Adv 1
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

Bolehkah Membayar Dam Haji di Tanah Air (Indonesia)

Dam (Denda pelanggaran dalam ibadah haji) yang bersifat harta benda (menyembelih kambing atau shadaqah pada 6 fakir miskin 3 Sho'/7,50 kg) hanya boleh diberikan pada fakir miskinnya tanah haram dan tidak boleh di pindah kedaerah lain (indonesia misalnya). Keterangan tersebut diambil dari :

ويجوز أن يدفع لكل منهم مدا أو أكثر أو أقل إلا دم نحو الحلق فيتعين لكل واحد من ستة مساكين نصف صاع كما مر فإن عدموا من الحرم أخر الواجب المالي حتى يجدهم ولا يجوز نقله بخلاف الزكاة إذ ليس فيها نص صريح بتخصيص البلد بخلاف هذا

Bagi setiap mereka boleh diberikan satu mud, lebih banyak atau lebih sedikit kecuali dam akibat mencukur rambut maka bagi setiap seorang dari enam miskin tersebut wajib diberikan separoh sho’ (1,25 Kg) seperti pada keterangan yang telah lewat.

Bila mereka (fakir miskin) tidak diketemukan di tanah haram maka kewajiban yang bersifat harta benda tersebut wajib diundur hingga mereka diketemukan dan tidak diperkenankan memindahkan dam ke daerah lain. 

Berbeda dengan masalah zakat karena dalam zakat tidak diketemukan dalil nash yang jelas dalam ketertentuan daerah dikeluarkannya harta benda berbeda dengan masalah dam ini (Al-Minhaj al-Qawiim I/625). 

* (فرع)
قال القاصي حسين في الفتاوي لو لم يجد في الحرم مسكينا لم يجز نقل الدم إلى موضع آخر سواء جوزنا نقل الزكاة أم لا لانه وجب لمساكين الحرم كمن نذر الصدقة على مساكين بلد فلم يجد فيه مساكين يصبر حتى يجدهم ولا يجوز نقله بخلاف الزكاة على أحد القولين لانه ليس فيها نص صريح بتخصيص البلد بها بخلاف الهدى

Cabang:
Berkata alQaadhi al-Husaain dalam Kitab Fataawanya “Bila di tanah haram tidak diketemukan orang miskin, tidak diperkenankan memindahkan dam (denda pelanggaran dalam haji) ke tempat lain baik menurut pendapat ulama yang memperbolehkan memindahkan zakat atau tidak, karena dam hanya wajib diberikan pada fakir miskinnya tanah haram seperti halnya saat seseorang bernadzar bersedekah pada fakir miskinnya suatu daerah (yang telah ia tentukan) kemudian ia tidak menemukan fakir miskin didaerah tersebut maka ia wajib bersabar dan menunggu hingga menjumpai mereka.

Dan tidak boleh dipindahkan ke daerah lain. Berbeda dengan masalah zakat yang ada pendapat ulama yang membolehkan memindahnya karena dalam zakat tidak diketemukan dalil nash yang jelas dalam ketertentuan daerah dikeluarkannya harta benda berbeda dengan masalah dam  ini (Al-Majmuu’ alaa Syarh al-Muhaddzab VII/500). Wallaahu A'lamu Bis Showaab.



facebook.com/groups/piss.ktb/doc/271787452844070/ oleh Ust. Masaji Antoro
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Kyai Syafi’i Noor: Kita Bisa Melaksanakan Syariat Islam Karena Jasa Ulama NU



Majelis Rijalul Ansor merupakan Majelis yang didirikan oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang merupakan salah satu banom Nahdlatul Ulama yang menjadi wadah bagi remaja muslim untuk menimba ilmu berorganisasi dan ilmu-ilmu agama. 

Kegiatan Majelis Rijalul Ansor inilah yang diintensifkan oleh Pimpinan Ranting GP Ansor Kesambi untuk menjalin silaturrahim antar sesama anggota dan juga masyarakat luas, khususnya ke pemuka-pemuka setempat.

Kegiatan Rutin sebulan sekali untuk kesempatan Agustus 2019 kali ini bertempat di Musholla Al-amin Kranggan Kesambi RT.02 RW.11 yang dilaksanakan Ahad malam Senin 4 Agustus 2019. Dalam kesempatan kali ini pengajian dihadiri olehihadiri pengurus dan para jamaah musholla, tokoh-tokoh NU dan tokoh masyarakat setempat, serta anggota GP Ansor, Banser, serta IPNU.

Acara dibuka dengan sholawatan yang dipimpin langsung oleh para anggota GP Ansor Kesambi, dilanjutkan pembacaan tahlil, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul wathon, pembacaan Maulid Al-barzanji, Sambutan-sambutan, Mau'idhoh khasanah , dan terakhir Do'a Penutup.



Mewakili Pengurus GP Ansor Kesambi, sahabat Syaiful Amri mengungkapkan terimakasih kepada para pengurus Musholla  Al-amin Kranggan yang telah memberikan fasilitas tempat dan konsumsi. Ia juga memohon dukungan semoga acara rutin yang dilaksanakan Ansor Kesambi ini dapat istiqomah dilakukan setiap bulannya.

Dalam mauidhoh hasanahnya, Kiai Syafi'i Nor S.Pd I (Pegurus NU Kesambi) menyampaikan supaya kita semua selalu bersyukur menjadi Warga NU, karna NU selain jam'iyyah terbesar di Indonesia, Para Ulama  pendiri NU kealiman serta integritasnya sudah tidak diragukan lagi, baik untuk agama maupun untuk nasionalismenya. Kiai yang  juga Guru di TBS ini juga menambahkan, bahwa kita bisa melaksanakan syari'at islam juga tak lepas dari jasa-jasa para Ulama' NU.

Acara dilanjukan Do'a Akhir Majlis dan makan Nasi Barokah yang sudah disiapkan panitia. Para anggota GP Ansor dan IPNU serta para pengurus, tokoh, dan jamaah yang hadir berbaur bersama menikmati hidangan secara kepungan ala santri pondok pesantren.




Sumber berita dan foto: GP Ansor Kesambi
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Menjadi Haji Mabrur Setiap Tahun (Kisah Abdullah Ibnu Mubarrok)

Abdullah bin Mubarrok sudah berniat akan pergi  haji tahun depan. Oleh karena itu, dia menabung dari sekarang. Menjelang musim haji tiba, dia pergi ke pasar dengan membawa uang 500 dinar untuk membeli unta. Sayang, uang sebanyak itu tidak cukup untuk membeli seekor unta. Maka, dia pulang lagi ke rumah. Di tengah perjalanan pulang, Abdullah bin Mubarrok melihat ada seorang wanita sedang membersihkan bulu ayam di tempat sampah. Abdullah bin Mubarrok tertarik dan mendekati wanita itu. Ketika tahu bahwa ada orang yang mendekatinya, wanita itu membelakangi Abdullah bin Mubarrok. Abdullah semakin tertarik dan ingin tahu. Dia terperanjat  Ternyata wanita itu sedang membersihkan bangkai ayam. Itu di ketahui dari tidak ada bekas potongan di leher ayam. Hatinya miris.

Abdullah bin Mubarrok bertanya setelah mengucap salam. Wahai ibu, untuk apa ibu membersihkan bangkai ayam ini?

Untuk di makan. Jawab  wanita itu tanpa menoleh.

Bukankah ibu tahu, Allah mengharamkan kita memakan bangkai ayam.

Bangkai ayam ini memang haram bagi tuan, tetapi tidak untukku dan anak-anakku, jawab si wanita sambil terus membersihkan bangkai ayam itu.

Memang apa sebabnya?Abdullah bin Mubarrok semakin penasaran.

Jangan campuri urusanku, pergilah menjauh dariku,jawab wanita itu dengan nada tidak senang.

Demi Allah, aku tidak akan pergi dari tempat ini sebelum aku tahu  masalahmu!. Katakanlah wahai ibu, Abdullah bin Mubarrok berharap.

Baiklah, karena kau telah meminta dengan nama Allah, aku beritahu masalahku. Ketahuilah tuan, aku dan anak-anakku sudah tiga hari tidak makan kecuali minum sedikit. Suamiku gugur di jalan Allah, dan dia tidak meninggalkan warisan yang bisa di jual untuk menyambung hidup anak- anaknya yang yatim sekarang. Sedangkan, untuk meminta-minta aku malu. Aku mencari makanan kesana kemari, tapi tidak aku dapatkan kecuali bangkai ayam ini, jawab wanita itu panjang lebar.

Hati  Abdullah tergetar  hebat. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya. Pandangannya menjadi kabur dan seluruh persendianya menjadi terasa lemas. Dia benar-benar merasa sangat berdosa jika membiarkan wanita itu dan anak-anaknya memakan bangkai ayam. Lalu, sambil menunduk, dia berkata dalam hati. Wahai ibnu Mubarrok, haji apakah yang lebih mabrur dari pada menolong ibu ini dan anak- anaknya?

Dan tanpa berpikir lagi, Abdullah bin Mubarrok menyerahkan semua uang yang akan digunakannya untuk membeli unta pengangkut bekal hajinya nanti. Wahai ibu, mulai detik ini, bangkai ayam itu haram bagimu dan anak-anakmu! Ambilah ini, dan segeralah beri makan anak-anakmu. Wanita itu gembira sekali.

Sambil menerima pemberian Abdullah bin Mubarrok dia berkata, semoga Allah merahmatimu Lalu wanita itu pergi meninggalkan Mubarrok, yang denga ikhlas pulang ke rumah. Terkubur keinginannya untuk pergi hari.

Ketika musim haji sudah selesai, Abdullah bin Mubarrok menyambut rombongan haji di batas kota bersama keluarga dan kerabat haji. Para haji yang baru pulang itu bercerita bertemu Abdullah bin Mubarrok di tempat ini dan itu.

Abdullah bin Mubarrok tentu saja heran dengan cerita tersebut karena dia tidak jadi pergi haji. Namun semua orang yang berangkat haji mengaku bertemu dengannya. 

Malam harinya, Abdullah bin Mubarrok mimpi bertemu dengan Rasulullah SAW. Konon, dalam mimpinya Rasulullah bersabda, Wahai ibnu Mubarrok, engkau telah merelakan bekal hajimu untuk menolong sanak keturunanku sehingga mereka terbebas dari kesulitan hidup. Maka, Allah mengutus malaikatNya yang diserupakan dengan dirimu pergi haji untukmu setiap tahun. Dan engkau akan menerima pahalanya sampai hari kiamat.



Ust. Syukron Achmad
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Populer Sepekan

Live Streaming


Pojok Doa


Doa Nabi Khodir

ﻳﺎ ﻣﻦ ﻻ ﻳﺸﻐﻠﻪ ﺳﻤﻊ ﻋﻦ ﺳﻤﻊ
yaa man laa yusyghiluhu sam’un ‘an sam’in
“Wahai Dzat yang tidak disibukan pendengarannya dengan pendengaran lain.
ﻳﺎ ﻣﻦ ﻻ ﺗﻐﻠﻄﻪ ﺍﻟﻤﺴﺎﺋﻞ
yaa man laa tughlithuhul masaa`il
Wahai Dzat yang tidak pernah salah memberi kepada banyak orang yang meminta-minta.
ﻳﺎ ﻣﻦ ﻻ ﻳﺘﺒﺮﻡ ﺑﺈﻟﺤﺎﺡ ﺍﻟﻤﻠﺤﻴﻦ
yaa man la yatabarromu bi ilhaahil malhiin
Wahai Dzat yang tidak pernah bosan mendengar permintaan hamba-Nya yang terus menerus.
ﺃﺫﻗﻨﻲ ﺑﺮﺩ ﻋﻔﻮﻙ ﻭﺣﻼﻭﺓ ﺭﺣﻤﺘﻚ
adziqnii burda ‘afwika wa halaawata rohmatika
Berikanlah aku rasa sejuknya ampunan-Mu dan manisnya rahmat-Mu!”

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger