Adv 1
Ged a Widget
Gg. Merah Putih, Jl. Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Kudus
Home » » Tanda-Tanda Kecil Kiamat bag. 2

Tanda-Tanda Kecil Kiamat bag. 2


2. Munculnya Pembohong-pembohong Besar

Fenomena lainnya adalah munculnya pembohong-pembohong besar. Dan puncaknya, ada di antara kaum muslimin yang terjerumus mengaku sebagai nabi. "Tidak akan datang Kiamat sehingga dibangkitkan pembohong-pembohong besar yang jumlahnya mendekati tiga puluh orang, masing-masing mengaku sebagai utusan Allah." (HR Bukhari).

Fenomena nabi palsu dimulai dengan munculnya Musailamah Al-Kadzdzab di zaman Rasulullah SAW, dan Ahmad Ghulam Ahmad di zaman modern, sedang di Indonesia ada juga beberapa orang yang mengaku nabi.

3. Hilangnya Amanah

Lenyapnya amanah termasuk salah satu tanda kecil Kiamat. Nabi bersabda, "Apabila amanah telah disia-siakan, tunggulah kedatangan hari Kiamat."


Abu Hurairah bertanya, "Bagaimana menyia-nyiakan itu, wahai Rasulullah?"


Beliau menjawab, "Apabila suatu urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, tunggulah datangnya hari Kiamat." (HR Bukhari).

4. Kebodohan Merajalela


Setelah amanah lenyap, berikutnya ilmu dihilangkan dan kebodohan merajalela. Diantara tanda-tanda akan datangnya Kiamat ialah dihilangkannya ilmu (tentang ad-din, agama) dan tetapnya kejahilan." (HR Bukhari).


Maksud hadits ini, dijelaskan oleh Rasulullah, "Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu (tentang ad-adin) dengan serta merta dari hamba-Nya, tetapi Dia mencabut ilmu dengan mematikan para ulama. Apabila tidak ada orang yang alim (mengerti tentang addin), orang-orang pun mengangkat pemimpin-pemimpin yang jahil, lantas mereka ditanya, kemudian memberikan fatwa tanpa berdasarkan ilmu, sehingga mereka sendiri sesat dan menyesatkan."

Masyarakat yang tanpa ilmu akan melahirkan diktator yang zhalim, begitu juga aparat-aparat yang mendukungnya. "Besok pada akhir zaman akan muncul orang-orang lelaki dari kalangan umat ini membawa cemeti (lambang senjata) seperti (cemeti) seekor sapi, pada pagi dan petang hari mereka selalu dalam kemurkaan dan kebencian Allah." (HR Ahmad).


Karena pemimpinnya senang pada kezhaliman, masyarakatnya pun banyak yang bermaksiat. Di antaranya merajalelanya perzinaan, pembunuhan, penyakit bakhil, riba, minum minuman keras, dan lain-lain.

5. Masjid Megah Sekadar Kebanggaan.


Masyarakat dan penguasa membangun bangunan yang megah-megah. Pernah Rasulullah memancing tanya kepada Malaikat Jibril kapan datangnya Kiamat.


"(Aku sendiri tidak tahu), tetapi aku akan memberitahukan kepadamu tandatandanya." Lalu Malaikat Jibril menyebutkan antara lain, "Apabila penggembalapenggembala ternak sudah berlombalomba dalam membuat bangunan (rumah dan sebagainya), itu termasuk tanda-tanda telah dekatnya hari Kiamat."


Kaum muslimin tidak hanya mendirikan bangunan-bangunan umum yang megah, melainkan juga masjid-masjid yang megah, namun mereka tidak mau meramaikan masjid dengan ibadah. Jadi masjid yang megah itu hanya dijadikan bangga-banggaan.

'Tidak akan datang Kiamat sehingga manusia bermegah-megah dalam membangun masjid." (HR Ahmad). Ti antara tanda-tanda telah dekatnya Kiamat ialah orang-orang bermegah-megahan dalam membangun masjid." (HR An-Nasa'i).

6. Budak Perempuan Melahirkan Tuannya.


Suatu waktu, Nabi bersabda, "Dan akan saya beri tahukan kepadamu tandatanda hari Kiamat itu, ialah apabila budak perempuan melahirkan tuannya." (HR Bukhari).


Banyak yang tidak paham tentang hal ini. Muncul empat pendapat. Pertama, kaum muslimin memiliki budak perempuan, dan anaknya akan menjadi tuan bagi ibunya. Kedua, para tuan menjual budak ibu (yang melahirkan anak-anaknya), kemudian anaknya membeli budak ibu itu karena tidak tahu. Ketiga, dalam arti majasi, kiasan, banyak anak durhaka yang memperbudak ibu kandungnya sendiri. Keempat, budak-budak perempuan yang menjadi ibu dari anak-anak majikannya, yang pengertiannya sekarang statusnya seperti istri simpanan atau gundik.

7. Terlalu Sibuk dengan Urusan Duniawi.

 
Kita sekarang sering mengatakan, waktu begitu singkat. Nabi bersabda, "Tidak akan datang Kiamat sehingga waktu semakin berdekatan (semakin singkat). Setahun seperti sebulan, sebulan seperti sepekan, sepekan seperti sehari, sehari seperti sejam, dan sejam seperti hanya sekejap." (HR Ahmad, Imam Bukhari).
Hadits di atas ditafsirkan macammacam. Ada yang mengatakan, manusia terlalu sibuk dengan urusan-urusan duniawi, sehingga dirasakan waktu begitu sempit. Ada yang berpendapat, karena sedikitnya barakah.

8. Binatang yang Berbicara


Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Seekor srigala datang kepada penggembala kambing, lalu ia menerkam seekor kambing, lantas penggembala itu merebutnya hingga lepas darinya.


Kemudian srigala itu duduk dan memasukkan ekornya di antara kedua pahanya hingga menempel di perutnya, seraya berkata, `Engkau sengaja merebut rizqi yang diberikan Allah kepadaku hingga terlepas dariku.'


Kemudian lelaki itu berkata, 'Demi Allah, aku tidak pernah melihat peristiwa seperti pada hari ini, yaitu ada srigala yang dapat berbicara.'


Srigala itu menimpali, 'Yang lebih mengherankan lagi daripada ini ialah ada lelaki di tengah pepohonan kurma yang berada di antara dua bidang tanah yang tak berpasir, yang memberitahukan kepadamu tentang sesuatu yang telah terjadi dan akan terjadi sesudahmu, padahal dia itu seorang Yahudi.'


Lalu lelaki itu datang kepada Nabi SAW, menceritakan peristiwa itu.

Kemudian Nabi membenarkan seraya bersabda, 'Benar (peristiwa itu). Demi Allah, yang diriku ada di dalam kekuasaan-Nya, tidak akan datang hari Kiamat sehingga ada binatang buas yang berkata kepada manusia, dan tali gantungan cemeti dan tali sandal seseorang berkata kepadanya, dan pahanya memberitahukan kepadanya apa yang diperbuat keluarganya sesudah kepergiannya'." (HR Ahmad).


Al Habib Sholeh bin Ahmad bin Salim Al Aydrus
Share this article :

Posting Komentar

 
Musholla RAPI, Gg. Merah Putih (Sebelah utara Taman Budaya Kudus eks. Kawedanan Cendono) Jl. Raya Kudus Colo Km. 5 Bae Krajan, Bae, Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Copyright © 2011. Musholla RAPI Online adalah portal dakwah Musholla RAPI yang mengkopi paste ilmu dari para ulama dan sahabat berkompeten
Dikelola oleh Remaja Musholla RAPI | Email mushollarapi@gmail.com | Powered by Blogger