ﺍﻟﺼﻮﻡ ﺑﻘﺪﺭ ﻣﺎ ﻳﻜﻮﻥ
ﺗﺠﻮﻳﻌﺎ ﻟﻠﺒﻄﻦ ﻓﺎﻧﻪ ﻳﻜﻮﻥ ﻏﺬﺍﺀ ﻟﻠﺮﻭﺡ
Besarnya makanan bagi
ruh sesuai kadar kosongnya perut seseorang. Semakin lapar perut seseorang
ketika berpuasa semakin besar cahaya yang masuk ke dalam ruhnya.
Al-Imam Al-Habib
Abdullah Al-Haddad berkata:
ﻗﺎﻝ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺤﺪﺍﺩ ﺭﺣﻤﻪ
ﺍﻟﻠﻪ : ﻭﻣﻦ ﺁﺩﺍﺏ ﺍﻟﺼﺎﺋﻢ ﺃﻥ ﻻ ﻳﻜﺜﺮ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺑﺎﻟﻨﻬﺎﺭ ، ﻭﻻ ﻳﻜﺜﺮ ﺍﻷﻛﻞ ﺑﺎﻟﻠﻴﻞ ، ﻭﻟﻴﻘﺘﺼﺪ
ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺣﺘﻰ ﻳﺠﺪ ﻣﺲ ﺍﻟﺠﻮﻉ ﻭﺍﻟﻌﻄﺶ ؛ ﻓﺘﺘﻬﺬﺏ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﺗﻀﻌﻒ ﺷﻬﻮﺗﻪ ، ﻭﻳﺴﺘﻨﻴﺮ ﻗﻠﺒﻪ ...
ﻭﺫﻟﻚ ﺳﺮ ﺍﻟﺼﻮﻡ ﻭﻣﻘﺼﻮﺩﻩ
( ﺍﻟﻨﺼﺎﺋﺢ ﺍﻟﺪﻳﻨﻴﺔ ﺹ
138 )
"Diantara
adab-adabnya orang yang berpuasa, hendaknya ia tidak memperbanyak tidur di siang
hari dan tidak memperbanyak makan di malam hari. Hendaknya ia bersikap wajar
saja akan hal tersebut, sehingga ia tetap merasakan rasa lapar dan dahaga (di
siang harinya karena tidak banyak tidur, dan di malam harinya mampu berjaga
karena tidak terlalu kenyang). Dengan demikian jiwanya akan bersih, nafsu
syahwatnya akan melemah dan hatinya akan bercahaya. Inilah rahasia dan tujuan
dari ibadah puasa"
Berkata Jalaluddin
ar-Rumi,
"Jika otak dan
perutmu terbakar karena puasa, apinya akan terus mengeluarkan ratapan dari
dalam dadamu. Melalui api itu, setiap waktu kau akan membakar seratus hijab.
Dan kau akan mendaki seribu derajat di atas jalan di dalam hasratmu".
Imam Ghazali dalam
kitabnya Ihya Ulumuddin menerangkan tiga tingkatan dalam berpuasa.
Tingkatan pertama,
adalah menahan makan dan minum dan menjaga kemaluan dari godaan syahwat.
Tingkatan kedua,
selain menahan makan dan minum serta syahwat juga menahan pendengaran,
pandangan, ucapan, tangan dan kaki dari segala macam bentuk dosa.
Tingkatan ketiga,
menjaga pandangan hati agar senantiasa memandang Allah dan tidak terbersit
kepada selainNya.
Bulan puasa adalah bulan
riyadhoh. Kata Abah Guru Sekumpul, Arti riyadhoh itu tarkul manam (meninggalkan
tidur), tarkul anam (meninggalkan manusia, uzlah), tarkul tho'am (meninggalkan
makanan, lapar), tarkul kalam (meninggalkan berbicara, banyak diam).
Berkata Syaikh Abil
Hasan As Syadzili,
"Jika engkau
ingin diberikan khusyu' maka janganlah memandang hal-hal yang diharamkan Allah.
Jika engkau ingin dianugerahi hikmah maka janganlah berlebihan dalam berbicara
(perbanyaklah diam). Jika engkau ingin merasakan lezatnya iman maka janganlah
berlebihan dalam makanan."
Pondok Habib






Home
Posting Komentar