Musholla RAPI sukses menggelar acara pra Ramadhan beberapa waktu lalu dengan Pekan Ruwahan. Acara yang dimulai sejak malam Nisfu Sya’ban 20 April hingga 27 April 2019 tersebut berjalan dengan sukses. Acara dimulai dengan Doa Nisfu Sya’ban yang dipimpin oleh Imam Musholla RAPI Kyai Mufid dan dilanjutkan dengan khataman qur’an oleh para hafidz Bae Krajan dan Pengajian ibu-ibu yang dihadiri oleh Nyai Hajjah Masidah pada Ahad 21 April 2019.
Puncak acara adalah pengajian umum pada malam Ahad 27 April
2019. Acara diawali dengan gelaran Rebana oleh Tim Hadroh Nurun Najma Musholla
RAPI dan dilanjutkan dngan Tahlil umum yang dipimpin oleh Ust. Siddiq. Acara
tersebut menghadirkan KH. Amin Syamsuri sebagai penceramah. Beliau adalah
santri Romo KH. Asrori Al Ishaqi yang juga aktif di Majelis Al Khidmah
Kabupaten Kudus.
Dalam mauidhoh hasanah yang beliau sampaikan, beliau mewant—wanti
agar jamaah Musholla RAPI tidak ikut gegeran pasca dilangsungkannya pesta demokrasi
di Indonesia. Beliau menyebutkan hadist nabi tentang muslim yang bangkrut di
akhirat nanti.
“Nanti di akhirat akan ada muslim yang bangkrut. Siapa dia? Apakah
yang rugi karena perniagaan? Bukan. Muslim yang bangkrut adalah muslim yang membawa
pahala sholat, pahala puasa, pahala ibadah tetapi selain itu ia membawa dosa
kepada sesama.”, terang beliau.
“Ketika datang orang-orang yang pernah diejeknya, pernah
disakitinya, maka pahala-pahala itu diberikan ke orang-orang yang pernah
disakitinya. Ketika pahalanya habis, masih datang juga orang-orang yang pernah
didholiminya, maka dosa orang yang didholimi tersebut ditimpakan kepadanya. Apa
yang seperti ini tidak bangkrut namanya? Padahal ia sudah ibadah tekun selama
hidup di dunianya, tetapi pahala habis untuk bayar dosa-dosanya”, lanjut
beliau.
Beliau mengkritisi banyaknya pertikaian, saling ejek, dan
banyaknya fitnah dalam tahun-tahun politik ini. Beliau pun menyampaikan agar
jamaah tidak usah ikut-ikutan. “Lebih baik berdzikir, apalagi memasuki bulan
ramadhan, mulut, hati, dan pikiran sebaiknya digunakan untuk berdzikir
mengingat Allah”, ujar beliau.
Beliau mengingatkan bahwa nabi Muhammad pernah mengaminkan
doa malaikat Jibril yang menyebutkan beberapa jenis orang yang tidak
mendapatkan maghfiroh di Bulan Ramadhan yaitu orang-orang yang suka caci maki,
bertikai dan belum atau tidak meminta maaf.
Beliau juga memberikan tips, bagaimana jika kita terlanjur
mendzolimi, menyakiti orang lain namun kita tidak tahu atau mau meminta maaf tetapi
tidak bisa bertemu dengan yang kita pernah sakiti. “Ada tips dari Ulama Tariqoh
Syaikh Abdul Wahab asy Sya’roni”, papar beliau.
“Sempatkan, mumpung Ramadhan, baca surat Al Ikhlas 12 kali,
baca Al Falaq 1 kali, baca An Naas 1 kali. Setelah itu berdoalah kepada Allah
agar pahala bacaan qur’an tadi dikirim ke orang-orang yang pernah kita dholimi.”
Download rekaman ceramah beliau di sini






Home
Posting Komentar