Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Keutamaan Majlis Taklim (2)

Keutamaan Majlis Taklim (2)

Bagaimana dengan orang yang bisa mengingatnya dan mengambil pelajaran darinya? 

Tentu akan semakin lebih besar kemuliaan yang diperoleh seperti yang dikatakan oleh Umar bin Khatab ra :


”Terkadang orang keluar rumah dengan menanggung dosa sebesar gunung Thihamah. Tetapi ketika ia mendengarkan ilmu yang dibahas di majelis ta’lim, dia merasa takut dan bertaubat. Maka ketika pulang dia menjadi bersih dari segala dosa. Oleh karena itu dekatilah majelis ta’lim, karena tiada majelis yang lebih mulia dari majelis ta’lim”


Mengingat besarnya keutamaan majelis ta’lim dan tingginya nilai ibadah yang terkandung didalamnya, maka syetan sebagai musuh manusia senantiasa berupaya untuk merusaknya.

Syetan senantiasa mengintai kesempatan untuk menggoda manusia. Diantara berbagai godaan yang mungkin akan dialami oeleh peserta majelis ta’lim ada dua yang akan dikemukakan pada kesempatan ini yaitu:

1. Berdebat yang tidak terarah dan tanpa tujuan yang jelas. 

Jika suatu saat kita terjebak dalam perdebatan (harap dibedakan dengan diskusi, yang dilakukan dengan teratur, santun dan bertujuan mencari kebenaran, sementara perdebatan seringkali emosional, untuk mempertahankan pendapat masing masing, sehingga cenderung mencari pembenaran bukan kebenaran) segeralah istighfar dan hentikanlah perdebatan.

2. Mencela ustadz ataupun mencela teman lain sesama peserta majelis ta’lim. 

Harap diingat bahwa celaan itu tidak bermanfaat, dan itu adalah termasuk ucapan yang buruk. Mencela sesama muslim adalah suatu dosa.

Kedua hal tersebut diatas (perdebatan dan celaan) adalah sama sama perbuatan lidah. Sehubungan dengan itu ada baiknya kita merenungkan maksud kandungan hadis berikut ini:


Dari Abu Hurairah ra, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berbicara yang baik atau diam”. (Muttafaq alaih)
 

Dari Ibnu Mas’ud, "Bukanlah (sifat) orang mukmin yang suka mencela, mengutuk, dan tidak pula suka berbuat keji dan omong jorok” (HR Turmudzi, dinyatakan shaheh oleh Al-Hakim).



M. Syafi'i
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger