ويروى ان أدم لما تكاثر نسله صاروا يتشاجرون فانزل الله تعالى لآدم
عصا من الجنة ليؤدب بها أولاده اذا عصوه ولهذا يقال ان العصا من الجنة قال الثعلبي
لما كبر قابيل فوض اليه ادم أمر الزرع وفوض أمر الغنم الى هابيل فأوحى الله تعالى الى
أدم بان يزوج اقليما بهابيل وان يزوج ليوثا بقابيل فأبى قابيل ان يتزوج بليوثا وقال
لا اتزوج الا باقليما لانها ولدت معي في بطن واحد وهي أحب الى من أخت هابيل وكان يومئذ
نكاح الاخت جائز لتكاثر النسل فعند ذلك قال لآدم يا بنى لا تعص الله فيما أمرنى به
فقال لا أدع أخي أن يأخذ أقليما.
Diceritakan bahwa disaat anak cucu Adam berkembang biak
menjadi banyak, mereka saling bertengkar , lalu Allah menurunkan tongkat dari surga
pada Adam untuk mendidik mereka yang durhaka oleh karena inilah dikatakan bahwa
sesungguhnya tongkat itu dari surga.
Imam Tsa'labi berkata,“
Saat Qabil sudah besar maka Adam memasrahkan padanya urusan palawija sedangkan
Habil dipasrahi tentang urusan ternak.
Kemudian Allah memberi wahyu kepada Adam agar Iqlima
dinikahkan dengan Habil dan Layutsa dengan Qabil. Akan tetapi Qabil menolak
menikah dengan Layutsa dan berkata, ’saya
tidak akan menikah kecuali dengan Iqlima karena dia dilahirkan bersamaku dalam
satu kandungan dan dia lebih aku cinta daripada saudarinya Habil.’
Pada waktu itu menikahi saudara sendiri diperbolehkan untuk
memperbanyak keturunan. Setelah itu Adam berkata, ’ wahai anakku,janganlah kamu durhaka kepada Allah
yang telah memberi perintah kepadaku mengenai masalah ini.’
Lalu Qabil menjawab, ’
saya tidak akan membiarkan saudaraku mempersunting Iqlima.”
فقال آدم أذهب أنت وأخوك
فقربا الى الله تعالى قربانا وليكن من أطيب ما عندكما ثم يقف كل منكما وينظر من يتقبل
قربانه فهو أحق باقليما فرضيا بذلك وخرجا وتوجها الى مكة فصعدا على جبل من جبالها وقرب
هابيل قربانا من خيار غنمه وقرب قابيل قمحا لم يدرك في سنبله ثم وقف قابيل وهابيل ينتظران
ما يكون من أمرهما فنزلت من السماء غمامة بيضاء فأشرقت على قربان قابيل ثم أعرضت عنه
ومالت الى قربان أخيه هابيل فاحتملته وصعدت به الى السماء وهو قوله تعالى(فتقبل من
أحدهما ولم يتقبل من الآخر) الآيتين
فقال قابيل لأخيه ان تأخذها
قتلتك ولا أدع لك أختى الحسناء وما أنا بآخذ أختك القبيحة
Kemudian Adam berkata, ’
pergilah kamu dan saudaramu dan berkurbanlah untuk Allah pada sesuatu yang
terbaik yang kalian miliki,lalu letakkanlah kurban kalian,setelah itu tunggu
dan lihatlah siapa yang kurbannya diterima,maka dia lah yang lebih berhak atas
Iqlima.'
Mereka sepakat, lalu meraka keluar dan menuju Makkah. Mereka
naik disalah satu gunung di daerah itu. Habil berkurban dengan kambing pilihan,
sedangkan Qabil berkurban hanya dengan gandum yang tidak disertakan tangkainya.
Lalu mereka berdiri menunggu apa yang akan terjadi.
Setelah itu turunlah awan putih yang bersinar dari langit
tepat pada kurbannya Qabil, tapi kemudian berpaling, dan condong pada qurbannya
Habil, lalu diambillah kambing itu dan dibawa naik ke langit.” Dan itu adalah firman Allah
SWT :
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ
ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَاناً فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ
يُتَقَبَّلْ مِنَ الآخَرِ قَالَ لأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ
مِنَ الْمُتَّقِينَ
المائدة : 27
" Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam
(Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan
kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak
diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): "Aku pasti
membunuhmu!."
Berkata Habil, "Sesungguhnya Allah hanya menerima
(kurban) dari orang-orang yang bertakwa."
Lalu Qabil berkata pada saudaranya,“Jika kamu mengambil Iqlima,aku akan membunuhmu dan
tak akan ku biarkan kamu ambil saudariku yang cantik dan aku pun tak akan mau
menikah dengan saudarimu yang buruk rupa.”






Home
Posting Komentar