Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Allah SWT Haramkan Api Neraka Menyentuh Anggota Sujud

Allah SWT Haramkan Api Neraka Menyentuh Anggota Sujud

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : حَرَّمَ اللَّهُ عَلَى النَّارِ، أَنْ تَأْكُلَ مِنْ ابْنِ آدَمَ، أَثَرَ السُّجُودِ
(صحيح البخاري)
Sabda Rasulullah SAW : “Allah haramkan api neraka menyentuh anggota sujud pada keturunan Adam” (Shahih Bukhari).

Dan Allah telah berfirman “Qad aflaha man zakkaahaa wa qad khaba man dassaahaa” manusia itu telah beruntung yang mensucikan dirinya dan mereka merugi yang terus menghinakan dirinya; QS. Asy-Syams : 9-10. “Qad aflaha man zakkaahaa” beruntunglah mereka yang selalu ingin mensucikan dirinya, mensucikan lisannya, mensucikan jiwanya, mensucikan anggota tubuhnya, mensucikan hartanya, mensucikan usia dan setiap nafasnya dan mereka selalu dalam keberuntungan, selalu dalam kemuliaan, keberuntungan dunia dan akhirat, kebahagiaan dunia dan akhirat, Keridhoan Allah Yang Maha Abadi. (Allah berfirman pula dalam surat Al A’laa) Qad aflaha man tazakkaa.. beruntung mereka yang mau mensucikan dirinya. “Wa dzakarasma Rabbihi fashallaa” dan mereka yg mau mensucikan Nama Allah, mensucikan Nama Tuhannya, mensucikan Nama yang menciptakannya, Yang Maha Berjasa kepadanya yang memberinya seluruh kenikmatan yang tidak bisa diberikan oleh makhluk satu sama lain. Kenikmatan panca indera, kehidupan dan semua ini adalah merupakan isyarat Kasih Sayang Allah memanggil kita untuk mengenal Cinta-Nya dan Kasih Sayang-Nya kepada kita.

Betapa Agungnya Rabbul Alamin memberikan Kasih Sayang-Nya kepada kita. Sebagaimana disabdakan oleh Nabiyyuna Muhammad SAW, Allah mengharamkan api neraka untuk menyentuh anggota sujud dari keturunan Adam. “Harramallahu ‘alannaar anta-kula min ibn adam atsarassujud”. Anggota sujud diharamkan Allah untuk tidak disentuh api neraka, anggota sujud dari 7 anggota sujud orang – orang yang sering dan selalu sujud diharamkan oleh Allah untuk api neraka menyentuhnya, api neraka tidak boleh menyentuhnya. Orang yang sujud Kehadiratul Rabb, orang yang sujud merendahkan diri Kehadirat Allah, lebih – lebih lagi orang yang sujud dengan jiwanya. Ketika ia sujud dengan hati dan sanubarinya merendahkan dirinya kepada Rabbul Alamin maka tentunya api neraka tidak akan menyentuhnya. Semoga aku dan kalian diterangi keindahan sujud, cahaya sujud dan kemuliaan sujud dan dikumpulkan di yaumal qiyamah bersama ahli sujud.

Allah SWT memberikan Kasih Sayang-Nya kepada kita melebihi segenap kasih sayang. Sehingga disabdakan oleh Sang Nabi SAW bahwa api neraka tidak menyentuh anggota sujud kita. Ketika Para Sahabat bertanya “wahai Rasul SAW, bagaimana engkau mengenali umatmu kelak di hari kiamat? jika mereka para pendosa masuk ke dalam neraka karena dosa – dosa besarnya”, Rasul SAW berkata “aku mengenali umatku dari anggota sujudnya karena anggota sujud umatku tidak disentuh api neraka”. (Demikian teriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim) Demikian syafa’at Sayyidina Muhammad SAW. Dan Allah membayar setiap musibah dan kesedihan dengan Kasih Sayang-Nya yang abadi dan lebih. 

Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, Rasul SAW bersabda bahwa “tiadalah seseorang yang wafat anaknya 3 orang maka ia tidak akan disentuh api neraka”. Tiadalah seorang muslim, jika wafat anaknya sampai 3 orang, ia tidak akan disentuh oleh api neraka. Kenapa? Karena kesedihannya dibayar oleh Allah SWT dengan Pengampunan-Nya. Allah menghargai kesedihan kita, Allah melihat setiap apa yang menimpa kita dari hal yang hal membuat kita sedih, hal yang tidak kita sukai diperhatikan oleh Allah dan diberi ganjaran yang abadi. Bagaimana seseorang kehilangan anaknya? Sedih dan hancur jiwanya, Allah melihatnya. Barangkali kedua, barangkali ketiga maka Allah SWT mengharamkan api neraka menyentuhnya karena ia telah melewati 3 guncangan kesedihan besar dalam hidupnya maka Allah SWT tidak akan memberinya kesedihan lagi di hari kiamat. Demikian indahnya Rabbul Alamin menghargai kesedihan kita. 

setiap kesedihanmu itu dilihat oleh Allah. Setiap kesedihan dan permasalahan kita akan dilihat dan tidak lewat begitu saja tapi Allah akan mengganjarnya, Allah akan menggantinya dengan yang lebih dan lebih dan lebih. Demikian pula setiap doa dan munajat. Jika kita berdoa dengan suatu doa, lantas kenapa Allah tidak mengijabahnya?. Allah tidak mengijabahnya berarti Allah ingin memberikan yang lebih dan lebih dari yang kita inginkan. Kalau kita dibalas oleh Allah dengan pengabulan, bukan hanya dikabulkan saja tapi ditambah yang lebih lagi dengan pahala. Tapi kalau Allah tidak kabulkan berarti Allah ingin memberikan yang lebih dari itu dan Allah tidak pernah mengecewakan para pendoa sekalipun Iblis..!.

Ketika iblis itu berdoa setelah dilaknat oleh Allah dan tidak mau sujud kepada Nabi Adam atas perintah Allah, maka iblis itu berdoa kepada Allah "Rabbiy andhirniy ila yaumi yub’ atsuun” wahai Allah tunda siksaku sampai hari kebangkitan. Dan Allah menjawab “fainnaka minal mundharin” kau (iblis) tergolong orang yang ditunda siksaannya. Kenapa iblis tidak bertaubat? Karena sombongnya, jika ia bertaubat, pasti Yang Maha Menerima Taubat menerima taubatnya. Namun iblis hanya minta ditunda siksanya, Allah kabulkan doanya. Jangan putus asa atas setiap doa karena setiap doa pasti dijawab oleh Allah. Dan jika Allah tidak menjawabnya, Allah memberi yang lebih dari doa dan munajat kita. Tidak ada yang lebih berhak untuk lebih dipercaya melebihi Allah, untuk lebih bersangka baik. Kau bisa bersangka baik kepada teman dan saudaramu, sungguh yang lebih baik dan pantas untuk kita bersangka baik adalah Allah karena memang Dialah Yang Maha Baik.

Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika salah seorang sahabat datang ke tempat Rasul SAW yaitu tamu Sang Nabi SAW dari jauh. Rasul SAW berkata kepada istrinya “apa yang kita punya untuk disuguhkan kepada tamu?” Maka berkata istrinya “tidak ada apa – apa, kebetulan yang ada cuma air saja”. Maka Rasul SAW berkata “siapa yang memuliakan tamuku ini untuk menjamunya?”, maka berdirilah salah seorang sahabat dari anshar, seraya berkata “aku wahai Rasulullah yang membawa tamu ini untuk dijamu makan malam”. Sampai dirumahnya, ia berkata kepada istrinya “ini tamunya Rasulullah SAW, kita harus muliakan” , istrinya berkata “kita tidak punya makanan, cuma ada makanan untuk anak kita, kita juga tidak punya makanan”. Maka suaminya berkata “kalau begitu tidurkan anak – anak kita, biar tidur, sudah tidur, nanti setelah itu tamunya kita hidangkan makanan”, istrinya berkata “makanan hanya cukup untuk 1 orang? bagaimana tamu makan sendiri sedangkan kita tidak makan?”, suaminya berkata “kalau begitu saat hampir nanti waktunya makan malam, kau pura – pura membetulkan lampu dan padamkan lampu pelita itu, jadi nanti makanan ditaruh dihadapan tamu yang ada makanannya. Kita duduk tidak perlu ada makanannya, taruh piring saja, jadi tamu tahunya kita makan bersama tapi ternyata dia sendiri yang makan karena makanannya hanya untuk 1 orang”. Perbuatan seperti ini, ketika mereka berbuat itu dan pada pagi harinya Rasul SAW memanggil sahabat itu “kau telah membuat Allah SWT takjub atas perbuatanmu sehingga Allah menurunkan firman-Nya “mereka itu terus berkorban dan mengorbankan apa yang mereka miliki walaupun mereka dalam kesulitan”. (QS Alhasyr 9).

Perbuatan itu perbuatan yang biasa saja, perbuatan seorang yang baik. Tapi kita lihat bagaimana Allah mengguncangkan kejadian itu dengan turunnya ayat, darimana turunnya ayat ini bisa terjadi, siapapun bisa untuk memuliakan tamunya bahkan lebih dari itu. Apa rahasia dari kemuliaan ini? Ucapan sahabat itu kepada istrinya “akrimiy dhaifa Rasulillah SAW” muliakan tamunya Rasulullah SAW<. Perbuatan itu yang memuliakan tamu Sang Nabi SAW, sehingga ia mengorbankan makan malam untuk anaknya sehingga anaknya ditidurkan tanpa makan, demi menghormati tamu Sang Nabi SAW. Perbuatan itu membuat turunnya firman Allah SWT.

Maksud dari penyampaian saya dalam hadits ini adalah memunculkan rahasia doa. Kalau seandainya Allah memuliakan seperti itu, para tamunya Rasulullah SAW, ketika dimuliakan maka Allah turunkan ayat maka didalam doa – doa dan munajat kita minta kepada Allah, kita ini tamunya Rasulullah SAW di majelis ini agar dilimpahi Keberkahan Allah SWT.

Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, Rasul SAW bersabda “ma baina baiti wa min bari raudhah min riyadhil jannah” diantara mimbarku dan rumahku adalah tamannya surga. Yaitu tempat diantara mimbar dan makam beliau SAW, beberapa meter itu adalah Raudhah yang disitu adalah tempat yang sangat diberkahi oleh Allah SWT. Dan turunnya Jibril sering ke tempat itu menyampaikan wahyu Illahi dan tempat itu masih diabadikan hingga saat ini. Mereka para tamu Rasul SAW yang berkunjung ke Madinah Al Munawwarah mengambil kesempatan melakukan shalat sunnah atau berdoa di Raudhah. 

Jika seandainya kita jarang kunjung kesana atau belum pernah kunjung dan berdoa di Raudhah, selalulah meminta kepada Allah rahasia kemuliaan Raudhah agar didalam doa dan munajat dan ibadah kita, Allah SWT mengelompokkannya ke dalam orang – orang yang beribadah didalam Raudhatul Syarif Sayyidina Muhammad SAW. Wajah yang paling berhak dicintai, manusia yang paling ramah dari semua makhluknya Allah, manusia yang paling berkasih sayang kepadaku dan kepadamu dan kepada seluruh umat beliau SAW. Seraya bersabda, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa “..haudhiy masiirat syahr..” telaga haudhku nanti di hari kiamat itu panjangnya dan lebarnya itu sepanjang 1 bulan perjalanan daripada luasnya telaga haudh yang diberikan oleh Allah di surga untuk Nabi Muhammad SAW. Didepan pintu surganya Allah, seraya bersabda “telaga haudhku itu luasnya seperti 1 bulan perjalanan, airnya lebih putih dan bening daripada susu, dan wanginya lebih wangi dari misik, dan banyak cangkir – cangkirnya melebihi bintang – bintang di langit. Dan barangsiapa yang minum darinya, maka ia tiada akan pernah haus selama – lamanya".

Kalau seandainya minum dari telaga haudh saja tidak akan pernah haus selama – lamanya. Betapa indahnya mereka yang merasakan cahaya iman, cinta kepada Shahibul Haudh Sayyidina Muhammad SAW. Mencintai yang Allah berikan kepadanya telaga haudh, Nabi kita Muhammad SAW. Kalau minum dari telaga haudh saja tidak haus selama – lamanya, bagaimana jiwa yang mencintai Sayyidina Muhammad SAW. Seraya bersabda diriwayatkan didalam Shahih Bukhari “ana faratukum alal haudh” aku menunggu kalian di telaga haudh. Ucapan ini disampaikan untuk seluruh umat beliau bahwa ada 1 manusia yang akan menolong mereka dari segala dosa – dosa dengan syafa’at yang meminta kepada Allah agar mereka selamat dari api neraka seraya bersabda “ana faratukum alal haudh”.

Dan seraya bersabda sebagaimana riwayat Shahih Bukhari “yakhrujuuna minannaar bi syafa’ah kaannahumuttsa’ariir”, pendosa itu keluar dari api neraka dengan syafa’at, mereka keluar bagaikan puluhan ribu serangga yang keluar dari suatu lubang besar. Puluhan ribu manusia pendosa dimuntahkan oleh api neraka karena doa Sayyidina Nabi Muhammad SAW. Ketika kedua telapak tangan itu terangkat kehadirat Allah, memintakan pembebasan dari para pendosa maka keluarlah ratusan ribu pendosa dimuntahkan oleh api neraka dari doa Muhammad Rasulullah SAW.


Habib Munzir Al Musawwa
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger