Adv 1
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

Resep Bangun Malam

Al-Habib Muhammad Bin Alawy Al-Aidarus yang terkenal dengan sebutan "Habib Sa'ad", yang juga salah satu guru dari Ad-Da'i Ilallah Al-Habib Umar Bin Hafidh berkata :

"Barang siapa yang ingin bangun pada jam tertentu misalnya jam 03:30, maka hendaknya membaca dua ayat terakhir Surah Al-Kahfi sebelum tidur, Insya Allah akan terbangun pada jam yang diinginkan.

Dua Ayat yang dimaksud adalah sebagai berikut :

( ﻗُﻞْ ﻟَﻮْ ﻛَﺎﻥَ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮُ ﻣِﺪَﺍﺩًﺍ ﻟِﻜَﻠِﻤَﺎﺕِ ﺭَﺑِّﻲ ﻟَﻨَﻔِﺪَ ﺍﻟْﺒَﺤْﺮُ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﺗَﻨْﻔَﺪَ ﻛَﻠِﻤَﺎﺕُ ﺭَﺑِّﻲ ﻭَﻟَﻮْ ﺟِﺌْﻨَﺎ ﺑِﻤِﺜْﻠِﻪِ ﻣَﺪَﺩًﺍ ﻗُﻞْ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺃَﻧَﺎ ﺑَﺸَﺮٌ ﻣِﺜْﻠُﻜُﻢْ ﻳُﻮﺣَﻰٰ ﺇِﻟَﻲَّ ﺃَﻧَّﻤَﺎ ﺇِﻟَٰﻬُﻜُﻢْ ﺇِﻟَٰﻪٌ ﻭَﺍﺣِﺪٌ ﻓَﻤَﻦْ ﻛَﺎﻥَ ﻳَﺮْﺟُﻮ ﻟِﻘَﺎﺀَ ﺭَﺑِّﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻌْﻤَﻞْ ﻋَﻤَﻠًﺎ ﺻَﺎﻟِﺤًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﻳُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﻌِﺒَﺎﺩَﺓِ ﺭَﺑِّﻪِ ﺃَﺣَﺪًﺍ ‏)

Bahkan Syekh Nawawi Al-Bantani Menisbatkan Doa yang serupa kepada Baginda Rasulillah Saw. Namun, dengan cara yang sedikit berbeda dari apa yang disampaikan Al-Habib Sa'ad.

Dalam Kitab "Salalimul Fudlala' Syarah Hidayatul Adzkiya', Beliau memberikan penjelasan :

( ﻓﺎﺋﺪﺓ ‏) ﺭﻭﻱ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ ﻣﻦ ﺃﺭﺍﺩ ﺃﻥ ﻳﻨﺎﻡ ﻭﻳﺘﻨﺒﻪ ﻓﻰ ﻭﻗﺖ ﻛﺬﺍ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻨﺎﻡ ﻋﻠﻰ ﻭﺿﻮﺀ ﻭﻳﻘﺮﺃ ﻋﻨﺪ ﻧﻮﻣﻪ ‏( ﻗُﻞْ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﺃَﻧَﺎ ﺑَﺸَﺮٌ ﻣِﺜْﻠُﻜُﻢْ ﻳُﻮﺣَﻰٰ ﺇِﻟَﻲَّ ‏) ﺍﻟﻰ ﺁﺧﺮ ﺍﻟﺴﻮﺭﺓ ﻭﻳﻤﺴﺢ ﺑﻴﺪﻩ ﺍﻟﻴﺴﺮﻯ ﺻﺪﺭﻩ ﻭﻳﻘﻮﻝ " ﺃﻟﻠﻬﻢ ﻧﺒﻬﻨﻲ ﻓﻰ ﻭﻗﺖ ﻛﺬﺍ ﺃﻭ ﺳﺎﻋﺔ ﻛﺬﺍ " ﻓﺈﻧﻪ ﻳﺘﻨﺒﻪ ﻓﻰ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﻻ ﻣﺤﺎﻟﺔ

Diriwayatkan dari Baginda Nabi SAW, beliau Bersabda, "Barang siapa yang hendak tidur dan ingin bangun (Tepat waktu) pada jam (Yang ditentukan) maka hendaknya tidur dalam keadaan punya Wudu' dan membaca ayat (Terakhir Surah Al-Kahfi) dan mengusapkan tangan kirinya kebagian dada sambil berdoa :

ﻟﻠﻬﻢ ﻧﺒﻬﻨﻲ ﻭﻗﺖ ... ﺃﻭ ﺳﺎﻋﺔ ...

Allahumma Nabbihni Fi Waqti...Aw Sa'ati.
"Ya Allah Bangunkan hamba di jam...".

Maka ia akan bangun pas di jam itu.

Selamat mengamalkan, Insya Allah kita termasuk Hamba Allah yang disebutkan dalam QS Adz-Dzariyat : 17-18

( ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻗَﻠِﻴﻠًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻣَﺎ ﻳَﻬْﺠَﻌُﻮﻥَ * ﻭَﺑِﺎﻟْﺄَﺳْﺤَﺎﺭِ ﻫُﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭﻥَ )
Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam (Waktu Sahar) mereka memohon ampun (Kepada Allah).



Referensi : Salalim Al-Fudlala Hamisy Kifayatul Atqiya Hal.102. dan Khowasis Suwar Wal Ayat Al-Qur'aniyah Hal. 16
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Rumah Tahanan Kudus Wajibkan Narapidana Muslim Ikut Tarawih dan Tadarusan

Foto oleh Kantor Berita Antara Jawa Tengah
Dilansir oleh Kantor Berita Antara Jawa Tengah, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kudus, Jawa Tengah mewajibkan narapidana yang beragama Islam untuk mengikuti shalat tarawih selama Ramadhan sebagai salah satu bentuk pembinaan kerohanian.

Selain diwajibkan mengikuti tarawih, para penghuni juga mengikuti kegiatan tadarus Al Quran (Tadarusan).

Acara Tadarusan dilaksanakan pada siang dan malam hari. Untuk kegiatan tadarus Al Quran pada malam hari hanya dipasrahkan kepada tim khusus dari penghuni rutan, sedangkan untuk tadarus pada siang hari diikuti oleh semua penghuni rutan.

"Dengan adanya shalat tarawih dan tadarus Al Quran bisa meningkatkan keimanan para penghuni Rutan Kudus," kata Kepala Rutan Kelas II Kudus Budi Prajitno seperti yang kami kutip dari Kantor Berita Antara Jawa Tengah.

Beliau mengatakan lebih lanjut bahwa bagi narapidana, keaktifan dalam mengikuti kegiatan keagamaan bisa menjadi penilaian tersendiri terhadap mereka, terutama terhadap kepatuhan aturan.Tentunya kepatuhan mereka terhadap semua aturan, termasuk mengikuti kegiatan kerohanian selama Ramadhan juga bisa menjadi pertimbangan dalam pemberian remisi.

Kegiatan keagamaan selama Ramadhan di Rutan Kudus tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan secara optimal oleh para napi karena sekaligus kesempatan memperdalam pengetahuan tentang agama islam.

Berdasarkan data dari Lapas Kudus, jumlah penghuni Rumah Tahanan Kudus saat ini 205 orang, di mana 90 orang di antaranya berstatus tahanan dan selebihnya narapidana. Dari ratusan penghuni tersebut, sembilan orang di antaranya perempuan dan selebihnya laki-laki.
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Hukum Meminum Obat Pencegah Haid Agar Bisa Berpuasa Satu Bulan Penuh

Demi ingin berpuasa sebulan penuh, seorang muslimah mngkonsumsi obat anti haid. Bagaimana menurut islam yang demikian itu ?

Menurut ulama kalangan Syafi'iyyah diperbolehkan asalkan tidak menimbulkan bahaya pada dirinya.

ﻭَﻓِﻲْ ﻓَﺘَﺎﻭَﻯ ﺍﻟْﻘَﻤَّﺎﻁِ ﻣَﺎ ﺣَﺎﺻِﻠُﻪُ ﺟَﻮَﺍﺯُ ﺍﺳْﺘِﻌْﻤَﺎﻝِ ﺍﻟﺪَّﻭَﺍﺀِ ﻟِﻤَﻨْﻊِ ﺍﻟْﺤَﻴْﺾِ

"Dalam Fatawa Al Qammaath (Syeikh Muhammad ibn al Husein al Qammaath) di simpulkan diperbolehkannya menggunakan obat untuk mencegah datangnya haid." (Ghooyah at-Talkhiish al-Murood )

ﺍَﻟْﻤَﺎﻟِﻜِﻴَّﺔُ ﻗَﺎﻟُﻮْﺍ
ﺃَﻣَّﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺼُﻮْﻡَ ﺍﻟْﺤَﻴْﺾُ ﺑِﺴَﺒَﺐِ ﺩَﻭَﺍﺀٍ ﻓِﻲْ ﻏَﻴْﺮِ ﻣَﻮْﻋِﺪِﻩِ ﻓَﺈِﻥَّ ﺍﻟﻈَّﺎﻫِﺮَ ﻋِﻨْﺪَﻫُﻢْ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﻳُﺴَﻤَّﻰ ﺣَﻴْﻀًﺎ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻨْﻘَﻀِﻲْ ﺑِﻪَ ﻋِﺪَّﺗُﻬَﺎ ﻭَﻫَﺬَﺍ ﺑِﺨِﻠَﺎﻑِ ﻣَﺎ ﺇِﺫَﺍ ﺍﺳْﺘَﻌْﻤَﻠَﺖْ ﺩَﻭَﺍﺀً ﻳَﻨْﻘَﻄِﻊُ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﺤَﻴْﺾُ ﻓِﻲْ ﻏَﻴْﺮِ ﻭَﻗْﺘِﻪِ ﺍﻟْﻤُﻌْﺘَﺎﺩِ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳُﻌْﺘَﺒَﺮُ ﻃُﻬْﺮًﺍ ﻭَﺗَﻨْﻘَﻀِﻲْ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻌِﺪَّﺓُ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧَّﻪُ ﻟَﺎ ﻳَﺠُﻮْﺯُ ﻟِﻠْﻤَﺮْﺃَﺓِ ﺃَﻥْ ﺗَﻤْﻨَﻊَ ﺣَﻴْﻀَﻬَﺎ ﺃَﻭْ ﺗَﺴْﺘَﻌْﺠِﻞُ ﺇِﻧْﺰَﺍﻟَﻪُ ﺇِﺫَﺍ ﻛَﺎﻥَ ﺫَﻟِﻚَ ﻳَﻀُﺮُّ ﺻِﺤَّﺘَﻬَﺎ ﻟِﺄَﻥَّ ﺍﻟْﻤُﺤَﺎﻓَﻈَﺔَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﺼِّﺤَّﺔِ ﻭَﺍﺟِﺒَﺔٌ

"Kalangan Malikiyyah berpendapat : Haid adalah darah yang yang keluar dari alat kelamin wanita pada usia yang ia bisa hamil menurut kebiasaan umum. Bila wanita menjalani puasa akibat obat yang mencegah haid hadir dalam masanya, menurut pendapat yang zhahir masa-masa tidak dikatakan haid dan tidak menghabiskan masa iddahnya, berbeda saat ia menjalani haid dan meminum obat untuk menghentikan haidnya diselain waktu kebiasaannya, maka ia dinyatakan suci namun iddahnya dapat terputus karena sesungguhnya tidak boleh bagi seorang wanita mencegah atau mempercepat keluarnya darah haid bila membahayakan kesehatannya karena menjaga kesehatan wajib hukumnya." (al-Fiqhu 'ala Madzahibil 'Arba'ah, 1/103).

ﺃَﺣْﻜَﺎﻡٌ ﻋَﺎﻣَّﺔٌ
ﺃَﻭَّﻟًﺎ - ﺇِﻧْﺰَﺍﻝُ ﻭَﺭَﻓْﻊُ ﺍﻟْﺤَﻴْﺾِ ﺑِﺎﻟﺪَّﻭَﺍﺀِ
ﺻَﺮَّﺡَ ﺍﻟْﺤَﻨَﺎﺑِﻠَﺔُ ﺑِﺄَﻧَّﻪُ ﻳَﺠُﻮْﺯُ ﻟِﻠْﻤَﺮْﺃَﺓِ ﺷُﺮْﺏُ ﺩَﻭَﺍﺀٍ ﻣُﺒَﺎﺡٍ ﻟِﻘَﻄْﻊِ ﺍﻟْﺤَﻴْﺾِ ﺇِﻥْ ﺃُﻣِﻦَ ﺍﻟﻀَّﺮَﺭُ ، ﻭَﺫَﻟِﻚَ ﻣُﻘَﻴَّﺪٌ ﺑِﺈِﺫْﻥِ ﺍﻟﺰَّﻭْﺝِ . ﻷِﻥَّ ﻟَﻪُ ﺣَﻘًّﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻮَﻟَﺪِ ، ﻭَﻛَﺮِﻫَﻪُ ﻣَﺎﻟِﻚٌ ﻣَﺨَﺎﻓَﺔَ ﺃَﻥْ ﺗُﺪْﺧِﻞ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﻔْﺴِﻬَﺎ ﺿَﺮَﺭًﺍ ﺑِﺬَﻟِﻚَ ﻓِﻲ ﺟِﺴْﻤِﻬَﺎ . ﻛَﻤَﺎ ﺻَﺮَّﺣُﻮﺍ ﺑِﺄَﻧَّﻪُ ﻳَﺠُﻮْﺯُ ﻟِﻠْﻤَﺮْﺃَﺓِ ﺃَﻥْ ﺗَﺸْﺮَﺏَ ﺩَﻭَﺍﺀً ﻣُﺒَﺎﺣًﺎ ﻟِﺤُﺼُﻮْﻝ ﺍﻟْﺤَﻴْﺾِ ، ﺇِﻻَّ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮْﻥَ ﻟَﻬَﺎ ﻏَﺮَﺽٌ ﻣُﺤَﺮَّﻡٌ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻛَﻔِﻄْﺮِ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻓَﻼَ ﻳَﺠُﻮْﺯُ .
ﺛُﻢَّ ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓَ ﻣَﺘَﻰ ﺷَﺮِﺑَﺖْ ﺩَﻭَﺍﺀً ﻭَﺍﺭْﺗَﻔَﻊَ ﺣَﻴْﻀُﻬَﺎ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳُﺤْﻜَﻢُ ﻟَﻬَﺎ ﺑِﺎﻟﻄَّﻬَﺎﺭَﺓِ ، ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﺇِﻥْ ﺷَﺮِﺑَﺖْ ﺩَﻭَﺍﺀً ﻭَﻧَﺰَﻝ ﺍﻟْﺤَﻴْﺾُ ﻗَﺒْﻞ ﻭَﻗْﺘِﻪِ ﻓَﻘَﺪْ ﺻَﺮَّﺡَ ﺍﻟْﻤَﺎﻟِﻜِﻴَّﺔُ ﺑِﺄَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺎﺯِﻝ ﻏَﻴْﺮُ ﺣَﻴْﺾٍ ﻭَﺃَﻧَّﻬَﺎ ﻃَﺎﻫِﺮٌ . ﻓَﻼَ ﺗَﻨْﻘَﻀِﻲ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻌِﺪَّﺓُ ، ﻭَﻻَ ﺗَﺤِﻞ ﻟِﻸﺯْﻭَﺍﺝِ ، ﻭَﺗُﺼَﻠِّﻲْ ﻭَﺗَﺼُﻮْﻡُ ﻻِﺣْﺘِﻤَﺎﻝ ﻛَﻮْﻧِﻪِ ﻏَﻴْﺮَ ﺣَﻴْﺾٍ ، ﻭَﺗَﻘْﻀِﻲ ﺍﻟﺼَّﻮْﻡَ ﺩُﻭْﻥَ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺍﺣْﺘِﻴَﺎﻃًﺎ ﻻِﺣْﺘِﻤَﺎﻝ ﺃَﻧَّﻪُ ﺣَﻴْﺾٌ .
ﻭَﻗَﺪْ ﺻَﺮَّﺡَ ﺍﻟْﺤَﻨَﻔِﻴَّﺔُ ﺑِﺄَﻧَّﻪُ ﺇِﺫَﺍ ﺷَﺮِﺑَﺖِ ﺍﻟْﻤَﺮْﺃَﺓُ ﺩَﻭَﺍﺀً ﻓَﻨَﺰَﻝ ﺍﻟﺪَّﻡُ ﻓِﻲ ﺃَﻳَّﺎﻡِ ﺍﻟْﺤَﻴْﺾِ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﺣَﻴْﺾٌ ﻭَﺗَﻨْﻘَﻀِﻲْ ﺑِﻪِ ﺍﻟْﻌِﺪَّﺓُ
‏( 1 ‏) ﺣﺎﺷﻴﺔ ﺍﺑﻦ ﻋﺎﺑﺪﻳﻦ 1 / 202 ، ﺣﺎﺷﻴﺔ ﺍﻟﺪﺳﻮﻗﻲ 1 / 167 ، 168 ، ﻣﻮﺍﻫﺐ ﺍﻟﺠﻠﻴﻞ 1 / 366 ، ﻛﺸﺎﻑ ﺍﻟﻘﻨﺎﻉ 1 / 218

Keluar dan hilangnya haid akibat obat, Kalangan Hanabilah menjelaskan : Diperkenankan bagi wanita meminum obat yang diperbolehkan syara’ untuk memutus datangnya haid bila aman dari bahaya, itupun bila seijin suami karena suami punya hak anak atas dirinya, Imam malik memakruhkannya bila menimbulkan bahaya dalam raganya seperti diperkenankan baginya meminum obat yang diperbolehkan syara’ untuk mendapatkan masa haidnya hanya saja bila bertujuan yang diharamkan syara’ seperti agar tidak berpuasa dibulan ramadhan maka tidak diperkenankan.

Wanita yang meminum obat kemudian hilang haidnya maka dihukumi wanita suci, namun wanita yang meminum obat agar mendapatkan haidnya sebelum masanya tiba maka darah yang keluar menurut kalangan malikiyyah bukanlah darah haid dan dia tetap dikatakan suci dan tidak habis iddahnya dan tidak halal untuk dinikahi, baginya tetap wajib sholat dan puasa karena kemungkinannya bukan darah haid, boleh mengqadha puasanya bukan shalatnya karena kemungkinan yang keluar darah haid.

Kalangan Hanafiyyah menjelaskan: Wanita yang meminum obat kemudian keluar darah haid pada masa-masanya, yang keluar adalah darah haid dan menghabiskan masa iddahnya." (Haasyiyah Ibn ‘Aabidiin I/202, Haasyiyah ad-Daasuqi I/167-168, Mawaahib al-jaliil I/366, Kasysyaaf alQanaa’ I/218, Al Mausuu’ah al-Fiqhiyyah al Kuwaitiyyah XVIII/327, maktabah syamilah (Fiqh Muqaarin).

Berikut ta’bir Kitab Kasysyaaful Qanaa’ selengkapnya:

‏( ﻭَﻳَﺠُﻮﺯُ ﺷُﺮْﺏُ ﺩَﻭَﺍﺀٍ ﻣُﺒَﺎﺡٍ ﻟِﻘَﻄْﻊِ ﺍﻟْﺤَﻴْﺾِ ﻣَﻊَ ﺃَﻣْﻦِ ﺍﻟﻀَّﺮَﺭِ ﻧَﺼًّﺎ ‏) ﻛَﺎﻟْﻌَﺰْﻝِ ﻭَ ‏( ﻗَﺎﻝَ ﺍﻟْﻘَﺎﺿِﻲ ﻟَﺎ ﻳُﺒَﺎﺡُ ﺇﻟَّﺎ ﺑِﺈِﺫْﻥِ ﺍﻟﺰَّﻭْﺝِ ‏) ﺃَﻱْ : ﻟِﺄَﻥَّ ﻟَﻪُ ﺣَﻘًّﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻮَﻟَﺪِ ‏( ﻭَﻓِﻌْﻞُ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﺫَﻟِﻚَ ﺑِﻬَﺎ ‏) ﺃَﻱْ : ﺇﺳْﻘَﺎﺅُﻩُ ﺇﻳَّﺎﻫَﺎ ﺩَﻭَﺍﺀً ﻣُﺒَﺎﺣًﺎ ﻳَﻘْﻄَﻊُ ﺍﻟْﺤَﻴْﺾَ ‏( ﻣِﻦْ ﻏَﻴْﺮِ ﻋِﻠْﻤِﻬَﺎ ﻳَﺘَﻮَﺟَّﻪُ ﺗَﺤْﺮِﻳﻤُﻪُ ‏) ﻗَﺎﻟَﻪُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻔُﺮُﻭﻉِ ، ﻭَﻗُﻄِﻊَ ﺑِﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻤُﻨْﺘَﻬَﻰ ﻟِﺈِﺳْﻘَﺎﻁِ ﺣَﻘِّﻬَﺎ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻨَّﺴْﻞِ ﺍﻟْﻤَﻘْﺼُﻮﺩِ .
‏( ﻭﻣﺜﻠﻪ ‏) ﺃﻱ ﻣﺜﻞ ﺷﺮﺑﻬﺎ ﺩﻭﺍﺀ ﻣﺒﺎﺣﺎ ﻟﻘﻄﻊ ﺍﻟﺤﻴﺾ ‏( ﺷﺮﺑﻪ ﻛﺎﻓﻮﺭﺍ ‏) ﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻨﺘﻬﻰ ﻭﻟﺮﺟﻞ ﺷﺮﺏ ﺩﻭﺍﺀ ﻣﺒﺎﺡ ﻳﻤﻨﻊ ﺍﻟﺠﻤﺎﻉ

"Diperbolehkan meminum obat yang diperbolehkan syara’ untuk memutus datangnya haid bila aman dari bahaya atas dasar nash sebagaimana masalah 'azl.

Qadhi Ibnu Muflih berkata: tidak diperbolehkan kecuali dengan sejin suami sebab suami memiliki hak atas mendapatkan keturunan serta perbuatan suami akan hal itu yakni meminumkan obat yang diperbolehkan syara' pada istri untuk memutus haid tanpa sepengetahuan istrinya pantas dinilai haram diungkapkan dalam kitab Furu', ditegaskan pula dalam kitab al-Muntaha sebab perbuatan itu melanggar hak istrinya untuk mendapatkan keturunan yang dikehendakinya.

Sebagaimana hal itu yakni sebagaimana meminumkan pada istri obat yang diperbolehkan syara' untuk memutus haid [boleh juga meminum air kapur Dijelaskan dalam kitab al-Muntaha bahwa bagi suami boleh meminum air yang diperbolehkan syara' untuk menolak keinginan persetubuhan." ( Kasysyaaful Qanaa’ karya Syeikh Manshuur ibn Yunuus al Bahuuti juz II halaman 96, maktabah syamilah (Fiqh Hanabilah)). Wallaahu A’lamu bishshawaab.


Ust.  Masaji Antoro, Masyayikh PISS-KTB
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Hot Threads

Live Streaming


Doa Ramadhan


الشهد ان لا اله الّا الله أستغفر الله أسألك الجنّة وأعوذ بك من النّار
 
Ashadu alla ilaaha illallaah, Astaghfirullah, As a luka Ridhoka Wal Jannah, Wa a'udzubika Minannar (Min sakhotika Wannar)

Saya bersaksi tiada Tuhan selain Allah, Saya memohon ampun kepada Allah, saya meminta surga dan berlindung kepada Allah dari siksa neraka

اللهمّ إنّك عفوّ تحبّ العفو فاعف عنّى

Allahumma Innaka Afuwwun (Karim), Tuhibbul 'Afwa Fa'fu Anni (Ya Kariim) 3x

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, maka berikanlah Maaf kepada saya


Pengunjung ke-

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger