Wahai Rasulullah. Wahai yang menyempurnakan janji, wahai yang berakhlak agung,
wahai lautan kejernihan.
Engkau setelah Allah, sebaik-baik harapan dan pelindung, wahai pilihan, wahai
Mustafa, wahai penutup para Rasul, wahai sebaik-baik manusia, wahai penolong
yang sangat cepat, raihlah orang yang salah ini, hambamu yang durhaka,
dosa-dosanya menjerumuskannya di (tempat yang
menjadi) penghalang dan menjauhkannya serta melemperkannya di samudera
kesedihan yang gelombangnya dari segala penjuru menggulung, maka ia datang
padamu, lari dari dosanya dari waktu yang memusnahkan dan masa yang
keadaannya telah terbalik, sehingga wajah menjadi berada dibelakang, dari
kesusahan yang telah membinasakan, dari duka cita yang
telah menyelimuti, , dari cobaan serta kedudukan yang tiada dapat
menghilangkannya kecuali perhatianmu dan cukuplah itu. Maka selamatkanlah aku,
dengan pertolongan segera, dan carilah aku (yang hilang ini..), wahai yang
termulia…tolonglah aku, raihlah aku dan jadilah pelindungku.
Wahai pemimpin orang-orang lurus, jagalah aku dari semua yang ku
berhati-hati darinya, dalam penghidupanku dan tempat kembali yang dekat,
mohonkanlah pada Ar-Rahman (pemenuhan) kebutuhanku yang sangat mendesak dalam
diri.
Engkaulah pintu Allah SWT, tercapailah harapan dan cita-cita, mereka yang
berdiri disana. Engkaulah tali Allah yang memegangnya
akan memperolah kebaikan dan menepati janji.
Wahai Rasulullah…wahai matahari petunjuk, setiap bahaya karenamu telah
hilang. Wahai Rasulullah…Wahai samudera kemurahan, setiap kemurahan darimu
telah dikenal. Wahai Rasulullah…Kekeringan dan kelaparan serta kemiskinan
dibumi telah merebak.
Wahai Rasulullah…Mahalnya harga menghancurkan orang-orang miskin yang
kelaparan dan lemah, tahun-tahun kekeringan membinasakan mereka, sehingga
semuanya mendekati kematian, sedangkan pemilik harta dan kekayaan diantara
meraka memiliki sifat kikir yang buruk lagi membinasakan, kekikiran tak
membiarkan mereka berinfak di jalan Allah SWT yang memberi ganti (balasan
amal). Maka, mereka yang dalam keadaan darurat (butuh bantuan) laksana
ikan-ikan yang berada dalam lautan yang kering, penyebab semua ini adalah
mereka semua telah melampaui batas. Maka, mintakanlah maaf bagi mereka wahai
junjunganku, kepada Tuhanmu Maha Pengasih yang Maha Pemurah Maaf-Nya,
mohonkanlah pada-Nya agar menurunkan hujan bagi mereka yang merata, yang
melupakan kekeringan sebelumnya lalu manusia dapat hidup dengan layak,
bersyukur kepada Allah SWT secara terang-terangan dan tersembunyi.
Tolonglah wahai Rasulullah. untuk menghilangkan bencana ini, hingga sirna
sebab engkau punya derajat yang agung dan kedudukan terbesar lagi sempurna.
Ya Allah, berlemah lembutlah kepada kami, demi kedudukan Al-Mustafa dan
curahkanlah hujan, sesungguhnya kami orang-orang lemah, kami telah bermaksiat
lalu kami bertobat, maka ampunilah dan terimalah (taubat) orang-orang yang
durhaka lalu mengakui dosanya. Hilangkanlah kelaparan dari muka bumi, juga
kedzaliman dan ketidakadilan yang menebal. Tolonglah agama, tuntunlah
pemeluknya dan bimbinglah penguasa agar memenuhi tanggung jawab.
Wahai yang Maha Mulia, wahai yang Maha Dermawan, Maha Mulia, wahai Maha
Penyayang, wahai yang Maha Lembut diantara yang lembut, wahai yang Maha Mengetahui,
wahai yang Maha Bijaksana pelimpah kebaikan, wahai yang berbelas kasih yang
belas kasih-Nyatelah menimbulkan kasih saying, wahai yang besar Pemberian,
anugerah karunia dan kebaikan-Nya sebagaimana yang telah disifatkan.
Semoga shalawat Allah meliputi Ahmad Al-Mustafa, yang meredamkan api
syirik dan kekafiran, juga salam Allah beserta berkat-Nya atas keluarganya yang
terhormat dan mulia, pula atas sahabat pengikut jejak
mereka, terus menerus selama kilat bersinar berkibar dan angina sepoi yang harum
berhembus, sebagai penawar dan obat hati yang sakit. Allahumma Shalli Wasallim Wabarik `Alaih wa `ala
Alih wa Ashabih
Ahlulkisa






Home
Posting Komentar