Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Home » » 4 Kunci Masuk Surga (3)

4 Kunci Masuk Surga (3)

Kunci Ketiga: Dakwah

Setelah seorang hamba membekali dirinya dengan ilmu dan amal, dia memiliki kewajiban untuk 'melihat' kanan dan kirinya, peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Kepedulian itu ia apresiasikan dengan bentuk 'menularkan' dan mendakwahkan ilmu yang telah ia raih dan ia amalkan kepada orang lain.

Inilah fase ketiga yang seharusnya dititi oleh seorang muslim, setelah ia melewati dua fase di atas. Dia berusaha untuk mengajarkan ilmu yang ia miliki kepada orang lain, terutama keluarganya terlebih dahulu, dalam rangka meneladani metode dakwah Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam yang Allah ceritakan dalam firman-Nya,

"وَأَنذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ". الشعراء: 214.

Artinya: "Dan berilah peringatan (terlebih dahulu) kepada keluarga terdekatmu". QS. Asy-Syu'arâ': 214.

Tidak sepantasnya seorang da'i menyibukkan dirinya untuk mendakwahi orang lain di mana-mana lalu 'menterlantarkan' keluarganya sendiri; sebab sebelum ia 'mengurusi' orang lain, ia memiliki kewajiban untuk 'mengurusi' keluarganya terlebih dahulu, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah ta'ala dalam firman-Nya,

"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً". التحريم: 6.

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka". QS. At-Tahrîm: 6.

Dalam berdakwah terhadap keluarga maupun kepada orang lain, kita dituntut untuk senantiasa mengedepankan sikap hikmah, dalam rangka mengamalkan firman Allah ta'ala,

"ادْعُ إِلِى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ". النحل: 125.

Artinya: "Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, serta berdebatlah dengan mereka dengan jalan yang baik". QS. An-Nahl: 125.

Inilah kunci ketiga yang akan mengantarkan seorang hamba ke surga. Namun seseorang tidak dibenarkan untuk langsung meloncat ke fase ketiga ini (yakni dakwah) tanpa melalui dua fase sebelumnya (yakni ilmu dan amal); karena jika demikian halnya ia akan menjadi seorang yang sesat dan menyesatkan ataupun menjadi seorang yang amat dibenci oleh Allah ta'ala.

Mereka yang berdakwah tanpa ilmu, Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam sifati dalam sabdanya sebagai orang yang sesat dan menyesatkan,

 "إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا؛ اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا". رواه البخاري ومسلم من حديث عبدالله بن عمرو رضي الله عنهما، واللفظ للبخاري.

"Sesungguhnya Allah tidak melenyapkan ilmu (dari muka bumi) dengan cara mencabut ilmu tersebut dari para hamba-Nya, namun Allah akan melenyapkan ilmu (dari muka bumi) dengan meninggalnya para ulama; hingga jika tidak tersisa seorang ulamapun, para manusia menjadikan orang-orang yang bodoh sebagai panutan, mereka menjadi rujukan lalu berfatwa tanpa ilmu, sehingga sesat dan menyesatkan". HR. Bukhari dan Muslim dari hadits Abdullah bin 'Amr radhiyallahu'anhuma, dengan redaksi Bukhari.

Sedangkan mereka yang berdakwah kemudian tidak mengamalkan apa yang didakwahkannya, Allah ta'ala cela dalam firman-Nya,

"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ . كَبُرَ مَقْتاً عِندَ اللَّهِ أَن تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ". الصف: 2-3.

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan? (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika laian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan". QS. Ash-Shaff: 2-3.

Kunci Keempat: Sabar

Kesabaran dibutuhkan oleh setiap muslim ketika ia mencari ilmu, mengamalkannya dan mendakwahkannya; karena tiga fase ini susah dan berat.

Proses pencarian ilmu membutuhkan semangat 'empat lima' dan kesungguhan, sebagaima disitir oleh Yahya bin Abi Katsir :, "Ilmu tidak akan didapat dengan santai-santai".

Pengamalan ilmu juga membutuhkan kesabaran, karena hal itu merupakan salah satu jalan yang utama yang mengantarkan seorang hamba ke surga, dan jalan menuju ke surga diliputi dengan hal-hal yang tidak disukai oleh nafsu. Dalam hadits shahih disebutkan,

"حُفَّتْ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتْ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ". رواه مسلم من حديث أنس بن مالك رضي الله عنه.

"(Jalan menuju ke) surga diliputi dengan hal-hal yang dibenci (nafsu), sedangkan (jalan menuju ke) neraka diliputi dengan hal-hal yang disukai hawa nafsu". HR. Muslim dari hadits Anas bin Mâlik radhiyallahu'anhu.

Tidak ketinggalan, dakwah juga membutuhkan kesabaran, karena itu merupakan jalan yang dititi para rasul dan nabi.

 عن سعد رضي الله عنه قال: قُلْتُ: "يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلاَءً؟" قَالَ: "الأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الأَمْثَلُ فَالأَمْثَلُ...". رواه الترمذي وقال حسن صحيح، وكذا قال الشيخ الألباني.

Sa'ad bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berat cobaannya? Beliau shallallahu'alaihiwasallam menjawab, "Para nabi lalu mereka yang memiliki keutamaan yang tinggi, lalu yang di bawah mereka". HR. Tirmidzi dan beliau berkata, "Hasan shahih",



Mutiara Jasmin
Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger