Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

Rasul dan Anak Yatim di Hari Idul Fitri

Dikisahkan saat semua orang bergembira menyambut idul fitri, terdapat lah seorang gadis kecil di sudut jalan Kota Madinah dengan pakaian lusuh. Seorang diri, dia tampak menangis tersedu-sedu. 

Rasulullah melihat gadis itu, lantas menghampirinya. "Anakku, mengapa kamu menangis? Hari ini adalah hari raya bukan?"

Dengan suara lirih, gadis itu bercerita kepada Rasulullah SAW. "Pada hari raya yang suci ini semua anak menginginkan agar dapat merayakannya bersama orang tuanya dengan berbahagia. Anak-anak bermain dengan riang gembira. Aku lalu teringat pada ayahku, itu sebabnya aku menangis. Ketika itu hari raya terakhir bersamanya. Ia membelikanku sebuah gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Waktu itu aku sangat bahagia."

"Lalu suatu hari ayahku pergi berperang bersama Rasulullah. Ia berjuang bersama Rasulullah SAW bahu-membahu dan kemudian ia meninggal. Sekarang ayahku tidak ada lagi. Aku telah menjadi seorang anak yatim. Jika aku tidak menangis untuknya, lalu siapa lagi?".

Hati Nabi langsung terenyuh, sambil membelai rambut anak itu, Nabi berkata, "Anakku, hapuslah air matamu. Angkatlah kepalamu dan dengarkan apa yang akan kukatakan kepadamu. Apakah kamu ingin agar aku menjadi ayahmu? Dan apakah kamu juga ingin agar Fatimah menjadi kakak perempuanmu. dan Aisyah menjadi ibumu. Bagaimana pendapatmu tentang usul dariku ini?" 

Gadis kecil yang belum tahu bahwa yang berbicara dengannya adalah Rasulullah SAW, langsung berhenti menangis. Dia tatap lekat-lekat Rasulullah dan memastikan bahwa di hadapannya adalah seorang utusan Allah. Anak yatim itu kaget sekaligus bahagia sampai bibirnya tidak bisa berucap dan hanya menganggukan kepala. 

Rasulullah pun menggandeng tangan mungilnya ke rumah Aisyah. Sesampai di rumah Rasulullah sendiri yang menyisirnya dan membersihkan badannya dengan penuh kasih sayang. 

Dibantu Fatimah, gadis itu dipakaikan baju bagus dan diberi makanan serta uang saku. Dia lalu dipersilakan untuk bermain dengan teman sebayanya. 

Teman-teman gadis itu bertanya, "Gadis kecil, apa yang telah terjadi? Mengapa kamu terlihat sangat gembira?"

Dengan senyum mengembang, gadis kecil itu menjawab, "Akhirnya aku memiliki seorang ayah! Di dunia ini, tidak ada yang bisa menandinginya! Siapa yang tidak bahagia memiliki seorang ayah seperti Rasulullah? Aku juga kini memiliki seorang ibu, namanya Aisyah, yang hatinya begitu mulia. Juga seorang kakak perempuan, namanya Fatimah. Ia menyisir rambutku dan mengenakanku gaun yang indah ini. Aku merasa sangat bahagia, dan ingin rasanya aku memeluk seluruh dunia beserta isinya."



Diambil dari merdeka.com, Kisah ini pernah disampaikan oleh KH. Sya’roni  Ahmadi  dalam Pengajian Tafsir Alqur’an Jumat Pagi di Masjid Menara Kudus 
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Mencari Berkah 10 Hari Terakhir Ramadhan di Musholla RAPI



Pada tanggal 17 Juni 2017 atau bertepatan dengan malam 23 Ramadhan 1438 H, Musholla RAPI berhasil mengadakan Pengajian Ramadhan bertajuk “Mencari Keberkahan di Sepuluh hari Terakhir Ramadhan”. 

Seperti  tahun-tahun sebelumnya, Musholla RAPI selalu mengadakan pengajian Ramadhan pada 10 hari terakhir Ramadhan dengan mendatangkan ulama sebagai pembicara. Untuk tahun ini Ust. M. Ridwan yang memberikan mauidhoh hasanah dalam acara tersebut.


Pengajian yang dihadiri oleh jamaah sholat tarawih Musholla RAPI ini juga terselenggara berkat kerjasama yang baik dengan masyarakat yang memberikan donasi berupa makanan ringan untuk peserta pengajian. 

Dalam pengajian ini juga diselenggarakan khataman qur’an edisi tadarus Ramadhan oleh Remaja Musholla RAPI. Dalam Ramadhan tahun ini, Remaja Musholla RAPI yang selalu melaksanakan tadarus qur’an setiap ba’da tarawih berhasil menghatamkan al qur’an pada malam ke 22 Ramadhan. Doa khataman qur’an dibacakan oleh Ust. Siddiq yang juga merupakan pembina Remaja Mushola RAPI.

Musholla RAPI juga kedatangan tamu istimewa yaitu Ketua Pengurus Musholla Al Husna, Bapak H. Wakhid yang juga merupakan teman baik dari Ust. M. Ridwan.


Dalam ceramahnya, Ust. M. Ridwan menceritakan asal usul Lailatul Qadr yang dinantikan oleh banyak umat Islam. Beliau menceritakan KisahNabi Syam’un yang menjadi cikal bakal dari diturunkannya surat Al Qadr karena para sahabat Nabi memohon agar dapat beribadah selama 1000 bulan menyaingi nilai ibadah Nabi Syam’un yang lebih dikenal masyarakat luas dengan nama Samson.

Ust. M. Ridwan juga berpesan agar kita menghargai orang lain. Hargailah orang yang lebih tua darimu karena amal orang tersebut lebih banyak, dan hargailah orang yang lebih muda darimu karena dosanya lebih sedikit.

Acara yang dimuali ba’da sholat tarawih itu berakhir pada pukul 21.00 WIB dengan ditutup doa oleh Ust. M. Ridwan.


Untuk mengunduh fie mp3 dari archive.org tinggal klik kiri kemudian pilih "simpan file dengan nama". Download rekman pengajian Ramadhan 1438 H Musholla RAPI di sini
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Pengajian Ramadhan MR: 6 Rahasia Allah Untuk Manusia


Begitu banyak hal yang Allah sembunyikan dari makhluk ciptaan-Nya. Beberapa hal bahkan dikatakan sebagai rahasia yang tak bisa ditebak secara pasti. Akan tetapi di balik misteri yang disembunyikan tersebut tentu ada hikmah luar biasa yang akan diperoleh manusia. 

Menurut Sayyidina Umar bin Khattab, ada enam perkara yang masih jadi misteri dan disembunyikan oleh Allah dari umat-Nya.

1. Allah Menyembunyikan Keridhoan-Nya Dalam Ketaatan kepada-Nya

Misteri pertama yang disembunyikan Allah SWT dari umat-Nya adalah, Dia menyembunyikan keridhoan-Nya dalam ketaatan kepada-Nya. Tujuan dari disembunyikannya hal tersebut adalah agar manusia bersungguh-sungguh dalam melaksanakan segala perintah yang diberikan oleh Allah dengan penuh ketaatan.

Maka dari itu, janganlah menyepelekan ketaatan walaupun perbuatan atau amalan tersebut merupakan perkara kecil. Sebab bisa jadi di sanalah terleta keridhoan Allah SWT kepada kita yang melaksanakannya. Bisa jadi, ketika anda menyingkirkan duri/ batu di jalan, amalan yang terlihat sepele itu bisa menyelamatkan anda dari siksa kubur, dan sebagainya.

2. Allah Menyembunyikan Murka-Nya Dalam Kemaksiatan seorang hamba-Nya

Tidak hanya menyembunyikan ridho-Nya dalam ketaatan seorang hamba, ternyata Allah SWT juga menyembunyikan kemurkaan-Nya dalam kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang. Hal ini bertujuan agar manusia menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan merasa takut untuk terjerumus ke dalam kemaksiatan tersebut. 

Maka dari itu, tidak pantas bagi kita untuk meremehkan kemaksiatan walaupun dalam bentuk yang sangat kecil. Sebab bisa jadi, dari perbuatan kecil tersebut justru terletak murka Allah SWT yang dapat membuat kita terjerumus dalam api neraka di akhirat kelak. 


3. Allah menyembunyikan Lailatul Qadar dalam bulan Ramadan

Misteri selanjutnya yang disembunyikan oleh Allah yakni perihal malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan. Sebagaimana di sebutkan dalam Hadist 'pahala ibadah sunnah di bulan Ramadhan sama dengan pahala ibadah wajib pada bulan selainnya dan agar bersungguh-sungguh dalam mencari Lailatul Qadar sebab nilainya lebih baik dari 1000 bulan (83 tahun 4 bulan)

Itulah sebabnya Allah SWT menyembunyikan kapan terjadinya malam Lailatul Qadar pada bulan Ramadan untuk melihat kesungguhan dari Umat untuk mendapatkannya lewat jalan beribadah kepada Allah Ta’ala. Walaupun banyak yang mengatakan bahwa Malam Lailatul Qadar jatuh pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan, tetapi Allah SWT tetap menyembunyikan dan tidak memberitahukan kepada kita agar kita mempersiakan diri sejak awal hingga akhir Ramadhan.

4. Allah Menyembunyikan Para Wali Di Antara Manusia

Allah SWT juga menyembunyikan para wali di antara manusia. Tujuannya adalah agar manusia saling menghormati dan tidak meremehkan orang lain. Apabila orang tersebut meremehkan orang lain, bisa jadi orang yang diremehkannya tersebut justru merupakan wali Allah. Maka dari itu, kita harus menghargai semua orang. 

Maka, lihatlah manusia dengan cara semacam ini:

Apabila ia lebih tua darimu, maka lihatlah dia sebagai orang yang lebih baik darimu karena ia memiliki amal yang lebih banyak dari mu. Disaat engkau belum lahir ke dunia, dia sudah melakukan amal-amal kebaikan seperti sholat, sedekah, dan lain sebagainya.

Apabila ia lebih muda darimu, maka lihatlah dia sebagai orang yang lebih baik darimu karena dosanya lebih sedikit darimu. Disaat dia belum lahir, engkau telah melakukan dosa seperti melalaikan kewajiban dan lalai dari berdzikir kepada Allah SWT.

5. Allah Menyembunyikan Kematian Dalam Umur

Misteri selanjutnya yang juga disembunyikan oleh Allah SWT dari manusia adalah Dia menyembunyikan kematian dalam umur orang tersebut. Tujuanya adalah agar semua manusia senantiasa mempersiapkan diri untuk menyambut kematian yang belum tahu kapan akan terjadinya dengan mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

6. Allah Menyembunyikan 'Ash-Sholatul Wushta' (Sholat Yang Paling Utama) Dalam Salat Lima Waktu

Hal terakhir yang disembunyikan oleh Allah SWT dari umat manusia ialah Allah menyembunyikan ‘Ash-Sholatul Wushta’ atau salat yang paling utama di dalam salat lima waktu. Sholat Wustho adalah sholat yang berada ditengah-tengah dari 5 waktu sholat. Tergantung dari mana anda menghitungnya, Jika anda menghitung yang pertama dari sholat subuh, maka sholat wustho jatuh pada sholat ashar. Jika anda menghitung sholat pertama dari sholat ashar, maka sholat wustho jatuh pada sholat isya’ dan seterusnya. Sholat Wustho ini disembunyikan agar seorang muslim dapat memelihara semua shalat wajibnya dan tidak meremehkan satu di antaranya. 



Keterangan dari Ust. M. Ridwan Dalam Pengajian Ramadhan Musholla RAPI malam 23 Ramadhan 1438 H
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Hot Threads

Untaian Doa




Sholawat Sughra Syaikh Abdul Qadir Al Jilany

ﺍَﻟﻠّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧﺎَ ﻣﺤَُﻤَّﺪٍ ﺍﻟﺴَّﺎﺑِﻖِ ﻟِﻠْﺨَﻠْﻖِ


ﻧُﻮْﺭُﻩُ ﻭَﺭﺣْﻤَﺔً ﻟِﻠْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ ﻇُﻬُﻮْﺭُﻩُ ﻋَﺪَﺩَ ﻣَﻦْ ﻣَﻀَﻰ


ﻣِﻦْ ﺧَﻠْﻘِﻚَ ﻭَﻣَﻦْ ﺑَﻘِﻲَ ﻭَﻣَﻦْ ﺳَﻌِﺪَ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻭَﻣَﻦْ

ﺷَﻘَﻰ ﺻَﻼَﺓً ﺗَﺴْﺘـَﻐْﺮِﻕُ ﺍﻟْﻌَﺪَّ ﻭَﺗﺤُِﻴْﻂُ ﺑِﺎﻟْﺤَﺪِّ

ﺻَﻼَﺓً ﻻَ ﻏَﺎﻳَﺔَ ﻟَﻬَﺎ ﻭَﻻَ ﻣُﻨْﺘـَﻬَﻰ ﻭَﻻَ ﺍِﻧــْﻘِﻀَﺎﺀَ

ﺻَﻼَﺓً ﺩَﺍﺋِﻤَﺔً ﺑِﺪَﻭَﺍﻣِﻚَ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺍَﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ

ﻭَﺳَﻠِّﻢْ ﺗَﺴْﻠِﻴْﻤًﺎ ﻣِﺜــْﻞَ ﺫَﺍﻟِﻚَ


Ya Allah curahkanlah keselamatan atas junjungan kami Muhammad, yang cahayanya mendahului keberadaan semua makhluk, yang kehadirannya menjadi rahmat bagi seluruh alam; rahmat yang jumlahnya sebanyak makhluk-makhluk-Mu, yang telah musnah dan yang masih ada, yang berbahagia ataupun yang menderita. Yaitu sebuah keselamatan yang melampaui bilangan dan batasan, yang tiada akhir, yang tak pernah putus; sebuah keselamatan yang kekal abadi seperti kekekalan-Mu. Shalawat serta salam yang demikian itu juga semoga dicurahkan kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya (Kitab As-Safinah Al-Qadiriyah )

Pengunjung ke-

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger