Adv 1
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

Ahad ini, Alumni Banat NU Adakan Reuni dan Halal bi Halal


Forum Silaturahim Alumni Banat NU (FORSIKABANU) Kudus akan mengadakan acara Halal bi Halal pada hari Ahad 24 Juni 2018 di MA NU Banat Krandon, Jl. KHR Asnawi No. 30 Kudus.

Siti Nafisatun, ketua FORSIKABANU periode 2016 – 2021, menyampaikan bahwa Forum silaturrahim ini merupakan wadah bagi alumni dari Madrasah Banat. Dengan alumni berasal dari Kudus dan daerah lainnya. Seperti Jepara, Pati, dan Jakarta.

Sebenarnya ikatan alumni Banat sudah terbentuk sejak 1989.  Namanya ketika itu adalah Ikabanu. Lambat laun itu vakum. Baru pada 2008, berubah nama jadi Forsikabanu. Tapi ikatan alumni itu berjalan kurang maksimal. Baru mulai 2016, forum tersebut mencoba digiatkan kembali.

Sejumlah kegiatan akan dilaksanakan di tiap wilayah. Dengan gagasan kegiatan dari masing-masing wilayah sendiri. Misalnya pengajian, pelatihan dan sejumlah kegiatan yang positif, dengan memanfaatkan para alumni sebagai panitia penyelenggaranya.

Untuk kegiatan Halal bi halal tahun 1439 H kali ini, acara akan dimulai pada pukul 12.00 WIB (ba’da sholat dhuhur). Para peserta dihimbau untuk menggunakan pakaian serba putih saat menghadiri acara halal bi halal yang juga dimaksudkan sebagai ajang reuni ini. Sebagai penyampai mauidhoh hasanah, FORSIKABANU kali ini menghadirkan KH. Ali AGus Masyhuri (Gus Ali) dari Sidoarjo Jawa Timur.
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Karunia Allah Kepada Abdurrahman Bin Auf Berkat Doa Rasul (3)

Pada suatu hari iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman terdiri dari tujuh ratus unta bermuatan penuh tiba di Madinah. Ya! tujuh ratus ekor unta bermuatan penuh, tidak salah. Semuanya membawa pangan, sandang, dan barang-barang lain kebutuhan penduduk. Ketika mereka masuk kota, bumi seolah-olah bergetar. Terdengar suara gemuruh dan hiruk pikuk. Sehingga Aisyah bertanya, "Suara apa hiruk pikuk itu?"

Dijawab orang, "Kafilah Abdurrahman dengan iring-iringan tujuh ratus ekor unta bermuatan penuh membawa pangan, sandang serta lainnya. 

Asiyah berkata, "Semoga Allah melimpahkan berkat-Nya bagi Abdurrahman dengan baktinya di dunia, serta pahala yang besar di akhirat. Saya mendengar Rasululalh SAW bersabda, "Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak (karena surga sudah dekat sekali kepadanya)."

Sebelum menghentikan iring-iringan unta, seorang pembawa berita mengatakan kepada Abdurrahman bin Auf berita gembira yang disampiakan Aisyah, bahwa Abdurrahman bin Auf masuk surga. Serentak mendengar berita itu, bagaikan terbang ia menemuai ibu Aisyah. 

Katanya, "Wahai Ibu, apakah Ibu mendengar sendiri ucapan itu diucapkan Rasulullah?" 

Jawab Aisyah, "Ya, saya mendengar sendiri." 

Abdurrahman melonjak kegirangan. Katanya, "Seandainya aku sanggup, aku akan memasukinya sambil berjalan. Sudilah ibu menyaksikan, kafilah ini dengan seluruh kendaraan dan muatannya, kuserahkan untuk jihad fisabilillah. 

Sejak berita yang membahagiakan itu, Abdurrahman pasti masuk surga, maka semangatnya semakin memuncak mengorbankan kekayaannya di jalan Allah. Hartanya dinafkahkannya dengan kedua belah tangan, baik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, sehingga mencapai 40.000 dirham perak. Kemudian menyusul pula 40.000 dinar emas. Sesudah itu dia bersedekah lagi 200 uqiyah emas. Lalu diserahkannya pula 500 ekor kuda kepada para pejuang. Sesudah itu 1500 ekor unta untuk pejuang-pejuang lainnya dan tatkala dia hampir meninggal dunia, dimerdekakannya sejumlah besar budak-budak yang dimilikinya. Kemudian diwasiatkannya supaya memberikan 400 dinar emas kepada masing-masing bekas pejuang Perang Badar. Mereka berjumlah seratus orang, dan semua mengambil bagiannya masing-masing. Dia berwasiat pula supaya memberikan hartanya yang paling mulia untuk para ibu-ibu orang mukmin, sehingga ibu Aisyah sering mendoakannya, "Semoga Allah memberikannya minum dengan minuman dari telaga salsabil."

Di samping itu, dia meningggalkan warisan pula untuk ahli warisnya sejumlah harta yang hampir tidak terhitung banyaknya. Dia meninggalkan kira-kira 1000 ekor unta, 100 ekor kuda, 3000 ekor kambing, dia beristri empat orang. Masing-masing mendapatkan pembagian khusus 80.000, di samping itu masih ada peninggalannya berupa emas dan perak, yang kalau dia bagi-bagikan kepada ahli warinsnya dengan mengampak, maka potongan-potongannya cukup menjadikan seorang ahli warisnya manjadi kaya raya. 

Begitulah karunia Allah SWT kepada Abdurrahman berkat doa Rasulullah kepadanya semoga Allah memberkatinya dan hartanya. 

Walaupun begitu kaya rayanya, harta kekayaan itu seluruhnya tidak mempengaruhi jiwanya yang penuh iman dan takwa. Apabila ia berada di tengah-tengah budaknya, orang tidak dapat membedakan di antara mereka, mana yang majikan dan mana yang budak. 

Pada suatu hari dihidangkan orang kepadanya makanan, padahal dia puasa. Dia menengok makanan itu seraya berkata, "Mushab bin Umair tewas di medan juang. Dia lebih baik daripada saya, waktu dikafani, jika kepalanya ditutup, maka terbuka kainnya. Kemudian Allah membentangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sesungguhnya saya sangat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah memberikannya kepada kita (di dunia ini)."

Sesudah berkata begitu, dia mengangis tersedu-sesudu, sehingga nafsu makannya jadi hilang. Berkatalah Abdurrahman bin Auf dengan ribuan karunia dan kebahagiaan yang diberikan Allah kepadanya. Rasulullah saw, yang ucapannya selalu terbukti benar telah memberinya kabar gembira dengan surga yang penuh dengan kenikmatan. 

Telah turut menghantarkan jenazahnya ke tempatnya terakhir di dunia, antara lain sahabat yang mulia Sa'ad bin Abi Waqqash. Pada shalat jenazahnya turut pula, antara lain, Dzun Nurain, Utsman bin Affan. Kata sambutan saat pemakaman, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib. 

Dalam sambutannya antara lain Ali berkata, "Anda telah mendapatkan kasih sayang, dan Anda berhasil menundukkan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati Anda. Amin!"



Kisah-kisah Sahabat
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Jumat dan Sabtu, KH. Anwar Zahid dan Ki Rekso Buwono Hadir di Kudus



Halalbihalal sudah menjadi budaya masyarakat Indonesia yang dilakoni setelah Idul Fitri atau lebaran. Halalbihalal biasanya diisi dengan kegiatan positif seperti berkunjung ke rumah keluarga, bermaaf-mafan, silaturahmi, reuni atau makan-makan. Istilah halalbihalal mulanya digagas oleh seorang ulama bernama KH Wahab Chasbullah. Ceritanya berawal saat Indonesia dilanda disintegrasi bangsa pada 1948 di mana para elite politik saling bertengkar dan pemberontakan seperti DI/TII dan PKI di mana-mana.

Tak terkecuali masyarakat di Kecamatan Bae dan Kota Kudus pada umumnya, momen lebaran selalu dijadikan kesempatan untuk menyelenggarakan acara halal bi halal tingkat desa untuk merekatkan kembali tali silaturrahim antar warga yang mungkin selama satu tahun lamanya jarang sekali dilakukan. Apalagi di tahun-tahun politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah seperti tahun ini, maka silaturrahim antar warga harus direkatkan kembali untuk menjaga persatuan dan kesatuan antar umat islam.

Dalam acara halal bi halal tingkat desa, selain menjadi ajang silaturrahim antar warga biasanya juga dijaikan ajang untuk mendapatkan pencerahan aau ilmu. Hal inilah yang dilakukan oleh warga Desa Bae Pondok dan Desa Peganjaran Kecamatan Bae, Kudus. Dalam acara halal bi halal yang akan mereka selenggarakan, akan menghadirkan ulama kondang dalam rangka mencari ilmu.


Hari Jumat 22 Juni 2018 , Warga dukuh Pondok desa Bae akan menyelenggarakan Pengajian Halal bi Halal warga dengan mengundang Abah Zamroni Amin atau yang dikenal dengan nama Ki rekso Buwono. Acara Halal bi halal sendiri akan berlangsung ba’da isya  di Halaman Rumah Bapak Jahid Ali RW. 03 Desa Bae Pondok, Bae (Jl. Kudus Colo km.05, masuk melalui Gang Merah Putih Mushola RAPI).

Salah satu panitia yang juga anggota pemuda Bae Pondok, Rohimin, menjelaskan bahwa acara yang berlangsung tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pengurus Dukuh dengan Pemuda Bae Pondok dan menggunakan dana hasil iuran selama ini.


Agenda kedua pada hari Sabtu 23 Juni 2018 di Desa Peganjaran, Kecamatan Bae. Acara halal bi halal kali ini akan berlangsung di Rumah Bapak Edi Birton yaitu Garasi PT. DIA Trans Peganjaran. Mauidhoh hasanah dalam acara tersebut akan dibawakan oleh ulama kondang asal Bojonegoro Jawa Timur, KH. Anwar Zahid, yang terkenal dengan jargon “Qulhu ae Lek, kesuwen”.

Selain di Peganjaran, Sabtu malam Ahad pada tanggal yang sama, KH. Anwar Zahid juga akan mengisi pengajian halal bi halal di Kediaman Bapak Ahmad Jai di sebelah selatan SPBU Cendono, Dawe bersama Grup Rebana Al Mubarok Qudsiyyah.
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Hot Threads

Live Streaming


Doa Ramadhan


الشهد ان لا اله الّا الله أستغفر الله أسألك الجنّة وأعوذ بك من النّار
 
Ashadu alla ilaaha illallaah, Astaghfirullah, As a luka Ridhoka Wal Jannah, Wa a'udzubika Minannar (Min sakhotika Wannar)

Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah, Saya memohon ampun kepada Allah, saya meminta surga dan berlindung kepada Allah dari siksa neraka

اللهمّ إنّك عفوّ تحبّ العفو فاعف عنّى

Allahumma Innaka Afuwwun (Karim), Tuhibbul 'Afwa Fa'fu Anni (Ya Kariim) 3x

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, maka berikanlah Maaf kepada saya


Pengunjung ke-

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger