan malam kemurkaan dan keridhaan, malam pengabulan dan penolakan, malam kebahagiaan dan kesengsaraan, malam kemuliaan dan kehinaan. Pada malam itu ada orang yang bahagia dan ada pula yang sengsara, ada yang dimuliakan ada pula yang dihinakan. Berapa banyak kain kafan yang dicuci sedang pemakainya masih terus sibuk di pasar. Berapa banyak kuburan yang sudah digali sedang pemiliknya masih terus tertawa padahal mereka sudah dekat dengan kebinasaan. Berapa banyak orang yang berharap syurga tetapi yang tampak padanya adalah petunjuk ke nereka. Berapa banyak orang yang mengharapkan pemberian tetapi memperoleh musibah. Dan berapa banyak orang yang mengharapkan kekuasaan, tetapi justru dia mendapatkan kebinasaan.





Dari sebagian kitab Durratun Nasihin hasil karya dari Syeikh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyyi
comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Hikayat Bulan Rajab


Suatu ketika Nabi Isa AS berjalan di sebuah gunung yang memancarkan cahaya, maka nabi Isa kemudian berkata, " Ya robb, izinkanlah pada gunung ini untuk berbicara dengan ku"

Gunung tersebut berkata, "Ya Ruhalloh...apa yang engkau kehendaki dariku ?"

Nabi Isa berkata, "Katakan padaku,ada kabar apa dalam dirimu?"

Gunung menjawab, " Di dalam ku (sebuah goa) ada seorang lelaki"

Nabi Isa bermunajat,  " Ya robb...aku mohon keluarkan dia (laki-laki itu).

Maka terbelahlah gunung itu dan nampak seorang lelaki yang telah sepuh yang sangat bagus rupanya.

Maka berkata Syeikh, "Wahai Isa... aku adalah seorang dari umat Nabi Musa AS, aku memohon kepada Allah untuk memanjangkan umurku sehingga datang zaman Nabi Muhammad SAW, agar aku termasuk umatnya Nabi Muhammad, aku telah beribadah kepada Allah dalam gunung ini selama enam ratus tahun.

Nabi isa bertanya, " Ya robb... Apakah ada dimuka bumi yang lebih mulia disisiMu dari syeikh ini ?"

Allah berfirman, " Wahai Isa... barang siapa diantara umat nabi Muhammad berpuasa sehari di bulan Rajab,maka ia lebih mulia  di sisiKu dari syeikh ini."


الثالثة عشرة مر عيسى عليه السلام على جبل يتلألأ نورا فقال يا رب انطق لي هذا الجبل فقال يا روح الله ما الذي تريد قال أخبرني بخبرك قال في جوفي رجل قال عيسى يا رب أخرجه فانفلق الجبل عن شيخ حسن الوجه وقال عيسى أنا من قوم موسى سألت الله الحياة إلى زمن محمد ( صلى الله عليه وسلم ) لأكون من أمته ولي ستمائة عام أعبد الله تعالى في هذا الجبل فقال عيسى يا رب هل على وجه الأرض أكرم عليك من هذا فقال يا عيسى من صام من أمة محمد يوما من رجب فهو أكرم علي من هذا . .




 نزهة المجالس ومنتخب النفائس - الصفحة 72 Dikutip oleh Ust. Rizalullah PISS KTB
comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Download File Audio

Sholat

Adab

Keluarga dan Pernikahan

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger