Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Home » , » Ahlak Rasulullah SAW Dan Sayyidina Abubakar Ashidiq (5)

Ahlak Rasulullah SAW Dan Sayyidina Abubakar Ashidiq (5)

Tatkala pernah suatu kali yaitu pembantu yang membantu di rumah tangga Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. ra diberikan suatu makanan, maka pembantu ini memakan terlebih dahulu makanan itu tanpa menanyakan terlebih dahulu kepada Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. ra. Maka Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. ra menegur kepada pembantu ini, “Mengapa engkau tidak menanyakan terlebih dahulu kepadaku tentang makanan ini, biasanya kamu menanyakan dulu baru engkau memakannya?”

“Aku tadi dalam keadaan sibuk, aku dalam keadaan lapar sehingga aku lupa menanyakan hal ini kepadamu, wahai Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. ra”.

Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. ra berkata, “Makanan ini aku dapatkan daripada tetangga yang sedang ada pesta perkawinan, diberikan makanan ini kepadaku. Dahulu dia pernah menjadi dukun dan berdusta kepadaku.” Maka kata Sayyidina Abu Bakar, “Berarti makanan ini adalah makanan Subhat, diragukan kehalalannya.” Maka Sayyidina Abu Bakar memasukkan jarinya ke mulut pembantunya supaya memuntahkan makanan yang masuk itu.

(kisah lain) Maka tatkala mendengar itu, tetangga yang ada di kampungnya, “Bagaimana keadaan Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. ra, yaitu khalifah Rasulullah SAW, dengan bersuara yang begitu keras ingin memuntahkan makanan yang telah masuk ke dalam perutnya dari pembantunya yang tidak diketahuinya”

Sayidina Abu Bakar Ash-Shiddiq. ra berkata, “Ada makanan yang masuk ke dalam perutku dari makanan yang subhat, maka harus aku mengeluarkannya dari perutku ini”.

“Maka bantulah dengan minum air, mungkin dengan engkau meminum air akan mengeluarkan semua makanan yang ada dalam perutmu itu.” Maka keluarlah makanan itu.

Tatkala keluar makanan subhat itu dari perut, maka beristighfarlah beliau sehingga dengan istighfarnya mungkin bisa membersihkan dari sisa-sisa makanan tersebut. Maka sahabat yang melihat keadaan Sayidina Abu Bakar, “Hampir-hampir engkau ini mencelakakan dirimu wahai Sayidina Abu Bakar.” Maka Sayidina Abu Bakar mengatakan, “Seandainya aku mengeluarkan makanan subhat ini dari perutku dengan ruhku sampai aku matipun, aku rela, jangan sampai makanan ini masih ada dalam perutku daripada makanan yang haram. Karena aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Setiap masuk makanan satu suap daripada makanan yang haram maka neraka lebih utama bagi orang itu’.”

Segala Puji bagi Allah SWT yang telah mengumpulkan kita dalam keadaan baik, semoga Allah mencatat amal kita ini. Setiap hari Kamis dan hari Senin, yaitu hari yang mana dilaporkan amalan umat Nabi Muhammad SAW kepada Nabi Muhammad SAW dan kepada Allah SWT. Maka tidak diterima oleh Allah SWT amalan daripada orang yang memutuskan hubungan silaturahmi, Allah akan mengampuni dosa-dosa semua kaum muslimin di hari itu kecuali orang yang menaruh perasaan dengki atau benci kepada sesama muslim.


Ceramah Habib Umar bin Hafidz di Masjid an-Nur, Empang, Bogor Kamis Ashar, 7 Januari 2010
Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger