Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Pesona Malam Nisfu Sya'ban

Pesona Malam Nisfu Sya'ban

Bulan Rajab sebagai bulan Allah SWT, sangat cocok untuk bertaubat dan banyak melakukan amal sholeh, sementara bulan Sya’ban sangat baik untuk memperbanyak membaca sholawat kepada Rasulullah karena bulan Sya’ban ini dikhususkan sebagai bulan Nabi Muhammad SAW.


Bulan Rajab tak lain sebagai pembersih jasad atau raga. Sedang bulan Sya’ban merupakan pembersih hati atau kalbu, dan bulan Ramadan berfungsi membersihkan ruh atau jiwa. Yahya bin Mu’adz menjelaskan bulan Sya’ban terdiri atas lima huruf. Setiap huruf diperuntukkan bagi orang-orang mukmin. Huruf pertama, Syin, berarti syaraf (kemuliaan) dan syafa’at (pertolongan). A’in berarti ‘izzah (kemenangan), Ba’ berarti birr (kebaikan), Alif berarti ulfah (persatuan), dan Nun berarti nur (cahaya).


Bulan Sya’ban adalah bulan ke delapan dalam perhitungan tahun hijriyyah. Kata Sya’ban berasal dari kata “Syi’ab”, yang berarti jalan di atas gunung. Disebut Sya’ban karena pada bulan tersebut ditemukan berbagai jalan untuk mencapai kebaikan.
 
Salah satu hal penting dalam bulan Sya’ban adalah adanya malam Nisfu Sya’ban atau malam pertengahan bulan Sya’ban (15 Sya’ban). Hari itu dianggap penting pada saat itu catatan amal perbuatan manusia yang selalu dicatat oleh malaikat Raqib dan Atid dilaporkan kepad Allah Swt. Di samping itu pada malam Nisfu Sya’ban turun kebaikan-kebaikan berupa syafa’at (pertolongan), maghfiroh (ampunan), pembebasan azab (siksa) dan sebagainya. Oleh karenanya banyak yang menyebut bahwa malam Nisfu Sya’ban sebagai malam syafa’at, malam maghfiroh, dan malam pembebasan.


Terkait dengan penyebutan malam syafa’at, Al Ghazali menyatakan, pada malam ketiga belas Sya’ban Allah SWT memberikan kepada hamba-hambanya sepertiga syafa’at, pada malam ke empat belas diberikan seperdua syafaat dan pada malam ke lima belas diberikan syafaat secara penuh.


Disebut malam maghfiroh karena pada malam itu Allah SWT menurunkan ampunan kepada segenap penduduk bumi. Dalam sabda Nabi disebutkan, “Tatkala datang malam Nisfu Sya’ban Allah memberi ampunannya kepada penduduk bumi, kecuali bagi orang-orang yang syirik dan berpaling padanya” (HR Ahmad).


Begitu pula dinamakan malam pembebasan karena pada malam itu Allah membebaskan manusia dari siksaan neraka. Sabda Nabi dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Ishak dari Anas ibn Malik. “Wahai Humaira’ (A’isyah) apa yang engkau perbuat pada malam ini? Malam ini adalah malam Nisfu Sya’ban dimana Allah yang Maha Mulia dan Maha Agung memberikan kebebasan dari neraka laksana banyaknya bulu kambing Bani Kalb, kecuali enam orang. Orang yang tak berhenti minum arak (khamr), orang yang mencerca kedua orang tua, orang yang membangun tempat maksiat (zina), orang yang suka menaikkan harga (secara aniaya), petugas cukai (yang tidak jujur), dan tukang fitnah.”


Oleh karena itu sangat besar pahalanya orang yang memperbanyak amal-amal perbuatan yang baik pada malam itu. Salah satu amal yang bisa dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban adalah shalat sunnah 100 rakaat (shalat Nisfu Sya’ban). Namun begitu sebagian ulama, seperti Imam Nawawi dalam kitabnya al Majmu’ Syarah al Muhadzdzab, tidak sependapat dengan adanya Shalat Nisfu Sya’ban tersebut, karena dipandang hadis-hadis yang meriwayatkan tentang shalat tersebut hadis maudhu’ (palsu). Oleh karenanya untuk menjembatani adanya perselisihan tersebut maka sebagain ulama lain berpendapat shalat di waktu malam Nisfu Sya’ban diniatkan sebagai shalat sunnah muthlaq yang tidak terikat jumlah rakaatnya.


Yang masyhur di kalangan masyarakat, amalan yang dilaksanakan pada malam Nisfu Sya’ban sebagaimana juga dilaksanakan oleh ulama-ulama terdahulu adalah dengan membaca surat Yasin tiga kali, dengan niat, pertama, dipanjangkan usianya untuk beribadah dan beramal kepada Allah, kedua, supaya diberi keluasan Rizki yang banyak dan barakah, dan ketiga di akhir hayatnya mendapat husnul khotimah (Akhir yang baik).





Ust. Nur Amin Abdurrahman (Ma’had Qudsiyyah Kudus dan Madrasah Ibtidaiyyah  Qudsiyyah Kudus). Pernah dimuat di “Cermin Hati” Radar Kudus Jawa Pos, Edisi Jum’at 22 Juli 2011
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger