Diceritakan bahwa Sayidina Abbas Radhiyallohu ‘Anhu meminta
izin kepada Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi wa Alihi wa Shohbihi wa Sallam untuk
memujinya, maka Nabi pun mempersilahkan seraya berdoa agar lisan dan mulut
Sayidina Abbas Radhiyallohu ‘Anhu senantiasa terjaga dari segala penyakit. Lalu
Sayidina Abbas Radhiyallohu ‘Anhu pun membawakan qosidah yang berisi
pujian-pujian kepada Nabi:
ﻗَﺒْﻠِﻬَﺎ ﻃِﺒْﺖَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻈِّﻼَﻝِ *** ﻭَﻓِﻲ ﻣُﺴْﺘَﻮْﺩَﻉٍ ﺣَﻴْﺚُ
ﻳُﺨْﺼَﻒُ ﺍﻟْﻮَﺭَﻕُ
Sebelum turun ke bumi, engkau hidup nyaman di dalam naungan
(surga). Dan dalam tempat terlindung (sulbi Adam) ketika daun-daun (surga)
dipetik (oleh Nabi Adam dan Sayidatuna Hawa ketika pakaian keduanya terlepas,
mereka memetik daun surga untuk menutupi aurat).
ﺛُﻢَّ ﻫَﺒَﻄْﺖَ ﺍﻟْﺒِﻼَﺩَ ﻻَ ﺑَﺸَﺮ ٌ *** ﺃَﻧْﺖَ ﻭَﻻ ﻣُﻀْﻐَﺔٌ ﻭَﻻ
ﻋَﻠَﻖُ
Lalu engkau turun ke bumi (dalam sulbi Nabi Adam), sedang
engkau belum berwujud manusia, bukan pula janin maupun `alak (segumpal darah
sebelum menjadi janin).
ﺑَﻞْ ﻧُﻄْﻔَﺔٌ ﺗَﺮْﻛَﺐُ ﺍﻟﺴَّﻔِﻴﻦَ ﻭَﻗَﺪ ْ *** ﺃَﻟْﺠَﻢَ ﻧَﺴْﺮًﺍ
ﻭَﺍﻫَﻠَﻪُ ﺍﻟْﻐَﺮَﻕُ
Tetapi adalah nutfah. Engkau berada dalam perahu (Nabi Nuh)
ketika Nasr (berhala kaum Nuh) ditundukan dan para penyembahnya tenggelam.
ﺗُﻨْﻘَﻞُ ﻣِﻦْ ﺻَﺎﻟِﺐٍ ﺇِﻟَﻰ ﺭَﺣِﻢٍ *** ﺇِﺫَﺍ ﻣَﻀَﻰ ﻋَﺎﻟِﻢٌ ﺑَﺪَﺍ
ﻃَﺒَﻖُ
Engkau berpindah dari sulbi menuju rahim. Dari suatu
generasi berlalu kepada generasi yang lain.
ﺣَﺘَّﻰ ﺍﺣْﺘَﻮَﻯ ﺑَﻴْﺘُﻚَ ﺍﻟْﻤُﻬَﻴْﻤِﻦ ُ *** ﻣِﻦْ ﺧَﻨْﺪَﻑَ ﻋَﻠْﻴَﺎﺀَ
ﺗَﺤْﺘَﻬَﺎ ﺍﻟﻨُّﻄْﻖُ
Sampai dilingkup oleh kemulian keluargamu yang terjaga,
berasal dari nasab tertinggi di atas segala orang-orang mulia.
ﻭَﺃَﻧْﺖَ ﻟَﻤَّﺎ ﻭُﻟِﺪْﺕَ ﺃَﺷْﺮَﻗَﺖِ ﺍﻟْﺄَﺭْ *** ﺽُ ﻭَﺿَﺎﺀَﺕْ
ﺑِﻨُﻮْﺭِﻙَ ﺍﻟْﺄُﻓُﻖُ
Dan ketika engkau dilahirkan, Bumi bercahaya, Segala penjuru
ufuk terang benderang dengan cahayamu.
ﻓَﻨَﺤْﻦُ ﻓِﻲ ﺍﻟﻀِّﻴَﺎﺀِ ﻭَﻓِﻲ ﺍﻟﻦ ّ *** ﻧُﻮْﺭِ ﻭَﺳُﺒْﻞُ ﺍﻟﺮَّﺷَﺎﺩِ
ﻧَﺨْﺘَﺮِﻕُ
Kami pun kini berada dalam naungan cahaya dan sinar itu dan
dalam jalan petunjuk kami berlalu.
Hadits ini diriwayatkan oleh al Hakim dalam Mustadrak, dan
Athabrani dalam al Mu`jam al Kabir dan lainya. Al Hafidz Ibnu Hajar dalam al
Amali mengatakan ini dalah hadits Hasan.
Di atas adalah satu dari sekian banyak contoh pujian
terhadap Nabi, baik yang dilakukan oleh para Sahabat, Tabi'in, Tabi'ut Tabi'in,
ulama Salaf dan Khalaf.
M.
Syafi’i





Home
Posting Komentar