Adv 1
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

Kokam dan Banser Kudus Kompak di Milad Muhammadiyyah ke 106

Foto: Diskominfo Kudus
Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus secara resmi ikut memperingati hari lahir salah satu ormas islam terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyyah. Tak terasa, salah satu organisasi gerakan Islam di Indonesia tersebut berusia satu abad lebih. Pada tahun ini, umur Muhammadiyah telah mencapai 106 tahun. Acara Milad Muhammadiyah ke 106 telah diselenggarakan oleh Pengurus Daerah Muhammadiyah di pendopo kabupaten Kudus, pada sabtu malam ahad 1 Desember 2018 dengan tajuk "Pengajian dan Resepsi Milad Muhammadiyyah ke 106".

Dalam acara tersebut, terlihat Kokam dari Pemuda Muhammadiyyah dan Banser dari GP Ansor NU ikut terlibat dalam pengamanan acara. Salah satu anggota Banser yang juga Remaja Musholla RAPI, Agus Zuhdi, mengaku senang dengan tugas yang diembannya malam itu. “Ini kedua kali kita bertugas bersama Kokam Muhammadiyyah, yang pertama yaitu saat santunan Yatim dan Dhuafa Ramadhan tahun lalu”.

Agus Zuhdi merasa kegiatan bareng seperti dalam acara Milad Muhammadiyyah kali ini dan kegiatan yang telah berlalu sangat penting dilakukan untuk silaturrahim organisasi sayap pemuda di kedua ormas islam terbesar di Indonesia itu.

Dalam acara tersebut, terlihat juga anggota Kokam dan Banser yang turut mendampingi pembicara di depan podium, termasuk saat BUpati Kudus H.M. Tamzil memberikan sambutan. Kokam di sisi kanan dan Banser di sisi kiri. Hal yang menampakkan kerukunan dan kebersamaan di Kota Santri Kudus.

Dalam sambutannya, Bupati Kudus H.M. Tamzil memberikan selamat kepada Muhammadiyah, "Saya ucapkan selamat kepada Muhammadiyah, tak terasa sudah 106 tahun. Kita bisa melihat eksistensi Muhammadiyah dalam rangka membangun bangsa. Tak hanya itu, Muhammadiyah juga turut menjadi agen perubahan menuju manusia yang sejati," kata beliau seperti yang kami kutip dari Dinas Kominfo Kabupaten Kudus.

Foto: Agus Zuhdi
Pada kesempatan itu pula, Tamzil juga mengajak warga dan simptisan PD Muhammadiyah Kudus untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan Kudus, "Kami mengajak masyarakat dan simpatisan Muhammadiyah untuk selalu aktif dalam rangka pembangunan di Kudus," ujarnya.

Ketua PD Muhammadiyah Kudus, Dr. H. Achmad Hilal Madjdi, M.Pd merasa senang dengan diadakannya kegiatan Milad Muahmmadiyyah ke 106 di Pendopo Kabupaten Kudus dan berharap bisa memberi energi positif untuk pak bupati dan pak wakil bupati. Dalam kesempatan itu, beliau juga mengungkapkan pentingnya mengembangkan literasi di Kudus, "Literasi itu penting untuk menghadapi hoax dan informasi yang tidak tepat," imbuhnya.

Sementara itu, usai acara Kokam Muhammadiyyah dan Banser NU yang ikut berjaga dalam acara tersebut terlihat berfoto bersama. Dengan mengepalkan tangan, kedua ormas sayap pemuda Muhammadiyyah dan NU tersebut ingin menunjukkan bahwa mereka tetap kompak dan solid.
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Memuliakan Orang Yang Dimuliakan Allah SWT

Kultus adalah menuhankan, tentunya itu adalah untuk Isa as yang dituhankan oleh Nasrani, dan Uzair yang dituhankan Yahudi, atau yang disembah sebagai tuhan selain Allah. Namun ada sebagian orang dari golongan kaum muslim sendiri yang justru menjatuhkan istilah-istilah itu pada kaum muslimin karena memuliakan Rasul SAW. Hal itu tentunya bukan pada tempatnya.

Sifat penentangan, penuduhan, dan kebencian atas orang-orang yang memuliakan ulama, adalah sifat warisan Iblis. Sebagaimana Iblis dahulu adalah ahlussujud yang taat kepada Allah SWT. Beribu tahun ia tak menyekutukan Allah SWT, tetapi Iblis tak mau memuliakan orang yang dimuliakan Allah. Padahal jika Iblis disuruh sujud pada Allah maka ia pasti taat pada Allah SWT, namun Iblis tak mau memuliakan orang yang mulia.Ia tak mau sujud pada makhluk yang sangat dimuliakan Allah SWT yaitu Nabi Adam AS. Ia tak merasa sama dengan Adam AS bahkan lebih mulia, ia tak mau memandang bahwa Adam AS ini walau dicipta dari tanah namun ia dimuliakan Allah SWT,

Dan Nabi Adam AS dimuliakan Allah dengan ilmu yang melebihi Iblis dan para malaikat, sebagaimana firmanNya di dalam Alqur’an , Dan Allah mengajari Adam akan nama nama (nama nama ciptaan Nya SWT) kesemuanya, lalu Allah menunjukkan itu semua kepada para malaikat dan berkata : Kabarkan pada Ku nama nama ini semua?, mereka (malaikat) menjawab : Maha suci engkau, kami tak memiliki ilmu kecuali yang Kau ajarkan, sungguh Engkau Maha Mengetahui dan Maha Menghakimi, maka Allah SWT berkata pada Adam (as) : Wahai Adam, kabarkan pada mereka (para malaikat) tentang nama-nama itu… (QS Al Baqarah 30-33).

Demikianlah sifat Iblis, dan sifat ini terwariskan dan tertitiskan pada sebagian saudara kita yang melarang kita memuliakan orang-orang yang dimuliakan oleh Allah SWT karena kedudukan dan ilmunya. Mereka menentang memuliakan Rasul SAW dan ulama, padahal para sahabat sangat mengagungkan Rasul SAW. Mereka (para sahabat) berebutan air bekas wudhu Rasulullah SAW dan mengusapkannya kewajah dan tangannya (Shahih Bukhari), mereka juga berebutan Rambut Rasulullah SAW (Shahih Bukhari) dan banyak lagi tentang pengagungan para sahabat pada Nabi SAW.

Iblis tak diam, ia terus mencari orang-orang yang akan mewarisi sifat-sifatnya sebagaimana ketika datang seseorang dari Najd yang tidak sopan pada nabi SAW dan ketika Nabi SAW membagi-bagikan sesuatu kepada sebagian dari mereka. Maka orang itu berkata : "bertakwalah pada Allah wahai Muhammad!", (maksudnya adalah : kau harus adil dalam pembagian ini!), maka Rasul SAW menjawab dengan muka memerah : "siapa yang taat pada Allah kalau aku saja bermaksiat pada Allah..?!". Para sahabat hampir saja menyerang orang itu, tetapi Rasul SAW melarangnya. Kemudian Rasul SAW berkata : "akan keluar dari keturunan orang ini, orang-orang yang membaca Alqur'an dan tidak melebihi tenggorokannya, mereka semakin jauh dari agama bagaikan panah menjauh dari busurnya, mereka memusuhi orang islam dan membiarkan para penyembah berhala, bila kujumpai mereka maka akan kuperangi mereka sebagaimana diperanginya kaum 'Aad". (Shahih Bukhari)

Inilah yang diwanti-wanti oleh Rasul SAW, sifat iblis yang tak menghormati para nabi, muncul pada orang Najdi itu, yang kemudian Rasul SAW berkata dari keturunan orang itu akan muncul orang-orang yang tidak mau memuliakan orang-orang yang dimuliakan Allah SWT ini. Mereka justru memerangi orang muslim dengan berbagai macam dalil yang mereka tidak paham sepenuhnya, dan mereka justru tak memerangi orang-orang yang menyembah berhala.

Orang-orang seperti itu akan terus memerangi orang muslim, yang sholat, yang puasa, yang zakat, yang berhaji, yang mengumandangkan shalawat,  yang menyebut-nyebut asma Allah dalam suatu majelis, dan seterusnya. Mereka menganggap musyrik orang-orang Islam hanya karena memajang foto orang shalih, padahal orang-orang Islam itu sama sekali tak menyembahnya, atau berziarah kubur yang itu jelas jelas sunnah, tetapi malah dikatakan musyrik oleh sebagian saudara muslim kita itu.

Ummat ummat terdahulu menyembah patung, lalu muslimin sujud pula pada ka'bah, bukankah kabah itu batu? kenapa sujud padanya?. Lalu mengapa malaikat diperintah sujud pada makhluk?


Dalam peristiwa ini menurut versi pemikiran sebagian golongan itu, maka yang tauhidnya suci hanyalah Iblis, karena hanya Iblis yang tak mau sujud pada makhluk, dan para malaikat itu semuanya musyrik, karena sujud pada makhluk. Apakah seperti itu? Apakah kita juga harus tenggelam dalam pemikiran yang nista seperti itu? apakah kita rela jika ada keluarga, saudara, sahabat kita yang terjerumus pada pemikiran seperti itu karena dijejali oleh dalil-dalil dan rasio yang mereka sendiri belum memahami sepenuhnya?

Ingatlah bahwasannya Rasul SAW telah bersabda, "Aku tak takut kemusyrikan menimpa kalian, yang kutakutkan adalah keluasan dunia yang menimpa kalian (Shahih Bukhari).

Jelaslah sudah bahwa Rasul SAW telah menjawab seluruh fitnah mereka, bahwa Rasul SAW tak merisaukan syirik akan menimpa ummatnya hanya gara-gara memuliakan Nabinya, memuliakan para pewaris beliau yaitu para ulama. Hanya Iblis saja yang tak rela muslimin memuliakan ulama, Iblis ingin muslimin ini sama sama dengannya, tak memuliakan siapapun selain Allah SWT. Namun, justru tempat iblis adalah kekal di neraka karena memuliakan manusia yang dimuliakan Allah sejatinya adalah tidak untuk menyembahnya, dan yang pantas disembah hanyalah Allah SWT. Wallahu’alam.



Habib Munzir Al Muwa
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Wakil Bupati Kudus Apresiasi Peran TPQ di Era Global


Wakil Bupati Kudus, H.M. Hartopo, mengapresiasi peran TPQ dalam mendidik moral dan perilaku generasi penerus bangsa di era global. Disampaikannya pada maulid Nabi Muhammad SAW oleh BADKO (badan koordinasi) TPQ Kecamatan Jekulo di Lapangan Merdeka, ahad malam 25 November 2018.

Melalui momen Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, beliau mengajak masyarakat untuk bersama-sama meneladani amanah dan perjuangan Rasulullah. Sehingga dapat terwujudnya masyarakat religius untuk membangun Kudus yang semakin Religius. "Mudah-mudahan kedepannya implementasi diwujudkan melalu maulid mampu meneruskan amanah dan perjuangan Rasulluah," ujarnya.

Selain itu, Dirinya juga mengingatkan pentingnya pendidikan moral dan karakter bangsa di era global sekarang. Melalui TPQ sebagai lembaga pendidikan Islam, optimis mampu mencetak generasi penerus bangsa yang Qur'ani dan berkarakter. "Keberadaan TPQ menjadi filter di era globalisasi, untuk itu TPQ sebagai tempat pendidikan moral dan karakter,". Demi terwujudnya hal tersebut diperlukan pula langkah optimalisasi TPQ melalui peran pendidik.


Moh. Nichan,  Ketua BADKO (badan koordinasi) TPQ Kecamatan Jekulo, melaporkan dalam rangka memeriahkan peringatan maulid, BADKO TPQ Jekulo telah mengadakan karnaval kereta hias dan mobil hias pada hari selasa, 20 November 2018 yang lalu. Sebanyak 80 TPQ yang ada di Jekulo dapat mengikuti acara tersebut. “Total terdapat 29 kereta dan 105 mobil hias berpartisipasi dalam lomba Karnaval dan Mobil Hias Maulid tersebut”, ungkap Moh. Nichan.

Wakil Bupati Kudus juga mengucapkan terima kasih atas bakti para pengurus TPQ di seluruh wilayah Kecamatan Gebog. "Terimakasih kepala TPQ seluruh kecamatan Jekulo, nanti akan diumumkan panitia peserta terbaik 1 2 3, piala dan hadiah akan diserahkan Bapak wakil bupati," ungkapnya.

Panitia lomba menyampaikan bahwa, Juara 1 diraih TPQ Al Falah Tanjungrejo, Juara 2 diraih TPQ Nurul Huda Honggosoco, dan juara 3 diraih TPQ Nurul Ali Tanjungrejo. Wakil Bupati secara langsung menyerahkan piala dan hadiah kepada masing-masing perwakilan TPQ tersebut.

Selain Wakil Bupati Kudus, acara tersebut juga dihadiri oleh Habib Syafiq Al Kaff yang juga memimpin pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW.



Sumber berita dan foto: Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Kudus via FB Kudusnews
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Hot Threads

Live Streaming


Sholawat Asyghil


ﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ، ﻭَﺃَﺷْﻐِﻞِ ﺍﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﺑِﺎﻟﻈَّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ

ﻭَﺃَﺧْﺮِﺟْﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺑَﻴْﻨِﻬِﻢْ ﺳَﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﻭَﻋﻠَﻰ ﺍﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴﻦ


Allohumma Sholli 'Alaa Sayyidinaa Muhammadin, Wa Asyghilidz Dzoolimiina Bidz-Dzoolimiina Wa Akhrijnaa Min Baynihim Saalimiin Wa 'Alaa Alihi Wa Shohbihii Ajma'in

Ya Allah, berikanlah shalawat kepada pemimpin kami Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang zhalim agar mendapat kejahatan dari orang zhalim lainnya, selamatkanlah kami dari kejahatan mereka. Dan berikanlah shalawat kepada seluruh keluarga dan para sahabat beliau

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger