Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Home » » Jenazah Setelah Wafatnya

Jenazah Setelah Wafatnya

Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika jenazah orang yang wafat itu diusung. Jika jenazah shalihin, ia berkata “qaddimuniy... qaddimuniy” cepat – cepat majukan aku, bawa ke makamku karena aku akan mendapatkan kemuliaan. Tapi apabila yang wafat itu adalah orang – orang yang fasiq, banyak berbuat dhalim, banyak berbuat jahat maka ia berkata “yaa waylahaa, ayna yadzhabuu biha” ini mau dibawa kemana jasadku, jangan cepat – cepat dikuburkan, aku akan dimitai bertanggung jawab. 

Rasul SAW bersabda “suara jeritan itu didengar oleh seluruh makhluk terkecuali jin dan manusia”. Jika mereka mendengarnya, mereka akan wafat karena takutnya”.

Allah berfirman “inna zalzalatassa’ati syai’un adhim ” hari kiamat itu adalah hari yang sangat dahsyat. QS. Al Hajj : 1. Kenapa kita lihat itu? 

Hari itu orang yang punya bayi yang diasuhnya dilempar bayi itu dan meninggalkan semua anaknya karena takut dimintai pertanggungjawaban. Anak ini diasuh dengan baik atau tidak, diberi susu yang halal atau tidak, kau ajari ia keagungan Nama-Ku atau tidak dari takutnya semua anak dilempar oleh mereka. Dan wanita yang hamil menggugurkan kehamilannya, kenapa? tidak mau bertanggung jawab atas satu nyawa lagi selain dirinya. Bertanggung jawab atas dirinya saja susah, apalagi bawa tanggung jawab atas bayi yang baru lahir. Apakah diberi makanan yang halal, apakah hari – harinya diperbuat dengan hal yang baik.

Akan Kau lihat manusia itu lari kesana – kemari bagaikan mabuk dari takutnya panggilan – panggilan api neraka, QS. Al Hajj : 2 karena api neraka memanggil para pendosa. 

Kau lihat mereka seakan mabuk, mereka bukan mabuk tapi melihat dahsyatnya kejadian di hari kiamat. Ketika ayat ini turun bergetar para sahabat.

Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari ketika ayat ini turun sebagian para sahabat berjatuhan karena takutnya kepada Allah atas firmannya. Nabi SAW mengumpulkan mereka. Manusia yang paling berkasih sayang, manusia yang paling ramah, manusia yang tidak senang melihat manusia sedih dan risau, seraya berkata “absyiru..absyiru” sini – sini mendekat. “Jangan bergelimpangan menangis seperti itu, sini – sini berkumpul dekat denganku”, kata Rasul SAW. 

Maka Rasul SAW bersabda “hai umatku kalian ini aku harapkan pasti menjadi ¼ penduduk surga”. Mendengar kata – kata itu, , dihibur oleh Sang Nabi SAW, maka bertakbir para sahabat “Allahu Akbar, Masya Allah 1/4 ahli surga”

Maka ketika para sahabat terlihat gembira, Rasul SAW tambah lagi “kalian tahu bahwa aku minta pada Allah bukan ¼ bahkan sepertiga dari ahli surga”. “Allahu Akbar”, para sahabat bertakbir lagi. Lalu Rasul tersenyum dan berkata “hai, kalian tahukan kalau aku berdoa kepada Allah agar kalian umat Muhammad ini menjadi ½ ahli surga” maka para sahabat bertakbir. Terputus riwayat Shahih Bukhari ini.

Namun Diriwayatkan di dalam riwayat yang Shahih bahwa Rasul dipilihkan oleh Allah, “mau ½ umatnya masuk surga atau Syafa’at?” Namun beliau SAW memilih syafa’at karena kalau syafa’at seluruh umatnya masuk ke dalam surganya Allah SWT.

Salahkah jika kita mencintai Nabi Muhammad SAW. Turun ayat yang menggetarkan, Nabi SAW langsung menghibur dan menenangkan sahabatnya. Inilah Muhammad Rasulullah SAW.


Habib Munzir Al Musawwa
Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger