Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

Syafaat Malaikat Jibril untuk Umat Rasulullah SAW di Neraka

Rasulullah SAW bercerita bahwa pada hari kiamat Malaikat Jibril AS berkeliling di neraka. Ia terus berputar selama 4.000 tahun. Ia mendengar suara munajat, "Yā Hannān, yā Mannān, yā Dzal jalāli wal ikrām." Jibril AS menghadap Allah dan bersujud di kaki Arasy.

"Tuhanku, di neraka aku mendengar suara seorang muslim yang menyebut nama-Mu, ‘Yā Hannān, yā Mannān,’ sejak 40.000 tahun. Aku yakin ia adalah umat Muhammad. Kau juga tahu bagaimana persahabatanku dan Muhammad. Aku ingin berbuat baik melalui kedudukan Muhammad. Berilah mandat syafa’at kepadaku," kata Jibril AS melaporkan dan memohon kepada Allah.

"Aku berikan mandat syafa’at dan Kuserahkan dia kepadamu. Pergilah kepada Malik. Katakan kepadanya bahwa Aku telah mengeluarkannya dan menyerahkannya kepadamu," jawab Allah SWT.

Jibril AS kemudian bergegas menuju Malik AS. "Allah telah menyerahkan si fulan kepadaku. Keluarkanlah dia dari neraka. Serahkan dia kepadaku," kata Jibril AS kepada Malik AS.

Malik AS masuk ke neraka dan mencari si fulan yang dimaksud Jibril AS. Ia mencari si fulan selama 1.000 tahun. Pencarian tidak berhasil.

"Jibril, neraka telah mendengus panjang dan menggelegak. Besi sudah seperti batu dan manusia seperti besi. Aku tidak dapat menemukannya," kata Malik AS. Jibril kemudian melapor dan bersujud di Arasy untuk kedua kalinya. "

Tuhanku, pencarian Malik tidak berhasil. Di mana kiranya posisi fulan?" tanya Jibril AS.

"Jibril, pergilah ke Malik. Katakan kepadanya, fulan ada di lembah ini, di dasar ini, di sudut ini, dan di sumur ini…," jawab Allah memberi petunjuk.

Jibril AS kemudian pergi. Ia mengabarkan kepada Malik AS. Malik AS kemudian pergi menuju tempat yang ditunjuki Jibril AS. Malik AS mendapati si fulan dengan posisi terbalik, kepala di bawah dan kaki di atas, sedang dikerubuti ular dan kalajengking serta terikat belenggu dan pasung.

Malik AS kemudian menarik si fulan yang kondisinya seperti arang.

Malik AS menggerakkan dan menarik fulan sehingga ular dan kalajengking berjatuhan dari tubuhnya. Malik AS menggerakkan untuk kedua kalinya sehingga terlepaslah belenggu dan pasungannya.

"Kau datang untuk menambahkan siksa atau menyelamatkanku," kata si fulan yang sebelumnya menghadapkan wajahnya kepada Malik AS.

"Aku tidak tahu, tetapi yang jelas Jibril menantimu," kata Malik AS.

Malik AS memegang tangan si fulan dan menyerahkannya kepada Jibril AS.

Jibril AS kemudian memegang tangannya dan mengajaknya menuju kaki Arasy.

Setiap yang dilaluinya sepanjang perjalanan mengatakan, "Dia si fulan, sudah tinggal di neraka Jahanam selama 40.000 tahun." Ia bersama Jibril AS berdiri di kaki Arasy.

"Wahai hamba-Ku, bukankah kalam-Ku ada di hadapanmu? Bukankah Aku telah mengutus rasul kepadamu? Bukankah rasul-Ku telah memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran?" Firman Allah SWT.

"Benar wahai Tuhanku, tetapi memang aku telah berlaku aniaya terhadap diriku sendiri. Aku mengakui dosaku.

Oleh karenanya, ampunilah aku dengan hak munajat yang kubaca selamat 40.000 tahun ‘Yā Hannān, ya Mannān’ agar Kau mengampuniku," kata si fulan.

"Aku telah mengampunimu dan menyerahkanmu kepada Jibril. Aku telah membebaskanmu dari neraka berkat syafa'atnya," Firman Allah SWT.

Jibril AS selanjutnya membawa si fulan ke surga, memandikannya dengan air kehidupan dan air Kautsar sehingga lenyap tanda-tanda penghuni neraka darinya. Jibril AS setelah itu memasukannya ke dalam surga dan mengucap salam kepada Nabi Muhammad SAW.

"Wahai Muhammad, aku telah berbuat sesuatu di tempatmu (syafa’at) pada umatmu ini," kata Jibril AS. "Baik wahai Jibril," jawab Nabi Muhammad SAW.



Sumber : Kitab Al-Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar 
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Kisah Jin Yang Durhaka Kepada Syaikh Abdul Qadir Al Jilany

Tambahkan teks
Dalam manuskrip Nahrul Qadiriyah, Syekh Abu Said Abdullah bin Ahmad Ali al-Baghdadi bercerita:

Pada tahun 537 H, putriku yang bernama Fatimah naik ke atas loteng rumah. Tak lama kemudian ia menghilang secara misterius. Pada waktu itu ia masih perawan dan usianya baru 16 tahun. Aku mengadukan kejadian itu kepada Syekh Abdul Qadir Al-Jilany.

Beliau berpesan kepadaku, “Pergilah kamu malam ini ke padang pasir Kurkh dan duduklah di bukit yang kelima. Di situ buatlah lingkaran yang mengelilingimu dengan membaca, ‘Bismillah”

Lalu Syekh Abdul Qadir Jilani berkata, “Di tengah malam, akan lewat di hadapanmu rombongan jin dalam rupa yang bermacam-macam. Kamu jangan takut. Kemudian di sepertiga malam terakhir akan lewat di hadapanmu raja mereka yang dikawal pasukan yang begitu banyak. 

Apabila ia menanyakan keperluanmu, maka katakan kepadanya, ‘Syekh Abdul Qadir mengutusku untuk menghadapmu.’ Lalu katakan kepadanya peristiwa yang menimpa putrimu.”

Lalu Aku pergi melaksanakan perintah Syekh Abdul Qadir. Pada waktu tengah malam melintas di hadapanku rombongan jin dalam beragam bentuk yang menakutkan. Mereka tak bisa mendekatiku atau melewati lingkaran yang telah kubuat. 

Lalu di sepertiga malam terakhir datanglah raja mereka dengan menaiki kuda perang dan dikawal pembesar-pembesar mereka. Si raja jin itu berhenti di salah satu sudut lingkaran yang kubuat. 

“Wahai manusia, apa keperluanmu?,” tanyanya kepadaku.

“Aku diutus Syekh Abdul Qadir!” begitu mendengar nama Syekh Abdul Qadir, raja jin itu langsung turun dari kudanya dan mencium tanah. Ia duduk di luar lingkaran bersama para pengawalnya.

Raja jin bertanya lagi kepadaku, “Ada apa denganmu?”

Aku pun menceritakan peristiwa yang menimpa putriku. Mendengar ceritaku itu, raja jin berseru kepada para pengawalnya, “Siapa yang berbuat itu (menculik putri Syekh Abu Said)?”. Tidak ada yang menjawab. 

Tak lama kemudian datang salah satu jin dengan membawa putriku. Kedatangannya itu diiringi dengan teriakan yang gaduh dari para jin, “Itu adalah jin dari negeri China!” Melihat itu, raja jin menjadi murka.

“Apa yang membuatmu berani menculik putri orang yang berada di bawah naungan seorang wali qutub?” tanya raja jin. 

Lantas jin dari negeri China menjawab, “Begitu melihatnya aku langsung jatuh cinta kepadanya.” 

Tanpa pikir panjang, raja jin memerintahkan pasukannya memenggal kepala jin penculik tadi dan mengembalikan putriku kepadaku.

Aku bertanya kepada raja jin, “Mengapa malam ini anda sudi menampakkan diri kepadaku!! Apakah karena melaksanakan perintah dari Syekh Abdul Qadir Al-Jilany?.”

“Saat ini beliau tengah mengawasi jin-jin yang berbuat durhaka di antara kami dari rumah beliau. Mereka berlarian menuju tempat tinggal mereka masing-masing lantaran takut kepada beliau. Sesungguhnya wali qutub itu diangkat Allah SWT untuk membimbing manusia dan jin sekaligus,” jawabnya.

Itulah samudera hikmah dari sosok Syekh Abdul Qadir al-Jilany. Semoga kita semua mendapatkan berkahnya. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.



Ust. Muhammad Haydar Husain
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Qadha dan Qadar (2)

Di Indonesia qadha dan qadar seringkali dipahami secara sederhana sebagai takdir atau ketentuan Allah. Takdir sendiri tidak hanya berkisar tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan kematian dan kekinian, takdir berdasarkan waktunya ada empat macam:

1. Takdir Umum (Takdir Azali). 

Takdir yang meliputi segala sesuatu dalam lima puluh ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi. Di saat Allah SWT memerintahkan al-Qalam (pena) untuk menuliskan segala sesuatu yang terjadi dan yang belum terjadi sampai hari kiamat. Hal ini berdasarkan dalil-dalil berikut ini.

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (al-Hadiid: 22)

“Allah-lah yang telah menuliskan takdir segala makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum diciptakan langit dan bumi. Beliau bersabda, ‘Dan ‘Arsy-Nya berada di atas air.” (HR Muslim)

2.  Takdir Umuri. 

Yaitu takdir yang diberlakukan atas manusia pada awal penciptaannya ketika pembentukan air sperma (usia empat bulan) dan bersifat umum. Takdir ini mencakup rizki, ajal, kebahagiaan, dan kesengsaraan. Hal ini didasarkan sabda Rasulullah SAW. berikut ini:

“…Kemudian Allah mengutus seorang malaikat yang diperintahkan untuk meniupkan ruhnya dan mencatat empat perkara: rizki, ajal, sengsara, atau bahagia... .” (HR Bukhari)

3.  Takdir Samawi. 

Yaitu takdir yang dicatat pada malam Lailatul Qadar setiap tahun. Perhatikan firman Allah berikut ini, “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” (ad-Dukhaan: 4-5)

Ahli tafsir menyebutkan bahwa pada malam itu dicatat dan ditulis semua yang akan terjadi dalam setahun, mulai dari kebaikan, keburukan, rizki, ajal, dan lain-lain yang berkaitan dengan peristiwa dan kejadian dalam setahun. Hal ini sebelumnya telah dicatat pada Lauh Mahfudz.

4.  Takdir Yaumi. 

Yaitu takdir yang dikhususkan untuk semua peristiwa yang akan terjadi dalam satu hari; mulai dari penciptaan, rizki, menghidupkan, mematikan, mengampuni dosa, menghilangkan kesusahan, dan lain sebagainya. Hal ini sesuai dengan firman Allah, “Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” (ar-Rahmaan: 29)

Takdir umuri, samawi dan yaumi semuanya merujuk kepada takdir azali yang telah tertulis di lauhul mahfudz.



Lazuardi Birru

komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Qadha dan Qadar (1)

Qadha menurut bahasa berarti ketetapan, perintah atau pemberitaan. Sedangkan menurut Imam Al-Zuhri qadha memiliki arti banyak dan semua pengertian yang berkaitan dengan qadha kembali kepada makna kesempurnaan.

"Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikitpun dari takdir Allah, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya'qub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui." (QS Yusuf 68)

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS al-Israa`:23)

“Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.” (QS al-Hijr: 66)

Adapun kata qadar berasal dari kata qaddara yuqaddiru taqdiiran yang berarti penentuan. Pengertian ini bisa kita lihat dalam Al-Qur'an surat Al-Fushilat ayat 10, "Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang orang yang bertanya."

Dari sudut terminologi, qadha adalah pengetahuan yang lampau, yang telah ditetapkan oleh Allah pada zaman azali. Adapun qadar adalah terjadinya suatu ciptaan yang sesuai dengan penetapan (qadha). Ibnu Hajar berkata, “Para ulama berpendapat bahwa qadha adalah hukum kulli (universal) ijmali (secara global) pada zaman azali, sedangkan qadar adalah bagian-bagian kecil dan perincian-perincian hukum tersebut.” (Fathul-Baari 11/477)

Segala hal yang terjadi baik itu anugerah atau bencana semuanya datang dari Allah SWT. Beriman atau mempercayai qadha dan qadar merupakan kewajiban semua umat Islam karena Allah telah menetapkan qadha dan qadar sebagai rukun Imam ke enam.

Ketetapan Allah telah dituliskan sejak di zaman ajali sebelum manusia diciptakan. Hal ini tercermin dari kalamullah Surat Al-Hadid ayat 22-23, “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri,”

Meskipun segala perkara yang berkaitan dengan kehidupan manusia sudah ditentukan oleh Allah SWT sejak sebelum manusia diciptakan, manusia tidak boleh berpasrah diri menyerahkan segala sesuatu kepada takdir. Manusia diberikan kesempatan untuk mendapatkan takdir yang lebih baik untuk dirinya dengan cara berusaha dan berdoa. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Tiada seorangpun dari kalian kecuali telah ditulis tempatnya di neraka atau di surga. Salah seorang dari mereka berkata, ‘Bolehkah kami bertawakal saja, ya, Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Tidak, (akan tetapi) beramallah …karena setiap orang dimudahkan (dalam beramal).’ Kemudian, beliau membaca ayat ini, ‘Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah), bertakwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil, merasa dirinya cukup dan mendustakan pahala yang terbaik, maka kami kelak akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar (al-Lail: 5-10).’” (HR Bukhari dan Muslim)



Lazuardi Birru

komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Hoax Santri Pingsan Usai Rapid Test di Kudus Ternyata Catut Logo CNN

Hoax santri pingsan di Kudus setelah menjalani rapid test ternyata mencatut logo CNN. Hal tersebut disampikan oleh redaksi CNN melalui tayangan beritanya. Dalam berita tersebut dijelaskan paling tidak sudah lebih dari lima kali logo CNN dicatut untuk berita bohong, sehingga masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati.

Sebelumnya telah beredar kabar bohong tentang santri Kudus yang mencaplok logo CNN sebagai berikut:

"SEHARI SETELAH DILAKUKAN RAPID TEST COVID-19 KEPADA PARA SANTRI DI KUDUS, 1.000 SANTRI TAK SADARKAN DIRI."

Unggahan tersebut disertai dengan narasi:

"KENAPA YG DISASAR PONDOK PESANTREN/UMAT ISLAM??? ADA APA??? Kita Umat*cuma bs ribut dimedsos, sementara cina2 udah bergerak kepelosok2."

Setelah ditelusuri, klaim bahwa 1.000 santri asal Kudus tak sadarkan diri usai rapid test adalah salah. Faktanya, hasil tangkapan layar artikel tersebut adalah hasil suntingan yang merupakan kompilasi foto-foto dari berbagai peristiwa yang berbeda dan tidak ada kaitannya dengan narasi yang diberitakan. 

Foto pertama, dimuat di situs Jawapos.com dengan judul berita "Klaster Temboro Tambah Kasus Positif di Probolinggo Jadi 23 Orang." 

Foto kedua, dimuat di situs Suara.com dengan judul berita "Simulasi Penanganan Pasien Virus Corona di Kudus." 

Foto ketiga di ambil dari situs Okezone.com dalam artikel berjudul "Puluhan Santri Pondok Pesantren di Demak Keracunan Massal.” Demikian seperti yang kami kutip dari Website resmi Kemkominfo.

Sementara itu, Rapid Test untu kalangan santri memang dilaksanakan di Kudus dan difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus. Namun, pelaksanaan Rapid Test untuk kalangan santri tidak terkendala suatu kondisi apapun dan berjalan lancar.

Pelaksaan Rapid Test di kalangan para santri tersebut merupakan program Pemerintah Daerah Kudus dalam menghadapi era new normal di lingkungan Pondok Pesantren, seperti yang telah dicanangkan sebelumnya.

komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Belajar Dari Pohon

Seorang murid bertanya kepada Sang Guru, “Di tingkat mana saya berada kini?”

Guru berkata, “Benih mustilah ditanam tepat waktunya. Tatkala ia mulai tumbuh, akar-akarnya menjulur perlahan ke dalam tanah, merambah ke segala arah. Tanaman itu pun berkembang menjadi sebuah pohon, dan pohon itu tumbuh membesar, menghasilkan bunga dan buah-buahan. 

Tatkala berbuah, buah-buahan itu terpisah dengan tanah. Meski sebuah pohon terhubung dengan tanah di bawahnya, namun buah-buah itu hanya terhubung dengan manusia dan semua makhluk yang memanfaatkannya.

“Anakku, seperti itu jualah kehidupanmu. Engkau telah tumbuh tinggi, seperti pohon, hubungan dan keterikatan dalam pikiranmu, perhatianmu, dan keinginanmu tertuju pada tanah dan dunia ini. Seperti itulah tingkatanmu sekarang.

“Meski demikian, anakku, engkau memiliki suatu keterhubungan di dalam qalb-mu, hatimu, yang berpikir dan mencari Tuhan. Ijinkan aku menjelaskan bagaimana membangun keterhubungan itu. Camkan dan ikuti dengan baik.

“Betapa pun banyaknya perhatian dan keterhubunganmu pada dunia ini, jika engkau ingin mencari Tuhan, jika engkau hendak mengarungi jalan menuju Tuhan ini, maka dirimu, seluruh doa dan sujudmu haruslah bak sebuah pohon: meski tertancap ke tanah, ia menyerahkan buah-buahnya kepada semua makhluk. 

Meski engkau terhubung ke dunia ini seperti pohon, perhatianmu mustilah seperti buah-buahan itu: doa-doamu, pengabdianmu, ibadah dan sujudmu, sifat-sifat dan tidakanmu musti terhubung dengan Tuhan, dan engkau harus melakukan tugas tanpa mementingkan dirimu sendiri, yang bermanfaat bagi seluruh kehidupan. Maka engkau akan selamat dalam perjalanan menuju Tuhanmu.”


Diterjemahkan dari A Seed Must Be Planted At The Correct Time, buku The Golden Words of a Sufi Sheikh, oleh Bawa Muhaiyaddeen.

komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Nikmat dan Adzab Kubur

عذاب القبر و نعيمه عذاب القبر و نعيمه حق يجب اعتقاده و هو واقع على البدن و الروح جميعا ، لقوله صلى الله عليه وآله وسلمالقبر روضة من رياض الجنة أو حفرة من حفر النارالثواب و العقاب يجب الاعتقاد الجازم بأن من عمل حسنة يثيبه الله تعالى ثوابا مضاعفا بمحض فضله و من عمل سيئة يعاقبه الله عليه بمثله بعدله البعث و النشر و الحشر البعث هو إحياء الموتى و أخراجهم من قبورهم ، و النشر هو انتشارهم و قيامهم من قبورهم ، و الحشر هو سوقهم جميعا الى الموقف لفصل القضاء بينهم و كل واحد من هذه الثلاثة حق يجب الايمان به ، فيحشر من يجازي و هم الإنس و الجن و الملك ، و من لا يجازي كالبهائم و الوحوش . و أول من ينشق عنه الأرض نبينا صلى الله عليه و آله وسلم .

Setelah selesai manusia ditanya dalam kubur oleh malaikat dan telah diketahui apakan ia tergolong orang orang yang berhasil atau yang gagal, maka ia akan memasuki periode baru di dalam kubur yaitu nikmat kubur atau adzab kubur. Sesuai dengan sabda Rasulallah SAW,  ”Kuburan itu taman dari taman tamannya surga atau lobang dari lobang lobangnya api neraka”

Adapun siksa kubur dibagi menjadi dua. pertama yang bersifat rutin, berlangsung terus menerus sampai datangnya hari kiamat yaitu diterima bagi orang yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-nya. Ada lagi yang kedua bersifat sementara, yaitu siksaan yang diterima oleh orang mukmin yang melakukan keburukan di saat hidupnya di dunia. Ia akan disiksa sesuai dengan dosa yang dilakukannya. Siksaan ini bisa terhenti jika apa yang telah diterima dianggap cukup untuk menebus dosa yang telah dilakukanya.

Salah satu yang bisa meringankan seseorang dari azab kubur adalah do’a dan dan istighfar yang selalu dikiriman dan dipanjatkan oleh sanak keluarga, famili, dan teman-teman yang masih hidup. Maka dianjurkan kepada orang yang masih hidup dunia agar senantiasa mendo’akan keluarga, terutama kedua orang tua, sahabat atau seluruh kaum muslimin yang telah meninggal dunia. Hal itu merupakan salah satu bentuk hadiah untuk meringankan azab kubur kepada mereka. “Allah akan menetapkan hati orang-orang mukmin dengan kalimah yang teguh didunia dan diakhirat.” (Ibrahim, 27).

Seharusnya seorang muslim jangan memperdebatkan apakah siksa kubur itu akan diterima oleh ruh dan jasad seseorang, atau siksa kubur hanya diterima oleh ruh tanpa jasad. Sebaiknya seorang muslim mempercayai adanya nikmat dan adzab kubur dan menyakininya dengan keyakinan yang kuat bahwa nikmat dan adzab kubur adalah hal ghaib yang wajib diimani.

Pernah siti A’isyah r.a. mengisahkan bahwa ia dahulunya tidak mengetahui adanya siksa kubur sehingga datang kepadanya seorang wanita Yahudi, minta-minta dan setelah ia beri, ia berdo’a: “Semoga Allah melindungi kamu dari siksa kubur”. Ia menyangka bahwa keterangannya itu termasuk tipuan kaum Yahudi. Lalu ia ceritakan kepada Nabi SAW. Beliaupun memberitahu kepadanya bahwa siksa kubur itu hak benar.

Jadi, nikmat dan adzab kubur ini adalah hal yang haq atau benar akan keberadaanya. Dalil-dalil yang mutawatir dari Nabi SAW, dan dari para sahabat telah menunjukkan kebenarannya secara pasti dan kita wajib mengimaninya karena merupakan tuntutan keimanan kita kepada hari kiamat yang merupakan rukun iman keenam dimana tidak sah iman seseorang kecuali harus beriman kepada semua rukun iman yang enam.

Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengimani tentang adanya nikmat dan adzab kubur. Keduanya adalah benar berdasarkan Al Qur’an, sunnah dan Ijma’ ulama. Diantara dalil dari Al Qur’an tentang adanya adzab kubur adalah friman Allah Ta’ala, “Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, lalu mereka akan dikembalikan kepada adzab yang besar. “ (At Taubah, 101).

Menurut penjelasan Ahli tafsir bahwa yang dimaksud dengan “nanti mereka akan Kami siksa dua kali“ yaitu adzab di dunia dan adzab kubur. Sedangkan menurut hadits Nabi SAW, dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah, pernah berjalan melewati salah satu kuburan di kota Madianah, lalu beliau mendengar suara dua orang yang sedang disiksa di dalam kubur. Beliau bersabda: “keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan karena perbuatan dosa besar. Yang pertama karena tidak beristinja’ atau tidak menjaga kebersihan dari air kencing (tidak cebok) dan yang lainnya ia senantiasa bernamimah (mengupat). (hadits al-Bukhari).

Rasulullah SAW menganjurkan ummatnya untuk senantiasa berdo’a memohon perlindungan kepada Allah dari adzab kubur di setiap akhir tasyahud sebelum salam ketika shalat. ”Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari adzab jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah hidup dan mati, serta dari kejahatan fitnah al Masih ad-Dajjal” (hadits Muslim dari sahabat Abu Hurairah ra).


Ust. Abdul Hamid Mudjib

komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Populer Sepekan

Live Streaming


Pojok Doa

Doa ummat Nabi Muhammad


اللهم اغفر لامة سيدنا محمد،
اللهم ارحم امة سيدنا محمد،
اللهم استر امة سيدنا محمد، اللهم اجبر امة سيدنا محمد،
اللهم اصلح امة سيدنا محمد،
اللهم عاف امة سيدنا محمد،
اللهم احفظ امة سيدنا محمد،
اللهم ارحم امة سيدنا محمد رحمة عامة يا رب العالمين،
اللهم اغفر لامة سيدنا محمد مغفرة عامة يا رب العالمين،
اللهم فرج عن امة سيدنا محمد فرجا عاجلا يا رب العالمين
 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger