Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Kisah-kisah Teladan (3)

Kisah-kisah Teladan (3)

Kisah Barokah Membaca Bismillah

Ada seorang perempuan tua yang taat beragama, tetapi suaminya seorang yang fasik dan tidak mau mengerjakan kewajiban agama dan tidak mau berbuat kebaikan.

Perempuan itu senantiasa membaca Bismillah setiap kali hendak berbicara dan setiap kali dia hendak memulai sesuatu senantiasa didahului dengan Bismillah. Suaminya tidak suka dengan sikap isterinya dan senantiasa memperolok-olokkan isterinya.

Suaminya berkata sambil mengejek, "Asyik Bismillah, Bismillah. Sebentar-sebentar Bismillah."
Isterinya tidak berkata apa-apa sebaliknya dia berdoa kepada Allah SWT supaya memberikan hidayah kepada suaminya. Suatu hari suaminya berkata : "Suatu hari nanti akan aku buat kamu kecewa dengan bacaan-bacaanmu itu."

Untuk membuat sesuatu yang mengejutkan isterinya, dia memberikan uang yang banyak kepada isterinya dengan berkata, "Simpan duit ini." Isterinya mengambil duit itu dan menyimpan di tempat yang aman, padahal suaminya telah melihat tempat yang disimpan oleh isterinya. Kemudian dengan sembunyi suaminya itu mengambil duit tersebut dan membuang tas duit ke dalam sumur di belakang rumahnya.

Setelah beberapa hari kemudian suaminya itu memanggil isterinya dan berkata, "Berikan padaku uang yang aku berikan kepada engkau dahulu untuk disimpan."

Kemudian isterinya pergi ke tempat dia menyimpan duit itu dan diikuti oleh suaminya dengan berhati-hati dia menghampiri tempat dia menyimpan duit itu dia membuka dengan membaca, "Bismillahirrahmanirrahiim." Ketika itu Allah SWT menghantar malaikat Jibrail AS untuk mengembalikan tas duit dan menyerahkan duit itu kepada suaminya kembali.

Alangkah terperanjat suaminya, dia merasa bersalah dan mengaku segala perbuatannya kepada isterinya, ketika itu juga dia bertaubat dan mulai mengerjakan perintah Allah, dan dia juga membaca Bismillah apabila dia hendak memulai sesuatu kerja.

Sumber: 1001 Kisah Teladan

Kisah akibat kikir (Pembalasan di padang mahsyar)

Tersebut dalam kisah bahwa seorang wanita bermimpi menyaksikan hari kiamat. Hari itu sungguh sangat dahsyat keadaannya.

Ia melihat ayahnya di Padang Mahsyar memberi minum orang - orang yang kehausan. Namun, Ibunya telanjang. Tubuhnya dililit sehelai kain yang hanya cukup untuk menutup kemaluannya. Di tangannya ada cairan seperti lemak. Jika haus, ia menghisap lemak itu. Ia tampak sangat menderita.

Wanita itu kemudian pergi menemui ayahnya.

” Ayah, kamu telah memberi minum banyak orang, mengapa ibu kamu biarkan kehausan ? “

” Anakku, ibumu ketika di dunia sangat kikir. Ia tidak suka bersedekah. Penderitaan dan rasa haus yang ia alami sekarang ini adalah akibat dari kekikirannya sewaktu di dunia. “

” Berikanlah tempat minum itu kepadaku, aku ingin memberinya minum. “

Dengan air minum ditangannya, wanita itu kemudian mendatangi ibunya. Tiba - tiba terdengar suara, ” Barang siapa memberi minum wanita itu, tangannya akan lumpuh. “

Pemimpi itu hidup di zaman Sayidatuna Aisyah. Dia menceritakan kisah ini setelah Aisyah RA menanyakan keadaan tangannya yang lumpuh


Sumber: Nurul Kassyaaf


Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger