Dzikir
merupakan tiang yang kuat untuk menuju Allah, juga sebagai langkah utama menuju
jalan cinta kepada Allah. Sebab orang tak dapat mencapai rasa cinta, tanpa
mengingat-Nya terus menerus. Orang yang beriman dan cinta kepeda Allah hatinya
selalu dihiasi dengan dzikrullah. Karena dzikir telah dijadikan santapan
bagi jiwa mereka. Hidup tanpa terus mengingat Allah akan mengakibatkan
robohnya bangunan spiritual yang menjadi penyanggah utama stabilitas mental
seseorang.
Jadi
sebenarnya, manusia itu bisa mencapai mahabbah Ilahiyah dengan menempuh jalan
dzikrullah. Allah sendiri telah memberi petunjuk dan menerangkan cara cara
berdzikir kepadaNya, dan dianjurkan Nya supaya orang orang mukmin memperbanyak
zikir. Dalam kitab Salalimul Fudlola’ disebutkan, salah satu waktu yang tepat
untuk berdzikir adalah setelah selesei melaksanakan sholat Shubuh. Waktu
tersebut hendaknya diisi dengan pembacaan dzikir, tasbih, doa dan ayat-ayat al
Qur’an hingga matahari terbit.
Imam Ghozali menyatakan banyak ayat-ayat yang
menerangkan tentang keutamaan waktu ini diantaranya:
فسبح بحمد ربك قبل طلوع الشمس وقبل غروبها
maka
bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam.
واذكر اسم ربك بكرة وأصيلا
Dan sebutlah nama Tuhanmu di waktu pagi dan sore.
Rosululloh
bersabda :
من صلى الفجر فى جماعة ثم قعد يذكر الله حتى تطلع الشمس ثم
صلى ركعتين كانت له كأجر حجة وعمرة
Barang siapa yang sholat Shubuh
dengan berjama’ah lalu duduk dengan berdzikir kepada Alloh sampai matahari
terbit kemudian ia sholat dua Roka’at, maka ia akan memperoleh pahala
sebagaimana pahalanya Haji dah Umaroh.
Dari
itulah, maka bila ada hamba Allah yang mulazamah(terus menerus)menjalankan
dzikir, janganlah sekali kali meremahkan. Sebab bagaimanapun orang yang
demikian itu sudah tergolong orang orang yang memperoleh inayah berupa Nur
Ilahi didalam dirinya. Betapa tidak? Tatkala hati seseorang tergetar dan lidahnya
bergerak karena dzikir berarti Allah telah menganugerahi cahaya iman kepadanya
dan menambah kokoh keyakinannya. Maka perbanyaklah dzikrullah dan
ber-muraqabatu Hudhurihi (mengintai ngintai kehadiranNya).
Umpamanya
dengan selalu menjalankan wirid, yaitu segala kegiatan ibadah yang secara
teratur dan tekun dilakkan karena Allah, seperti solat solat sunnah, puasa,
zikir,do’a dan sebagainya. Sebaiknya jangan sampai diri seorang melupakan
dzikir, meskipun disaat zikir belum tentu hatinya ingat kepada Allah. Tetapi itu
masih jauh lebih baik dairi pada meninggalkan sama sekali. Sebab kelalaian hati
terhadap Allah ketika tidak berzikir. Karena pada saat jiwa seseorang tidak
mengingat Tuhannya, maka setan leluasa membisiknya agar melakukan larangan
larangan Nya.
Sebaliknya, orang yang ingat kepada Allah dengan sebenar
benarnya, pasti ia tak akan terjerumus dalam maksiat dan dosa. Sebab, waktu ia
mengucapkan nama Allah akan terbukalah hatinya dan bertambalah imannya,
sehingga hati pun tertuju pada hal hal yang hak. Itulah sebabnya dalam ilmu
tasauf dikatakan, bahwa kalau diringkas, sebenarnya jalan kepada Allah dalam
metode suluk itu hanya melalui dua usaha. Pertama, mulazamah, yaitu terus
menerus dalam dzikrullah. Kedua, mukhalafa, yaitu terus menerus menghindarkan
diri dariu segala sesuatu yang dapat melupakan Allah, dimana jika hati
dilalaikan oleh gangguan setan ataupun dorongan nafsu hendaklah dilaan
dengan dzikrullah.
Ust. AM. Farman






Home
Posting Komentar