Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Ada Apa Di Balik Malam Nisfu Syaban?

Dari Aisyah dia bercerita, "Pada suatu malam aku pernah kehilangan Rasulullah , lalu aku keluar rumah dan ternyata beliau berada di Baqi’ sedang mengadahkan kepada ke langit, lalu beliau berkata kepadaku, “Apakah kamu khawatir jika Allah akan menganiayamu sedang Rasul-Nya ada dihadapanmu ?” aku menjawab, “Wahai Rasulullah, aku kira engkau mengunjungi istrimu yang lain.” Maka Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam pertengahan bulan Sya’ban, lalu memberi ampunan kepada orang yang jumlahnya lebih banyak dari jumlah bulu biri-biri.”

Dari Ikrimah, budak Ibn ‘Abbas, mengenai firman Allah , pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, Ibn ‘Abbas berkata, “Yaitu malam pertengahan Sya’ban. Pada saat itu Allah mengurus segala urusan untuk waktu satu tahun, menandai nama-nama yang akan mati dan menulis nama-nama yang akan berangkat ibadah haji ke Baitullah. Dia tidak menambahkan kepada seorang pun dari mereka dan tidak pula menguranginya.”

Abu Nashr memberitahuku, dari Malik bin Anas, dari Hisyam bin Urwah, dari Aisyah , dia bercerita, aku pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Allah mengalirkan kebaikan pada empat malam, yaitu malam Idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertengahan (nisfu) Sya’ban, pada malam itu Allah menandai ajal dan rezeki serta menetapkan orang yang akan berangkat haji dan malam Arafah sampai waktu azan.”

Sa’id menceritakan, Ibrahim bin Abi Najih berkata, “Ada lima dan yang kelima adalah malam Jum’at.”

Abu Hurairah dari Nabi beliau bersabda, “Jibril pernah mendatangiku pada malam pertengahan (nisfu) Sya’ban dan dia berkata kepadaku, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu ke langit.” Kemudian aku bertanya, “malam apakah ini ?” Jibril menjawab, “Pada malam ini Allah membuka tiga ratus pintu rahmat, Dia memberi ampunan kepada siapa saja yang tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, kecuali tukang sihir, dukun, pecandu khamar atu orang yang selalu mengulang-ulang berbuat riba dan zina. Mereka tidak diberi ampunan oleh-Nya hingga mereka bertobat.”

Setelah seperempat malam, Jibril turun dan berkata, “Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu.”

Maka beliau mengangkat kepalanya dan ternyata pintu-pintu syurga sudah terbuka dan diatas pintu pertama ada malaikat berseru, “Beruntunglah orang-orang yang berdzikir pada malam ini.” 

Pada pintu kedua ada malaikat yang berseru, “Beruntunglah orang-orang yang bersujud pada malam ini.” 

Pada pintu ketiga ada malaikat yang berseru, “Beruntunglah orang-orang yang berdoa pada malam ini.” 

Sedangkan pada pintu keempat ada malaikat yang berseru, “Beruntunglah orang-orang yang manangis karena takut kepada Allah pada malam ini.” 

Dan pada pintu keenam ada malaikat berseru, “Beruntunglah kaum Muslim pada malam ini.” 

Pada pintu ketujuh ada malaikat berseru, “Adakah orang yang meminta, pasti akan diberi.” Dan pada pintu kedelapan ada malaikat berseru, “Siapapun yang bertobat, niscaya dia akan diberi ampunan.”

Lalu aku bertanya, “Wahai Jibril , sampai kapan pintu-pintu ini akan terbuka ?” 

Jibri menjawab, “Sampai terbit fajar dari sejak permulaan malam.” Kemudian Jibri berkata, “Wahai Muhammad, sesungguhnya pada malam ini Allah akan membebaskan manusia dari neraka sebayak bulu biri-biri.”

Ada yang berpendapat bahwa malam itu disebut malam bara’ah (pembebasan), karena pada malam itu ada dua pembebasan. Pertama, pembebasan orang-orang yang sengsara dari Allah , Tuhan Yang Maha Penyayang; kedua, pembebasan para wali dari orang-orang yang hina dina.

Telah diriwayatkan dari Rasulullah , beliau bersabda, “Pada malam nishfu Sya’ban, Allah melongok sekali longokan. Lalu Dia mengampuni orang-orang yang beriman, mengabaikan orang-orang kafir dan membiarkan orang-orang yang dengki dengan kedengkian mereka, sampai mereka meninggalkan kedengkiannya.”


Ada yang mengatakan bahwa para malaikat mempunyai dua malam raya di langit, sebagaimana kaum Muslim mempunyai hari raya di bumi. Malam raya para malaikat adalam malam bara’ah dan malam Lailatul Qadar. Sedangkan hari raya orang-orang yang beriman adalah hari Idul Fitri dan Idul Adha. Hari raya para malaikat berlangsung pada malam hari karena mereka tidak tidur, sedangkan hari raya orang-orang Mukmin berlangsung pada siang hari karena mereka tidur di malam hari.


Ada yang mengatakan, hikmah ditampakannya malam bara’ah dan malam Lailatul Qadar disembunyikan adalah karena malam Lailatul Qadar merupakan malam penuh rahmat, pengampunan dan pembebasan dari api neraka. Malam itu disembunyikan Allah agar mereka tidak membicarakannya. 

Dan Allah memperlihatkan malam bara’ah, karena malam itu merupakan malam pemberian keputusan. Malam itu merupakan malam kemurkaan dan keridhaan, malam pengabulan dan penolakan, malam kebahagiaan dan kesengsaraan, malam kemuliaan dan kehinaan. Pada malam itu ada orang yang bahagia dan ada pula yang sengsara, ada yang dimuliakan ada pula yang dihinakan. Berapa banyak kain kafan yang dicuci sedang pemakainya masih terus sibuk di pasar. Berapa banyak kuburan yang sudah digali sedang pemiliknya masih terus tertawa padahal mereka sudah dekat dengan kebinasaan. Berapa banyak orang yang berharap syurga tetapi yang tampak padanya adalah petunjuk ke nereka. Berapa banyak orang yang mengharapkan pemberian tetapi memperoleh musibah. Dan berapa banyak orang yang mengharapkan kekuasaan, tetapi justru dia mendapatkan kebinasaan.





Dari sebagian kitab Durratun Nasihin hasil karya dari Syeikh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyyi
comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Sya'ban Bulan Muhasabah


Hari berganti hari, bulan berselih bulan. Sebentar lagi puasa Ramadhan tiba. Kita harus menyambutnya dengan besar hati penuh suka cita. Karena itu adalah termasuk tanda-tanda ketaqwaan seorang muslim. Marilah kita manfaatkan sisa-sisa bulan sya’ban sebaik-baiknya untuk meningkatkan ketaqwaan kita.


Banyak sekali hadits yang menerangkan tentang keutamaan bulan sya’ban dan beberapa amalan di dalamnya. Bulan sya’ban sangat istimewa karena menjadi pintu menuju Ramadhan yang mulia. Sebagian ulama mengatakan bahwa sya’ban adalah ruang pelatihan bagi umat muslim dalam rangka menghadapi puasa di bulan Ramadhan. Latihan itu bisa berbagai rupa amal saleh dan tentunya yang pokok adalah melatih diri berpuasa. Baik berpuasa secara lahir maupun berpuasa secara bathin. Artinya, berpuasa menahan lapar sekaligus menahan diri dari nafsu dan kebiasaan buruk keseharian. Seperti yang dilakukan Rasulullah SAW:

Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Tidak pernah Nabi SAW itu berpuasa dari sesuatu bulan lebih banyak daripada Sya'ban, karena beliau berpuasa selama bulan Sya'ban itu seluruhnya." "Dalam suatu riwayat disebutkan: "Beliau berpuasa dalam bulan Sya'ban, melainkan sedikit sekali yang tidak - yakni sebagian besar dalam bulan ini dipuasai." (Muttafaq 'alaih).


Selain itu sebuah hadits layak kita perhatikan berhubungan dengan bulan sya’ban yang diriwayatkan oleh Abu dawud dan Nasa’i bahwa:

Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu memperbanyak berpuasa  (selain Ramadhan) kecuali pada bulan Sya'ban? Rasulullah SAW menjawab, "Itu bulan dimana manusia banyak melupakannya antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu perbuatan dan amal baik diangkat ke Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa". (HR  Abu Dawud dan Nasa'i).


Artinya, bulan sya’ban adalah sebuah momen penting bagi kehidupan ruhaniah seorang muslim, karena rasulullah sendiri mengatakan bahwa pada bulan inilah berbagai amalan manusia diangkat oleh Allah SWT. Dengan demikian sebenarnya, kita hanya bisa merenung dan berhitung seberapa banyak kita telah mengumpulkan kebaikan. Apakah buku catatan itu kita penuhi dengan tinta kebaikan ataukah dengan coretan keburukan? Alhamdulillah jika ternyata hitungan amal shaleh kita lebih banyak dari pada keburukan. Tetapi jika amal buruk kita lebih dominan maka segeralah perbaiki segalanya mumpung masih tertisa bulan sya’ban ini. Gunakanlah kesempatan itu sebaik-baiknya dan jangan kita sia-siakan. Mumpung masih ada waktu mari kita bermuhasabah.


Demikianlah khutbah jum'ah kali ini semoga kita senantiasa diberikan petunjuk oleh Allah SWT dengan diberi kemauan dan kemampuan mengerjakan berbagai perintahnya dan menjauhi berbagai larangannya.



Disarikan dari Khutbah Jum’at nuonline
comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Keutamaan Bulan Rajab (3)

وَرُوِيَ إِذَا كَانَ ثُلُثُ اللَّيْلِ مِنْ أَوَّلِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبٍ لَا يَبْقَى مَلَكٌ إِلَّا وَيَسْتَغْفِرُ لِصُوَّامِ رَجَبٍ

 وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَهْرٍ حَرَامٍ كُتِبَ لَهُ ثَوَابُ عِبَادَةِ تِسْعِمِائَةِ سَنَةٍ

 قَالَ أَنَسٌ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ صُمَّتْ أُذُنَايَ إِنْ لَمْ أَكُنْ سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

 اَلْأَشْهُرُ الْحُرُمُ أَرْبَعَةٌ وَخِيَارُ الْمَلَائِكَةِ أَرْبَعَةٌ وَأَفْضَلُ الْكُتُبِ الْمُنْزَلَةِ أَرْبَعَةٌ وَأَعْضَاءُ الْوُضُوْءِ أَرْبَعَةٌ وَأَفْضَلُ التَّسْبِيْحَاتِ كَلِمَاتٌ أَرْبَعَةٌ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ وَعِمَادُ الْحِسَابِ أَرْبَعَةٌ آحَادٌ وَمِئَاتٌ وَأُلُوْفٌ وَالْأَوْقَاتُ أَرْبَعَةٌ اَلسَّاعَةُ وَالْيَوْمُ وَالشَّهْرُ وَالسَّنَةُ وَسُلْطَانُ الْبَدَنِ أَرْبَعَةٌ صَفْرَاءُ وَسَوْدَاءُ وَدَمٌ وَبُلْغَمٌ وَالْخُلَفَاءُ الرَّاشِدُوْنَ أَرْبَعَةٌ أَبُوْ بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ رِضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِيْنَ

Diriwayatkan ketika sepertiga malam di awal Jum'at bulan Rajab maka tiadalah tersisa dari malaikat kecuali membaca istighfar untuk orang-orang yang berpuasa di bulan Rajab.

Dari Anas Rodhiyallohu Anhu berkata, Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda, " Barang siapa puasa 3 hari pada bulan haram maka di tulis baginya pahala ibadah 900 tahun ."

Anas Rodhiyallohu Anhu berkata, "Tuli kedua telingaku jika aku tidak mendengarkan dari Rasululloh shollallohu alaihi wasallam:

1. Bulan haram ada empat, malaikat terbaik ada empat, kitab terbaik yang diturunkan ada empat, anggota wudhu ada empat

2. Sebaik-baik kalimat tasbih ada empat yaitu subhanalloh wal hamdulillah wala ilaha illallohu wallohu akbar,

3. Pokok hitungan ada empat yaitu, satuan, puluhan, ratusan dan ribuan,

4. Waktu ada empat yaitu, jam, hari, bulan dan tahun,

5. Penguasa tubuh ada empat yaitu, kuning , hitam, darah dan cairan, dan

6. Khulafa'ur rosyidin ada empat yaitu, Abu Bakar, Umar, Utsman Dan Ali -semoga Allah meridhoi mereka semuanya -

 رَوَى الدَّيْلَمِيُّ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ يَسُحُّ اللهُ الْخَيْرَ فِيْ أَرْبَعِ لَيَالِيَ سَحًّا لَيْلَةِ الْأَضْحَى وَلَيْلَةِ الْفِطْرِ وَلَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَأَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ

 وَرَوَى الدَّيْلَمِيُّ أَيْضًا بِسَنَدِهِ عَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَمْسُ لَيَالٍ لَا تُرَدُّ فِيْهَا دَعْوَةٌ أَوَّلُ لَيْلَةٍ

 مِنْ رَجَبٍ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ وَلَيْلَةُ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَتَا الْعِيْدَيْنِ .

Ad dailami meriwayatkan dari Aisyah rodhiyallohu anha berkata, "Aku mendengar Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda: 'Allah menuangkan kebaikan dalam empat malam yaitu, Malam Adha, Malam Fitri, Malam Nisfu Sya'ban Dan Malam Awal Bulan Rajab"

Ad Dailami meriwayatkan juga dengan sanadnya dari Abu Umamah dari Rasululloh Shollallohu Alaihi Wasallam bersabda, "Ada lima malam yang tidak tertolak doa di dalamnya yaitu, Awal Malam Dibulan Rajab, Malam Nisfu Sya'ban, Malam Jum'at Dan Dua Malam 'Iedain. "

 

 kitab Mukasyafatul Qulub Imam Al Ghazali

comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Keutamaan Bulan Rajab (2)

 

وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ صَامَ السَّابِعَ وَالْعِشْرِيْنَ مِنْ رَجَبٍ كُتِبَ لَهُ صِيَامُ سِتِّيْنَ شَهْرًا

 وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا إِنَّ رَجَبًا شَهْرُ اللهِ الْأَصَمُّ فَمَنْ صَامَ مِنْ رَجَبٍ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا اِسْتَوْجَبَ رِضْوَانَ اللهِ الْأَكْبَرَ

 وَقِيْلَ زَيَّنَ اللهُ الشُّهُوْرَ بِأَرْبَعَةٍ ذِي الْقَعْدَةِ وَذِي الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمِ وَرَجَبٍ وَوَاحِدٌ فَرْدٌ وَهُوَ شَهْرُ رَجَبٍ

Dari abu hurairoh rodhiyallohu anhu, Rasululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa berpuasa tanggal 27 Rajab maka di tulis baginya pahala puasa 60 bulan.”

Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda, "Sesunguhnya Rajab adalah bulan Allah yang ashom, barang siapa berpuasa di bulan Rajab dengan keimanan dan karena Allah maka dia berhak mendapatkan keridhoan Allah yang besar." Dikatakan bahwa Allah menghiasi bulan-bulan dengan empat bulan yaitu,Dzul Qo'dah, Dzul Hijjah, Muharram Dan Rajab, dan yang satu serta sendirian adalah bulan Rajab.

  وَحُكِيَ أَنَّ امْرَأَةً فِيْ بَيْتِ الْمَقْدِسِ كَانَتْ تَقْرَأُ كُلَّ يَوْمٍ مِنْ رَجَبٍ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ اِثْنَتَيْ عَشْرَةَ أَلْفَ مَرَّةٍ وَكَانَتْ تَلْبَسُ الصُّوْفَ فِيْ شَهْرِ رَجَبٍ فَمَرِضَتْ وَأَوْصَتْ اِبْنَهَا أَنْ يَدْفِنَ مَعَهَا صُوْفَهَا فَلَمَّا مَاتَتْ كَفَّنَهَا فِيْ ثِيَابٍ مُرْتَفِعَةٍ فَرَآهَا فِيْ مَنَامِهِ تَقُوْلُ لَهُ أَنَا عَنْكَ غَيْرُ رَاضِيَةٍ لِأَنَّكَ لَمْ تَعْمَلْ بِوَصِيَّتِيْ فَانْتَبَهَ فَزِعًا وَأَخَذَ صُوْفَهَا لِيَدْفِنَهُ مَعَهَا فَنَبَشَ قَبْرَهَا فَلَمْ يَجِدْهَا فِيْهِ فَتَحَيَّرَ فَسَمِعَ نِدَاءً أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ مَنْ أَطَاعَنَا فِيْ رَجَبٍ لَا نَتْرُكُهُ فَرْدًا وَحِيْدًا

Dikisahkan bahwa ada seorang perempuan di Baitul Maqdis yang membaca surat Al Ikhlas sebanyak 12.000 kali setiap hari selama bulan Rajab, dia memakai baju bulu yang kasar di bulan Rajab. Suatu kali dia sakit dan berwasiyat kepada putranya kalo meninggal kelak agar di kuburkan beserta baju bulunya. ketika telah meninggal, dia dikafani dengan baju yang indah, maka sang anak bermimpi melihat ibunya sedang berkata kepadanya, "Aku tidak meridhoimu karena kamu tidak melaksanakan wasiyatku "

Sang anak terbangun karena kaget dengan mimpinya, dia mengambil baju bulu ibunya untuk dikuburkan bersama sang ibu. Kuburan sang ibu digali tapi ternyata dia tidak menemukan apapun di dalamnya, sang anak menjadi kebingungan.

Kemudian dia mendengar ada panggilan, "Apakah kamu tidak tahu bahwa orang yang ta'at kepada Kami di bulan Rajab maka Kami tidak akan meninggalkan dirinya sendirian ! "

 

kitab Mukasyafatul Qulub Imam Al Ghazali

comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Keutamaan Bulan Rajab (1)


 رَجَبٌ مُشْتَقٌّ مِنَ التَّرْجِيْبِ وَهُوَ التَّعْظِيْمُ وَيُقَالُ لَهُ الْأَصَبُّ لِأَنَّ الرَّحْمَةَ تُصَبُّ فِيْهِ عَلَى التَّائِبِيْنَ وَتُفِيْضُ أَنْوَارَ الْقَبُوْلِ عَلَى الْعَامِلِيْنَ وَيُقَالُ لَهُ الْأَصَمُّ لِأَنَّهُ لَمْ يُسْمَعْ فِيْهِ حِسُّ قِتَالٍ

 وَقِيْلَ رَجَبٌ اِسْمُ نَهْرٍ فِي الْجَنَّة مَاؤُهُ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ وَأَحْلَى مِنَ الْعَسَل وَأَبْرَدُ مِنَ الثَّلْجِ لَا يَشْرَبُ مِنْهُ إِلَّا مَنْ صَامَ شَهْرَ رَجَبٍ

Rajab diambil dari kalimat Tarjiib yang artinya pengagungan, Rajab juga disebut dengan Ashob yang artinya curahan karena rahmat Allah pada bulan rojab di curahlan kepada orang-orang yang bertaubat dan cahaya peenrimaan dari Allah terpancar kepada orang-orang yang beramal.

Rajab disebut sebagai Ashom yang artinya tuli karena dalam bulan rajab tidaklah terdengar suara peperangan.

Rajab disebut sebagai nama sebuah sungai di syurga, airnya lebih putih daripada susu, lebih manis daripada madu dan lebig dingin daripada salju, tiada minum dari sungi itu kecuali orang yang berpuasa di bulan Rajab.

  قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجَبٌ شَهْرُ اللهِ وَشَعْبَانُ شَهْرِيْ وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِيْ

 وَقَالَ أَهْلُ الْإِشَارَةِ رَجَبٌ ثَلَاثَةُ أَحْرُفٍ رَاءٌ وَجِيْمٌ وَبَاءٌ فَالرَّاءُ رَحْمَةٌ وَالْجِيْمُ جُرْمُ الْعَبْدِ وَجِنَايَتُهُ وَالْبَاءُ بِرُّ اللهِ كَأَنَّ اللهَ تَعَالَى يَقُوْلُ أَجْعَلُ جُرْمَ عَبْدِيْ بَيْنَ رَحْمَتِيْ وَبِرِّيْ

Nabi shollallohu alaihi wasallam bersabda," Rajab adalah bulannya Allah, sya'ban adalah bulanku dan romadhon adalah bulan ummatku "

Ulama' ahli isyaroh berkata, " Rajab terdiri dari 3 huruf : ro', jim dan ba', Ro' dari Rahmat, Jim dari Jurmul abdi wa Jinayatuhu (dosa dan kesalahan hamba-Nya) dan Ba' dari Birrulloh (kebaikan Allah) jadi seolah-olah Allah ta'ala berfirman: ' Aku jadikan dosa dan kesalahan hamba-Ku diantara Rahmat dan kebaikan-Ku "

 

kitab Mukasyafatul Qulub Imam Al Ghazali

comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Nikmat di Bulan Muharram

Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT yang mana hingga saat ini umur kita masih dipanjangkan Allah SWT dalam keadaan sehat dan taat kepada Allah SWT sehingga dengan kasih sayang nya kita masih dapat bertemu dengan bulan muharram yang mulia.
 
Kaum muslimin dan muslimat, bulan Muharram adalah salah satu bulan haram yang mulia, bulan yang Allah SWT jadi kan sebagai awal bulan dalam Tahun Hijriyah. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (At Taubah 36 )

Dari ayat diatas jelas Allah SWT memuliakan bulan-bulan haram termasuk bulan muharram, berkata Alhafidz Ibnu Hajar RA, diriwayatkan dari Hafsoh, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Siapa yang berpuasa di hari terakhir dari bulan dzulhijjah dan di hari pertama di bulan muharram, Allah SWT akan jadikan dengan sebab puasa itu pelebur dosa selama lima puluh tahun."


Besar sekali kemuliaan dan fhadilah beribadah dibulan ini, sehingga kita dianjurkan untuk meperbanyak sholat, dzikir, puasa dan lebih mendekatkan diri kepada yang mulia Allah SWT.

Al Imam Ghozali berkata di dalam kitab nya Al Ihya’ dari Nabi Muhamad SAW, "Siapa orang yang berpuasa tiga hari dibulan yang mulia ini, yaitu hari kamis, jumat, sabtu Allah SWT akan catatkan dia ibadah selama tujuh puluh tahun."


Sungguh suatu nikmat yang sangat besar sekali apabila kita mau mengambil kesempatan emas ini yang Allah SWT tuangkan dibulan muharram ini, bulan yang Allah SWT sandingkan namanya pada bulan muharram, inipun salah satu yang menyebabkan bulan muharram ini mulia dan pahalanya dilipat ganda oleh Allah SWT.


Kita sebagai ummat Nabi Muhammad Saw dibulan yang mulia ini harus banyak muhasabah akan diri kita selama satu tahun sebelumnya apa yang kita lakukan, kita perbanyak introspeksi diri, istiqfar minta ampunan agar kita tahu bahwa kita banyak sekali telah melanggar aturan Allah SWT, dibulan ini kita jadikan hari-hari kita lebih mulia, lebih bermanfaat, lebih dekat kepada pencipta kita, dan meninggkatkan ketaqwaan kita kepada Allah.
 
Dan Berhati-hatilah wahai hamba yang dimuliakan Allah SWT, memang di bulan yang mulia ini semua amal baik kita mendapat pahala yang berlipat begitupun amal kita yang tidak baik di bulan ini pun dosa kita dilipat gandakan oleh Allah SWT, jadi jangan sampai kita berbuat sesuatu yang melanggar hukum Allah SWT.


Kaum muslimin yang mencintai Allah SWT, lengkaplah kemuliaan bulan muharram ini yang Allah SWT jadikan hari Asyura pada hari kesepuluh dibulan muharram, sesuai dengan Hadist Nabi Muhammad SAW bahwasannya Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra, Rasulullah SAW bersabda, ” Aku berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya.” (HR Bukhari dan Muslim)


Ibnu Abbas ra berkata, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW, berupaya keras untuk puasa pada suatu hari melebihi yang lainnya kecuali pada hari ini, yaitu hari ‘Asyura dan bulan Ramadhan.” (HR Bukhari dan Muslim)


Ibnu Abbas ra berkata, "Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari‚ Asyura, maka Beliau bertanya “Hari apa ini?. Mereka menjawab ”ini adalah hari istimewa, karena pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, Karena itu Nabi Musa berpuasa pada hari ini. Rasulullah pun bersabda “Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian” Maka beliau berpuasa dan memerintahkan shahabatnya untuk berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim)


Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas ra berkata, "Ketika Rasulullah SAW berpuasa pada hari asyura dan memerintahkan kaum muslimin berpuasa, mereka (para shahabat) berkata “Ya Rasulullah ini adalah hari yang diagungkan Yahudi dan Nasrani”. Maka Rasulullah pun bersabda ”Jika tahun depan kita bertemu dengan bulan Muharram, kita akan berpuasa pada hari kesembilan (tanggal sembilan).” (HR Bukhari dan Muslim) 

Imam Ahmad dalam musnadnya dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Puasalah pada hari Asyuro, dan berbedalah dengan Yahudi dalam masalah ini, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya.”


Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni semua dosa-dosa kita dan menanamkan dihati kita dibulan yang mulia ini cinta kepada Allah SWT dan kepada nabi Muhammad SAW.



Habib Muhammad Shahab
comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Sya'ban: Bulan Diserahkannya Amal Manusia

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh An Nasai dan ahmad bin Hambal dalam Musnadnya, usamah bin Zeid RA bertanya kepada Rasulullah SAW kenapa beliau banyak berpuasa di bulan sya’ban daripada bulan lainnya, Rasulullah menjawab,“ Itu (sya’ban) adalah bulan dimana banyak orang lalai di dalamnya, yakni antara rajab dan ramadhan, bulan ini adalah bulan dimana amal-amal disodorkan (diserahkan) kepada Allah Pencipta sekalian alam, maka aku suka agar diangkat amalku dalam keadaan berpuasa “.

Hadits ini pula yang menjadikan bulan sya’ban memiliki keistimewaan tersendiri, yaitu bulan dimana amal-amal setiap hamba diangkat dan dihadapkan kepada Allah SWT.

Dan ternyata penyodoran amal ini tidak hanya pada bulan sya’ban saja. Hanya saja di bulan sya’ban ini dikatakan sebagai penyodoran amal tahunan. Padahal ada pula penyodoran amal mingguan dan harian. Sebagaimana diriwayatkan oleh al Imam al Bukhori dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda,“ Saling silih berganti kepada kalian malaikat di waktu malam dan malaikat di waktu siang, dan mereka berkumpul pada sholat subuh dan sholat ashar, kemudian malaikat yang bermalam bersama kalian naik (ke langit), lalu Allah bertanya kepada mereka, ”Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hambaku?” (padahal Dia lebih mengetahui), malaikat menjawab, ”kami tinggalkan mereka dalam keadaan sholat dan kami datang kepada mereka dalam keadaan sholat”.


Ini adalah penyodoran amal harian, setiap waktu subuh dan ashar. Adapun penyodoran amal dalam sepekan (sejum’at), yaitu setiap hari senin dan kamis, seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim dan Tirmidzi dari sahabat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,“ Amal-amal disodorkan kepada Allah SWT setiap hari kamis dan senin “


Dalam riwayat at Tirmidzi yang lain Nabi SAW bersabda, “Amal-amal disodorkan kepada Allah SWT setiap hari senin dan kamis, maka aku ingin agar amalku diangkat dalam keadaan berpuasa“.


Untuk menunjukkan kemulyaan bulan ini pula, sya’ban dinamakan syahrul quran (bulan al quran). Memang setiap saat kita sangat dianjurkan membaca al quran, lebih-lebih di waktu yang mulya seperti ramadhan dan sya’ban dan di tempat yang terhormat seperti Makkah al Mukarromah, Raudhoh As Sarifah dan lainnya.

Adalah al Imam ‘Amr bin Qais al Malai jika tiba bulan sya’ban beliau menutup tempat ibadahnya dan menghabiskan waktu disana dengan membaca al quran. Maka dikatakan oleh al Imam as Syeikh Ahmad bin Hijazi bahwa salafussholeh senantiasa menghabiskan waktu pada bulan sya’ban ini dengan membaca al quran, maka ikutilah langkah mereka dan berjalanlah di belakang mereka.



Dinukil dari kitab Maadza fii sya’ban dan Dzikraayat wa munaasabaat, keduanya karya Al Imam al Muhaddits As Sayyid Muhammad bin Alawy al Maliky Rahimahullah.
comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Anjuran-anjuran Di Bulan Rajab

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah SWT, sebentar lagi kita akan menuju kepada Bulannya Allah SWT yaitu Bulan Rajab Al Ashob. Dinamakan Al Ashob karena di bulan ini Allah SWT Tumpahkan Rahmat yang belimpah, Bulan Rajab ini salah satu bulan-bulan Haram yang Allah SWT telah menciptakan dalam Satu tahun dua belas bulan.

Allah SWT berfirman: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa ( At Taubah 36 ).

Bulan rajab termasuk salah satu bulan haram yang mana ulama ketika masuk pada bulan-bulan haram mereka lebih lagi meningkatkan, memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. Nabi Muhammad SAW Bersabda, "Ada lima malam dalam satu tahun yang mana apabila seseorang berdo’a dimalam-malam itu doanya tidak akan ditolak oleh Allah yang maha Mengabulkan, diantaranya: 
1 Malam pertama dari bulan Rajab
2 Malam Nishfu Sy’ban
3 Malam Jum’at
4 Malam I’dul Fitri
5 Malam I’dul Adha
Lima malam ini dimana doa di ijabah". 

Al Imam Ali Karromallah Wajha adalah seseorang yang selalu bertaqwa kepada Allah dan Sangat Rajin beribadah setiap hari meningkatkan ibadahnya, akan tetapi dalam satu tahun ada empat malam yang benar-benar beliau khususkan untuk ibadah kepada Allah yaitu : Malam pertama dari bulan Rajab, Malam Nishfu Sy’ban, Malam I’dul Fitri, Malam I’dul Adha.

Di bulan Rajab ini kita dianjurkan memperbanyak ibadah Puasa dan istiqfar minta ampunan pada Allah, juga dianjurkan untuk benar-benar bertubat, Karena ini bulan Nya Allah. Nabi Muhammad SAW bersabda: Rajab adalah bulan nya Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Romadhon bulan Ummatku.

Ulama Berkata: Rajab Bulan Istiqfar, Sya’ban bulan Sholawat kepada Nabi Muhammad, Romadhon Bulan Alquran. Dan bulan rajab ini pula Ada peristiwa besar yaitu Isro wa Mi’raj nya Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT Berfirman: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Di bulan ini pula kita mendapat perintah sholat, ikhwan yang dimuliakan Allah, jangan sampai kita lalai dibulan-bulan yang Allah SWT beri kemuliaan dibulan-bulan Tersebut, Saudara-saudarku Seiman, sebentar lagi kita akan ditinggalkan oleh bulan yang mulia ini, mari bersama kita lebih meninggkatkan lagi Ibadah kita, memperbanyak Istiqfar kita kepada Allah, Bertaubat, mendekatkan diri kita kepada Allah SWT, Mudah-mudahan dibulan Rajab ini dihari juma’t terakhir dibulan Rajab ini kita mendapat Ampunan dari Yang maha mengampunin, Dzat yang Mulia Allah. Amin.



Habib Muhammad Syahab
comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Yahudi Bangsa Perampas Bag. 2

Pada tahun 1897, Theodore Herzl, penulis buku Jewish State menyelenggarakan sebuah konferensi yang membahas pentingnya orang-orang Yahudi menguasai dunia dengan langkah pertama mendirikan negara di Palestina. Pada tahun 1902, Theodore Herzl dan Dr. Chaim Weizman melobi Sultan Turki Utsmani Abdul Hamid II agar memberi izin orang-orang Yahudi kembali ke Palestina, namun usaha itu ditolak mentah-mentah oleh Sultan, sebab beliau tidak ingin mencelakakan bangsa Arab di Palestina.


Tokoh-tokoh Yahudi sebelum perang dunia I (1914-1918) senantiasa melakukan lobi kepada para pemimpin negara-negara kuat, seperti Uni Soviet, Inggris, Perancis dan Italia, yang dalam sejarah disebut tentara sekutu Inggris yang melawan Jerman, Turki dan sekutunya.

Pada 2 Nopember 1917, menteri luar negeri Inggris, J. Arthur Balfour, menulis surat atas nama Ratu Inggris kepada tokoh Yahudi di London bernama Rothschild yang isinya mendukung cita-cita untuk mendirikan suatu negara di Palestina untuk orang-orang Yahudi. Bangsa Rusia, Perancis dan Italia menyetujui pernyataan perjanjian tersebut.

Orang-orang Yahudi pun sepakat membantu tentara sekutu menggempur Jerman dan Turki serta mengusirnya dari Palestina. 

Sebelum negara-negara Arab dilobi, kerajaan Inggris terlebih dahulu melobi Lord Kiehener, dan khususnya kepada Syarif Husain di Hejaz agar bersikap netral. Arthur Mac memohon atas nama kerajaan Inggris, dalam korespondensinya dengan Syarif Husain ia memberi janji kemerdekaan untuk orang-orang Arab yang memerangi Turki. Pada tahun 1916 datanglah Lawrence ke Arab untuk berjuang bersama Amin Faishol melawan Turki.


Sebelum berlangsungnya perjanjian Arthur Mac dengan Syarif Husain, sebenarnya negara-negara sekutu telah berencana membagi-bagi negara Islam. Czar Nicolas dari Rusia berkata kepada duta Perancis, Maurice Paleologue tentang keinginannya mengusahi Kostantinopel. Sir George Bucha-nan, duta Inggris di Rusia berjanji akan memberikan Kostantinopel dan Persia kepada Rusia usai perang. Italia dijanjikan Inggris dan Perancis beberapa wilayah kecil di Asia dan Afrika. Pada tahun 1916 Sir Mark Sykes dari Inggris dan M. George Picot dari Perancis melakukan kesepakatan untuk membagi wilayah kekuasaan Turki pasca perang. Inggris mendapatkan Mesopotania Selatan, Baghdad yang meliputi pelabuhan Haifa dan Yafa. Sedangkan Perancis mendapatkan Adama, daerah Anatalia Selatan sampai Eufrat dan seluruh pantai Syiria dan Lebanon. Rusia mendapatkan bagian Asia kecil sebelah timur. Adapun Palestina dijadikan daerah pengawasan internasional yang harus diurus untuk diberikan kepada orang-orang Yahudi nantinya yang turut membantu tentara sekutu.

Tentara sekutu mengerahkan serangan besar kepada tentara Turki. Tercatat 200 ribu tentara Inggris, Australia dan New Zaeland, dan 7 ribu tentara Perancis. Selain itu juga terdapat empat batalyon Legeon Yahudi di bawah pimpinan seorang berkebangsaan Inggris, Petterson dan tentara muslim di bawah pimpinan Lawrence dan Amir Faisal. Sebagaimana bunyi dalam perjanjian dengan Syarif Husain, Mac. memohon seluruh pasukan sekutu tersebut di bawah komando Jenderal Allenbey. 


Setelah Turki nyata-nyata kalah dan daerah kekuasaannya dikapling tentara sekutu, termasuk Palestina (1918), terjadilah perpindahan besar-besaran orang-orang Yahudi dari berbagai negara ke Palestina. Arus imigrasi ini tidak dapat dicegah Inggris, karena Inggris terikat dengan Balvour Declaration yang memberi pelu-ang berdirinya Jewish State.


Tentu saja masyarakat Arab Palestina memprotes keras isi Balvour Declaration dan arus kedatangan orang-orang Yahudi di Palestina. Pertentangan antara kedua belah pihak tidak bisa diselesaikan. Orang-orang Yahudi semakin beringas dan terus menindas rakyat Palestina. Sementara Inggris seolah menutup mata atas semua peristiwa kekejaman ini. Sesuai dengan rencana semula, Inggris akhirnya menyerahkan persoalan ini kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan alasan status Yerussalem sebagai kota suci Islam, Kristen, dan Yahudi.


Pada tahun 1947 sidang umum PBB mengusulkan agar Yerussalem dan daerah sekitarnya di bawah suatu pemerintahan internasional di bawah PBB. Namun usulan itu ditolak oleh kedua belah pihak, baik pihak Palestina dan pihak Yahudi. Palestina menolak karena daerah itu adalah miliknya, sedangkan Yahudi menolak karena mereka merasa rencananya menjadi terhambat. Kemudian secara sepihak pada tanggal 14 Mei 1948 Yahudi zionis memproklamirkan berdirinya negara Israel. Tindakan sepihak Yahudi ini mendapat kecaman dunia internasional terutama negara-negara Arab, namun negara Israel tetap saja berdiri karena mendapatkan dukungan dari Amerika dan Inggris.


Bercokolnya Zionis Yahudi di Palestina membuat kawasan negara-negara Arab Timur Tengah tidak pernah damai dan tidak pernah sepi dari pertikaian dan peperangan. Bangsa terkutuk ini tidak pernah berhenti menghasud dan membunuh sejak dahulu kala hingga Hari Kiamat. Ummat Islam harus gigih berjuang melawan Israel dengan merapatkan persatuan menghadapi gerakan-gerakannya. Yakinilah bahwa kemenangan bakal diraih ummat Islam. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman: “Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (QS. Ar Rum; 47).



لا حول و لا قوة إلا بالله
اللهم انصر اخواننا في فلسطين على اليهود الغاصبين
اللهم انصر اخواننا في فلسطين على اليهود الغاصبين
اللهم انصر اخواننا في فلسطين على اليهود الغاصبين




Penulis adalah ustadz H. Fadlil Said An Nadwi LC. alumni PP. Langitan dan alumni Univ. Annadwi Pakistan
comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Yahudi Bangsa Perampas Bag. 1

Israel artinya hamba Allah, yaitu nama Nabi Ya’kub bin Ishaq AS. Bani Israel berarti anak keturunan Nabi Ya’kub AS. Al Quran al Karim telah membicarakan Bani Israel secara panjang lebar dan amat detail. Yang demikian ini menunjukkan bahwa Al Quran menaruh perhatian besar mengungkap hakekat Yahudi atau Judaisme dan segala sifat buruk yang tersembunyi dalam jiwa mereka, yang suka berkhianat dan melakukan kerusakan, agar orang-orang Islam waspada terhadap mereka. 

Israel disebutkan dalam Al Quran sebanyak 43 kali. 6 kali dalam Surah Al Baqarah, ayat 40, 47, 83, 122, 211 dan 246. 2 kali dalam Surah Ali Imran, ayat 49, dan 93. 5 kali dalam Surah Al Maidah, ayat 12, 32, 70, 82, 78 dan 110. 4 kali dalam Surah Al A’raf, ayat 105, 134, 137 dan 138. 2 kali dalam Surah Yunus, ayat 90 dan 93. 4 kali dalam Surah Al Isra 2, 4, 101 dan 104. Sekali dalam Surah Maryam, ayat 58. 3 kali dalam Surah Thaha, ayat 47, 80 dan 94. 4 kali dalam Surah Asy Syu’ara, ayat 17, 22, 59 dan 197. Sekali dalam Surah As Sajdah, ayat 23. Sekali dalam Surah Ghafir, ayat 53. Sekali dalam Surah Az Zuhruf, ayat 59. Sekali dalam Surah Ad Dukhon, ayat 30. Sekali dalam Surah Al Jatsiyah, ayat 16. Sekali dalam Surah Al Ahqaf, ayat 10. dan 2 kali dalam Surah Al Shof, ayat 6 dan 14.

Orang-orang Yahudi secara sepihak membentuk sebuah negara di kawasan Timur Tengah yang masyarakat internasional menamakan negara itu Israel, rakyatnya disebut Jewish dan gerakannya disebut Zionis. Orang Indonesia umumnya hanya mengenal Yahudi, baik dalam menyebut negara atau rakyatnya dan sedikit sekali yang mengerti tentang Zionis.

Kaum Yahudi-Israel memiliki sejarah yang panjang sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Mereka terkenal kaum yang banyak pertanyaan, banyak tuntutan dan menentang para utusan Allah Subhanahu wata’ala, bahkan menganiaya dan membunuhnya. Mereka adalah kaum terkutuk,seperti disebutkan dalam Al Quran surah Al Maidah, ayat 78.

“Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” (QS. Al Maidah;78)

Allah Subhanahu wata’ala juga berfirman: “Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas”. (QS. Al Baqarah;61).

Karena perbuatan dan sifatnya, mereka tiada pernah merasakan ketenangan dan harus mengha-dapi berbagai perlawanan sejak dahulu sampai sekarang dan sampai Hari Akhir nanti. Mereka pernah diperbudak oleh Fir’aun, lalu diselamatkan oleh Allah Subha-nahu wata’ala melalui Nabi Musa Alaihis Salam dan menetap di tanah Kan’an (Palestina sekarang). Setelah Nabi Musa Alaihis Salam meninggal, mereka berbuat berbagai kemungkaran, kerusakan dan pembunuhan, maka mereka mengalami bencana penindasan Bangsa Babilonia yang berhasil merampas daerah mereka pada tahun 586 SM. dalam sebuah serangan yang dipimpin Nebu-kadnezar (Bukhtunsur). Dalam serbuan ini kurang lebih 70 ribu orang Bani Israel terbunuh dan sisanya dibawa ke Babilonia untuk diperbudak. Sesudah itu penguasa Macedonia, Syekh Iskandar Agung menguasahi Palestina, tepatnya tahun 320 SM.

Namun pada tahun 164 SM. Judas Makale dapat mencuri kekuasaan di Palestina, tetapi tidak lama kemudian Panglima tentara Roma bernama Pompeius merebut Palestina. Ketika Bangsa Romawi berkuasa inilah Isa Al Masih AS lahir kemudian menjalankan misi risalahnya dengan mendapat sokongan penguasa Romawi. 

Kaum Yahudi memusuhi Nabi Isa dan berusaha membunuhnya dan membuat kegaduhan di kota serta melakukan pemberontakan. Akhirnya pada tahun 70 M. pasukan Romawi yang dipimpin Titus yang kemudian menjadi kaisar ini berhasil menumpas orang-orang Yahudi dan ribuan orang-orang dari mereka terbunuh.

Ketika Anderianus menduduki tahta kerajaan Romawi tahun 117-138 M, sisa-sisa orang-orang Yahudi melakukan gerakan revolusi di kota Baitul Maqdis tapi berhasil ditumpas. Mereka banyak yang dibunuh dan sisanya diusir, tidak diperkenankan kembali ke Palestina. Tempat-tempat mereka dihancurkan tanpa bekas. Mereka yang berhasil menyelamatkan diri dari kejaran Anderianus mengem-bara ke berbagai penjuru dunia, ada yang pergi ke Rusia, Hung-garia, Inggris, Italia, Perancis, Jerman, Amerika, India dan lain-lain. 

Umumnya mereka tidak disukai warga setempat, karena mereka suka memeras, kikir dan suka merusak ketenangan warga setempat. Namun meski demikian, jumlah mereka makin bertambah dan mereka tetap memper-tahankan identitas Yahudinya serta meyakini Palestina sebagai tanah airnya. Mereka selalu berusaha keras mencari upaya agar dapat kembali ke Palestina.


لا حول و لا قوة إلا بالله
اللهم انصر اخواننا في فلسطين على اليهود الغاصبين
اللهم انصر اخواننا في فلسطين على اليهود الغاصبين
اللهم انصر اخواننا في فلسطين على اليهود الغاصبين



Penulis adalah ustadz H. Fadlil Said An Nadwi LC. alumni PP. Langitan dan alumni Univ. Annadwi Pakistan 
comments | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Download File Audio

Sholat

Adab

Keluarga dan Pernikahan

 
Musholla RAPI, Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011 - Musholla RAPI Online
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger