Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Nabi Hadun bin Hud AS

Nabi Hadun bin Hud AS

Nabi Hadun a.s. adalah putera Nabi Hud a.s. yang dikatakan bahwa beliau merupakan penerus nasab Nabi Hud selain juga penerus dakwah dan kenabian setelah kaum ‘Ad musnah dihancurkan oleh Allah SWT dengan angina taufan.


Sejarah Nabi Hadun tidak banyak ditulis di kitab-kitab ataupun nash. Namun kubur beliau dapat ditemui di desa Hadun, kota Do’an, propinsi Hadramaut, Yaman. 

Desa tersebut dinamai dengan nama nabi yang dikubur di tempat tersebut, yaitu Nabi Hadun. Dan lembah yang berada di sekitar makam itu dinamakan Wadi Nabi yang artinya lembah nabi.
 

Makam Nabi Hadun terletak persis di sebelah timur desa dan mudah untuk dijangkau karena berada di samping jalan raya Do’an. Setiap tahun di desa Hadun ini diselenggarakan ziarah tahunan, beberapa hari setelah acara ziarah ‘aam di makam Nabi Hud, atau tepatnya di pertengahan bulan Sya’ban.

Disebutkan dalam kitab al-Ibriz riwayat dari Syaikh Abdul Aziz ad-Dibagh bahwa Nabi Huwaid diutus untuk orang-orang al-Ahqaaf, yaitu Hadramaut. Dan Habib Ahmad bin Hasan al-Atthos mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Nabi Huwaid adalah Nabi Hadun bin Hud a.s.


Disamping masyarakat kota Do’an yang sangat meyakini keberadaan Nabi Hadun di daerahnya tersebut, hal ini juga sangat masuk akal dengan banyaknya nabi-nabi yang diutus di Hadramaut dan dengan adanya bukti-bukti keberadaan umat-umat terdahulu seperti kaum ‘Ad, Tsamud, dan lain-lainnya yang pernah hidup di wilayah Hadramaut.


Adapun atsar yang diriwayatkan oleh al-Hakim di dalam kitab al-Mustadrak (2/615) : 

“Dari Atho’ bin as-Sa’ib dari Abdurrahman bin Sabath, berkata; “Sesungguhnya tidak dihancurkan suatu umat kecuali nabinya telah datang ke Mekah, beribadah disana hingga meninggal…..”. 

Ini merupakan nash dengan lafadz dan makna umum (‘aam), yang dapat dikhususkan (takhsiish) dengan atsar Ibnu Ishaq di kitab al-Mubtada’ dan juga Ibnu Asakir dari Urwah bin Zubair dalam kitab at-Tarikh. Menanggapi hal ini, Ibnu Hisyam dalam kitab at-Tijan mengatakan bahwa, “Sesungguhnya Hud dan anak-anaknya pergi berhaji kemudian setelah itu kembali ke rumah mereka (Hadramaut)……” .


Dan beberapa mufassirin mengatakan bahwa yang dimaksud ash’haburrossi di dalam Al-Qur’an surat al-Furqon ayat 38 adalah kaum Nabi Hadun. 

Namun pendapat yang lain mengatakan bahwa ash’haburrossi adalah kaum Nabi Handzolah bin Sofwan yang juga ditemukan bukti-bukti keberadaannya di Hadramaut.




Habib Ahmad Muhdlor bin Muslih bin Abdurrahman, Darul Mustafa – Tarim, Hadramaut, Yaman (Alumni PP. langitan)
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger