قال
رسول صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ تَعَالَى : أَنَا مَعَ
عَبْدِي حَيْثُمَا ذَكَرَنِي وَتَحَرَّكَتْ بِي شَفَتَاهُ
(صحيح
البخاري)
Sabda
Rasulullah SAW : Allah Berfirman “Aku bersama hamba Ku ketika ia mengingat Ku
dan bergetar bibirnya menyebut nama Ku” (Shahih Bukhari)
Telah bersabda Nabiyyuna Muhammad SAW riwayat Shahih Bukhari. “ada diantara manusia itu yang beramal dengan amalan ahli neraka hampir sepanjang hidupnya sampai antara dia dan neraka hanya 1 jengkal saja”. Maksudnya 1 jengkal saja adalah nafasnya, nafasnya hanya beberapa nafas lagi dan dia akan wafat dan akan masuk ke dalam neraka. Tetapi didahului kehendak Illahi maka dia beramal dengan amalan ahli surga, bertaubat kepada Allah dan dia masuk ke dalam surga.“Ada lagi kelompok yang beramal dengan amalan ahli surga sampai antara dia dan surga tinggal 1 hasta saja, lalu didahului oleh ketentuan Allah terlebih dahulu dia beramal dengan amalan ahli neraka dan dia masuk neraka”. (Shahih Bukhari)
Kita bertanya kenapa ini dan untuk apa gunanya ibadah? Lalu apa gunanya meninggalkan dosa? kalau semuanya sudah ditentukan oleh Allah Jalla Wa Alla. Jawabannya bukan itu, Hadits ini adalah tandzir (peringatan) li shalihin al mutakabbir” hadits ini mempunyai 2 makna membawa kabar gembira dan harapan bagi para pendosa walau kau tinggal 1 jengkal saja dari api neraka. Allah masih bisa membuatmu dan menerima taubatmu dan kau kembali kepada Allah dalam keadaan masuk surga. Jangan putus asa dari Rahmatnya Allah. Karena Allah mampu membolak – balik keadaan hingga bagaimana keadaannya jiwamu kepada Allah. Karena Allah telah berfirman didalam hadits qudsiy ”ana ‘inda dzhanni ‘abdiy biy” Aku bersama persangkaan hamba-Ku.
Seorang hamba siang dan malam tidak pernah bisa meninggalkan dosa, siang dan malam tidak pernah terlintas hal yang baik tiba – tiba sekilas ia melihat atau mendengar sesuatu yang baik didalam Islam maka berubahlah ia kepada Cahaya Keindahan Keridhoan Ilahi. Demikian keadaan para sahabaturrasul radiyallahu anhum.
Orang – orang yang bejat, orang – orang yang kejam dan sadis berubah menjadi ahlul sujud, berubah menjadi orang yang selalu tangannya menengadah kehadirat Allah, menjadi orang yang paling khusyu’ di muka bumi terkena sinar cahaya nabawiy yang diterbitkan oleh Allah untuk membawa kebahagiaan yang abadi yang dibawa oleh Sayyidina Muhammad SAW. Sang Pembawa Risalah kebahagiaan dunia dan akhirat Sayyidina Muhammad SAW. Dan Dialah (Allah) yang menerbitkan rahasia kebahagiaan itu. Dan Dialah (Allah) Yang Memiliki segala kebahagiaan. Kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat.
Lalu bagaimana dengan orang yang selalu beramal baik?
Kalau sudah tinggal 1 hasta saja dengan surga sudah didahului ketentuan Allah, ia masuk ke dalam neraka beramal dengan amalan ahli neraka. Lalu apa gunanya ibadah? Sebagaimana saya katakan ini adalah “tandzir li shalihin al mutakabbirin”, ini adalah peringatan bagi orang yang banyak beramal jangan sombong dengan amalnya. Barangkali dengan kesombongannya itu, bisa Allah balik ia berubah menjadi orang yang menginginkan perbuatan jahat dan ia wafat dalam keburukan. Demikian indahnya Sang Nabi SAW menuntun para pendosa dan para shalihin. Menuntun orang yang berbuat baik selalu dan menuntun orang yang selalu berbuat dosa agar berpadu dalam kemuliaan Illahi.
Allah SWT berfirman “wahai manusia berhati – hatilah dan bersiaplah. Akan datang hari kiamat kepadamu, Sang Pencipta alam semesta yang mencipta dari tiada, yang menghamparkan permukaan bumi dari tiada, yang membentangkan angkasa sebagai lambang keindahan-Nya dari tiada, mengatakan bahwa akan datang hari kehancuran. Sebagaimana ini semua ada dari tiada, ini semua akan berubah menjadi tiada karena ini semua Milik-Ku”, kata Allah.
Adakah manusia memiliki dirinya sendiri? ia tidak bisa mencipta sebutir sel tubuhnya. Berapa milyar sel tubuh kita yang berfungsi setiap hari, siapa yang memerintah sel tubuh kita untuk berfungsi, siapa yang memerintah sel tubuh kulit ketika kulit terluka, lantas ia merajut kembali sel – sel kulit yang baru. Siapa yang mengatur dan mengajarinya? Allah Allah Allah. Nama yang paling berhak diagung – agungkan dan disebut – sebut sepanjang waktu dan zaman.
Sebelum kita berdzikir dan mengingat Allah, Allah sudah memberi kita kehidupan dan itu pemberian yang tidak bisa diberikan oleh makhluk satu sama lainnya.
Dan Allah SWT sebelum mengajak kita berdzikir, sudah menjadikan alam
semesta ini berdzikir. Namun, manusia tidak mendengarnya.
Alam semesta berdzikir kehadirat Allah, mengagungkan Nama Allah, tersisalah
jiwaku dan jiwa kalian yang sepi dari dzikrullah. Lihat keadaan teman – teman
kita, bangga dan tenangnya dengan narkotika miliknya. Tahukan ia jika
tersingkap baginya keadaan temannya yang sedang menggelepar di alam barzah
karena perbuatan itu. Jika ia melihatnya, ia akan bersujud terus dalam sujudnya
hingga wafat.
Habib Munzir Al Musawwa





Home
Posting Komentar