Diantara ayat-ayat tentang perintah
puasa (QS. Al Baqarah : 183 s/d QS. Al Baqarah : 187), Allah SWT
menyisipkan satu ayat yang mengabarkan bagaimana dekatnya Allah SWT
dengan hamba dan bagaimana Allah mengabulkan doa hamba-hambaNya.
Subhanallah, di balik beratnya
puasa, Kita dapati suatu isyarat yang mengagumkan terhadap jiwa dan
relung-relung hati, Kita dapati suatu penggantian yang sempurna dan
menyenangkan, Kita dapati penggantian dan pembalasan itu pada kedekatan kepada
Allah dan pengabulan-Nya terhadap doa. Hal ini dilukiskan dalam kalimat yang
halus dan lembut, seakan memantulkan cahaya harapan...
“ Dan apabila hamba-hamba-Ku
bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat.
Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka
hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman
kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” ( QS. Al
Baqarah : 186 )
Subhanallah, ayat ini menunjukkan
bagaimana Allah mengijabah doa-doa kita, betapa cepat respon Allah atas doa-doa
Kita, sebagai respon dari puasa yang Kita lakukan atas perintah-Nya.
Satu hikmah yang dapat Kita petik, setelah Kita mengetahui begitu cepat responsibilitas Allah SWT atas hamba-NYa adalah, seberapa cepat responsibilitas kita terhadap perintah-perintah Allah SWT, Pada akhir ayat Allah SWT dengan lembut mengarahkan agar kita memenuhi segala perintahNYa dan beriman kepadaNya,
….” maka hendaklah mereka itu
memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar
mereka selalu berada dalam kebenaran.”
( QS. Al Baqarah : 186 )
Pertanyaannya adalah seberapa cepat
kita merespon perintah tersebut.
Pernah pada suatu ketika, Kota
madinah bau khamar/arak, selama tiga hari bahkan lebih, karena respon yang
begitu cepat dari kaum Muslimin saat itu, ketika menerima ayat-ayat yang
melarang minum khamar, mereka membuang semua khamar yang tersimpan, begitu ayat
pelarangan khamar disampaikan.
Handzalah, merespon dengan cepat
panggilan jihad dari Rasulullah SAW, begitu cepatnya sampai-sampai belum
sempat menyelesaikan hajat bersama sang istri. Pada akhirnya Beliau syahid di
medan Uhud dan malaikatpun memandikan jasad Handzalah yang belum sempat mandi
seketika akan berangkat.
Demikian respon para sahabat
Rasulullah SWT terhadap perintah Allah dan Rasulnya, Bagaimana dengan Kita? seberapa
cepat respon kita terhadap perintah Allah dan Rasulnya, seberapa cepat respon
kita terhadap ajakan-ajakan kebaikan, termasuk respon kita (baik yang pejabat,
pegawai negeri sipil maupun non sipil, pelajar, pegawai swasta, maupun
masyarakat pada umumnya) terhadap perubahan bangsa Indonesia ke arah yang
lebih baik. Adakah kita telah meresponnya dengan sepenuh hati?
Semoga Kita termasuk dalam golongan
orang-orang yang menyambut dengan sepenuh hati seruan terhadap
kebaikan, merespon dengan cepat perintah Allah dan RasulNya, dan beriman
Kepada Allah SWT, sehingga Kita selalu berada dalam jalan yang benar.
Bambang Widiarto






Home
Posting Komentar