Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Kisah Seorang Anak Kecil Yang Sangat Shalih (1)

Kisah Seorang Anak Kecil Yang Sangat Shalih (1)

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ ¤ وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ ¤ وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ ¤ قُتِلَ أَصْحَابُ الأُخْدُودِ ¤ النَّارِ ذَاتِ الْوَقُودِ ( البروج :1-5
“ Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan hari yang dijanjikan, dan yang menyaksikan dan yang disaksikan, Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit, ”. ( QS. Al Buruuj: 1-5 ).

وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ ( البروج :1
“ Demi langit yang mempunyai gugusan bintang ”. ( QS. Al Buruuj: 1 ).

Al Buruuj adalah bintang yang berpijar dengan cahaya dan berpijar dari cahaya bintang lainnya dan juga termasuk meteor yaitu bintang yang melintas dengan cepatnya, kesemua itu di sebut Al Buruuj. Demi langit yang menyimpan berjuta triliun bintang dan planet ,demikian firman Allah.

وَالْيَوْمِ الْمَوْعُودِ ( البروج : 2
“ Dan demi hari yang dijanjikan “. ( QS. Al Buruuj : 2 ).

Hari yang dijanjikan oleh Allah yaitu hari kiamat, hari dimana tidak ada sesuatu dari aib dan kebaikan yang bisa disembunyikan di hadapan Rabbul ‘Alamin Allah SWT.

وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ ( البروج : 3
“ Dan demi yang menyaksikan dan yang disaksikan “. ( QS. Al Buruuj : 4 ).

Para mufassir imam imam ahli tafsir) banyak yang menafsirkan makna kata “ Syaahid dan Masyhuud “ , sebagian mengatakan hari ‘Arafah dan hari Jum’at , dan sebagian lagi menafsirkan bahwa makna Syaahid ( yang menyaksikan ) adalah Allah SWT, dan Masyhuud ( yang disaksikan ) adalah makhluk-makhlukNya.

قُتِلَ أَصْحَابُ الأُخْدُودِ ( البروج : 4
“ Binasalah orang-orang yang membuat parit “. ( QS. Al Buruuj : 5 ).

Disini akan saya jelaskan riwayat Shahih Muslim, tentang seorang anak kecil yang sangat shalih. 

Berkata seorang tukang sihir yang tua renta kepada raja ; “ Aku sudah tua renta dan tidak lama lagi aku akan mati, maka tolong carilah anak muda atau anak kecil untuk kuajarkan sihirku dan kuwariskan ilmuku supaya bisa berbakti padamu“, maka Raja mencari anak kecil yang baik dan cerdas kemudian dibawa dan belajar pada tukang sihir itu, anak ini sudah belajar juga pada seorang Rahib (ulama’ dimasa itu), tapi karena ini adalah perintah raja maka ia pun datang. Karena dia masih kecil, tiap kali datang menjumpai tukang sihir itu ia menampar tukang sihir yang sudah tua itu lalu pergi. 

Maka orang-orang mengatakan anak ini kurang ajar, tukang sihir berkata :“ sudah biarkan saja, namanya juga anak kecil “, hari kedua berbuat begitu lagi, dan hari ketiga tukang sihir berkata : “ Wahai raja, carikan anak yang lain saja karena aku mempunyai firasat anak itu akan membawa kejahatan bagi kerajaan “. Anak kecil ini terus belajar kepada Rahib, sehingga ia menjadi anak shalih yang dimuliakan Allah dan doanya mustajab. Semua orang yang datang kepadanya meminta doa, dikabul oleh Allah SWT. Ada diantara mereka yang buta, sembuh dari butanya, ada yang tidak bisa bicara akhirnya bisa bicara, ada yang lumpuh sembuh dari lumpuhnya, semua hajat dikabulkan setelah meminta doa pada anak kecil ini. Maka seseorang yang biasa duduk bersama raja dia seorang yang buta, ia penasaran kemudian pulang dan meminta doa pada anak kecil itu,iapun didoakan oleh anak kecil itu maka si buta ini pun sembuh. Kemudian orang ini balik kepada sang raja, raja berkata : “ kamu kan yang biasa duduk bersamaku?, kamu kan buta?”, orang itu menjawab : “ ia, dulu aku buta, tapi sekarang sembuh”, sang raja bertanya lagi:“ siapa yang menyembuhkanmu?”, ia berkata : “ ALLAH “. 

Maksudmu ada Tuhan selain aku ?, kata raja. “Tentu, Tuhanku ALLAH bukan engkau wahai raja”, maka raja pun marah ditangkaplah orang ini teman yang selalu duduk menemaninya, disiksa dan ditanya dari mana kau dapat ajaran ini, yang mengatakan bahwa Tuhan adalah Allah?, maka ia pun akhirnya berkata “ aku belajar dari anak kecil itu, dan meminta doa darinya”. Maka anak kecil itu ditanya, belajar dari mana kau wahai anak kecil? dia menjawab :” aku belajar dari Rahib “, maka Rahib pun ditangkap dan ketiganya dikumpulkan. Pertama Rahib yang ditanya “ kau yang menjadi biang dari ajaran ini, mau tinggalkan kepercayaan yang mengatakan Tuhan adalah Allah, kembali pada ajaranku bahwa aku adalah Tuhan, kalau tidak aku akan membunuhmu?!”, maka Rahib menjawab : “ Aku tidak akan menyembahmu, Tuhanku tetap ALLAH”. Maka Rahib itu digergaji, tubuhnya dibelah menjadi dua, kenapa di gergaji dan tidak disembelih langsung?, karena supaya terasa pedihnya. Kemudian raja melihat orang yang kedua, orang buta yang menjadi sembuh dan berkata:” wahai temanku kau telah melihat siksa yang begitu pedih, kau mau seperti itu atau kau kembali pada ajaranku?! orang itu berkata “ Tuhanku ALLAH ”, maka ia pun digergaji. 

Tinggallah anak kecil itu, untuk anak kecil ini raja tidak berani, karena kalau raja perbuat hal seperti itu pada anak kecil rakyatnya akan protes, maka anak kecil itu dibebaskan. Lalu raja memanggil anak-anak kecil yang seumur dia dan berkata : “ kalian ajak anak ini ke atas gunung, kalian ku beri dinar dan dirham, sesampainya di puncak gunung jatuhkan dia ke jurang “, pasukan raja diikutkan bersama mereka. Sesampainya di atas gunung anak kecil ini sudah mempunyai firasat bahwa ia akan dicelakakan , maka ia berdoa kepada Allah “ Wahai Allah lindungi aku dari mereka “, maka gunung pun terguncang dan semuanya wafat kecuali anak kecil ini. Anak kecil itu kembali pada raja (namanya anak kecil, kalau orang dewasa pasti dia lari menjauh dari raja), raja terkejut melihat anak itu kembali seraya bertanya : “mana teman-temanmu dan pasukanku?”, semuanya mati di gunung hanya aku yang selamat, Allah menyelamatkan aku, jawab anak itu. Kemudian raja berkata “ ya sudah sana kamu pulang”.

Lalu raja berkata kepada orang-orang yang diatas usianya dan beberapa pasukannya : “ ajak dia main ke laut, sampai di tengah laut masukkan ke dalam tong besar dan tenggelamkan dia di laut, lalu kalian pulang”. Maka anak kecil ini di bawa ke laut sesampainya di laut dia dimasukkan ke dalam tong, lantas anak keci itu berdoa kepada Allah: “ Ya Allah lindungi aku dari mereka “, maka Allah menjadikan gelombang lautan yang sangat dahsyat dan menenggelamkan semuanya, tong yang memang berisi udara belum di beri pemberat terus mengambang sampai ke tepi pantai, selamat lagi anak kecil ini, maka ia balik kepada raja, raja kaget melihat anak itu kembali dan bertanya “mana teman mu yang lain?” Anak itu menjawab : “semuanya mati tenggelam di laut, hanya aku yang selamat, Allah yang selamatkan aku!!” maka raja terdiam. 




Habib Munzir Al Musawwa
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger