Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

Bakti Lingkungan Warnai Kegiatan PAC IPNU IPPNU Kaliwungu



Bulan November PAC IPNU IPPNU Kecamatan  Kaliwungu Kudus melalui kepemimpinan Muhammad Abdul Syukur dan Nila Hasanul Muna menjalani serangkaian kegiatan untuk kepentingan para anggota serta masyarakat sekitar.

Dimulai dengan pertemuan bulanan  PAC IPNU IPPNU Kaliwungu pada tanggal 19 November 2017 yang melibatkan seluruh Pengurus Ranting per desa dan Pengurus Komisariat di sekolah-sekolah, PAC IPNU IPPNU Kaliwungu membahas beberapa agenda yang akan dilangsungkan ke depan. Dalam rapat yang dihadiri oleh sekitar 200 anggota dari berbagai ranting dan komisariat tersebut dibahas mengenai Kegiatan Turba (Turun ke Bawah) yang akan dilangsungkan pada 3 Desember 2017 serta Sosialisasi Program “Seragamisasi” yang akan mencapai masa deadline pada bulan Januari tahun depan.


Rapat bulanan yang membahas tentang keaktifan Komisariat-komisariat IPNU IPPNU di berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Kaliwungu ini juga berharap agar Komisariat di sekolah-sekolah tersebut selalu aktif mengadakan berbagai kegiatan yang mendukung aktivitas para siswa.


Lanjut ke tanggal 25 November, PAC IPNU IPPNU Kaliwungu mengadakan pengukuhan anggota DKAC CBP IPNU IPPNU Kaliwungu periode 2017 – 2019 di SDN 1 Setrokalangan. Selain pengukuhan kepengurusan, kegiatan tersebut juga ditujukan untuk penguatan kepengurusan PAC IPNU IPPNU Kaliwungu masa bakti 2017 – 2019, Pembentukan kader yang loyal, dan mewujudkan fitrah pada diri CBP IPNU IPPNU Kaliwungu itu sendiri.


Keesokan harinya, kegiatan masih berlanjut di Sekretariat MWC NU Kaliwungu berupa Forkomraka yang membahas sosialisasi BME atau pendidikan Pra Makesta dan sharing pengkaderan. Di forum inilah pengurus PAC mendapatkan masukan dari para anggotanya agar melahirkan petunjuk teknis tentang pengkaderan anggota IPNU IPPNU dalam Makesta yang akan diselenggarakan.

Untuk kegiatan kemayarakatan, PAC IPNU IPPNU Kaliwungu melaui DKAC CBP melakukan bakti sosial budidaya lingkungan pada hari Kamis tanggal 30 November 2017. Kegiatan yang berlangsung di area MWCNU Kaliwungu tersebut menitikberatkan pada budidaya tanaman untuk kelestarian lingkungan.



Foto dipublikasikan oleh Muhamad Abdul Syukur (Ketua PAC IPNU Kaliwungu)
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Ceramah Abuya Maliki Tentang Ekstrim Dalam Pemikiran Beragama dan Munculnya Radikalisme (7)

Di antara rupa dan performa yang terlihat sangat buruk dalam lapangan ghuluw pada era ini adalah apa yang kita saksikan dilakukan oleh para pemuda yang terseret memasuki pintu ini oleh faktor husnuz zhon, pemahaman yang salah atau kealpaan. Semua itu membawa mereka terjatuh dalam bahaya besar, menyeret mereka untuk terperosok dalam banyak problema yang semestinya tidak perlu terjadi jika saja kebanyakan orang mau menanganinya.


Para pemuda tersebut mencela, mencaci, dan meremehkan para salaf yang sholeh, generasi yang membawa agama ini sampai kepada kita dan telah menghabiskan seluruh umur untuk membela syariat pemimpin para utusan, Rasulullah Muhammad Shollallahu Alaihi Wasallam.



Generasi itu pula satu–satunya kelompok yang menjadi pelayan sunnah nabawiyyah sehingga bisa sampai kepada kita dalam keaadaan putih dan bersih.



Imam Abu Hanifah, misalnya, oleh mereka (para pemuda) dikatakan sebagai seorang Jahmiyyah Murji’ah, seorang ahli bid’ah yang sesat dan pembawa naas bagi Islam dan pemeluknya.



Begitu pula Imam Nawawi, Imam Ibnu Hajar al Asqolani, Imam Ghozali, Imam Juned, Imam Ibrahim bin Adham, Imam Fudhel bin Iyadh, Imam Sahl at Tustari, Imam Dzahabi, Sulthonul Ulama, Syekh Izzuddin bin Abdussalam, dan lainnya.



Sungguh, pena merasa malu untuk menulis caci maki yang mereka keluarkan dan julukan–julukan jelek yang mereka lontarkan terdengar begitu risih oleh telinga orang yang mendengarkan.



Dan hal ini terdapat dalam seluruh isi buku dan sepanjang isi kaset yang telah disebarkan. (Jika perlakuan demikian diterima oleh para generasi salaf), maka sudah barang tentu caci maki itu juga dilontarkan terhadap ulama–ulama masa sekarang. Laa Haula walaa Quwwata illaa billaah.



Kedangkalan Tsaqafah dan Pengertian Agama



Sudah barang tentu kita semua sepakat bahwa penghinaan, hujatan, dan caci maki kepada para ulama seluruhnya bersumber dari ketidakluasan ilmu dan pengertian agama, atau belajar tanpa adanya pengajar.



Hal inilah yang menyeret sebagian para pemuda kita pada ketidaktepatan dalam menggali sebagian hukum, cenderung memusuhi setiap orang yang berbeda dengan mereka, dan menganggap pendapat pihak yang bertentangan dengan mereka sebagai hal yang bodoh.



Fanatik Pendapat



Kedangkalan wawasan keagamaan, seperti kita saksikan dewasa ini, juga membawa sebagian dari para pemuda kita bersikap fanatik (ta’assub) danmenuhankan pendapat sendiri (istibdad bir ro’yi) khususnya dalam masalah–masalah yang sebetulnya di situ ijtihad bisa diterima.Orang–orang yang biasa berdebat, bertukar pendapat, dan berdialog pasti mengenal ungkapan, “Pendapatku benar, tetapi mungkin juga salah. Dan pendapat lawanku salah, tetapi mungkin juga benar.”



Adapun tidak mengakui pendapat dan mengingkari kebenaran yang dimiliki orang lain yang bersilang pendapat dengannya maka sungguh itu adalah salah satu bencana besar yang diakibatkan oleh ghuluw, khususnya pada saat ini. Kiranya tak ada satu pun orang berakal yang mengingkari bahwa jika manusia tidak mengerti akan sesuatu maka pasti memusuhi sesuatu tersebut.



Faktor bencana ini, (sekali lagi adalah), minimnya pengetahuan agama, bangga dengan pendapat sendiri (i’jaab bir ro’yi) dan cenderung menuruti hawa nafsu. Sebagian dari kaum ekstremis bahkan sampai bertindak kelewat batas dengan membodohkan orang lain dan menuduhnya sesat dan keluar dari agama.



Ini pun disebabkan oleh fanatik dan keyakinan bahwa hanya pendapat sendiri yang paling benar serta berusaha mempertahankan egonya. Sudah barang tentu bahwa hal tersebut merupakan bentuk fanatik yang paling dominan, eksklusif, dan semaunya. Karena itu, wajib bagi para ulama untuk menyelamatkan para pemuda dari fanatisme. Wajib pula bagi para ulama menyadari bahwa hal ini merupakan tantangan yang harus mereka hadapi. Mereka harus memiliki semangat tinggi untuk memberikan perhatian dan terapi kepada pasien-pasien yang sudah terlanjur terjangkit wabah ini agar mereka bisa segera sembuh.



Jika hal itu dibiarkan, akan berdampak pada kehancuran, umat tercabik, dan terpecah belah. Padahal, Allah telah berfirman, “Jangan kalian saling berselisih karena itu membuat kalian lemah dan hilang bau kalian.” (Q.S. al Anfaal: 46)



“Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan tali Allah dengan berjama’ah dan jangan berpecah belah.” (Q.S. Ali Imran: 103)




Abuya Prof. DR. Assayyid Muhammad bin Alwi Almaliki Alhasani
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

LAKMUD PAC IPNU IPPNU Bae Berlangsung 24 Hingga 27 Desember



Kaderisasi merupakan salah satu pilar utama dalam Organisasi Sosial Kemasyarakatan seperti IPNU-IPPNU sebagai salah satu Badan Otonom NU. Dari proses kaderisasi yang efektif inilah akan didapat kader-kader yang memiliki energi, kualitas dan loyalitas yang tinggi demi pengembangan dan keberlangsungan organisasi.

Latihan Kader Muda (LAKMUD) adalah salah satu rangkaian pelatihan formal IPNU-IPPNU, Lakmud sendiri adalah jenjang pelatihan setelah MAKESTA yang mana pada jenjang ini kader-kader IPNU-IPNU diajang untuk mengembangkan pola pikir mengenai NU pada umumnya dan IPNU-IPPNU pada khususnya.


Selain itu tidak kalah pentingnya, bahwa sesuai dengan khitohnya IPNU-IPPNU yaitu kembali kepada pangkuan pertama organisasi berdiri yakni Pelajar bukan hanya pada visi dan misinya semata. Sehingga bidang garapnya ditujukan pelajar, santri dan mahasiswa, dengan harapan dapat membentuk pribadi kader yang militan, profesional dan berakhlakul karimah.



Hal ini merupakan salah satu wujud kepedulian IPNU-IPPNU terhadap kelangsungan serta kejayaan Jam’iyah NU ke depan khususnya di Kecamatan Bae. Tanpa ada kepentingan-kepentingan lain yang lebih besar dari apa yang menjadi tujuan IPNU-IPPNU sendiri.


Dengan landasan itulah, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Bae akan mengadakan Latihan Kader Muda (LAKMUD) pada tanggal 24 hingga 27 Desember 2017 di SMK Duta Karya, Jl. Sosrokartono No. 25, Panjang, Bae, Kudus.  LAKMUD kali ini akan diberi tema “Menumbuhkan Kader Aswaja An Nahdliyyah Yang Sadar, Tanggap, Serta Berintelektual”.

Untuk teknis acara, akan dilakukan Technical Meeting pada 15 Desember 2017. Panitia mengharapkan para calon peserta untuk mengikuti technical meeting dengan sebaik-baiknya. Untuk informasi lengkap, para peserta dapat menghubungi masing-masing Pengurus Ranting IPNU IPPNU di masing-masing desa.

Come Join Us.....
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Hot Threads

Untaian Doa




Doa Untuk Palestina

لا حول و لا قوة إلا بالله
اللهم انصر اخواننا في فلسطين على اليهود الغاصبين
اللهم انصر اخواننا في فلسطين على اليهود الغاصبين
اللهم انصر اخواننا في فلسطين على اليهود الغاصبين

Pengunjung ke-

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger