Sabda Rasulullah SAW, “Diantara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman sorga, dan mimbarku di atas
telaga Haudh” (Shahih Bukhari)
Allah SWT berfirman “Dia (Nabi SAW) tidak berbicara dari hawa
nafsunya kecuali wahyu yang diwahyukan Allah SWT kepada beliau” (QS Annajm 3).
Kalimat-kalimat tersuci yang ada di alam, kalimat kalimat yang teragung yang
muncul di dalam tuntunan Sang Nabi SAW, yang dengan itu menenangkan hamba Nya,
mereka yang dalam kesedihan atau di dalam permasalahan atau di dalam musibah
akan tenang dan terus bersabar akan terangkat dari musibahnya dengan segera
karena jiwa yang dipenuhi cahaya Sang Pembawa Al Qur’an, jiwa yang dipenuhi
cahaya Allah dan Iman dan juga mereka yang dilimpahi kenikmatan dan keluasan
tidak menjadi kufur dan sombong.
Kenapa? karena ada cahaya iman. "Diajarkan
pada beliau (SAW) oleh yg dahsyat kekuatannya (jibril as)" (QS Annajm 4), Diajarkan
kepadanya (SAW), Jibril As yang Allah gelari Shadidul quwaa (dahsyah
kekuatannya) Malaikat Jibril As. Yang diberi kemuliaan dan kekuatan oleh Allah SWT
yaitu malaikat Jibril As.
Sampailah kita kepada hadits yang memberi
kejelasan bahwa walaupun beliau SAW sudah tidak berada di tengah-tengah kita di
dalam kehidupannya tapi mimbar beliau dan rumah beliau, apa apa yang ada
diantara mimbar dan rumah beliau masih tetap taman taman surganya Allah SWT.
"Apa apa yang ada diantara mimbarku dan rumahku adalah taman taman
surga". Menunjukkan bekas perjuangan beliau (Nabi SAW) tidak pernah
sirna. Oleh sebab itu Al Imam Ibn Hajar Al Asqalani didalam kitabnya Fathul
Bari bisyarah Shahih Bukhari menjelaskan bahwa makna dari hadits ini adalah
pendapat mereka yang mengatakan bahwa raudhah itu yang ada di Masjid Nabawiy
antara mimbar dan kubur beliau itu yang disebut raudhah. Tempat itu lebih
afdhal, dari Makkah Al Mukarramah ada sebagian pendapat yang mengatakan
demikian tapi yang diluar itu tentunya adalah Masjid Al Haram lebih afdhal.
Karena apa? karena ada haditsnya yang menjelaskan bahwa raudhah itu adalah
taman taman surga.
Al Imam Ibn Hajar mengatakan sebagian ulama menjelaskan raudhah itu kelak akan
dimunculkan oleh Allah dan dipindahkan di dalam surganya Allah SWT. Dan
mimbarku berada diatas telaga haudh. Namun kesimpulan daripada hadits ini
bahwa perjuangan Sang Nabi SAW tidak akan sirna dan keberkahan akan terus maju.
Bagi mereka mereka yang ingin meneruskan perjuangan beliau (Nabi SAW)
kemenangan akan selalu menjelang.
Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, Rasul SAW bersabda “tidak akan ada
habis habisnya kelompok dari umatku ada yang terus muncul diantara umatku
berdakwah (pada kebenaran) mereka tidak akan sirna sampai sampai di hadapan
Allah SWT”. Demikian mulianya kelompok ini, dijamin oleh Sang Nabi SAW
tetap ada dan membawa kedamaian.
Oleh sebab itu, walaupun kerusakan yang terus terjadi diantara umat dan
masyarakat kita. Munculnya narkoba yang semakin dahsyat dan segala hal yang
bersifat munkar, ini semua pasti akan terbenahi jika muncul muncul kelompok
kelompok yang ingin membenahi umat dengan kedamaian dan dengan rahmatan lil
alamin. Ini akan terbenahi.
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, semoga Allah SWT mengelompokkan majelis kita
diantara mereka yang disabdakan oleh Sang Nabi SAW “tidak akan ada habis
habisnya kelompok dari umatku akan terus ada, yang terus membawa tuntunanku dan
bimbinganku, yang mneruskan perjuangan akhlak beliau, yang meneruskan sunnah
beliau, yang meneruskan kedamaian yang dibawa oleh beliau”.
Habib Munzir Al Musawwa





Home
Posting Komentar