Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

Empat Prinsip Ahlussunnah wal Jamaah

Ada 4 (empat) ciri utama ajaran Ahlussunnah wal Jamaah atau kita sebut dengan Aswaja yang selalu diajarkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya:

Pertama, At-Tawassuth

At-tawassuth atau sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan. Ini disarikan dari firman Allah SWT:

ﻭَﻛَﺬَﻟِﻚَ ﺟَﻌَﻠْﻨَﺎﻛُﻢْ ﺃُﻣَّﺔً ﻭَﺳَﻄﺎً ﻟِّﺘَﻜُﻮﻧُﻮﺍْ ﺷُﻬَﺪَﺍﺀ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻭَﻳَﻜُﻮﻥَ ﺍﻟﺮَّﺳُﻮﻝُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺷَﻬِﻴﺪﺍً

Dan demikianlah kami jadikan kamu sekalian (umat Islam) umat pertengahan (adil dan pilihan) agar kamu menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) manusia umumnya dan supaya Allah SWT menjadi saksi (ukuran penilaian) atas (sikap dan perbuatan) kamu sekalian. (QS al-Baqarah: 143).

Kedua, At-Tawazun

At-tawazun atau seimbang dalam segala hal, terrnasuk dalam penggunaan dalil 'aqli (dalil yang bersumber dari akal pikiran rasional) dan dalil naqli (bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits). Firman Allah SWT:

ﻟَﻘَﺪْ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَﺎ ﺭُﺳُﻠَﻨَﺎ ﺑِﺎﻟْﺒَﻴِّﻨَﺎﺕِ ﻭَﺃَﻧﺰَﻟْﻨَﺎ ﻣَﻌَﻬُﻢُ ﺍﻟْﻜِﺘَﺎﺏَ ﻭَﺍﻟْﻤِﻴﺰَﺍﻥَ ﻟِﻴَﻘُﻮﻡَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺑِﺎﻟْﻘِﺴْﻂِ 

Sunguh kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti kebenaran yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka al-kitab dan neraca (penimbang keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. (QS al-Hadid: 25)

Ketiga, Al-I'tidal

al-i'tidal atau tegak lurus. Dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman:

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍْ ﻛُﻮﻧُﻮﺍْ ﻗَﻮَّﺍﻣِﻴﻦَ ﻟِﻠّﻪِ ﺷُﻬَﺪَﺍﺀ ﺑِﺎﻟْﻘِﺴْﻂِ ﻭَﻻَ ﻳَﺠْﺮِﻣَﻨَّﻜُﻢْ ﺷَﻨَﺂﻥُ ﻗَﻮْﻡٍ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻻَّ ﺗَﻌْﺪِﻟُﻮﺍْ ﺍﻋْﺪِﻟُﻮﺍْ ﻫُﻮَ ﺃَﻗْﺮَﺏُ ﻟِﻠﺘَّﻘْﻮَﻯ ﻭَﺍﺗَّﻘُﻮﺍْ ﺍﻟﻠّﻪَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠّﻪَ ﺧَﺒِﻴﺮٌ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ

Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kamu sekalian menjadi orang-orang yang tegak membela (kebenaran) karena Allah menjadi saksi (pengukur kebenaran) yang adil. Dan janganlah kebencian kamu pada suatu kaum menjadikan kamu berlaku tidak adil. Berbuat adillah karena keadilan itu lebih mendekatkan pada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, karena sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS al-Maidah: 8).

Keempat, Tasamuh

Tasamuh atau toleransi. Yakni menghargai perbedaan serta menghormati orang yang memiliki prinsip hidup yang tidak sama. Namun bukan berarti mengakui atau membenarkan keyakinan yang berbeda tersebut dalam meneguhkan apa yang diyakini. Firman Allah SWT:

ﻓَﻘُﻮﻟَﺎ ﻟَﻪُ ﻗَﻮْﻻً ﻟَّﻴِّﻨﺎً ﻟَّﻌَﻠَّﻪُ ﻳَﺘَﺬَﻛَّﺮُ ﺃَﻭْ ﻳَﺨْﺸَﻰ 

Maka berbicaralah kamu berdua (Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS) kepadanya (Fir'aun) dengan kata-kata yang lemah lembut dan mudah-mudahan ia ingat dan takut. (QS. Thaha: 44).

Ayat ini berbicara tentang perintah Allah SWT kepada Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS agar berkata dan bersikap baik kepada Fir'aun. Al-Hafizh Ibnu Katsir (701-774 H/1302-1373 M) ketika menjabarkan ayat ini mengatakan, "Sesungguhnya dakwah Nabi Musa AS dan Nabi Harun AS kepada Fir'aun adalah menggunakan perkataan yang penuh belas kasih, lembut, mudah dan ramah. Hal itu dilakukan supaya lebih menyentuh hati, lebih dapat diterima dan lebih berfaedah" (Tafsir al-Qur'anil 'Azhim, juz III hal 206).



KH Muhyidin Abdusshomad, Pengasuh Pesantren Nurul Islam
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Az Zahir Pekalongan Dijadwalkan Hadiri UMK Bersholawat 2021


Kabar gembira bagi pecinta majelis sholawat di Kudus, Az Zahir Pekalongan dikabarkan akan mengisi acara puncak UMK Bersholawat yang akan digelar pada Rabu 17 November 2021 mulai pukul 8 pagi. Acara UMK Bersholawat sendiri merupakan rangkaian puncak dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan kampus UMK.

Acara puncak UMK Bersholawat Bersama Grup Rebana pimpinan Habib Ali Zainal Abidin akan dilangsungkan secara virtual mengingat pandemi Covid 19 masih berlangsung. Menurut penuturan salah satu panitia, Fida, untuk acara di Kudus terutama di lingkungan kampus belum bisa dilakukan secara umum dan offline.

Acara yang digelar secara virtual tersebut dapat disaksikan secara langsung melalui kanal Youtube :
Universitas Muria Kudus Official, 
Masjid Darul Ilmi UMK, dan 
Formi UMK. 

Acara tersebut juga akan menghadirkan Habib Luthfi bin Yahya dan Habib Umar Muthohar yang akan menyamppaikan mauidhoh hasanah.
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Santri Itu Pahlawan (2)

Dulu ada Tokoh Pendidikan Nasional yang bernama Douwes Dekker. Siapa itu Douwes Dekker? Dia adalah Danudirja Stiabudi. Mereka yang belajar sejarah pasti tahu Douwes Dekker itu orang Belanda yanag sengaja dikirim ke- Indonesia untuk merusak bangsa kita.

Namun ketika Douwes Dekker berhubungan dengan para Kiai dan Santri, mindset-nya berubah, yang semula ingin merusak kita justeru bergabung dengan pergerakan bangsa kita. Bahkan kadang-kadang Douwes Dekker, semangat kebangsaannya melebihi bangsa kita sendiri. Douwes Dekker pernah berkata dalam bukunya: “Kalau tidak ada Kiai dan Pondok Pesantren, maka patriotisme bangsa Indonesia sudah hancur berantakan”.

Siapa yang berbicara? Douwes Dekker, orang yang belum pernah nyantri di Pondok Pesantren. Seumpanya yang berbicara saya, pasti ada yang berkomentar: "Hanya biar pondok pesantren laku." Tapi kalau yang berbicara orang luar, ini temuan apa adanya, tidak dibuat-buat. Maka, kembalilah ke pesantren.

Ki Hajar Dewantara (Suwardi Suryaningrat) itu juga santri. Tidak hanya Diponegoro anak bangsa yang dididik para Ulama menjadi Tokoh Bangsa. Diantaranya, di Jogjakarta ada seorang Kiai bernama Romo Kiai Sulaiman Zainudin di Kalasan Prambanan, belaiu punya santri banyak, salah satunya bernama Suwardi Suryaningrat.

Suwardi Suryaningrat ini kemudian oleh pemerintah diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional yang terkenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Jadi, Ki Hajar Dewantara itu santri, ngaji, murid seorang Kiai. Sayangnya, sejarah Ki Hajar mengaji Al-Quran tidak pernah diterangkan di sekolah-sekolah, yang diterangkan hanya Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Itu sudah baik, namun belum komplit. Belum utuh.

Maka nantinya, untuk rekan-rekan guru, mohon diterangkan bahwa Ki Hajar Dewantara selain punya ajaran Tut Wuri Handayani, juga punya ajaran Al-Quranu Al-Karim.


Ust. Ulinnuha Asnawi
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Ansor Kudus Menggugat, Tegakkan Perda Karaoke


Menyusul maraknya beberapa tempat karaoke di Kabupaten Kudus yang masih bebas terbuka, Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Kudus meminta Pemkab Kudus tegas dalam penerapan Peraturan Daerah (Perda) nomor 10 tahun 2015 tentang usaha hiburan, diskotik, kelab malam, pub, dan penataan hiburan karaoke. Hal tersebut sangat disayangkan oleh GP Ansor Kudus yang selalu mengawal ditegakkannya peraturan tersebut dari awal diterbitkannya. 

Ketua GP Ansor Kudus, Dasa Susila mengajukan rekomendasi penegakan Perda tersebut diantaranya menutup permanen tempat-tempat karaoke di Kudus. GP Ansor Kudus juga mempertanyakan ketegasan penegakan Perda nomor 10 tahun 2015 oleh Pemda Kudus. 

"Jika kafe, warung, atau acara-acara di masa pandemi dapat dibubarkan, kenapa tempat karaoke yang banyak mudharatnya tidak bisa?". Begitulah salah satu narasi yang muncul di media-media sosial milik PAC-PAC GP Ansor di wilayah Kudus. 

GP Ansor Kudus pun langsung melakukan tindakan nyata. Dengan ijin dan dikawal Polres Kudus, GP Ansor Kudus mengadakan kegiatan savety riding untuk memastikan tempat-tempat karaoke di Kudus telah ditutup. Hal tersebut dikoordinasikan dengan PAC Ansor di setiap wilayah kecamatan di Kudus.



Sumber berita dan poster: GP Ansor Kudus
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Santri Itu Pahlawan (1)

Seiring perkembangan zaman, di Nusantara ini orang-orang mulai lupa atau memang tidak pernah mendengar kala sebenarnya Pangeran Diponegoro adalah seorang santri yang ampuh. Zaman dahulu di tanah Jawa ini yang paling ditakuti oleh Pemerintahan Penjajah Belanda adalah Santri dan Thariqah.

Pernah ada Santri dan juga pengikut Thariqah, nama-nya Abdul Hamid. Ia lahir di Ds. Tegalrejo, Kec .Tegalrejo, Yogyakarta. Mondok pertama kali di Tegalsari, Jetis, Ponorogo. Pondoknya bernama Pondok Gebang Tinatar. Waktu itu diasuh oleh Kiai Hasan Besari, yang juga guru dari Ronggowarsito. Maka jangan heran kalau ketika perang melawan rezim penjajah Belanda, Ronggowarsito ikut andil besar dalam dalam perang Diponegoro (1825 M – 1830 M). Abdul Hamid juga ngaji kitab kuning kepada Kiai Taftafani, Kertosuro. Ngaji kitab Tafsir Jalalain kepada Kiai Baidlawi Bagelelan yang dimakamkan di Gadekan Bantul, Yogyakarta. Terakhir Abdul Hamid kepada Kiai Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang.

Didaerah Eks Karisedenan Kedu, yaitu daerah Temanggung, Magelang, Wonosobo, Purworejo, dan Kebumen nama Kiai Nur Muhammad itu yang masyhur ada dua. Pertama Kiai Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang dan satunya lagi Kiai Nur Muhammad Alang-alang Ombo, yang banyak menurunkan Kiai di daerah Purworejo.

Abdul Hamid sangat pemberani dalam berperang melawan penjajah Belanda, kurang lebih selama 5 tahun (1825 M – 1830 M). Abdul Hamid wafat dikebumikan di Makasar, dekat Pantai Losari. Abdul Hamid adalah putra dari Hamengkubuwono ke- III, dari istri Pacitan Jawa Timur. Abdul Hamid patung-nya memakai jubah, dipasang di alun-alun kota Magelang. Dan sampai sekarang nama-nya menjadi Kodam Jawa Tengah yang terkenal, yaitu Pangeran Diponegoro.

Belanda resah menghadapi perang Diponegoro dalam kurun waktu 5 tahun, uang kas Hidia Belanda habis, bahkan mereka punya banyak hutang luar negri untuk membiyayai kebutuhan perang Diponegoro. Nama asli-nya Abdul Hamid, dan orang-orang menyebutnya Pangeran Diponegoro, adapun nama lengkap-nya adalah Kiai Haji Bendoro Raden Mas Abdul Hamid Ontowiryo Mustahar Herucokro Senopati Ing Alongko Sayyidin Pranotogomo Amirul Mukminin Khalifatullah Tanah Jawi Pangeran Diponegoro Pahlawan Goa Selarong.

Jika anda pergi ke- Magelang dan melihat kamar Diponegoro, di Eks Karesidenan Kedu istilah sekarang di Bakorwil, ada tiga peninggalan Diponegoro. Al-Qur’an, Tasbih, dan kitab Taqrib (Syarh Fathul Qarib). Kenapa Al-Qur’an? Diponegoro adalah seorang Muslim. Kenapa tasbih? Diponegoro adalah seseorang yang Ahli dzikir, dan bahkan penganut Thariqah.

Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan mengatakan bahwa Diponegoro seorang mursyid Thariqah Qadiriyyah. Selanjutnya yang ketiga, Taqrib matan Abu Syuja’, yaitu kitab kuning yang dipakai di pesantren bermadzhab Syafi'i. Jadi Pangeran Diponegoro itu bermadzhab Syafi’iyah. Maka, karena bermadhazhab Syafi’iyah, Diponegoro shalat Tarawih 20 rakaat, shalat Shubuh memakai doa Qunut, Jum’atan adzan dua kali, termasuk shalat Ied-nya di Masjid, bukan di lapangan.

Saya sangat menghormati dan menghargai orang yang berbeda madzhab dan pendapat. Akan tetapi, tolong, sejarah sampaikan apa adanya. Jangan ditutup-tutupi bahwa Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafi’iyah. Tiga tinggalan Pangeran Diponegoro ini tercermin dalam pondok pesantren.



Ust. Ulinnuha Asnawi
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Desa Tergo Dapat Bantuan IPAH dari PC LPBINU Kudus


Desa Tergo terletak di kaki Gunung Muria Kecamatan Dawe. Desa yang berada di kaki gunung Muria secara lokasi dianggap bisa menyangga kebutuhan air. Namun ironisnya, setiap musim kemarau datang, beberapa titik di Desa Tergo mendadak kesulitan air dan mengalami kekeringan.

Hal inilah yang membuat Pengurus Cabang Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (PC LPBINU) Kabupaten Kudus merancang IPAH saat dimulainya musim hujan di Kabupaten Kudus dan sekitarnya. LPBINU Kudus menggandeng Kemenaker Kabupaten Kudus untuk perancangan IPAH di Desa Tergo.

IPAH sendiri adalah Instalasi Panen Air Hujan yang dapat menyimpan air hujan. Air tersebut akan disimpan di dalam tangka khusus yang dapat dipergunakan saat kemarau datang. PC LPBINU Kudus telah melakukan peresmian dan serahterima IPAH tersebut ke Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Tergo dan mendorong agar setiap rumah nantinya memiliki IPAH. Demikian menurut Ketua PC LPBINU Kudus Dwi Syaifullah dari beberapa kabar yang beredar.

Menurut Dwi Syaifullah, Bantuan IPAH tersebut akan difokuskan untuk tiga wilayah yaitu RT. 1 RW. 1, RT. 7 RW. 2, dan RT. 2 RW. 3 yang diprediksi dapat menampung air hujan hingga 15.000 liter. Serah terima pun telah dilakukan tanggal 5 November 2011 di Ranting NU Desa Tergo untuk selanjutnya disalurkan ke tempat-tempat yang membutuhkan.

Dwi Syaifullah sendiri mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kemenaker yang telah membantu dalam pencanangan IPAH, serta berharap IPAH yang telah ada tersebut dapat mengatasi bencana kekeringan di musim kemarau mendatang.



Sumber berita: PC LPBINU Kudus
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Wasiat Imam Abu Hanifah Ke Para Pemuda

Berikut ini wasiat-wasiat al-Imam Abu Hanifah an-Nu’man Kepada Para Pemuda :

 ﻭﻻ ﺗﺘﻮﺯﻭﺝ ﺇﻻ ﺑﻌﺪ ﺃﻥ ﺗﻌﻠﻢ ﺃﻧﻚ ﺗﻘﺪﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﺠﻤﻴﻊ ﺣﻮﺍﺋﺠﻬﺎ . 

Janganlah engkau (terburu-buru) menikah kecuali setelah engkau tahu bahawasanya engkau sudah mampu untuk bertanggungjawab memenuhi seluruh keperluan-keperluan istrimu.

 ﻭﺍﻃﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﺃﻭﻻ ﺛﻢ ﺍﺟﻤﻊ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﻼﻝ ﺛﻢ ﺗﺰﻭﺝ . 

Carilah ilmu terlebih dahulu, kemudian (setelah punya ilmu) kumpulkanlah harta benda dari jalan yang halal lalu menikahlah.

 ﻓﺈﻧﻚ ﺇﻥ ﻃﻠﺒﺖ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻓﻲ ﻭﻗﺖ ﺍﻟﺘﻌﻠﻢ ﻋﺠﺰﺕ ﻋﻦ ﻃﻠﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺩﻋﺎﻙ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﺇﻟﻰ ﺷﺮﺍﺀ ﺍﻟﺠﻮﺍﺭﻱ ﻭﺍﻟﻐﻠﻤﺎﻥ ﻭﺗﺸﺘﻐﻞ ﺑﺎﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻗﺒﻞ ﺗﺤﺼﻴﻞ ﺍﻟﻌﻠﻢ . 

Jika engkau mencari harta benda di tengah-tengah waktumu mencari ilmu, maka engkau akan lemah di dalam mendapatkan ilmu, karena harta benda selalu mengajakmu untuk terus berniaga dengan orang-orang sekitarmu, dan engkau akan tersibukkan dengan urusan dunia juga wanita sebelum engkau benar-benar mendapatkan ilmu.

 ﻓﻴﻀﻴﻊ ﻭﻗﺘﻚ ﻭﻳﺠﺘﻤﻊ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻭﻳﻜﺜﺮ ﻋﻴﺎﻟﻚ ﻓﺘﺤﺘﺎﺝ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻘﻴﺎﻡ ﺑﻤﺼﺎﻟﺤﻬﻢ ﻭﺗﺘﺮﻙ ﺍﻟﻌﻠﻢ . 

(jika itu yang terjadi) maka waktumu akan tersia-siakan, dan engkau akan mempunyai banyak anak, keluargamu akan menjadi semakin banyak juga. Oleh karena itu, maka engkau akan sangat berhajat untuk memenuhi keperluan-keperluan mereka dan engkau lalu meninggalkan ilmu.

 ﻭﺍﺷﺘﻐﻞ ﺑﺎﻟﻌﻠﻢ ﻓﻲ ﻋﻨﻔﻮﺍﻥ ﺷﺒﺎﺑﻚ ﻭﻭﻗﺖ ﻓﺮﺍﻍ ﻗﻠﺒﻚ ﻭﺧﺎﻃﺮﻙ ﺛﻢ ﺍﺷﺘﻐﻞ ﺑﺎﻟﻤﺎﻝ ﻟﻴﺠﺘﻤﻊ ﻋﻨﺪﻙ، 

Sibukkanlah waktumu dalam mencari ilmu pada masa-masa, pada waktu hatimu masih senggang dari banyak fikiran, kemudian setelah itu (setelah ilmu berhasil diraih), sibukkanlah dirimu untuk mengumpulkan harta benda,

 ﻓﺈﻥ ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻭﺍﻟﻌﻴﺎﻝ ﻳﺸﻮﺵ ﺍﻟﺒﺎﻝ , 

Karena sesungguhnya banyaknya anak dan keluarga akan mengganggu fikiran.

 ﻓﺈﺫﺍ ﺟﻤﻌﺖ ﺍﻟﻤﺎﻝ ﻓﺘﺰﻭﺝ . 

dan ketika harta sudah kau raih, maka menikahlah. 


Dinukil dari kitab al-Asybah wa an-Nadzoir li Ibni Najm

komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Download File Audio

Populer Sepekan

Pojok Doa

Doa Ramadhan

الشهد ان لا اله الّا الله أستغفر الله أسألك الجنّة وأعوذ بك من النّار
 
Ashadu alla ilaaha illallaah, Astaghfirullah, As a luka Ridhoka Wal Jannah, Wa a'udzubika Minannar (Min sakhotika Wannar)

Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah, Saya memohon ampun kepada Allah, saya meminta surga dan berlindung kepada Allah dari siksa neraka

اللهمّ إنّك عفوّ تحبّ العفو فاعف عنّى

Allahumma Innaka Afuwwun (Karim), Tuhibbul 'Afwa Fa'fu Anni (Ya Kariim) 3x

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, maka berikanlah Maaf kepada saya
 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger