Adv 1
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Topic Update »
Bagikan kepada teman!

5 Kunci Sukses dalam Alfiyah Ibnu Malik

Thalabul ilmi faridhatun ‘ala kulli muslimin wa muslimatin”.

Uthlubul ‘ilma minal mahdi ilal lahdi”.


Dua hadis ini rasanya tidak asing lagi di telinga orang pesantren sebagai penuntut ilmu (thalibul ‘ilmi). Sejak madrasah ibtidaiyah (MI) dulu ustadz/ustadzah sudah mengenalkan dua hadits tersebut. Kalau masa sekarang (mungkin) sejak masa taman kanak-kanak (TK) sudah dikenalkan.

Namun, bagaimana cara kita untuk bisa mencapai derajat yang tinggi dalam mencari ilmu? Dalam hal ini, Ibnu Malik Al-Andalusi dalam kitab Alfiyah-nya mesdiskripsikan cara itu. Ada lima syarat yang bisa mengantarkan seseorang (thalibul ‘ilmi) pada derajat yang tinggi. Lima point tersebut yang nantinya akan membedakan antara thalibul ‘ilmi yang taat dan tidak. Hal itu beliau torehkan dalam bait syair Alfiyah-nya yang berbunyi:



Bil jarri wat tanwini wan nida wa al # wa musnadin lil ismi tamyizun hashal


Artinya, seorang thalibul ‘ilmi harus mempunyai dan bersifat, pertama, jar. Dalam artian tunduk dan tawadduk terhadap semua perintah (baik dari Allah SWT maupun pemerintah). Sesuai dengan apa yang difirmankan Allah swt. yang berbunyi, “athi’ullaha wa athi’ur rasul wa ulil amri minkum”.


Kedua, tanwin. Artinya kemampuan (baca: niat) yang tinggi mencari ridha Allah SWT. Dengan adanya kemauan yang tinggi seorang thalibul ‘ilmi akan mencapai apa yang ia inginkan. Sesuai dengan apa yang di sabdakan nabi Muhammad saw. yang datangnya dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh, Umar bin Khattab r.a. bahwa nabi Muhammad saw. pernah bersabda yang bunyinya, “innamal a’malu binniyati, wa innama likullimriin ma nawa… (al-Hadits)”.

Ketiga, nida’. Artinya dzikir. Setelah adanya niat yang baik untuk mencapai tempat yang layak di sisi Allah SWT., seorang thalibul ‘ilmi diharapkan berdzikir mengingat-Nya. Dengan ini, niat awal tidak akan menjadi ‘ashi (bis safar/fis safar).

Keempat, al, yang berarti berfikir. Karena berfikir manusia mempunyai derajat yang lebih tinggi dari makhluk Allah lainnya. Maka dari itu, setidaknya seseorang yang ingin menggapai sesuatu seyogyanya menggunakan akal pikirannya sebaik mungkin, dengan tidak menggunakannya pada jalan yang salah, tidak berpikiran licik. Tidak seperti apa yang jamak dilakukan para aktivis yang kadang menggunakan akal pikirannya untuk mengkorup uang bawahannya, instansi, dan sejenisnya.

Kelima, musnad ilaih. Beramal nyata (ikhlas). Cara yang kelima ini merupakan puncak dari semuanya. Dengan ikhlas semuanya akan gampang. Sekedar gambaran, dalam film “Kiamat Sudah Dekat”, dengan ikhlas Fandi (Andre) bisa mendapatkan Sarah (Zazkia Adya Mecca) dari Pak Haji (Deddy Mizwar), ayah Sarah.

Sejatinya lima konsep di atas tidak hanya untuk thalibul ‘ilmi semata, akan tetapi lima konsep tersebut juga untuk merka yang ingin menjadi lebih baik dan lebih maju, termasuk para pemimpin kita yang berada dalam angka krisis.



Ditulis oleh Abdul Basith Ponpes Mambaul Ulum Pamekasan
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

PAC IPNU IPPNU Bae Peringati Maulid Nabi di Karangbener


Maulid Nabi Muhammad SAW selalu diperingati oleh sebagian besar ummat islam setiap tahunnya. Salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama IPNU IPPNU pun menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai program khusus setiap tahun. Tak mau ketinggalan, PAC IPNU IPPNU Bae Kudus pun mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad dengan konsep acara yang sederhana tetapi penuh makna dan ilmu.

Mengambil tempat di Masjid Baiturrahman Karangbener, perinagtan Maulid Nabi Muhammad diikuti oleh para peserta yang berasal dari ranting-ranting desa di bawah PAC IPNU IPPNU Bae. Setiap ranting diinstruksikan untuk dapat menghadiri acara tersebut melalui surat resmi dari ketua PAC IPNU IPPNU Bae.

Peringatan Maulid Nabi tersebut juga diisi dengan ngaji Aswaja sekaligus pertemuan rutin dan pemaparan program-program ke IPNU IPPNU an oleh para pimpinan. PAC IPNU IPPNU Bae berharap dengan acara peringatan maulid tersebut dapat meningkatkan jalinan silaturrahim antar sesame anggota.


Dalam acara tersebut, Gus Ali Mukti memimpin pembacaan maulid. Terlihat suasana khidmah para anggota PAC IPNU IPPNU Bae melantunkan sholawat-sholawat dan mengkaji dengan seksama Kitab Maulid karya Imam Al Barjanjy. Dalam acara tersebut, diwarnai Terbang Kolosal dari para anggota IPNU Bae dari setiap ranting yang ada.

Acara dilanjutkan dengan Mauidhoh Hasanah yang disampaikan oleh KH. Saaduddin An Nasih. Wakil Direktur Aswaja Center. Dalam pemaparannya, beliau mengungkapkan seorang muslim harus mencintai Allah dan Rasulnya yaitu Nabi Muhammad SAW diantaranya dengan meperbanyak membaca sholawat. Beliau juga bersyukur bahwa PAC IPNU IPPNU Bae dapat menyelenggarakan acara peringatan Maulid Nabi.

Usai acara, para peserta menyantap hidangan yang ada berupa nasi. Dengan metode ala santri yakni kepungan, para peserta pun terlihat senang dan bias berbaur satu sama lain.
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Tujuh Nikmat Penyebab Kesombongan

Imam al-Ghazali dalam kitab Ihyâ’ Ulûm al-Dîn menyebutkan tujuh nikmat yang menyebabkan seseorang menjadi sombong:

1. Pengetahuan (ilmu). Alangkah cepatnya sifat sombong itu timbul dalam hati orang-orang yang merasa cukup pengetahuannya.

2. Amal dan ibadat. Ini bisa menimbulkan sombong dan karenanya menarik perhatian orang banyak, kalau dia kurang ikhlas.

3. Kebangsawanan. Karena merasa dirinya turunan bangsawan, dia menjadi sombong dan memandang rendah kepada orang yang dianggapnya rakyat biasa.

4. Kecantikan rupa. Ini lebih banyak pada kaum wanita. Bukan saja membawanya kepada kesombongan, tetapi juga suka mencela, merendahkan dan menyebut aib orang lain.

5. Harta dan Kekayaan. Karena merasa diri serba cukup, dia menjadi sombong dan memandang rendah dan melecehkan orang lain, terutama orang-orang miskin.

6. Kekuatan dan Kekuasaan. Seseorang bisa menjadi sombong karena di tangannya ada kekuatan dan kekuasaan, memandang rendah dan berlantasangan terhadap orang-orang yang lemah.

7. Banyak pengikut, teman sejawat, karib-kerabat yang mempunyai kedudukan dan jabatan-jabatan penting.

Kesimpulannya setiap nikmat yang dirasa oleh seseorang telah dipunyainya dengan cukup bisa menimbulkan kesombongannya. Dia lupa, bahwa semua itu adalah pemberian dan ujian dan Tuhan untuk menentukan sanggupkah seseorang mempergunakannya dengan baik atau tidak, apakah dia syukur atau kufur berkenaan dengan nikmat itu.

Di samping orang yang menyombongkan diri karena hal yang baik, ada pula orang-orang jahat yang menyombongkan dan membanggakan dirinya, karena banyak mengerjakan dosa dan maksiat, karena dia mengira bahwa itu ada satu kehormatan dan keistimewaan.

Sebab itu bagi mereka yang menyombongkan diri karena tujuh kelebihan yang tersebut di atas, wajiblah diingatinya, bahwa ada orang lain yang sama dengan dia berkenaan dengan apa yang menyebabkan dia menyombongkan diri, bahkan banyak pula orang yang lebih dari padanya. Dengan kesadaran yang demikian, kesombongannya akan hilang dan berubah menjadi tunduk dan syukur kepada Allah yang memberikan kurnia kepadanya.



Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah - KTB (PISS-KTB)
komentar | | Selengkapnya...
Jadilah Publisher Artikel MRO di facebook anda. Klik di sini
Download Aplikasi Mushollarapi for Android di sini

Populer Sepekan

Live Streaming


Pojok Doa


Doa Keteguhan Iman Islam

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit qalbi 'ala diinik

“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu"

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا

Rabbanaa laa tuzigh qulubanaa ba'da idz hadaitanaa

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger