Nama TBS
sudah tak asing lagi bagi warga Kudus. Salah satu madrasah besar yang telah
mencetak banyal ulama tersebut akan memperingati hari lahirnya pekan ini. Madrasah
TBS Kudus berdiri tanggal 7 Jumadal Akhirah 1347 H (tahun Alif)
bertepatan dengan tanggal 21 Nopember 1928 M, pada masa penjajahan Belanda dan
dua tahun setelah berdirinya Jam’iyyah Nahdlotul Ulama’ (NU), dengan
nama TASYWIQUTH THULLAB (TB) yang artinya “Gairah / Kecintaan yang
amat sangat para siswa (terhadap ilmu pengetahuan)”.
Nama ini
diambil dari nama Pondok Pesantren yang berlokasi di dukuh Balaitengahan desa
Langgardalem, Kota, Kudus. Pondok tersebut dikelola oleh KH Noor Chudlrin
dengan Lurah Pondok saat itu KH Chadziq. Muassis atau pendiri Madrasah TBS
Kudus adalah KH Noor Chudlrin dan KH Abdul Muhithalumnus Al
Azhar Kairo.
Tahun 1440 H
ini, Madrasah TBS akan memperingati hari lahirnya ke 93. Ikatan Alumni TBS atau
yang disebut IKSAB telah menyiapkan serangkaian acara untuk memeriahkan
Harlah93 TBS yang mengambil tagline “Lebih dekat dengan Sejarah TBS”.
Agenda
pertama telah terlaksana pada 17 – 24 Januari 2019 yang lalu dengan perlombaan
membuat logo harlah TBS ke 93. Logo Harlah akhirnya telah ditetapkan oleh
panitia. Logo berbentuk segi delapan dengan agka 93 di tengahnya serta dengan
paduan warna hijau kekuningan akhirnya menjadi logo resmi Harlah 93 TBS yang
diumumkan sebagai pemenang pada 25 Januari 2019 yang lalu.
Agenda pada
1 hingga 12 Februari akan berlangsung Lomba Resensi “Dalil Sejarah TBS” yang
pemenangnya akan diumumkan pada 14 Februari 2019 mendatang. Lomba ini pun memperebutkan
hadiah jutaan rupiah. Dalam hari tersebut, tepatnya tanggal 11 hingga 12
Januari juga telah dilangsungkan khataman Al Quran sebanyak 93 kali takhtiman
yang dimulai dari ba’da ashar tanggal 11 Februari dan berakhir pada ba’da subuh
12 Februari 2019. Uniknya, khataman qur’an ini diselenggarakan di setiap gedung
Madrasah TBS Kudus. “Agar setiap gedung diberkahi karena khataman qur’an”, ujar
seorang panitia.
Puncak acara
Harlah TBS ke 93 akan berlangsung pada hari Sabtu tanggal 16 Februari 2019.
Rencananya ribuan alumni akan menghadiri perhelatan tersebut. Acara akan
diawali pada pukul 13.00 WIB dengan Silaturrahim Saudagar IKSAB. Silaturrahim
ini merupakan ajang pertemuan bagi ratusan
pebisnis dan pengusaha IKSAB. Acara yang akan berlangsung di Gedung TBS ini
akan mengambil tema “Membumikan Etos Gusjigang Era Digital”.
Acara lain
pada hari itu mulai pukul 13.00 WIB adalah temu kolektor 5000 manuskrip BUkti
Sejarah Madrasah TBS Kudus yang berlangsung di area parker Gedung MA TBS Kudus.
Area Parkir tersebut akan dipenuhi dengan stand-stand khusus untuk memamerkan
koleksi manuskrip yang dimiliki oleh para alumni maupun para pengajar TBS.
Tak lupa
sore harinya mulai ba’da ashar akan berlangsung acara Ziarah ke makam muassis
dan masyayikh MAdrasah TBS di Makam Krapyak, Makam Ploso, dan Menara Kudus
serta Makam KH. Arwani Amin yang diikuti oleh ribuan alumni dan santri TBS dan
dibagi per angakatan.
Ba’da maghrib
acara akan dilajutkan dengan tasayakuran Harlah TBS ke 93 dengan Tumpeng dan
Ingkung khas Kota Kudus di Gedung MA TBS. Acara tersebut juga disertai dengan pembacaan
manaqib dan hizib Autad sebanyak masing-masing 93 kali. Acara yang akan diberi
tema “Tumpeng Warisan Wali Untuk Dunia Harmoni” tersebut akan berakhir seiring
dikumandangkannya adzan isya.
Acara puncak
akan berlangsung ba’da isya dengan pengajian umum Harlah TBS 93 yang akan
berlangsung di Gedung TBS Kudus. Acara tersebut dijadwalkan akan dihadiri
oleh KHM. Ulil Albab Arwani, KHM. Arifin
Fanani, KH. Hasan Fauzi, KH. Musthofa Imron, KH. Ahmad Arwan, KH. Munaaf, dan
KH. Masykur Mu’in. Pasca pengajian umum, dilanjutkan dengan sholawatan hingga
subuh.
"Selamat Harlah TBS ke 93, semoga barokah, manfaat, mendapat ridho Allah dan sukses bagi madrasah dan semua santrinya. Aamiin." (KH. Ulil Albab Arwani)







Home
Posting Komentar