فأخرج إبليس مزمارا وزمر
تزميرا مطربا فلما سمع آدم وحواء المزمار جاءا ليسمعا ذلك فلما وصلا الى شجرة الحنطة
قال ابليس تقدم الى هذه الشجرة يآدم فقال إنى ممنوع فقال ابليس (وما نهاكما ربكما عن
هذه الشجرة الا أن تكونا ملكين أو تكونا من الخالدين) فان من أكل من هذه الشجرة لا
يشيب ولا يهرم ثم أقسم بالله أنها لا تضرهما وأنه لمن الناصحين لهما فظن آدم أنه لا
يتجاسر أحد على أن يحلف بالله كاذبا وظن أنه من الناصحين
Kemudian iblis mengeluarkan seruling dan memainkannya dengan
merdu. Ketika Adam dan Hawa mendengarnya, mereka langsung mendatanginya untuk mendengarkan/ menikmatinya, di saat mereka sampai dipohon gandum maka iblis
berkata kepadanya, “Wahai
Adam, mendekatlah pada pohon ini.” Adam berkata,“Sesungguhnya
aku dicegah untuk mendekati pohon itu.”
Iblis berkata, “Tuhan
kamu tidak melarangmu untuk mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua
tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (di dalam
surga)."
Karena sesungguhnya siapa saja yang memakan biji dari pohon
ini,dia tidak akan bisa tua dan pikun dan iblis juga bersumpah dengan nama
Allah bahwa memakan biji itu tidak akan membahayakan mereka berdua dan dia
mengaku bahwa dia adalah pembawa nasihat bagi mereka berdua.
Maka Adam pun menyangka bahwa tiada yang berani mengucapkan
sumpah dengan nama Allah pada kebohongan dan menyangka juga bahwa iblis tadi
memanglah malaikat pembawa nasihat.
فمن حرص حواء على الخلود
فى الجنة تقدمت وأكلت فلما نظر آدم اليها حين أكلت ووجدها سالمة تقدم وأكل بعدها فلما
وصلت الحبة الى جوفه طار التاج عن رأسه وطارت الحلل أيضا
Dari keinginan Hawa untuk bisa menjadi kekal di surga maka
ia maju lebih dulu dan memakannya. Ketika Adam melihatnya makan dan selamat
maka Adam pun ikut maju dan memakannya. Pada saat biji itu sampai ditenggorokan
maka terbanglah mahkota yang ada dikepalanya bersama perhiasan-perhiasan yang
ada padanya.
سؤال لأى شئ لما أكلت حواء
من الشجرة لم تسقط الكسوة عنها فى الحال وآدم حين أكل سقطت عنه فى الحال الجواب لوسقطت
فى الحال عن حواء لرجع آدم ولم يأكل وأيضا االدية على العاقلة ولان الأمر كان أولا
لآدم
Pertanyaan, "Kenapa disaat Hawa memakan biji tersebut
seluruh pakaiannya tidak terlepas seketika sedangkan pakaian Adam terlepas
seketika itu juga?”
Jawab,“Andaikan
pakaian Hawa juga terlepas seketika itu , maka Adam akan kembali dan tidak akan
mau ikut memakannya,begitu juga diyat/tebusan itu pada yang berakal dan karena
sesungguhnya awal perkara itu untuk Adam.”
وقال بعض العلماء ان آدم
أكل وهو ناس قال الله تعالى (ولقد عهدنا الى آدم من قبل فنسى)
Sebagian ulama’
berkata,“Sesungguhnya Adam memakannya
itu dalam keadaan lupa.” Sebagaimana firman Allah :“Dan
sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan
perintah itu) .”QS.Thoha:115
فلما أكل آدم من الشجرة
أوحى الله تعالى الى جبرائيل عليه السلام بأن يقبض على ناصية آدم وحواء ويخرجهما من
الجنة فأخرجهما جبرائيل من الجنة ونودى عليهما بالمعصية. قال فكان آدم وحواء عريانين
فطافا على أشجار الجنة ليستترا بأوراقها فكانت الأشجار تنفر عنهما ورحمته شجرة التين
فغطته فتستر بورقها وقيل غطته شجرة العود فلذلك أكرمها الله بالرائحة الطيبة وأكرم
شجرة التين بالثمر الحلو الذى ليس له نوى وقيل غطته شجرة الحناء فلذلك صار أثرها طيبا
مفرحا ولذلك سميت الحناء قال كعب الأحبار لما صار آدم عريانا أوحى الله تعالى اليه
أن اخرج الىّ لأنظرك فقال آدم يارب لا أستطيع ذلك من حيائى منك وخجلى
Ketika Adam memakan biji dari gandum tersebut maka Allah
memerintahkan jibril untuk mencabut ubun-ubun Adam dan Hawa serta
mengeluarkannya dari surga dan dipanggil dengan sebutan maksiyat.
Wahhab Bin Munabbih berkata,“Pada saat itu Adam dan Hawa dalam keadaan
telanjang,mereka berputar pada pohon-pohon surga untuk mengambil daun untuk
menutupi tubuh mereka akan tetapi semua pohon-pohon itu kabur dan menjauh dari
mereka,akhirnya pohon “Tin” iba dan menutupi
mereka,lantas diambillah daunnya untuk menutupi tubuh mereka."
Dikatakan pula bahwa yang menutupi meraka adalah pohon ‘garu',oleh karena itu Allah
memuliakannya dengan bau yang harum dan Allah memulyakan pohon tin dengan buah
yang manis tanpa biji. Dikatakan juga bahwa yang menutupinya adalah pohon
'inai', oleh karena itu jadilah baunya harum dan wangi serta dinamakan inai.
Ka’ab Al Ahbar
berkata, ”ketika Adam dalam keadaan
telanjang,Allah berfirman kepadanya; ’keluarlah
kamu dari-KU, Aku akan menunggumu'. Maka Adam berkata, " Ya Tuhan , sungguh aku tidak
sanggup karena malu kepada_Mu.’’
Diambil dari Kitab “Bada-i’ az-Zuhur fi Waqa-i’ ad-Duhur” Karya Al-Imam Jalaluddin Abdurrahman bin Abubakar As-Suyuthiy (PISS-KTB)






Home
Posting Komentar