Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

Gelar “Haji” Yang Dipermasalahkan

Dua ulama Wahabi, Utsaimin dan Albani menghukumi tidak boleh adanya panggilan "Haji" bagi orang yang sudah melakukan ibadah Haji. Padahal di masa imam-imam dahulu panggilan haji ini sudah diperbolehkan bagi yang sudah melakukan haji, bahkan Ayahnya Albani sendiri bergelar Haji. Riwayatnya berikut pada situs resmi Albani

ولد الشيخ محمد ناصر الدين بن الحاج نوح الألباني عام 1333 ه الموافق 1914 م

“Dilahirkan Syekh muhammad nashiruddin anaknya "Haji Nuh al Albani tahun 1333 H bertepatan tahun 1914 M…”

Ternyata dalam Kitabnya Mu'jam Al-Manahil Lafzhiyyah Hal : 219 Albani menghukumi bid'ah terhadap gelar "Haji" bagi orang yang sudah melakukan Ibadah Haji . Pernyataan ini jelas menampar Gelar Orang tuanya sendiri, padahal sebelum Albani lahir Gelaran "Haji" diperbolehkan bagi yang sudah melaksanakan Ibadah Haji .

Pada masa imam-imam dahulu panggilan Haji ini sudah diperbolehkan bagi yang sudah melakukan Haji. Perhatikan riwayat berikut,

ﻗﺎﻝ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ: " ﻭﻻ ﻳﻘﻮﻟﻦ ﺃﺣﺪﻛﻢ: ﺇﻧﻲ ﺣﺎﺝ ﻓﺈﻥ اﻟﺤﺎﺝ ﻫﻮ اﻟﻤﺤﺮﻡ " ﻣﺮﺳﻞ ﻭﻫﻮ ﻣﻮﻗﻮﻑ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ

Abdullah Ibnu Mas'ud Radhiallahu’an berkata: Janganlah di antara kalian mengatakan "Saya adalah Haji. Sebab Haji adalah orang yang ihram,"

Riwayat mursal dan mauquf pada Abdullah Ibnu Mas'ud (Sunan Al-Baihaqi) Imam Nawawi berkata:

ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻤﻦ ﺣﺞ ﺣﺎﺝ ﺑﻌﺪ ﺗﺤﻠﻠﻪ ﻭﻟﻮ ﺑﻌﺪ ﺳﻨﻴﻦ ﻭﺑﻌﺪ ﻭﻓﺎﺗﻪ ﺃﻳﻀﺎ ﻭﻻ ﻛﺮاﻫﺔ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ

“Boleh bagi orang yang sudah melakukan ibadah Haji dipanggil "Haji", meski setelah beberapa tahun dan sesudah wafatnya. Tidak ada kemakruhan dalam masalah ini." (Al-Majmu' 8/281)

Tahu kenapa imam Nawawi membolehkan? Sebab sebelum masa beliau gelar haji sudah dikenal, khususnya pada ayahanda beliau sendiri:

ﻭﻓﻴﻬﺎ (٦٨٢) ﻛﺎﻧﺖ ﻭﻓﺎﺓ: اﻟﺤﺎﺝ ﺷﺮﻑ اﻟﺪﻳﻦ اﺑﻦ ﻣﺮﻯ، ﻭاﻟﺪ اﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻴﻲ اﻟﺪﻳﻦ اﻟﻨﻮﻭﻱ ﺭﺣﻤﻪ اﻟﻠﻪ.

"Pada tahun 682 wafat Haji Syarofuddin, ayahnya Syekh Muhyiddin An-Nawawi rahimahullah." (Ibnu Katsir, Al Hidayah wan Nihayah 13/363)

Berhaji bila berniat ingin mencari Gelar Haji, jelas perbuatan Riya’. berlaku juga Ibadah lain. Ibadah apapun bila disertai Riya’ maka tertolaklah amal Ibadahnya. Namun, memanggil sebutan Haji tidak dilarang karena tidak ada dalil larangan apalagi sampai bid'ah .



Sayyid Machmud BSA
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Rangkaian Acara Buka Luwur Kyai Telingsing 1444H


Kyai Telingsing (The Ling Sing) dikenal sebagai salah satu ulama penyebar ajaran islam di Kudus beretnis Tionghoa. Beliau dimakamkan di daerah Sunggingan sekitar 1 kilometer dari pusat Kota Kudus. Tak jauh dari makam beliau, terdapat Masjid Kyai Telingsing.

Setiap tahunnya di bulan Muharram, warga Kudus selalu memperingati Haul Kyai Telingsing. Acara puncak dari peringatan haul tersebut adalah penggantian luwur di makam Kyai Telingsing atau yang sering disebut Buka Luwur Kyai Telingsing.

Berikut rangkaian acara Perinagtan Haul Kyai Telingsing 1444H yang dipusatkan di halaman maqbaroh Kyai Telingsing:

Acara akan diawali dengan pelepasan luwur (kelambu) yang akan diganti dengan luwur yang baru nantinya pada Selasa Pahing

Malam jumat Kliwon tanggal 11 Agustus 2022 akan dilangsungkan Khotmil Qur’an dan Pasihan

Keesokan harinya akan berlangsung acara Khotmil Qur’an bil Ghaib dan Santunan anak yatim serta doa Bersama yang akan dipimpin Sayyid Abdul Basith al Hafidz (Imam Masjid Menara Kudus)

Malam Sabtu Legi 12 Agustus 2022 akan berlangsung pengajian umum bersama KH. Idham Cholid dan Gus Muwafiq

Acara puncak akan dilangsungkan mulai sabtu pagi pukul 06.00 WIB yaitu tahlil umum di halaman maqbaroh Kyai Telingsing yang akan dihadiri banyak ulama.
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Ngaji dan Makan Bareng Bubur Suramadu di Musholla RAPI


Remaja Musholla RAPI Kembali menjadi penggerak berbagai acara di Musholla RAPI pasca pandemi Covid 19 mengalami penurunan. Kali ini, momen malam 10 Muharram 1444 yang bertepatan dengan malam senin (7 Agustus 2022) menjadi hari yang dipilih. Acara dimulai dengan sholat maghrib berjamaah seperti biasanya.

Setelah sholat maghrib, acara dilanjutkan dengan Doa Assyura yang dipimpin oleh Kyai Mufid yang juga mengimami sholat maghrib. “Alhamdulillah, kurang lebih 80 an orang mungkin, ikut dalam acara Malam 10 Suro ini”, ujar Kang Arif, salah satu aktivis Remaja Musholla yang rajin mengamati pergerakan jumlah jamaah dalam suatu kegiatan.

Lanjut setelah sholat isya, acara mingguan takni ngaji Kitab Maulid karya Syaikh Ja’far al Barjanjy pun dilaksanakan. Ngaji yang akrab disebut Berjanjen di kalangan masyarakat Kudus ini sudah mulai diikuti oleh jamaah putri. Salah satu jamaah, Bu Tarwi menyatakan senang dengan mulai berpartisipasinya ibu-ibu dalam acara ngaji mingguan yang digelar setiap malam senin bakda isya tersebut.

Usai acara, dihidangkan Bubur “Suramadu” kepada jamaah yang hadir. Bubur Suramadu sendiri adalah nama yang diberikan oleh Remaja Musholla RAPI untuk menyebut Bubur Suro yang dipesen dari Tukang Bubur asal Madura yang mangkal di sekitar SDN 1 Bae. “Wujudnya bubur Kacang ijo. Nama Suramadu untuk menunjukkan Bubur Sura yang dibuat oleh orang Madura”, ujar salah seorang anggota Remaja Musholla RAPI.

Acara makan bubur Bersama atau cangkrukan sendiri merupakan inisiatif dari Remaja Musholla dan pengurus untuk menjalin silaturrahim dengan para jamaah. Pengadaan bubur Suramadu tersebut adalah hasil iuran bareng dari Remaja Musholla RAPI yang sudah bekerja. Para jamaah pun berharap agar Musholla RAPI jadi tambah rame dengan kegiatan-kegiatan keagamaan maupun kemasyarakatan lainnya.
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Rahasia Di Balik Cobaan (3)

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ.

"Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)".

Uraian di ataslah kira-kira adalah yang dikehendaki oleh imam Ibnu ‘Athoillah dalam hikmahnya. Aplikasi Sebenarnya hikmah di atas telah teraplikasikan dalam kehidupan para kekasih Allah SWT setiap harinya. Hal ini bisa kita ketahui dari beberapa ungkapan mereka, diantaranya adalah:

a. Imam Abu al-Qosim al-junaidi pada satu kesempatan berkata, "Aku tidak pernah merasa kenyang dengan segala sesuatu yang datang padaku dari dunia ini, karena dunia adalah tempat kesusahan, cobaan dan fitnah. Maka, dunia dan seisinya adalah sesuatu yang jelek dan berbahaya. Karenanya dunia pasti datang kepadaku dengan segala sesuatu yang aku benci, dan jika ia datang kepadaku dengan sesuatu yang aku senangi maka itu hanya sesuatu yang berlebihan."

b. Imam Abu Turab Ra berkata, "Wahai para manusia, sesungguhnya engkau mencintai tiga perkara padahal sebenarnya ketiganya bukan hakmu. Pertama nafsu, padahal sebenarnya ia adalah untuk kesenangannya (hawa). Kedua, ruh padahal sebenarnya ia adalah milik Allah. Ketiga, harta padahal nanti hartamu akan dimiliki oleh ahli warismu. Engkau mencari dua perkara, padahal engkau tidak akan pernah mendapatkannya, yakni kesenangan dan kenyamanan sedang keduanya hanya ada di surga.

Maka hal yang wajib dilakukan oleh seorang hamba adalah tidak menjadikan dirinya nyaman di dunia dan tidak mempunyai kecenderungan terhadap sesuatu yang menjadikan kita bahagia dan nyaman didunia.

Kita harus belajar dan berusaha untuk mengamalkan dan mengimplemetasikan sabda baginda Nabi Muhammad SAW: dunia adalah penjara bagi orang mu'min dan surga bagi orang kafir. Kebiasaan seorang hamba untuk menghadapi cobaan di dunia akan menjadikan dia merasa ringan dalam segala hal yang mereka hadapi dan temui, ia pun akan merasa nyaman saja ketika kehilangan sesuatu yang disenangi olehnya. 

Hendaknya seorang murid (orang yang menghendaki jalan akherat) menghadapi apa saja yang ia temui dengan penuh kesabaran, pasrah dan ridlo terhadap qodlo' allah SWT, maka insya allah sebentar lagi akan tampak jelas rahmat allah atas dirinya dan menyebabkan ia mendapat pahala dari Allah SWT. Waallahu ‘alam bis showab.



Pengajian Kitab Hikam bersama KH. Muh.. Wafi Maimun Zubair
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

PCNU Kudus Gelar Kick Off 1 Abad Nahdlatul Ulama


Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus sukses melaunching gelaran Kick Off 1 Abad Nahdlatul Ulama tepat pada 10 Muharram 144H atau 7 Agustus 2022. Gelaran Kick off 1 Abad Nahdlatul Ulama di Kabupaten Kudus akan dipusatkan di dua tempat yaitu Lapangan Alun-alun Simpang Tujuh dan Gedung JHK.

Mengawali Kick Off 1 Abad NU tersebut, telah dilakukan Apel Kebangsaan di Lapangan Simpang Tujuh Kudus pada 7 Agustus 2022 yang juga dibuka oleh Bupati Kudus, Hartopo. Dalam sambutannya, BUpati Kudus menyatakan pembangunan NU Center Kabupaten Kudus merupakan salah satu prioritas.

Setelah dibuka dengan Apel Kebangsaan yang diikuti oleh pengurus dan warga NU Kudus beserta badan-badan otonom di bawahnya, serangkaian acara Kick Off 1 Abad NU akan segera menyusul. Bertempat di Gedung JHK, kegiatan pertama adalah Lomba Menggambar Lambang NU pada 7 Agustus 2022. Selanjutnya diadakan Pentas Seni oleh LESBUMI pada malam senin 7 Agustus 2022 setelah isya.

8 Agustus 2022 giliran para pelajar yang akan menunjukkan bakat dan kreativitasnya. Melalui lomba menari “Tari Kreatif” tingkat TK/ RA dan baca puisi untuk tingkat SMP/ MTs. Keesokan harinya, 9 Agustus 2022, pelajar tingkat SMA/SMK/MA yang akan berkompetisi dalam lomba pidato. Pada 9 Agustus 2022 juga akan dilaksanakan ajang Kreasi Pelajar NU yang tergabung dalam badan-badan otonom NU.

Bersamaan dengan Ajang untuk para pelajar, 9 Agustus 2022 juga akan dilaksanakan pasar murah. Menyediakan sembako dan kebutuhan lainnya, pasar murah akan berlangsung di area Gedung JHK. Acara puncak, akan diadakan istighosah yang rencananya akan dihadiri oleh Ketua Umum PBNU, KH> Yahya Cholil Staquf.

Dalam Kick Off 1 Abad NU ini, PCNU Kudus juga melibatkan UMKM-UMKM Kudus dari setiap MWCNU di setiap kecamatan untuk menggelar lapak UMKM nya di area Gedung JHK. Pengunjung Gedung JHK dapat mampir dan melihat kreasi UMKM Kabupaten Kudus mulai tanggal 7 hingga 9 Agustus 2022.
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Rahasia Di Balik Cobaan (2)

Tentu tidak masuk akal bagi orang berakal dan punya pandangan mata hati yang tajam. Andaikan kehidupan dunia hanya dipenuhi kenikmatan dan kebahagiaan saja maka hal itu akan menimbulkan kecintaan seorang hamba terhadap dunia dan selalu ingin hidup didalamnya. Ia merasa bahwa dunia ini rumahnya, ia lalai bahwa sebenarnya tempat tinggalnya adalah di akherat, ia selalu memperbaiki dan menghiasi kehidupan dunia ini, sementara ia lupa akan rumahnya yang di akherat nanti.

Hal ini semua adalah akibat adanya persepsi bahwa dunia mestinya hanya diisi dan dipenuhi dengan kenikmatan dan kebahagiaan saja. Irama kehidupan dunia yang kadang dimainkan dengan lagu-lagu yang bersenandung kebahagiaan dan kadang dimainkan dengan lagu-lagu yang bersenandung kesusahan adalah satu bentuk rahmat dan kasih sayang allah SWT terhadap hambanya. Karena Dia tidak ingin melihat hambanya terpesona dan nyaman dengan irama-irama keindahan dunia ini dan lupa bahwa nanti masih ada kehidupan yang kekal dan abadi yang membutuhkan bekal yang tentunya juga lebih banyak.

Dalil-dalil Dua poin di atas merupakan hal yang tidak bisa kita pungkiri. Karena keduanya merupakan penjelasan (Syarh) atas hikmah yang disampaikan Ibnu ‘Athoillah diatas. Dan dua poin ini bisa menjawab dan mengurangi kesusahan dan kegelisahan kita melihat kehidupan dunia yang diiringi irama susah dan senang.

Akan tetapi yang menjadi pertanyaan, mana dalil yang menguatkan dan membenarkan dua poin di atas? Atau apakah kedua poin di atas hanya merupakan renungan dan angan-angan yang merupakan kreasi akal dan fikiran Ibnu ‘Athoillah saja? Tentu jawabnya ada dalil dari al-Qur'an dan Hadis yang mendukung dan membenarkan dua poin di atas. Al-Qur'an telah mengingatkan kita akan hal ini dalam beberapa ayatnya, coba saja kita perhatikan dan renungi surat Ali Imron ayat 186 di bawah ini:

لتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ.

"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan"

Dalam salah satu ayat al-Qur'an ada satu keterangan yang lebih jelas dan mengumpulkan semua keterangan di atas, yakni dalam surat al-Mulk ayat 1-2 yang berbunyi:

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ.

"Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun".

Jadi, jika kita telah mengetahui bahwa kehidupan di dunia adalah tempat taklif, cobaan dan ujian maka kita harusnya yakin bahwa kehidupan akhirat adalah tempat untuk memperoleh pahala dan pembalasan.



Pengajian Kitab Hikam bersama KH. Muh Wafi Maimun Zubair
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Rangkaian Acara Buka Luwur Makam Syaikh Abdul Ghafur Bae


Dukuh Bae Pondok di Desa Bae Kudus memiliki asal usul yang menarik. Menurut cerita warga, dahulu kala pada saat penyebaran Islam di Kudus terdapat pondok pesantren yang dinamakan Pondok Pesantren Kalipitung karena lokasinya berdekatan dengan kali yaitu di belakang pondok terdapat kali yang bertikung. Saat ini pondok pesantrennya sudah tidak ada.

Tokoh yang menyebarkan islam di daerah Bae khususnya di Bae Pondok dan Bendo salah satunya adalah Syaikh Abdul Ghafur.

Lokasi makam Syekh Abdul Ghofur berada di Dukuh Bae Pondok RT 04 RW 03, Desa Bae, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Namun karena letaknya ada di dalam ruangan yang mengharuskan pengunjung masuk ke dalam, maka Makam Syekh Abdul Ghofur tersebut belum banyak diketahui oleh banyak orang, sehingga masih sedikit yang ziarah ke makam tersebut.

Untuk itu, Pemerintah Desa Bae beserta warga sekitar mengadakan Peringatan Haul atau Buka Luwur Makam Syaikh Abdul Ghafur dengan berbagai kegiatan. Acara akan dimulai pada Senin Legi 10 Muharram 1444 H atau 8 Agustus 2022. Ba’da sholat subuh acara diawali dengan khotmil qur’an hingga dhuhur berkumandang. Di sela-sela acara tersebut juga akan dilangsungkan pembuatan bubur Suro.

Setelah selesai kahataman qur’an, acara dilanjutkan dengan Buka Luwur yaitu penggantian luwur/ kain Makam Syaikh Abdul Ghafur. Sore harinya ba’da ashar akan diadakan Grebek Bubur Assyuro yaitu pembagian bubur Suro yang sebelumnya telah dibuat oleh warga sekitar.

Acara akan dilanjutkan dengan pengajian umum pada Jumat Kliwon, 14 Muharram 1444 H atau 12 Agustus 2022. Pengajian tersebut rencananya akan diisi oleh Syarofuddin Ismail Qoimas dari Rembang yang sekaligus akan mengakhiri rangkaian acara Haul Syaikh Abdul Ghafur.
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Download File Audio

Populer Sepekan

Pojok Doa

Doa ummat Nabi


اللهم اغفر لامة سيدنا محمد، اللهم ارحم امة سيدنا محمد، اللهم استر امة سيدنا محمد، اللهم اجبر امة سيدنا محمد، اللهم اصلح امة سيدنا محمد، اللهم عاف امة سيدنا محمد، اللهم احفظ امة سيدنا محمد، اللهم ارحم امة سيدنا محمد رحمة عامة يا رب العالمين، اللهم اغفر لامة سيدنا محمد مغفرة عامة يا رب العالمين، اللهم فرج عن امة سيدنا محمد فرجا عاجلا يا رب العالمين

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger