Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Home » » Allah Bersama Hamba Yang Mengingat Dan MenyebutNya (2)

Allah Bersama Hamba Yang Mengingat Dan MenyebutNya (2)

Hadits yang baru saja kita baca tadi “ana ma’a ‘abdi haitsu maa dzakaranii wa taharrakat bii syafataah” Aku bersama hamba- hambaKu ketika ia mengingat-Ku dan bergetar bibirnya menyebut Nama-Ku. 

Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam kitabnya Fathul Baari menjelaskan bahwa maknanya bukan berarti Allah bersama dia secara Dzat-Nya, tapi menunjukkan betapa cinta dan senangnya Allah kepada orang yang mengingat Allah. Dan mengingat Allah itu bukan hanya dengan hati. Sebagian orang berkata bukan hanya dengan bibirnya tapi hati itu mengingat Allah. 

Ternyata kita dengar haditsnya “..wa taharrakat bii syafataah” bergetar bibirnya menyebut Nama-Ku. Bukan bersama Dzatnya Allah, namun bersama cintanya Allah hingga bibirnya yang bergetar itu menyebut Nama Allah maka ia bersama degan kecintaan Allah. Ternyata Allah masih menghargai bibir yang menyebut Nama-Nya. Allah sangat memuliakan bibir yang mengagungkan Nama-Nya. Oleh sebab itu, inilah indahnya dzikir. Jiwa dan sanubari kita berdzikir kepada Allah, jangan jadikan dzikir ini hal yang aneh dalam diri kita. 

Zaman sekarang orang bicara rindu dengan teman wajar, rindu dengan kekasih pantas, rindu dengan anak pantas, tapi kalau rindu dengan Allah koq sepertinya aneh? Padahal justru untuk ini kita dicipta. “wamaa khalaqtuljinna wal insa illa liya’budun” tidak kuciptakan jin dan manusia terkecuali untuk menyembah kepada-Ku. QS. Adz-Dzaariyat : 56. 

Apa untungnya bagi Allah kita menghamba kepada-Nya? 

Allah tidak butuh penghambaan kita. Allah ingin kita dekat, Allah ingin kita dekat. Inilah kenapa Allah menciptaku dan menciptamu dan mencipta seluruh manusia keturunan Adam as. Allah ingin mereka dekat lalu Allah ingin beri mereka surga yang lebih dan jangan sembah selain-Nya, jangan cintai lebih daripada cinta seorang kepada Allah. Kita bertanya, aku ini orang yang amam terhadap cinta kepada Allah? Aku punya kekasih, punya keluarga, punya teman, punya rumah tangga. 

Lalu bagaimana dengan cinta Allah ini? 

Tentunya “laa yukallifullahu nafsan illa wus a’ha” Allah tidak paksa manusia kecuali menurut kemampuannya. QS. Al Baqarah : 286. Sepertinya kalau harus jujur aku lebih cinta yang lain daripada Allah, aku lebih perduli pada yang lain daripada Allah, malah jangan – jangan diantara kita lebih sibuk memikirkan sandalnya jangan sampai hilang saat sujud kepada Allah. Bagaimana dengan keadaan ini? Allah SWT menjawab “laa yukallifullahu nafsan illa wus a’ha, laha maa kasabat wa a’laiha maktasabat”. QS. Al Baqarah : 286. 

Lalu bagaimana dengan dosa – dosa ini Rabbiy? bagaimana dengan kesalahan – kesalahan in Rabbiy? 

Allah ajari lagi “rabbana laa tuakhidznaa innasiinaa aw akhtanaa” wahai Allah jangan hukum kami kalau kami salah dan lupa. QS. Al Baqarah : 286. 

Ini ucapan coba kita renungkan!! Ucapan in bisa dikatakan tidak adil, sudah berbuat salah minta jangan dihukum kalau berbuat salah dan berbuat hal yang lupa. Tapi ternyata yang mengajari adalah Allah. Aku ingin kau menyaksikan betapa indahnya kalimat – kalimat Illahi yang sangat membuka pintu asmara-Nya untuk memanggil cinta kita agar berpaling kepada cintanya Allah. 

“Rabbana wala tahmil a’alaina ishran kama hamaltahu a’lalladziina min qablina” orang sebelum kami itu dahsyat, perintahnya berat, segala – galanya berat, jangan Kau bebankan kami seperti mereka. QS. Al Baqarah : 286. 

“Rabbana wala tuhammilna malaa thaqatalanabihi, wa’fu ‘anna waghfirlana warhamna” maafkan kami, ampuni kami, dan sayangilah kami. QS. Al Baqarah : 286. 

Indahnya kalimat ini “warhamna” sayangilah kami. “..fanshurna a’lalqaumil kaafiriin” tolonglah kami dari orang – orang yang jauh dan musuh – musuh Islam. QS. Al Baqarah : 286.



Habib Munzir Al Musawwa
Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger