Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

MWC NU Bae Gelar Konferensi 2022


Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Bae berhasil menyelenggarakan konferensi untuk memilih dan membentuk kepengurusan yang baru masa khidmah 2022-2027. Pelaksanaan konferensi tersebut didahului dengan berbagai acara pendukung.

Konfernsi yang berlangsung mulai 13 Agustus hingga 14 Agustus 2022 diwarnai dengan adanya Bazaar produk-produk kader NU Kecamatan Bae. Selain itu berbagai perlombaan juga diadakan dalam menyambut Konferensi ini. Lomba anak kreatif dan lomba video dokumenter tentang NU di Kecamatan Bae pun dipilih untuk memeriahkan kegiatan konferensi.

Tak lupa panitia konferensi MWC NU Bae selalu mengadakan kegiatan sosial yang menjadi tradisi penyelenggaraan konferensi. Pengobatan dan cek Kesehatan gratis berlangsung sehari sebelum pelaksanaan acara puncak konferensi di Gedung MWC NU Bae di Ngasinan. Dalam gelaran tersebut, warga sangat antusias mengikuti pengobatan dan cek Kesehatan yang diadakan secara gratis.

Puncak konfernsi diadakan pada Ahad 14 Agustus 2022 di Gedung MWC NU Ngasinan. Acara diawali dengan pembacaan alqur’an, sholawat, tahlil, dan istighosah. Acara dihadiri juga oleh perwakilan dari PCNU Kudus, kepolisian, TNI, dan seluruh badan otonom NU di Kecamatan Bae.

Acara konferensi juga diwarnai dengan paparan dan kajian oleh KH. Mashud Siraj. Dalam paparannya KH. Mashud Siradj mewanti-wanti tentang bahaya paparan radikalisme yang semakin menghawatirkan di masa-masa akhir sekarang ini.

Acara konferensi semakin menarik tatkala membahas perkembangan NU di Kecamatan Bae serta program-program apa saja yang telah dilaksanakan oleh kepengurusan MWC NU Bae selama ini. Selain itu, juga dipaparkan mengenai bagaimana MWC NU Bae dalam menghadapi tantangan ke depan.

Acara diakhiri dengan terpilihnya drs. KH. Mashud Siradj, SH, MH sebagai Rois Suriyah MWC NU Kecamatan Bae dan DR. KH. Moh. Tho’at M.Kes sebagai Ketua Tanfidiyah MWC NU Kecamatan Bae. Oleh kepengurusan yang lama, kepengurusan baru nantinya diharapakan dapat meningkatkan koordinasi antara ranting NU yang anggota jamaahnya sangat besar di Kecamatan Bae dan mencari program-program baru yang bermanfaat kedepannya untuk merekatkan silaturrahim antar warga NU di Kecamatan Bae.
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Ritual Ibadah Haji Dan Pengaruhnya Terhadap Karakter Bangsa (1)

Mungkin kita merenung dalam hati dan ingin rasanya protes atau setidaknya rasa kesal dari kalangan masyarakat, bahwa mengapa orang yang sehari-hari menunaikan ibadah shalat, zakat, puasa, dan bahkan pernah menunaikan ibadah haji, tetapi perilakunya belum menggambarkan makna dari kegiatan ritual tersebut. Lantas disimpulkan bahwa, ibadah ritual tidak selalu memberi dampak pada perilaku terpuji sehari-hari. Selain itu, seringkali terdengar ungkapan pula bahwa pada setiap tahun jama’ah haji meningkat, akan tetapi kasus-kasus korupsi tidak pernah surut. Bahkan, banyak pejabat yang berhaji dan umrah berkali-kali, tetapi perilaku korupnya tidak bisa berhenti.

Gambaran sebagaimana dikemukakan itu menunjukkan bahwa seolah-olah antara kegiatan ritual ibadah terpisah dari kegiatan lain sehari-hari yang lebih luas. Pertanyaannya adalah, adakah yang salah dari pemahaman Islam selama ini. Sudah banyak orang mengenalnya, bahwa Islam selalu mengajarkan tentang kejujuran, amal shaleh, menghargai sesama, disiplin waktu dan juga harus benar dalam mendapatkan rizki. Seorang Islam tidak diperkenankan mengambil harta milik orang lain tanpa hak. Untuk mendapatkan harta, seorang muslim harus selektif, yaitu yang halal lagi baik dan membawa berkah.

Sebenarnya misi rasulullah yang utama adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Maka artinya, seorang mulim dalam melakukan apa saja harus didasari oleh akhlak mulia itu. Dalam berekonomi, politik, mengembangkan pendididikan, hukum, bermasyarakat dan lain-lain harus didasarkan pada akhlak yang luhur. Selalu dibayangkan bahwa, tidak akan mungkin seorang muslim melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keyakinannya itu.

Namun sementara ini yang seringkali terjadi, bahwa masih terdapat pemisahan yang sedemikian tajam antara persoalan agama dan persoalan kehidupan lain pada umumnya. Agama dianggap sebagai variabel tersendiri, terpisah dari kegiatan kehidupan pada umumnya. Maka yang lahir adalah kehidupan pribadi yang tidak utuh. Seolah-olah antara ke pasar sebagai upaya mencari rizki dianggap berbeda dari ketika ke masjid untuk shalat berjama’ah. Ke masjid dianggap mencari bekal ke akherat, sementara ke pasar dianggap untuk mendapatkan rizki untuk mencukupi kegiatan di dunia.

Cara berpikir dikotomis seperti itulah kira-kira yang menjadikan Islam tidak dipandang sebagai ajaran yang utuh dan komprehensif hingga melahirkan perilaku yang terbelah itu. Maka akibatnya, antara kegiatan ritual dan kegiatan sosial menjadi tidak menyatu. Akibatnya kemudian muncul istilah shaleh ritual, shaleh sosial dan shaleh intelektual. Perbedaan-perbedaan itu pula yang seolah-olah ajaran Islam bisa dipilah-pilah seperti itu.

Lewat renungan yang lama dan mendalam, saya mendapatkan rumusan bahwa Islam sedikitnya membawa lima misi besar untuk mengantarkan ummat manusia agar menjadi selamat dan sekaligus berbahagia, baik di dunia maupun di akherat. Saya memandang bahwa Islam bukan sebatas agama, melainkan juga peradaban. Islam sebenarnya sebuah ajaran yang memiliki kekuatan pengubah dan sekaligus memberikan petunjuk dan arah, agar manusia dalam hidupnya mendapatkan derajat mulia. Orang yang demikian itu adalah memiliki karakter yang unggul. Dengan demikian, sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad bahwa, Islam datang di muka bumi adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia atau karakter yang unggul.

Adapun kelima misi besar yang dibawa oleh Islam itu adalah sebagai berikut.

Pertama, Islam menjadikan ummatnya kaya ilmu. Ilmu yang dimaksudkan di sini lingkupnya sangat luas, yaitu bersumber pada ayat-ayat qawliyah dan sekaligus ayat-ayat kawniyah. Islam menganjurkan ummatnya untuk mempercayai yang ghaib, tetapi juga harus memikirkan ciptaan Allah baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi. Mestinya sebagai implementasi dari konsep itu, kaum muslimin dituntut mengkaji ilmu fisika, kimia, biologi, matematika, psikologi, sosiologi, sejarah dan lain-lain. Dalam mempelajari ilmu ilmu dimaksud, sebagai pembeda dari kaum lainnya, harus mengawali dengan menyebut nama Allah, yaitu bismirabbika. Selain itu, kegiatan tersebut harus sampai pada kesadaran yang mendalam tentang keagungan asma Allah. Disebutkan dalam al Qur’an iqra’ warabbuka al-akram. Artinya kegiatan itu hingga berhasil membangun kesadaran tentang keharusan memuliakan Allah. Dengan demikian mestinya, ummat Islam kaya ilmu pengetahuan.

Kedua, Islam menjadikan ummatnya meraih prestasi unggul. Sebagai makhluk yang berprestasi unggul, setidak-tidaknya memiliki empat ciri, yaitu (1) berhasil mengenal dirinya sebagai pintu mengenal tuhannya, (2) bisa dipercaya sebagaimana dicontohkan oleh Muhammad sebagai anutannya adalah seorang yang dikaruniai gelar al amien, (3) bersedia untuk mensucikan dirinya, baik menyangkut pikirannya, hatinya dan raganya. Seorang muslim tidak selayaknya mengambil harta atau mengkonsumsi makanan yang tidak halal, dan (4) seorang muslim di manapun berada selalu memberi manfaat bagi orang lain. Itulah manusia unggul yang diajarkan oleh Islam.



Diambil dari tulisan Moh. Safrudin, S.Ag, M.PdI (Aktivis Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sultra peneliti Sangia Institute)
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Bimbingan Belajar Gratis Kembali Hadir di Musholla RAPI


Bagi orang tua dan adik-adik SD/ MI yang menunggu kegiatan belajar bareng, ada kabar gembira dari Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Muria Kudus tahun 2022. Kali ini, mereka akan mengisi kegiatan belajar bareng di Musholla RAPi tepatnya di ruang serbaguna.

Terakhir kali kegiatan belajar bareng di Musholla RAPI diisi oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata dari IAIN Kudus beberapa waktu lalu. Para murid SD dan MI serta orang tua jamaah Musholla RAPI terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Banyak orang tua yang menyatakan kegiatan Belajar Bareng di Musholla RAPI sangat membantu anak-anak mereka dalam memahami pelajaran-pelajaran di sekolah. Apalagi pada waktu itu masih diterapkan Sekolah Dari Rumah. Para orang tua pun berharap kegiatan semacam ini akan Kembali hadir.

Kepastian Musholla RAPI menjadi tempat belajar Bersama KKN Mahasiswa UMK tahun 2022 wilayah Bae Krajan ini diumumkan oleh akun Bae Krajan yang dimiliki oleh Ketua RW 1, Pak Bambang. Sebelumnya mahasiswa UMK yang akan KKN di Bae Krajan bersilaturrahim untuk ijin melaksanakan KKN di Bae Krajan sekaligus memaparkan berbagai kegiatan yang akan mereka lakukan selama KKN.

Kegiatan Belajar Bersama atau Bimbingan Belajar Gratis akan dilakukan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat setiap bakda sholat isya di Ruang Serbaguna Musholla RAPI muali 15 Agustus 2022 hingga KKN Mahasiswa UMK berakhir. Kegiatan ini berlaku untuk siswa siswi SD/ MI dan mengampu semua mata pelajaran.
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Gelar “Haji” Yang Dipermasalahkan

Dua ulama Wahabi, Utsaimin dan Albani menghukumi tidak boleh adanya panggilan "Haji" bagi orang yang sudah melakukan ibadah Haji. Padahal di masa imam-imam dahulu panggilan haji ini sudah diperbolehkan bagi yang sudah melakukan haji, bahkan Ayahnya Albani sendiri bergelar Haji. Riwayatnya berikut pada situs resmi Albani

ولد الشيخ محمد ناصر الدين بن الحاج نوح الألباني عام 1333 ه الموافق 1914 م

“Dilahirkan Syekh muhammad nashiruddin anaknya "Haji Nuh al Albani tahun 1333 H bertepatan tahun 1914 M…”

Ternyata dalam Kitabnya Mu'jam Al-Manahil Lafzhiyyah Hal : 219 Albani menghukumi bid'ah terhadap gelar "Haji" bagi orang yang sudah melakukan Ibadah Haji . Pernyataan ini jelas menampar Gelar Orang tuanya sendiri, padahal sebelum Albani lahir Gelaran "Haji" diperbolehkan bagi yang sudah melaksanakan Ibadah Haji .

Pada masa imam-imam dahulu panggilan Haji ini sudah diperbolehkan bagi yang sudah melakukan Haji. Perhatikan riwayat berikut,

ﻗﺎﻝ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ: " ﻭﻻ ﻳﻘﻮﻟﻦ ﺃﺣﺪﻛﻢ: ﺇﻧﻲ ﺣﺎﺝ ﻓﺈﻥ اﻟﺤﺎﺝ ﻫﻮ اﻟﻤﺤﺮﻡ " ﻣﺮﺳﻞ ﻭﻫﻮ ﻣﻮﻗﻮﻑ ﻋﻠﻰ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻣﺴﻌﻮﺩ

Abdullah Ibnu Mas'ud Radhiallahu’an berkata: Janganlah di antara kalian mengatakan "Saya adalah Haji. Sebab Haji adalah orang yang ihram,"

Riwayat mursal dan mauquf pada Abdullah Ibnu Mas'ud (Sunan Al-Baihaqi) Imam Nawawi berkata:

ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﻟﻤﻦ ﺣﺞ ﺣﺎﺝ ﺑﻌﺪ ﺗﺤﻠﻠﻪ ﻭﻟﻮ ﺑﻌﺪ ﺳﻨﻴﻦ ﻭﺑﻌﺪ ﻭﻓﺎﺗﻪ ﺃﻳﻀﺎ ﻭﻻ ﻛﺮاﻫﺔ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ

“Boleh bagi orang yang sudah melakukan ibadah Haji dipanggil "Haji", meski setelah beberapa tahun dan sesudah wafatnya. Tidak ada kemakruhan dalam masalah ini." (Al-Majmu' 8/281)

Tahu kenapa imam Nawawi membolehkan? Sebab sebelum masa beliau gelar haji sudah dikenal, khususnya pada ayahanda beliau sendiri:

ﻭﻓﻴﻬﺎ (٦٨٢) ﻛﺎﻧﺖ ﻭﻓﺎﺓ: اﻟﺤﺎﺝ ﺷﺮﻑ اﻟﺪﻳﻦ اﺑﻦ ﻣﺮﻯ، ﻭاﻟﺪ اﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻴﻲ اﻟﺪﻳﻦ اﻟﻨﻮﻭﻱ ﺭﺣﻤﻪ اﻟﻠﻪ.

"Pada tahun 682 wafat Haji Syarofuddin, ayahnya Syekh Muhyiddin An-Nawawi rahimahullah." (Ibnu Katsir, Al Hidayah wan Nihayah 13/363)

Berhaji bila berniat ingin mencari Gelar Haji, jelas perbuatan Riya’. berlaku juga Ibadah lain. Ibadah apapun bila disertai Riya’ maka tertolaklah amal Ibadahnya. Namun, memanggil sebutan Haji tidak dilarang karena tidak ada dalil larangan apalagi sampai bid'ah .



Sayyid Machmud BSA
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Rangkaian Acara Buka Luwur Kyai Telingsing 1444H


Kyai Telingsing (The Ling Sing) dikenal sebagai salah satu ulama penyebar ajaran islam di Kudus beretnis Tionghoa. Beliau dimakamkan di daerah Sunggingan sekitar 1 kilometer dari pusat Kota Kudus. Tak jauh dari makam beliau, terdapat Masjid Kyai Telingsing.

Setiap tahunnya di bulan Muharram, warga Kudus selalu memperingati Haul Kyai Telingsing. Acara puncak dari peringatan haul tersebut adalah penggantian luwur di makam Kyai Telingsing atau yang sering disebut Buka Luwur Kyai Telingsing.

Berikut rangkaian acara Perinagtan Haul Kyai Telingsing 1444H yang dipusatkan di halaman maqbaroh Kyai Telingsing:

Acara akan diawali dengan pelepasan luwur (kelambu) yang akan diganti dengan luwur yang baru nantinya pada Selasa Pahing

Malam jumat Kliwon tanggal 11 Agustus 2022 akan dilangsungkan Khotmil Qur’an dan Pasihan

Keesokan harinya akan berlangsung acara Khotmil Qur’an bil Ghaib dan Santunan anak yatim serta doa Bersama yang akan dipimpin Sayyid Abdul Basith al Hafidz (Imam Masjid Menara Kudus)

Malam Sabtu Legi 12 Agustus 2022 akan berlangsung pengajian umum bersama KH. Idham Cholid dan Gus Muwafiq

Acara puncak akan dilangsungkan mulai sabtu pagi pukul 06.00 WIB yaitu tahlil umum di halaman maqbaroh Kyai Telingsing yang akan dihadiri banyak ulama.
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Ngaji dan Makan Bareng Bubur Suramadu di Musholla RAPI


Remaja Musholla RAPI Kembali menjadi penggerak berbagai acara di Musholla RAPI pasca pandemi Covid 19 mengalami penurunan. Kali ini, momen malam 10 Muharram 1444 yang bertepatan dengan malam senin (7 Agustus 2022) menjadi hari yang dipilih. Acara dimulai dengan sholat maghrib berjamaah seperti biasanya.

Setelah sholat maghrib, acara dilanjutkan dengan Doa Assyura yang dipimpin oleh Kyai Mufid yang juga mengimami sholat maghrib. “Alhamdulillah, kurang lebih 80 an orang mungkin, ikut dalam acara Malam 10 Suro ini”, ujar Kang Arif, salah satu aktivis Remaja Musholla yang rajin mengamati pergerakan jumlah jamaah dalam suatu kegiatan.

Lanjut setelah sholat isya, acara mingguan takni ngaji Kitab Maulid karya Syaikh Ja’far al Barjanjy pun dilaksanakan. Ngaji yang akrab disebut Berjanjen di kalangan masyarakat Kudus ini sudah mulai diikuti oleh jamaah putri. Salah satu jamaah, Bu Tarwi menyatakan senang dengan mulai berpartisipasinya ibu-ibu dalam acara ngaji mingguan yang digelar setiap malam senin bakda isya tersebut.

Usai acara, dihidangkan Bubur “Suramadu” kepada jamaah yang hadir. Bubur Suramadu sendiri adalah nama yang diberikan oleh Remaja Musholla RAPI untuk menyebut Bubur Suro yang dipesen dari Tukang Bubur asal Madura yang mangkal di sekitar SDN 1 Bae. “Wujudnya bubur Kacang ijo. Nama Suramadu untuk menunjukkan Bubur Sura yang dibuat oleh orang Madura”, ujar salah seorang anggota Remaja Musholla RAPI.

Acara makan bubur Bersama atau cangkrukan sendiri merupakan inisiatif dari Remaja Musholla dan pengurus untuk menjalin silaturrahim dengan para jamaah. Pengadaan bubur Suramadu tersebut adalah hasil iuran bareng dari Remaja Musholla RAPI yang sudah bekerja. Para jamaah pun berharap agar Musholla RAPI jadi tambah rame dengan kegiatan-kegiatan keagamaan maupun kemasyarakatan lainnya.
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Rahasia Di Balik Cobaan (3)

وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ.

"Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya)".

Uraian di ataslah kira-kira adalah yang dikehendaki oleh imam Ibnu ‘Athoillah dalam hikmahnya. Aplikasi Sebenarnya hikmah di atas telah teraplikasikan dalam kehidupan para kekasih Allah SWT setiap harinya. Hal ini bisa kita ketahui dari beberapa ungkapan mereka, diantaranya adalah:

a. Imam Abu al-Qosim al-junaidi pada satu kesempatan berkata, "Aku tidak pernah merasa kenyang dengan segala sesuatu yang datang padaku dari dunia ini, karena dunia adalah tempat kesusahan, cobaan dan fitnah. Maka, dunia dan seisinya adalah sesuatu yang jelek dan berbahaya. Karenanya dunia pasti datang kepadaku dengan segala sesuatu yang aku benci, dan jika ia datang kepadaku dengan sesuatu yang aku senangi maka itu hanya sesuatu yang berlebihan."

b. Imam Abu Turab Ra berkata, "Wahai para manusia, sesungguhnya engkau mencintai tiga perkara padahal sebenarnya ketiganya bukan hakmu. Pertama nafsu, padahal sebenarnya ia adalah untuk kesenangannya (hawa). Kedua, ruh padahal sebenarnya ia adalah milik Allah. Ketiga, harta padahal nanti hartamu akan dimiliki oleh ahli warismu. Engkau mencari dua perkara, padahal engkau tidak akan pernah mendapatkannya, yakni kesenangan dan kenyamanan sedang keduanya hanya ada di surga.

Maka hal yang wajib dilakukan oleh seorang hamba adalah tidak menjadikan dirinya nyaman di dunia dan tidak mempunyai kecenderungan terhadap sesuatu yang menjadikan kita bahagia dan nyaman didunia.

Kita harus belajar dan berusaha untuk mengamalkan dan mengimplemetasikan sabda baginda Nabi Muhammad SAW: dunia adalah penjara bagi orang mu'min dan surga bagi orang kafir. Kebiasaan seorang hamba untuk menghadapi cobaan di dunia akan menjadikan dia merasa ringan dalam segala hal yang mereka hadapi dan temui, ia pun akan merasa nyaman saja ketika kehilangan sesuatu yang disenangi olehnya. 

Hendaknya seorang murid (orang yang menghendaki jalan akherat) menghadapi apa saja yang ia temui dengan penuh kesabaran, pasrah dan ridlo terhadap qodlo' allah SWT, maka insya allah sebentar lagi akan tampak jelas rahmat allah atas dirinya dan menyebabkan ia mendapat pahala dari Allah SWT. Waallahu ‘alam bis showab.



Pengajian Kitab Hikam bersama KH. Muh.. Wafi Maimun Zubair
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Download File Audio

Populer Sepekan

Pojok Doa

Doa ummat Nabi


اللهم اغفر لامة سيدنا محمد، اللهم ارحم امة سيدنا محمد، اللهم استر امة سيدنا محمد، اللهم اجبر امة سيدنا محمد، اللهم اصلح امة سيدنا محمد، اللهم عاف امة سيدنا محمد، اللهم احفظ امة سيدنا محمد، اللهم ارحم امة سيدنا محمد رحمة عامة يا رب العالمين، اللهم اغفر لامة سيدنا محمد مغفرة عامة يا رب العالمين، اللهم فرج عن امة سيدنا محمد فرجا عاجلا يا رب العالمين

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger