Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika jenazah orang yang wafat itu
diusung. Jika jenazah shalihin, ia berkata “qaddimuniy... qaddimuniy” cepat
– cepat majukan aku, bawa ke makamku karena aku akan mendapatkan kemuliaan.
Tapi apabila yang wafat itu adalah orang – orang yang fasiq, banyak berbuat
dhalim, banyak berbuat jahat maka ia berkata “yaa waylahaa, ayna yadzhabuu
biha” ini mau dibawa kemana jasadku, jangan cepat – cepat dikuburkan, aku
akan dimitai bertanggung jawab.
Rasul SAW bersabda “suara
jeritan itu didengar oleh seluruh makhluk terkecuali jin dan manusia”. Jika
mereka mendengarnya, mereka akan wafat karena takutnya”.
Allah berfirman “inna zalzalatassa’ati syai’un adhim ” hari
kiamat itu adalah hari yang sangat dahsyat. QS. Al Hajj : 1. Kenapa
kita lihat itu?
Hari itu orang yang punya bayi yang diasuhnya dilempar bayi itu
dan meninggalkan semua anaknya karena takut dimintai pertanggungjawaban. Anak
ini diasuh dengan baik atau tidak, diberi susu yang halal atau tidak, kau ajari
ia keagungan Nama-Ku atau tidak dari takutnya semua anak dilempar oleh mereka.
Dan wanita yang hamil menggugurkan kehamilannya, kenapa? tidak mau bertanggung
jawab atas satu nyawa lagi selain dirinya. Bertanggung jawab atas dirinya saja
susah, apalagi bawa tanggung jawab atas bayi yang baru lahir. Apakah diberi
makanan yang halal, apakah hari – harinya diperbuat dengan hal yang baik.
Akan Kau lihat manusia itu lari kesana – kemari bagaikan mabuk dari
takutnya panggilan – panggilan api neraka, QS. Al Hajj : 2 karena api
neraka memanggil para pendosa.
Kau lihat mereka seakan mabuk, mereka bukan
mabuk tapi melihat dahsyatnya kejadian di hari kiamat. Ketika ayat ini turun
bergetar para sahabat.
Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ketika ayat ini turun sebagian para
sahabat berjatuhan karena takutnya kepada Allah atas firmannya. Nabi SAW
mengumpulkan mereka. Manusia yang paling berkasih sayang, manusia yang paling
ramah, manusia yang tidak senang melihat manusia sedih dan risau, seraya
berkata “absyiru..absyiru” sini – sini mendekat. “Jangan bergelimpangan
menangis seperti itu, sini – sini berkumpul dekat denganku”, kata Rasul
SAW.
Maka Rasul SAW bersabda “hai umatku kalian ini aku harapkan pasti
menjadi ¼ penduduk surga”. Mendengar kata – kata itu, , dihibur oleh Sang
Nabi SAW, maka bertakbir para sahabat “Allahu Akbar, Masya Allah 1/4 ahli
surga”.
Maka ketika para sahabat terlihat gembira, Rasul SAW tambah lagi “kalian
tahu bahwa aku minta pada Allah bukan ¼ bahkan sepertiga dari ahli surga”.
“Allahu Akbar”, para sahabat bertakbir lagi. Lalu Rasul tersenyum dan
berkata “hai, kalian tahukan kalau aku berdoa kepada Allah agar kalian umat
Muhammad ini menjadi ½ ahli surga” maka para sahabat bertakbir. Terputus
riwayat Shahih Bukhari ini.
Namun Diriwayatkan di dalam riwayat yang Shahih bahwa
Rasul dipilihkan oleh Allah, “mau ½ umatnya masuk surga atau Syafa’at?” Namun
beliau SAW memilih syafa’at karena kalau syafa’at seluruh umatnya masuk ke
dalam surganya Allah SWT.
Salahkah jika kita mencintai Nabi Muhammad SAW. Turun ayat yang
menggetarkan, Nabi SAW langsung menghibur dan menenangkan sahabatnya. Inilah
Muhammad Rasulullah SAW.
Habib Munzir Al Musawwa





Home
Posting Komentar