Pernah suatu kali Nabi Muhammad masuk ke rumah Siti Aisyah
r.a. di waktu tengah malam. Tatkala itu Siti Aisyah sedang menjahit bajunya
Nabi Muhammad SAW. Tatkala Siti Aisyah sedang asyik menjahit baju Nabi Muhammad
SAW, tiba-tiba jarum yang dipakai Siti Aisyah untuk menjahit baju Nabi Muhammad
SAW terjatuh dan lampu yang digunakan untuk menjahit itu juga terjatuh sehingga
padamlah lampu itu.
Tatkala Siti Aisyah sedang mencari-cari jarum yang terjatuh
itu, karena gelap tidak terlihat, tiba-tiba muncullah Nabi Muhammad SAW maka ruangan
yang ada di situ menjadi terang benderang dengan cahaya wajahnya Nabi Muhammad
SAW sehingga Siti Aisyah dengan mudah mengambil jarum yang terjatuh itu.
Tatkala itu Siti Aisyah mengambil jarum sambil melihat wajah
Nabi Muhammad SAW sambil berkata, “Alangkah terang wajahmu Ya Nabi.” Maka
berkatalah Nabi, “Celakalah orang yang tidak melihat wajahku di hari kiamat,
wahai Aisyah.” Maka Siti Aisyah bertanya kepada Nabi , “Siapa orang yang tidak
dapat melihatmu nanti di hari kiamat, Ya Rasulullah?”.
“Orang yang disebutkan
namaku dihadapannya tapi tidak mau bershalawat kepadaku,” kata Nabi Muhammad
SAW. Karena itu adalah suatu tanda lemahnya imannya dan hubungannya,
kecintaannya kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Dan termasuk tindak akhlak yang agung yang diajarkan Nabi Muhammad SAW yaitu
menjaga seluruh anggota tubuh kalian daripada bermaksiat kepada Allah SWT.
Jagalah mata kalian dari pandangan yang haram. Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW
bersabda, “Pandangan yang haram bisa mencabut iman dari diri seseorang seperti
mencabutnya pakaian dari badannya.” Nabi Muhammad SAW bersabda, “Pandangan yang
haram adalah panah daripada panah syaitan yang beracun, barangsiapa
meninggalkan pandangan yang haram karena takut kepada Allah SWT maka Allah
memberikannya keimanan, manisnya iman yang akan dirasakan oleh hatinya.”
Dan jagalah lisan kalian daripada perkataan dusta dan ghibah. Karena
sesungguhnya perbuatan dusta dan ghibah dapat menghilangkan pahala-pahala
ibadah seperti puasa dan yang lainnya. Bila seseorang berdusta atau
ghibah/bergunjing maka dihilangkan pahalanya oleh Allah SWT. Maka Rasulullah
SAW bersabda, “Puasa adalah perisai atau benteng dari kalian selama kalian
tidak merusaknya.” Maka para sahabat bertanya, “Sesungguhnya apa yang bisa
merusak puasa itu , Ya Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Sesungguhnya apabila
kalian menjaga lisan kalian daripada perkataan dusta dan tidak berbuat ghibah.”
Maka dari itu Rasulullah SAW juga bersabda, “Jagalah mata hatimu, umat! perut
kalian dari makanan-makanan yang haram”, dan Nabi mengatakan , “Setiap satu
suap atau makanan haram yang masuk ke dalam perut seseorang maka neraka lebih
pantas baginya.”
Ceramah Habib Umar bin Hafidz di Masjid an-Nur, Empang, Bogor Kamis Ashar, 7
Januari 2010






Home
Posting Komentar