Jl. Kudus Colo Km. 5, Belakang Taman Budaya Bae Krajan, Kudus
Home » » Tips Menahan Marah

Tips Menahan Marah

Pada dasarnya, tabiat manusia yang beragam. Keras dan tenang, cepat dan lambat, bersih dan kotor, berhubungan erat dengan keteguhan dan kesabarannya saat berinteraksi dengan orang lain. Orang yang memiliki keteguhan iman akan menyusuri lorong-lorong hati orang lain dengan respons positif yaitu pemaaf, tenang, dan lapang dada. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki keteguhan iman akan selalu memaksa orang lain untuk tunduk di bawah amarahnya.

Meluapkan kemarahan, apalagi secara berlebihan, merupakan salah satu ekspresi memanjakan ego yang cenderung bersifat negatif, atau yang dalam al-Qur’an sering disebut “nafsu amarah”. Karenanya, sangatlah besar pahala orang yang dijanjikan oleh Allah Subhânahu wata‘ala sebagai orang yang mampu menahan amarahnya.

Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasalllam memberi penjelasan dalam Hadisnya, “Barangsiapa yang mampu menahan amarahnya padahal dia mampu meluapkannya, maka Allah menyeru pada Hari Kiamat dari atas halayak mahluk, sampai disuruh memilih bidadari mana yang mereka mau” (HR. Ahmad).

Lebih dari itu, orang sedemikian disebut sebagai muttaqîn yang disenangi oleh Allah Subhânahu wata‘ala. “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu, dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa; yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan emosinya, dan memaafkan (kesalahan) orang lain, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS. Ali Imran [03]:133-134 ).

Dalam ayat lain, Allah Subhânahu wata‘ala memuji hamba-Nya yang mampu menahan emosinya, “Dan bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan yang keji, dan apabila mereka emosi, ia bisa memberi maaf, bagi mereka kenikmatan yang kekal di sisi Allah.” (QS. Asy-Syura [42]: 37).

Namun demikian, menahan marah tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, sebab marah merupakan hembusan angin setan. Dalam sebuah Hadis Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasalllam bersabda, “Marah itu dari setan.” (HR. Abu Dawud).

Berkenaan dengan hal ini, ada beberapa tips yang diajarkan oleh Rasul Shallallâhu ‘alaihi wasalllam untuk dapat meredam marah.

1. Membaca Ta’awudz

Al-Imam al-Bukhari dan Muslim–rahimahullâh–meriwayatkan Hadis dari Sulaiman bin Surad Radhiyallâhu ‘anhu, “Ada dua orang saling mencela di sisi Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasalllam, dan kami sedang duduk di samping Nabi. Salah satu dari keduanya mencela lawannya dengan penuh kemarahan, sampai wajahnya memerah.

Maka Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasalllam bersabda: Sesungguhnya aku akan ajarkan suatu kalimat yang kalau diucapkan akan hilang apa yang ada padanya. Yaitu sekiranya dia mengucapkan: A’ûdzubillâhi minasy-syaithânir-rajîm. Maka mereka berkata kepada yang marah tadi: Tidakkah kalian dengar apa yang disabdakan Nabi? Dia menjawab: Aku ini bukan orang gila.”

2. Mengubah Posisi

Al-Imam Ahmad dan Abu Dawud–rahimahullâh–meriwayatkan Hadis dari Abu Dzar Radhiyallâhu ‘anhu bahwa Nabi bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian marah dalam keadaan berdiri, maka duduklah, jika belum hilang, maka berbaringlah.”

Hal ini karena marah dalam keadaan berdiri lebih besar kemungkinannya melakukan kejelekan dan kerusakan daripada dalam keadaan duduk. Sedangkan berbaring lebih dapat meredam amarah daripada duduk dan berdiri.

3. Tidak Berbicara

Setiap orang ingin puas dalam setiap hal dan urusan, termasuk ketika marah. Maka ketika kita sedang jengkel, sepertinya hanya dengan marah dan melontarkan omongan sepuasnya baru terasa lega. Padahal jika nafsu ini dituruti, maka akan terus bertambah buruk, dan jika telah terbiasa, maka akan menjadi tabiat buruk.

Banyak berbicara dalam keadaan marah tidak bisa terkontrol, sehingga terjatuh pada pembicaraan yang tercela dan membahayakan diri dan orang lain. Karenanya, diam orang akan meredam marah dan menghentikan tabiat-tabiat buruk. Dalam Hadis disebutkan: “Apabila di antara kalian marah, maka diamlah.” Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasalllam mengucapkan tiga kali. (HR. Ahmad).

4. Berwudhu

Sesungguhnya marah itu dari setan. Dan setan itu diciptakan dari api, dan api itu bisa diredam dengan air. Demikian juga sifat marah, ia bisa diredam dengan berwudhu. Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasalllam bersabda: “Sesungguhnya marah itu dari syetan dan syetan itu dicipta dari api, dan api itu bisa diredam dengan air. Karena itu apabila di antara kalian marah, maka berwudhulah.” (HR. Ahmad).



Dari berbagai sumber, termasuk kitab-kitab Hadist


Adv 1
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger