Nabi Nuh AS adalah seorang rasul yang
diceritakan dalam Taurat, Alkitab, dan Al-Quran.
Nuh diangkat menjadi nabi sekitar tahun 3650 SM. Diperkirakan Nabi Nuh tinggal
di wilayah Selatan Irak modern. Namanya disebutkan sebanyak 43 kali dalam
Al-Quran.
Menurut Al-Qur’an, Nabi Nuh memiliki 4 anak laki-laki yaitu Kanʻān
(tenggelam dalam banjir besar), Sam, Ham, dan Yafet.
Suyuti menceritakan bahwa nama Nuh bukan berasal dari bahasa Arab, tetapi
dari bahasa Syria yang artinya “bersyukur” atau “selalu berterima kasih”. Hakim
berkata dinamakan Nuh karena seringnya dia menangis, nama aslinya adalah Abdul
Ghafar (Hamba dari Yang Maha Pengampun).
Sedangkan menurut kisah dari kitab Taurat nama asli Nabi Nuh adalah Nahm
yang kemudian menjadi nama sebuah kota, kuburan Nuh berada di desa al Waqsyah
yang dibangun di daerah Nahm.
Nabi Nuh mendapat gelar dari Allah dengan sebutan Nabi Allah dan Abdussyakur
yang artinya “hamba (Allah) yang banyak bersyukur”.
Dalam agama Islam, Nabi Nuh adalah nabi ketiga sesudah Adam, dan Idris. Ia
merupakan keturunan kesembilan dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik (Lamaka)
bin Metusyalih|Mutawasylah (Matu Salij) bin Idris bin Yarid bin Mahlail bin
Qainan bin Anusyi bin Syits bin Adam. Antara Nabi Adam dan Nabi Nuh ada rentang
10 generasi dan selama periode kurang lebih 1642 tahun.
Nabi Nuh hidup selama 950 tahun. Nabi Nuh mempunyai istri bernama Wafilah,
sedangkan beberapa sumber mengatakan istri Nabi Nuh adalah Namaha binti Tzila
atau Amzurah binti Barakil dan memiliki empat orang putra, yaitu Kanʻān,
Yafith, Syam dan Ham.
Nabi Nuh adalah Rasul Allah yang diutus ke atas bumi ini, Dari Ibnu Katsir
bahwa Nabi Nuh diutus untuk kaum Bani Rasib. Dia lahir 126 tahun sepeninggal
Nabi Adam AS. Dari Ibnu Abi Hatim: Abu Umamah mendengar seorang berkata kepada Nabi
“Wahai Utusan Tuhan, apakah Adam seorang Nabi?” Nabi menjawab “Ya”. Orang
tersebut bertanya lagi: “Berapa Lama antaranya dengan Nabi Nuh?” maka
Rosulullah Menjawab “sepuluh generasi”.
Ibnu Abbas menceritakan Bahwa nabi Nuh diutus pada kaumnya ketika berumur
480 tahun. Masa kenabiannya adalah 120 tahun dan berdakwah selama 5 abad. Dia
mengarungi banjir ketika ia berumur 600 tahun, dan kemudian setelah banjir ia
hidup selama 350 tahun. Ibnu Abi Hatim dari Urwah bin Al Zubayr bahwa Wadd, Suwa, Yaghuth, Ya’uq dan
Nasr adalah anak nabi Adam. Wadd adalah yang tertua dari mereka dan yang paling
saleh di antara mereka.
Ibnu Abbas menceritakan bahwa ketika Nabi Isa menghidupkan Ham bin Nuh, dia bertanya
kepadanya kenapa rambutnya beruban, ia menjawab dia meninggal di saat usia muda
karena ketakutannya ketika banjir. Ia berkata bahwa panjang kapal Nabi Nuh
adalah 1200 Kubit dan lebarnya 600 Kubit dan mempunyai 3 lapisan.
Ibnu Thabari menceritakan setelah kapal berlabuh di pegunungan Ararat, ia
kemudian membangun suatu kota di daerah Ararat (Qarda) di suatu areal yang
termasuk Mesopotamia dan menamakan kota tersebut Themanon (Kota delapan Puluh)
karena kota tersebut dibangun oleh orang yang beriman yang berjumlah 80 orang.
Sekarang tempat tersebut dikenal dengan nama Suq Thamanin.
Ibnu Abbas kemudian menceritakan bahwa Nuh membangun kota Suq Thamanin dan
semua keturunan Qayin dibinasakan. Menurut Al-Harith dari Ibnu Sad dari Hisham
bin Muhammad dari ayahnya dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas berkata ”ketika Suq
Thamanin menjadi penuh dengan keturunan Nuh mereka berpindah ke Babylon dan
membangun kota tersebut”.
Abd al Ghafar menceritakan ketika kapal berlabuh di bukit Judi pada hari
Ashura.
Ibnu Ishaq mengatakan bahwa Nabi Nuh mendoakan ketiga putranya. Nabi Nuh
mendoakan keturunan Sam menjadi nabi-nabi dan rasul. Nuh mendoakan keturunan
Yafith untuk menjadi raja-raja, sedangkan dari keturunan Ham dia doakan agar
menjadi abdi dari keturunan Yafith dan Sam. Ketika Nabi Nuh menginjak usia lanjut, ia mendoakan agar keturunan Gomer dan
Kush menjadi raja-raja, karena mereka berdua ini melayani kakeknya disaat
usianya lanjut.
Ibnu Abbas menceritakan bahwa keturunan Sam menurunkan bangsa kulit putih,
Yafith menurunkan bangsa berkulit merah dan coklat, Sedangkan ham menurunkan
bagsa Kulit hitam dan sebagian kecil berkulit putih.
Puluhan tahun Nabi Nuh berdakwah, tetapi umatnya tidak mau mengikuti
ajarannya dan tetap menyembah berhala. Bahkan mereka sering kali menganiaya
Nabi Nuh dan pengikutnya. Untuk itu Nabi Nuh meminta Allah supaya menurunkan
azab bagi mereka. Kemudian dalam kisah tersebut dikatakan bahwa Allah mengabulkan
permintaan Nabi Nuh. Agar umat Nabi Nuh yang beriman terhindar dari azab
tersebut, Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat bahtera. Bersama para
pengikutnya, Nabi Nuh mengumpulkan paku dan menebang kayu besar dari pohon yang
ia tanam selama 40 tahun. Melalui wahyu-Nya, Allah membimbing Nabi Nuh membuat
bahtera yang kuat untuk menghadapi serangan topan dan banjir. Bahtera Nabi Nuh
merupakan alat angkutan laut pertama di dunia.
Menurut Al Qur’an, bahtera Nabi Nuh telah mendarat di Bukit Judi dan banyak
perbedaan pendapat mengenai Bukit Judi tersebut, baik dari para ulama maupun
temuan arkeolog. Ada pendapat yang menunjukkan suatu gunung di wilayah Kurdi
atau tepatnya di bagian selatan Armenia, ada pendapat lain dari Wyatt
Archeological Research, bukit tersebut terletak di wilayah Turkistan Iklim
Butan, Timur laut pulau yang oleh orang-orang Arab disebut sebagai Jazirah Ibnu
Umar (Tafsir al-Mishbah).
Pendapat lain menyebutnya terdampar di Gunung Ararat Turki. Para arkeolog
Cornuke dan tim mengatakan bahwa bahtera Nuh diduga telah ditemukan di Iran.
Lokasinya tidak sesuai seperti yang dijelaskan dalam kitab Kejadian; Bahtera
ini telah melakukan perjalanan dari timur mengarah ke Mesopotamia. Cornuke dan
tim berpikir bahwa Gunung Ararat adalah kemungkinan besar sebagai sebuah
pengalihan saja. “Alkitab memberikan petunjuk di sini tetapi ini bukanlah
mengarah ke Turki, tetapi mengarah langsung ke Iran.”
Berdasarkan foto yang dihasilkan dari gunung Ararat, menunjukkan sebuah
perahu yang sangat besar diperkirakan memiliki luas 7.546 kaki dengan panjang
500 kaki, lebar 83 kaki dan tinggi 50 kaki dan masih ada tiga tingkat lagi di
atasnya. Tingkat pertama diletakkan binatang-binatang liar dan yang sudah dijinakkan. Tingkat kedua ditempatkan manusia. Tingkat ketiga burung-burung.
Sumber: Walijo






Home
Posting Komentar